
POV Santi
"Kenapa, Bu? Kenapa Santi nggak boleh dekat-dekat lagi sama Kak Keysha? Kasihan dia sudah jauh-jauh datang ke sini karena Ibu kepingin ketemu, tapi sampai sini malah dicuekin," ucapku tak suka dengan apa yang dilakukan ibu barusan.
"Santi, kamu harus tahu kalau wanita itu, Keysha, dia yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Kakakmu, Haris!" ucap ibu geram.
"Hah? Masa sih, Bu? Ibu jangan asal bicara main tuduh dong. Nggak mungkin lah Kak Keysha merebut Kak Haris, jadi pelakor maksudnya? Ah masa sih?"
Aku kebingungan dan berusaha menepis apa yang dikatakan ibu tentang Kak Keysha.
Bagaimana mungkin wanita selembut dan sebaik Kak Keysha menjadi orang ketiga dalam hubungan rumah tangga Kak Haris dan Kak Diana?
"Ini, kalau kamu nggak percaya, Ibu kasih buktinya. Ini foto yang diberikan sama Kak Diana. Perempuan ini, Keysha yang sedang berduaan dengan kakakmu. Masih nggak percaya juga?" kata ibu sewot.
Aku tak bisa berkata apa-apa lagi saat melihat foto seorang wanita sedang bersama dengan Kak Haris. Wanita itu Kak Keysha. Dia terlihat cantik di foto itu. Jadi, benar dia seorang pelakor? Di foto itu, mereka tampak berangkulan mesra.
Ya Tuhan, Kak Keysha! Kenapa harus dia yang jadi orang ketiga dalam rumah tangga Kak Haris? Dia orang yang selama ini sudah aku anggap sebagai kakak perempuan sendiri dan membantu kesulitanku menyelesaikan soal pelajaran. Ahhh, aku benar-benar tidak menyangka. Sedih sekali rasanya kehilangan seseorang yang sudah dekat dengan kita, meskipun sebelumnya aku tak mengenalnya, tapi rasanya hubungan pertemananku dengan Kak Keysha memang sudah terjalin sedalam itu.
Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu, Ibu tidak mengizinkan aku membeli sarapan di warung Mang Usup lagi, karena khawatir aku bertemu dengan Kak Keysha. Aku tidak punya pilihan kecuali menuruti permintaan Ibu.
__ADS_1
Hari berangsur malam, aku sudah terlelap saat mendengar suara benda terjatuh dari kamar mandi. Aku segera berlari dan melihat Ibu sudah berbaring di lantai.
"Ibu, kenapa Bu?" Aku mendapati tubuh Ibu kaku. Segera saja aku berlari mengambil ponsel untuk menghubungi Kak Haris, tapi ternyata nomor ponselnya tidak aktif. Entah kenapa akhir-akhir ini nomor Kak Haris tidak bisa dihubungi.
Lalu aku mencoba juga untuk menelepon Kak Diana. Siapa tahu Kak Haris sedang bersamanya. Sama saja! Kak Diana juga nomor ponselnya tidak bisa dihubungi.
Ada apa dengan mereka berdua ini? Saat aku membutuhkan mereka, bahkan sama sekali tidak bisa diharapkan!
Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Mengangkat tubuh ibu dari lantai pun aku tidak kuat. Apa aku harus meminta pertolongan tetangga saja? Tapi hari sudah sangat larut, aku jadi tidak enak sendiri kalau merepotkan tetangga.
Saat sedang memegang ponsel, mataku menatap nomor Kak Keysha. Ya, sepertinya hanya Kak Keysha yang bisa menolongku malam ini.
"Iya, Halo. Ada apa, Santi?"
"Kak, maaf Santi ganggu malam-malam. Santi bisa minta tolong nggak? Ibu jatuh di kamar mandi dan sekarang Santi harus membawanya ke rumah sakit. Santi takut, Kak."
Akhirnya, tangisku pecah. Aku terlanjur membayangkan hal-hal buruk yang bisa menimpa ibu.
"Ya Tuhan, Ibu terjatuh? Santi, jangan panik, ya, tunggu Kakak, sebentar lagi datang. Kakak naik ojek online saja ke sana biar cepat."
__ADS_1
Aku hanya mengiakan kata-kata Kak Keysha. Dalam keadaan terdesak seperti ini, aku sudah tidak berpikir apa-apa lagi kecuali menyelamatkan ibu.
Kak Keysha bisa menjadi pengganti Kak Haris kalau nanti harus ada berkas-berkas yang ditandatangani di rumah sakit, karena aku masih belum cukup umur.
Tak berapa lama kemudian, ada suara motor berhenti di depan rumah. Itu pasti Kak Keysha.
Aku segera membuka pintu, dan kami bersama-sama membawa ibu ke rumah sakit. Akhirnya, Ibu mendapatkan penanganan dengan cepat berkat bantuan Kak Keysha.
"Teh, terima kasih banyak, ya, atas bantuan Kakak. Santi nggak ngerti kalau tadi Kakak nggak datang, Santi panik banget," ucapku lega saat melihat ibu sudah dipindahkan ke ruang perawatan.
"Sama-sama, Santi. Pokoknya, kalau ada apa-apa, kabarin Kakak aja, supaya Kakak bisa cepat bantuin kamu."
"Santi juga mau minta maaf atas sikap Ibu waktu itu yang tidak ramah sama Kakak," kataku perlahan-lahan takut menyakiti hati Kak Keysha.
"Oh ya, gak papa. Memangnya ada apa dengan ibu, Santi?" tanya Kak Keysha penasaran. Pasti dia juga sudah bisa merasakan sikap ibu yang dingin sehingga dia cepat-cepat pulang dari rumah.
"Kak, sebenarnya Santi adalah adiknya Kak Haris. Ibu sudah tahu kalau Kak Keysha dan Kak Haris punya hubungan khusus, makanya Ibu bersikap seperti itu. Maaf ya, Kak."
Raut wajah Kak Keysha mendadak pucat pasi mendengar penjelasanku.
__ADS_1
Tbc.
Penasaran ya? hihihi, tungu lagi ya besok.