
Banyak yang dilalui di hari hari sebelum nya, Regaf dan Vanca telah melalui hari hari yang melelahkan di sekolah, dan hari ini tepat di saat ini mereka mengahadapi hari pelaksanakan ujian kelulusan bagi kelas 12 dan ulangan kenaikan kelas bagi kelas 11.
Itu lah yang dirasakan Vanca dan Regaf saat ini, Regaf yang harus menghadap ujian kelulusan dan Vanca ulangan kenaikan kelas nya.
Dan tak dipungkiri waktu berjalan dengan begitu cepat, Regaf sudah dihadapi dengan kelulusan yang sudah tak jauh lagi bagi nya.
Seperti di kelas Regaf saat ini, banyak yang mengeluh karena mereka sudah dekat dengan kelulusan maka mereka akan berpisah, dan ada yang bersorak gembira karena senang akan lulus dari masa sma.
"Gak kerasa ya, kaya nya baru kemarin deh gue temenan sama lo berdua, sekarang udah ujian kelulusan aja," kata Geo kepada kedua teman nya.
"Gue juga ngerasa gitu Ge, udah mau lulus aja, ntar kita bisa gini lagi gak?" Timpal Andra.
"gue ga tau gimana gue habis lulus nanti" ucap Regaf dalam hati.
"Gatau sih gue, tapi pengen nya sih kita bisa ngumpul kaya gini," sahut Geo.
"Kita gatau kedepannya gimana Ge, rencana nya kalian bakal kuliah dimana?" Tanya Andra.
"Gue di sekitar sini aja si ga mau jauh jauh," kata Geo. "Lo sendiri kemana Ndra?"
"Gue si mau nya disini Ge, cuma ya nyokap gue mau nya gue kuliah di luar negeri," sahut Andra dengan tampang datar nya.
"Ya pasti nya kita bakal jarang buat kumpul kaya gini, keadaan yang gak memungkinkan buat kita kumpul bareng," ujar Geo menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong.
Lalu Andra melirik ke arah Regaf yang sedari tadi diam tak berbicara, "Gaf?"
Geo pun ikut melihat ke arah Regaf, seperti nya panggilan dari Andra tak didengar oleh Regaf.
"Woi Gaf!" Teriak Geo tepat di telinga Regaf.
"Anj*ng!" umpat Regaf seraya mengusap telinga nya yang terasa pengang. "Lo apa apaan sih! Ngajak ribut lo?!" sahut Regaf emosi.
"Lo sih habis nya diem mulu dari tadi, dipanggil Andra juga ga lo sahutin, denger ga si lo kita ngomong?"
"Gue denger kalian ngomong, gue lagi kepikiran sesuatu aja," kata Regaf dengan tatapan kosong.
"Lo kenapa Gaf? Ada masalah?" Tanya Andra pada Regaf. Andra yang sangat kenal dengan Regaf, jadi Andra tau pasti Regaf sedang ada masalah.
"Ini soal gue sama Vanca," ucap Regaf.
"Lo berdua berantem?" tebak Geo.
"Engga, gue baik baik aja sama dia, cuma ini soal yang kalian omongin tadi," Geo dan Andra mencoba mendengar dengan seksama.
"Gue bingung, bokap gue bilang kalo gue udah lulus SMA gue, gue bakal dikasi tanggung jawab buat ngurusin cabang perusahaan bokap yang di london," jelas Regaf yang membuat Geo kaget.
"Trus lo mau ninggalin Vanca gitu?"
"Itu dia, gue bingung harus gimana, gue mau nya bawa Vanca aja ikut gue, tapi setelah gue pikir pikir lagi-"
"Vanca masih sekolah?" Tebak Andra tepat sasaran. Regaf mengangguk membenarkan. Andra menatap Regaf serius, "Gaf, lo bakal mikir ga apa dampak dari ini?"
"Gue tau Ndra, gue juga mikirin Vanca tapi gue harus apa?" kata Regaf frustasi.
"Di sisi lain gue juga pengen kuliah Ndra," lanjut nya.
"Mending lo omongin dulu ini sama Vanca baik baik Gaf, lo udah ngomong ini belum ke Vanca?" Tanya Geo pada Regaf, dan Regaf hanya menjawab dengan gelengan.
"Itu dia masalah lo, lo harus ngomong in ini dulu ke Vanca, ke bokap lo, lurusin dulu baru deh lo bisa putusin akhirnya mau gimana," kata Andra menimpali. Ada benar nya.
