REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 8


__ADS_3

Brukk..


"awss" ringis vanca, ia terjatuh dan dompet yg td nya ia pegang pun terjatuh sama hal nya dengan martabak yg ia pegang


Vanca kembali berdiri dan mengambil barang nya yy terjatuh, ia belum melihat orang didepan nya yg menabrak nya Ralat - ditabraknya


Vanca sedikit terkejut saat melihat orang di depan nya ini "elo" ucap nya masih dengan sedikit ringis nya


"sorry gw ga liat" ujar nya lalu berlenggang pergi ke arah mobil nya diparkir


Regaf melirik sekilas namun tak perduli dan pergi ke arah tukang martabak itu berada


Vanca baru membuka pintu mobil nya lalu memasukan dompet juga martabak nya, namun sayang nya sebelum ia dapat masuk ada seseorang yg mencegahnya


"HEH SERAHIN DOMPET LO SEKARANG!" ucap seorang preman


"ATAU LO TAU AKIBAT NYA"


Vanca bingung akan melakukan apa, sungguh ia gemetar sekarang, apakah menyerah kan dompet saja - pikirnya


"Kelamaan" preman itu sudah tak ingin menunggu lagi ia langsung masuk ke dalam mobil vanca dan mengobrak abrik isi nya


"heh dompet gue balikin, tolonggg" Vanca bingung akan melakukan apa selain berteriak, ia mencoba untuk merebut dompet nya yg dipegang oleh preman itu


"heh bocah diem gak lu" preman itu menghempaskan tangan Vanca yg sedari tadi ingin merebut dompet yg ia pegang


"aww" ringis Vanca ketika ia telah jatuh di tanah akibat hempasan sang preman itu


Bughhh


"bangsat" umpat sang preman akibat mendapat bogeman mentah dari seseorang


"heh siapa lo"


"jangan berani nya sama cewe, pengecut"


"he bocah, apa lo bilang!" preman itu lalu memukuli lawan nya


Bughh


tepat di ujung bibir Regaf, ia mengusap kasar ujung bibir nya yang berdarah akibat pukulan dari preman itu


Bughh


Bughh


Pletakk


dapat terdengar suara tulang yg patah, Regaf memelintir tangan lawan lalu memukul lawan dengan satu tendangan, preman itu tersungkur jatuh di tanah


Regaf menghampiri preman itu, dan menaikkan kaki nya di atas tubuh preman itu


"Kalo gue liat lo ganggu dia lagi" tunjuk nya pda Vanca yg tengah menatap nya


"gue pastiin, hidup lo ga aman" lanjut nya lalu mendendang kepala preman itu tanpa rasa kasian, preman itu ngibrit kabur


Regaf mengambil dompet yg tergeletak di tanah, dan beralih ke Vanca yg terduduk di tanah itu, ia mengulurkan tangan nya ke arah Vanca

__ADS_1


Vanca melongo melihat nya, sampai Regaf berdecak kesal dan akhirnya Vanca pun menerima uluran tangan Regaf dan dibantu nya untuk berdiri


"Thanks" ucap Vanca seraya menepuk dua kali tangan nya


dapat Regaf lihat telapak tangan gadis di depan nya ini luka akibat goresan


"dompet lu" Regaf mengembalikan dompet itu kepada pemilik nya


vanca kembali meraih dompet nya di tangan lelaki di depan nya ini, mengangguk kecil dan berkata "makasih udh nolongin gue, gue ga tau kalo gada elo tadi"


"tangan lo" Regaf yg masih memperhatikan tangan kecil Vanca


"kegores tadi dikit" suara yg hampir tak terdengar namun masih dapat didengar oleh Regaf


"pake" Regaf menyerahkan handsaplast ke tangan sebelah vanca, lalu pergi begitu saja


Vanca menatap handsaplast di tangan nya lalu terbit senyum kecil di wajah nya, manusia kutub seperti nya bisa bersikap seperti ini juga -- pikir Vanca


ia berbegas masuk ke dalam mobil nya dan pergi meninggal kan tempat itu, tak ingin kejadian itu terjadi lagi


.


.


.


