Rahim Impian

Rahim Impian
Status Baru


__ADS_3

Saat hidup sedang lelah lelahnya, menerima pemberitahuan dari pengadilan agama tentang keputusan status pernikahanku dengan Mas Andre, adalah hal yang melegakan. Setidaknya perjuanganku selama ini akan membuahkan hasil. Bisa keluar dari pernikahan toksik yang hanya bisa menguras emosi, adalah keharusan.


Tekadku untuk melepas status sebagai istri, sudah bulat dan akan disahkan di pengadilan agama. Sebentar lagi aku menjadi seorang janda. Pada persidangan sebelumnya aku memang tidak pernah hadir karena enggan bertemu dengan Mas Andre. Akan tetapi kali ini aku harus datang, karena kalau tidak hadir, akan tertunda lagi diri ini mendapatkan sertifikat status yang baru.


Aku menatap semburat jingga di cakrawala. Lukisan indah yang menenteramkan hati, membuatku menyadari penciptanya adalah Sang Maha Membolak-balikkan hati.


"Keisya ... akhirnya kamu terbebas juga dari cara pernikahan yang selama ini membuatmu sesak nafas." Aku berusaha menyemangati diri sendiri.


Status baru itu pasti tidak menyenangkan. Bagi sebagian orang, bahkan dianggap negatif. Namun ini pilihanku setelah melalui pertimbangan yang matang, proses berdarah-darah, yang pasti keputusan ini tidak akan aku sesali.


Warna jingga itu sebentar lagi akan menghilang berganti gelap. Aku berharap setelah menyandang status baru, hidupku justru dihampiri jingga yang membawa warna baru.


"Akhirnya kamu sampai juga di titik ini Keisya." Aku menepuk bahu kiri dengan lembut, menenangkan diri dan menghela napas panjang berkali-kali. Mengusir, mengeluarkan semua beban di dada dan mengisinya dengan oksigen baru.


Ternyata memang ini yang aku harapkan, kebebasan dan aku tidak akan mundur. Aku terkekeh kecil, ternyata aku cukup berani hingga sampai ke titik ini. Tentu langkah besar ini membuatku merasa bangga, pencapaian ini juga prestasi untuk mengembalikan kewarasan.

__ADS_1


Keesokan harinya aku meminta ijin untuk cuti sehari tidak mengajar, dan ternyata diperbolehkan. Lembaga tempat aku mengajar memang sefleksibel itu, asal izin disertai alasan kuat.


Aku segera pergi menuju kantor Pengadilan Agama yang letaknya cukup jauh, ada di kota. Beberapa kali naik bus dan angkutan umum, akhirnya aku tiba juga.


Sesampainya di kantor Pengadilan Agama aku langsung bertemu dengan Mas Andre. Pria itu sebelumnya bersikap aktif menghentikan usahaku untuk bercerai, berteriak semaunya serta berkata kasar.


Hari ini dia terlihat berbeda. Saat melihatku, pria itu tidak bersikap implusif, terlihat lebih diam dan tidak mengejarku lagi. Syukurlah mungkin dia sudah sadar aku tak mungkin kembali.


Meskipun awalnya aku sedikit terheran-heran, karena pria itu bisa juga bersikap tenang dan sedikit cuek saat melihatku, tapi merasa lega. Mungkin mas Andre sudah menerima kenyataan akan nasib rumah tangga kami yang harus berakhir di tengah jalan.


"Halo Keysha, apa kabar?"


"Keysha, aku minta maaf atas semua yang terjadi selama ini dalam pernikahan kita."


Mas Andri mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Dia mengucapkan kata ajaib yang selama ini tidak pernah tercetus dari bibirnya.


Aku sedikit kikuk ketika menerima permintaan maaf dirinya tapi mau tidak mau aku tetap menjabat tangannya.


"Sama-sama, Mas. Aku juga banyak salah ketika menjadi istrimu, dan hari ini aku benar-benar minta maaf. Maaf kalau selama ini aku belum bisa jadi istri yang baik untuk kamu."


Cukup kalimat itu yang aku ucapkan untuk mengimbangi permintaan maafnya. Aku tidak mau lagi berpanjang lebar karena semuanya sudah jelas. Kami sama-sama paham atas apa yang terjadi di dalam rumah tangga yang sudah terbangun selama sepuluh tahun ini.


"Iya aku juga sama, belum bisa jadi suami yang baik untuk kamu, Keysha."


Mas Andre menundukkan kepala. Lagi-lagi aku dibuat takjub atas perubahan sikapnya, tapi ini perubahan yang bagus dan positif, jadi aku hanya bisa menganggukkan-anggukkan kepala saja.


Inilah akhir dari semua kisah piluku bersama Mas Andre, pria yang selama ini kusebut suami yang kuharap bisa melindungi dan menjadi pengayom, tapi ternyata ekspektasiku terlalu tinggi.


Selamat tinggal Mas Andre. Mulai hari ini kami berjalan menjadi pribadi yang sama sekali tidak terikat satu sama lain.

__ADS_1


Tbc.


Udahan ... Saatnya kembali ke Diana 🤧🤧🤧


__ADS_2