Rahim Impian

Rahim Impian
Mengungsi


__ADS_3

“Ini diminum dulu, Key.” Ayu memberikan aku segelas teh hangat. Aku menyesapnya setengah tergesa karena tubuhku yang masih gemetaran.


Air di gelasku hampir tumpah hingga Ayu membantuku. “Pelan-pelan, Key.”


“Makasih, Yu,” ucapku sungkan. Aku malu karena akhirnya menyusahkan orang lain. Aku menangis lagi setelah air mata itu tertahan di sepanjang jalan.


“Aku … aku akan segera mencari kontrakan, jadi mohon maaf kalau aku akan merepotkanmu malam ini.”


“Stss, Keysha … kamu tidak perlu memikirkan hal itu. Tinggallah di sini selama kamu mau.”


Mendapatkan jawaban seperti itu malah membuatku semakin sedih. Isakku semakin keras, Ayu langsung memeluk dan mengusap punggungku lembut.


“Menangislah sepuasnya, tapi setelah itu jangan pernah menangisinya lagi.”


Aku menganggukkan kepala, sungguh … aku memang butuh orang yang mau mendengarkan keluhanku, menemaniku menangis tanpa berkomentar. Hanya diam menemani seolah ia mengerti apa yang sedang aku alami.


Hampir 1 jam aku menitikkan air mata dalam diam, Ayu dengan setia menungguiku. Beruntung, rumahnya sedang tidak ada orang. Anak dan suaminya sedang pergi ke rumah mertua untuk liburan. Setelah kelelahan menangis, akhirnya aku menceritakan semua yang aku alami. Rumah tanggaku yang sudah tidak baik-baik saja.


“Jadi, selama ini Andre bersikap buruk padamu?”

__ADS_1


“Ya, tapi aku ada andil dalam masalah ini.”


“Maksudmu?”


“Aku ketahuan berselingkuh,” jawabku jujur. Aku tidak mau menutupi apapun pada Ayu.


Temanku itu tampak terkejut, aku memalingkan muka karena tidak sanggup menerima responnya. Pasti Ayu membenciku dan tidak mau berteman denganku lagi.


“Kamu berselingkuh? Kamu serius, Key?”


“Maaf Ayu, aku mengecewakanmu,” cicitku menahan malu.


Aku sudah pasrah jika sehabis ini diusir oleh Ayu karena ketahuan menjadi seorang istri yang tidak setia. Bukan hanya itu, aku pun telah menjadi pelakor karena berselingkuh dengan suami orang. Namun, aku sudah mengakhirinya melalui pesan singkat saat di perjalanan tadi.


“Bukan itu yang aku masalahkan, Key … kamu serius? Kamu bisa selingkuh?” Ayu bertanya seperti tidak percaya.


Aku terkekeh, ya … siapa yang akan mengira wanita rumahan sepertiku, bahkan tidak mudah bergaul bisa berselingkuh. Memikirkannya saja seperti suatu yang tidak mungkin, tapi nyatanya itu terjadi. Aku bahkan hampir menghabiskan waktu di kamar hotel bersama Haris. Orang pasti mengira aku sudah gila bisa bertindak senekat itu.


“Key … aku nggak menyangka lho, tapi aku dukung tindakan kamu itu.”

__ADS_1


Aku melongo mendengar ucapan Ayu.


“Apa?” tanyaku takut salah dengar.


“Ya, wajar kalau kamu selingkuh, suamimu itu memang tidak bisa dikasih hati. Lebih baik kasih hati ke yang lain,” selorohnya sambil tersenyum. Aku sama sekali tidak bisa tersenyum balik. Ternyata Ayu malah mendukungku.


“Aku pikir kamu bakal benci aku, Yu. Aku udah siap-siap mau pergi nih.”


“Ya, ampun, Key … kalaupun kamu salah, ya aku tidak akan usir kamu. Aku akan nasehati kamu agar jangan melakukan hal buruk itu, tapi untuk yang kali ini aku mengacungkan jempol sama kamu. Aku Cuma masih kaget aja, ternyata Keysha yang aku kenal bisa selingkuh juga.” Ayu berkata sedikit menggoda. Tidak ada emosi di sana, karena hal itu juga membuatku lega.


“Lalu … apa yang akan kamu lakukan sekarang?” sambung Ayu yang masih ingin membahas masalahku.


Aku menggeleng pelan. “Aku tidak tahu, terakhir yang aku inginkan adalah bercerai dengan Mas Andre. aku sudah tidak sanggup bersamanya lagi.”


“Kamu akan hidup bersama selingkuhanmu?”


Aku menggeleng lagi. “Tidak, dia pria beristri.” Kali ini Ayu melotot.


“Wah, gila kamu, Key!”

__ADS_1


Tbc.


Hai semua, selamat hari lebaran, mohon maaf lahir batin ya. Maaf sering telat up, dan waktunya gak konsisten, tapi diusahakan akan terus up sampai tamat. Terima kasih untuk semua dukungan, rate, vote, like, dan komennya. Love u all... ~


__ADS_2