Vanca sampai dirumah nya pukul 21.54


suasana sepi mungkin sudah pada tidur --pikir Vanca


ia langsung saja menaiki tangga menuju kamar nya, ia ingin segera mandi, ia lelah ingin istirahat, ia berjalan melewati ruang tamu tetapi disana ada Caren yg sedang duduk juga memainkan handpone nya


"dari rumah temen kak" ia tahu pasti kakak ny ini akan memarahi nya


"oh ya gue bawa martabak loh kak" Caren acuh dengan penuturan Vanca


"kalo pulang malam, kabarin mama atau gue dirumah, lo tau dari tadi mama cemas mikirin lo ga pulang pulang" ucap Caren dengan suara pelan tetapi tetap tegas


Vanca hanya menunduk, tak tahu ingin berbuat apa, bingung takut lelah semua nya jadi satu


"dek, lo adek gue satu satu nya, kalo terjadi apa apa ke lo, gue gakan bisa maafin diri gue sendiri, lo tanggung jawab gue" ucapan lembut Caren yg dapat mengenyuh kan hati nya vanca dalam seketika, bibir nya terasa kelu untuk mengucapkan kata kata


"sekarang lo masuk, istirahat udh malem besok sekolah kan" Vanca mengangguk kan kepala nya pelan lalu menatap kakak laki laki didepan nya ini "maaf kak"


"udah gue maafin kok, lain kali jangan diulangi, gih masuk" lagi lagi Vanca mengangguk saja lalu pergi naik ke atas di mana kamar nya berada


.


.


.


Regaf kini menginjak kan kaki nya di basecamp nya dengan teman teman nya, tak hanya Geo dan Andra saja namun ramai banyak dari kalangan sekolah luar


yang tadi nya ia ingin membeli martabak untuk teman teman nya ini jadi mengurungkan niat nya kala sesuatu yg terjadi membuat nya kini tidak berniat membeli makanan itu


"napa lo, dateng dateng kusut tu muka" Andra melihat wajah Regaf yang sangat tak bersahabat

__ADS_1


"biasa lah dra, paling juga karena cewe" sahut Geo


"yang gini gini ni, biasa nya tu masalah putus atau lagi berantem ama cewe nya" salah satu dari mereka menimpali


"boro boro karena cewe, jadian aja kaga pernah dia juga"


"lu kaga tau pasti rasa nya putus ye kan"


"lah napa jadi bahas itu lu" sewot Geo


"maka nya cari cewe ge" sahut Andra


"gue sih udh dapet, cuma ga tau dia nya" Geo senyam senyum sendiri mengatakan itu


"idih stres lu mesem mesem begitu" sahut mereka


"siapa emang ge?" tnya Andra


"Risa" Andra menyipit kan mata nya berfikir keras siapa yg dimaksud oleh nya "Risa yang mana?"


"teman cewe yg kemarin lusa"


"lu ngomong yg jelas dah" kesal Andra karena geo berbicara selalu setengah setengah


"itu lohh Risa teman Vanca" Geo ikutan kesal juga lama lama, bisa bisa nya Andra ini lemot --pikirnya


"oh" Andra mengangguk saja padahal juga ia tak tau "oh tapi tau gak lu" tanya Geo kembali


Andra menggeleng membuat geo kesal "percuma gue kasih tau lo" Andra tak menyahuti hanya mengangkat kedua bahu nya


Regaf yg sedari tadi mendengar pembicaran teman nya yg menurut nya unfaedah itu pun semakin kesal dibuat nya, entah mengapa mood nya kini sangat buruk


"gaf ngomong kek lu, diem bae" Geo yg memperhatikan Regaf hanya diam menatap kosong didepan nya


"kok gue ngerasa aneh ya" ucap Regaf yg tiba tiba seperti itu membuat Geo juga Andra memperhatikan kearah nya


"aneh apa nya" Andra bingung dengan apa yg dikatakan Regaf, Regaf yg diberi pertanyaan begitu menoleh ke arah Andra yg juga menatap nya "gak"


"aneh lu gaf lama lama" Geo bingung dengan tingkah laku Regaf akhir akhir ini


"pms kali" sahut Andra asal yg mampu membuat sang empu menatap nya tajam


"gua cabut" Regaf mengambil kunci motor nya lalu berjalan keluar basecamp


"lah cepet amat, baru juga dateng lu"


Regaf tak menyahuti perkataan Geo hanya melambaikan tangan nya dengan ia yg tetap berjalan tanpa menoleh ke belakang


.


.


.


likee and voteee nya donggg readerss biar makin semangat nulis nya:)


thankyou buat kalian yg udh mau baca cerita ini

__ADS_1


^^^tbc.^^^


__ADS_2