
POV Ayu
Aku baru saja selesai menghadiri rapat orang tua di sekolah untuk membahas masalah outing class yang akan diselenggarakan minggu depan.
“Ma, nanti kita pergi ke taman safarinya ajak Tante Keysha juga, ya!” Rara menggoyang tanganku saat kami berjalan di lorong kelas, kebetulan aku sedang sibuk membaca selembaran tempat wisata.
“Iya, nanti kita ajak Tante Keysha biar ramai!” sahutku.
“Hore!” seru Rara senang.
Aku menghela napas lega, Rara termasuk anak yang sulit dekat dengan orang baru, tapi tidak untuk Keysha. Tidak butuh waktu lama mereka
langsung akrab seperti sudah begitu lama mengenal. Memang, Keysha itu selalu membuat setiap anak nyaman dengannya. Seperti ada daya Tarik tersendiri dari Keysha yang membuat para anak-anak kecil menyukainya
“Hm, ngomong-ngomong. Tadi Tante Keysha bilang mau beliin kamu cake coklat plus susu coklat!”
Mata Rara langsung berbinar. “Beneran, Ma?”
Aku mengangguk mengiyakan, Rara pun berlonjak melompat kegirangan.
Di saat itu juga Rara menuntunku menuju parkiran dengan sedikit tergesa. Aku sampai terkekeh dibuatnya. “Ayo cepat pulang, Ma! Tante Keysha pasti sudah sampai rumah, jangan buat Tante Keysha menunggu lama.”
“Duh, sabar donk. Tante Keysha gak akan ke mana-mana,” ucapku yang tidak dihiraukan Rara. Anakku itu malah berseru.
“Cepat-cepat! Kita makan cake coklat!”
***
20 menit kemudian kami pun sampai rumah, Rara segera turun dari mobil lalu memasuki rumah yang ternyata dikunci.
“Kok dikunci? Tante! Tante Key?”
__ADS_1
Aku mengikuti Rara yang melongok ke jendela, mengintip ke dalam rumah. Aku menggelengkan kepala. Kalau pintu terkunci berarti Keysha belum pulang. Kami masing-masing memegang kunci cadangan rumahku.
Aku membiarkan Rara beberapa saat memanggil serta menggedor pintu yang tidak mendapatkan sahutan apalagi bukaan pintu. Wajah Rara merubah muram. Dia anak yang akan mengerti ketika memeriksanya langsung. Saat itu aku baru
memberikan komentar.
“Tante Keyshanya berarti belum pulang, sudah tidak apa-apa. Biar kita tunggu di dalam. Ok?!” bujukku agar Rara tidak sedih lagi. Rara menurut lalu membuka sepatunya sebelum masuk ke dalam rumah.
“Tapi, nanti Tante Keysha pasti pulang ke sini ‘kan, Ma?” Rara bertanya dengan nada pelan, tidak seantusias sebelumnya.
Aku mengulum senyum sambil membuka pintu. “Iya, tentu saja. Tante Keysha untuk sementara tinggal sama kita.”
“Jadi Keysha ada di sini?”
Aku membeku karena suara seseorang yang berasal dari arah belakang. Suara yang tidak pernah aku harapkan kehadirannya. Rara menatapku bingung karena aku yang tiba-tiba membisu. Ia hendak melongok ke arah suara. Namun, aku segera menahannya.
“Rara masuk ke dalam, ya. Nanti Mama susul,” perintahku dengan suara sepelan agar tidak terdengar orang lain.
Aku mengangguk dengan senyum kaku. Rara akhirnya masuk ke rumah dan aku langsung menutupnya rapat. Menarik napas sedalam mungkin sebelum membalikkan badan. Aku tidak menyangka jika momen ini akan segera tiba, ketika sosok yang membuat hidup Keysha menderita ada di depan mataku.
“Andre, sedang apa kamu di sini?” tanyaku setenang mungkin.
Pria berkacamata itu terkikik geli, menampilkan wajah yang menyeramkan. Baru kali ini aku melihat sosok sebenarnya seorang Andre. “Jadi, kamu yang membawa Keysha dariku?”
“Membawa Keysha? Apa maksudmu?” aku berpura-pura tidak tahu.
“Jangan suka begitu, barusan aku dengar jika Keysha tinggal di sini. Apa perlu aku bertanya pada puterimu?”
Andre melirik ke rumahku, sontak hal itu membuatku bergidik ngeri serta takut. Apa dia sedang mengancamku?
“Jangan macam-macam ya Andre! Aku bisa berteriak saat ini juga dan bilang kalau kamu berniat jahat padaku dan keluargaku!” kecamku balik.
__ADS_1
Sebenarnya aku gemetaran, apalagi suamiku belum pulang. Dia baru kembali esok lusa. Mendengar seberapa kasar Andre saat bersama Keysha, bukankah pria itu bisa bertindak nekat?
Andre mengangkat tangannya dengan keningnya yang mengerut. “Woa, Ayu. Aku tidak melakukan apa pun. Aku hanya bertanya tentang istriku!”
“Keysha tidak ada di sini, sebaiknya kamu pergi!”
“Kenapa kamu harus begitu kasar?”
“Karena kamu memang pantas diperlakukan kasar, sama seperti kamu memperlakukan Keysha!”
“Jadi kamu sudah bertemu dengan Keysha, kamu tahu apa yang terjadi pada kami? Kamu tahu jika dia berselingkuh? Temanmu itu wanita tidak setia!” hardiknya emosi.
“Harusnya kamu introspeksi diri kenapa Keysha sampai begitu? Semua karena kamu, Andre!”
“Aku tidak butuh ceramahmu, dari semua yang kamu bilang sudah membuktikan jika Keysha memang ada di sini, mana dia? Kembalikan istriku!”
Andre hendak maju, aku segera mundur menjaga pintu. Aku pun bersiap untuk berteriak.
“TOLONG! TOLONG! ADA MALING! TOLONG!”
“Ayu! Apa-apaan kamu! Aku bukan maling!” Andre terkejut dengan teriakanku, dia menoleh ke sana kemari dan berusaha membekap mulutku. Aku
tidak menghiraukannya dan terus berusaha berteriak.
“TO-HMMP!!! TOLONG, TOLONG!”
“Ayu! Kurang ajar kamu!”
PLAK!!!
Andre menamparku hingga aku tersungkur, telingaku mendadak tuli karena kerasnya tamparan itu.
__ADS_1
Aku sudah tidak tahu apa yang terjadi, hanya saja tidak lama Andre tampak menjauh lalu pergi dari rumahku.