Rahim Impian

Rahim Impian
Tidak ada yang salah!


__ADS_3

POV Diana


Aku tak percaya mendengar telepon diputus begitu saja oleh Haris, setelah mengatakan sesuatu yang membuatku berpikir keras. Haris akan melanjutkan gugatan cerainya? Bukankah dia harus menunggu sampai anak ini lahir? Lalu suamiku itu juga menyebut-nyebut nama Andre.


Otakku bereaksi begitu cepat. Ya Tuhan, apakah Haris mengetahui semuanya? Dari mana dia bisa tahu semua ini?


Aku menatap nyalang pada Andre. "Minggir kamu!"


Plak!


Aku mendaratkan tamparan yang cukup keras di pipi Andre sampai dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia pantas mendapatkan tamparan ini setelah berani menggangguku dengan kehadirannya. Manfaatnya untukku sudah selesai, seharusnya dia tahu diri.


"Diana apa-apaan kamu? Kita belum selesai bicara! Anak ini anakku, jadi Haris tidak ada hak mengakui anak ini!"


"Pergi kamu dari sini, dan dari hidupku! Sekarang aku tidak mau melihat wajah kamu lagi, Andre! Kalau kamu berani menemui aku lagi, aku akan menggugurkan bayi di dalam kandungan ini, paham kamu?" ancamku sambil menatap dingin ke arah Andre.

__ADS_1


"Apa salahku? Kenapa kamu semarah ini? Harusnya aku yang marah karena kamu membohongi semua orang!" teriak Andre. Pria itu sungguh menyebalkan.


"Salahmu adalah berani menemui aku! Kamu tahu, karena kebodohanmu ini bisa saja Haris tahu semuanya! Karena kamu hidupku jadi kacau!"


Aku mendorong tubuh Andre, meskipun pria itu tak bergeming. Laki-laki itu hanya terdiam sambil mengusap bibirnya yang berdarah. Aku meninggalkan Andre begitu saja.


Segera aku memesan taksi online, dan bergegas pulang ke apartemen. Semoga Haris tidak melakukan hal-hal bodoh.


"Haris! Sayang!" Aku berteriak sambil memeriksa seluruh apartemen. Di kamar tidur, kamar mandi, dapur, balkon, semua nihil. Aku tidak menemukan keberadaannya.


Arghhh, di mana dia!


Perlahan dengan sedikit merangkak aku membuka lemari bajunya. Dan benar saja. Lemari ini kosong. Tak kutemui satu potong pun baju Haris di dalamnya. Sontak aku jatuh terduduk di depan lemari.


Tak menyerah, aku segera menelepon Haris dengan bertubi-tubi. Hampir 20 kali aku melakukan panggilan, tapi diabaikan. Haris tidak mau menjawab satupun panggilanku, hingga aku benar-benar putus asa karena panggilan terakhir ponselnya malah tidak aktif.

__ADS_1


Apakah aku memang akan kehilangan Haris untuk selamanya? Ini tidak mungkin! Ini tidak boleh terjadi. Kami baru saja memeriksakan janin di dalam perutku. Anak yang sebentar lagi akan lahir sebagai anaknya Haris. Satu jam lalu, kami pasangan yang sangat berbahagia. Kenapa sekarang tiba-tiba Haris pergi dan mengancam melanjutkan perceraian? Ini pasti ada yang salah. Tidak, tidak mungkin nasibku berubah dalam sekejap.


'Haris, ada di mana kamu?' ucapku memanggilnya dalam hati.


Aku tahu, dia tidak punya tujuan lain. Apa mungkin Haris pulang ke rumah ibunya? Aku akan segera menyusulnya, tapi sepertinya tidak sekarang karena lututku gemetar dan badanku terasa sangat lemah.


Ini bukan pertama kali Haris pergi meninggalkan aku. Semua berawal sejak ia tergoda wanita bertampang lugu. Namun, sejatinya berhati busuk. Dia pergi dari rumah, pria itu marah, dia juga pernah mencoba untuk menceraikan aku. Akan tetapi aku berhasil meyakinkannya dan membuatnya kembali ke dalam pelukanku. Hanya saja kali ini, kenapa rasanya sekarang berbeda? Rasanya semua begitu nyata. Perpisahan itu seolah-olah sudah ada di depan mata.


Haris pasti sudah melakukan kesalahan. Ada apa sebenarnya? Aku masih bertanya-tanya. Tidak mungkin kalau Haris mengetahui semua ini. Aku sudah begitu rapi menyembunyikan semuanya, sampai pria brengsek, Andre, muncul tadi. Namun aku juga bisa menguasai keadaan.


"Ada apa denganmu, Haris? Kamu membuat aku takut sekarang. Jangan Haris, jangan pernah meninggalkan aku, apalagi dalam kondisi hamil seperti ini," gumamku masih tak percaya.


"Apakah mungkin tadi Haris sempat melihat kebersamaanku dan Andre lalu dia cemburu?" batinku masih mencari-cari jawaban. Keningku berkerut, mencoba menemukan semua kemungkinan.


Bisa saja begitu. Dia melihatku dari kejauhan, lalu Haris cemburu dan segera pergi meninggalkan aku. Ini pasti sebuah kesalahpahaman, dan aku harus menjelaskan semuanya pada Haris. Iya benar, aku harus bertemu dengannya dan menjelaskan tidak ada hubungan apa-apa antara aku dan Andre!

__ADS_1


Tbc.


Diana akan terus menghalu sampai negara api menyerang. Okei... Maafkan aku yang baru bisa up. Mksh masih stay, and... Enjoy!


__ADS_2