__ADS_1
"Gue gatau mau ngomong gimana sama Vanca,"
"Gaf, kalo lo terus terusan diem, trus Vanca tau dari orang lain itu lebih bikin dia ngerasa lo ga jujur, dan ga dibutuhin, juga pasti dia bakal ngerasa sakit Gaf," kata Geo dengan bijak.
"Denger Gaf, lo percaya deh sama gue, gue ini tau banget sifat cewe," lanjut nya, jangan lupakan bahwa Geo adalah pakar nya perempuan dan playboy cap buaya.
"Gue bakal coba omongin ini deh sama Vanca."
***
"Van," panggil Kenzie pada Vanca yang tadi nya tengah berbincang ringan dengan para sahabat nya. Yang dipanggil pun menoleh, bukan hanya Vanca tapi juga teman teman Vanca.
"Ngapain lo nyariin Vanca?" Sahut Sheryl menatap sinis ke arah Kenzie. Tapi sang empu malah mengacuhkan ucapan Sheryl.
"Apa Ken?" Kali ini Vanca yang menyahut. "Nih buat lo," Kenzie memberikan satu cup yogurt pada Vanca, dan diterima baik oleh Vanca.
"Makasih," kata Vanca. Nesa melihat gelagat dari Kenzie, bingung bercampur penasaran.
"Ngapain Kenzie pake kasih Vanca makanan segala, curiga gue," batin Nesa.
"Sama sama Van, dimakan ya,"
"Iya entar gue makan kok, makasih ya sekali lagi," lalu Kenzie pun pergi dari meja Vanca menuju meja seberang.
"Gue liat si Kenzie makin yakin aja kalo tu anak suka sama lo Van," imbuh Risa menatap Vanca.
Vanca merasa ditatap intimidasi oleh teman teman nya, "kalian kok liatin gue kaya gitu sih?" tanya Vanca yang bahkan itu adalah pertanyaan bodoh.
"Ya lo mikir lah Van, secara Kenzie kan udah tau kalo lo udah punya pacar, masa dia masih aja deketin lo sih?" Kata Sheryl gedeg.
"Wait?, Kenzie tau kalo Vanca pacaran? Vanca pacaran sama siapa?" Sahut Nesa bingung. Karena memang Nesa tidak tahu soal ini karena waktu mereka kerja kelompok bersama tidak ada Nesa disana.
"Soal nya kalau diliat liat Kenzie itu kaya suka sama Vanca, gue kesel sendiri liat nya," lanjut nya. Nesa mengangguk paham, "jadi kalian gasuka kalau Kenzie deket sama Vanca?"
"Ya gitu sih, cuma ya tergantung Vanca aja lah,"
"Sebenernya gue ga masalah, gamungkin lah Kenzie deketin gue paling rasa dia sama gue cuma sebatas temen, lagian kan kita kenal ga lama ini juga," jawab Vanca.
"Ya seterah lo deh Van, yang penting tu cowok ga coba nekat nembak lo, kalau ga habis tuh dia sama kak Regaf," ucap Sheryl dan diangguki oleh lainnya.
Setelah itu pun bel masuk berbunyi, itu menandakan ujian jam pertama akan segera dimulai.
"Pak Agus dateng," ucap Nesa, lalu semua nya duduk kembali di meja masing masing.
"Pagi anak anak!"
"Pagi pakk!" sahut mereka serempak.
"Oke kali ini bapak akan menjadi pengawas kalian, jam pertama dimulai dengan matematika, kerjakan sendiri sendiri dan jangan ada yang mencotek jika tidak ingin nilai kalian dikurangi!"
"Waktu kalian sembilan puluh menit," lanjut nya. Lalu guru pengawas itu membagikan kertas ulangan pada siswa-siswi di kelas Vanca.
"Kerjakan sekarang," instruksi dari pak Agus.
"Duh ini angka angka bikin gue pusing aja dah," keluh Sheryl.
"Udah She kerjain aja," beda dengan Nesa yang memang anak nya pintar.
"Baru jam pertama udah mtk aja,"
__ADS_1
"Ini angka emang ga ada habis nya ya,"
"Ini jawaban ga cukup satu pasti beranak lagi nih jawaban,"
"Ini baru mtk belum lagi fisika, apalagi ekonomi aduh,"
"Pengen cepet-cepet lulus gue kalo gini,"
Itu lah beberapa keluhan yang keluar dari mulut anak kelas Vanca. Memang Mtk membuat kepala ingin pecah saja memikirkan.
***
Saat ini saat yang paling dinantikan oleh para siswa-siswi Sma Merpati. Jam istirahat yang sangat didambakan, semua soal ujian membuat mereka lapar atau mungkin lelah berfikir.
"Baik anak anak, kalian boleh istirahat, kita lanjutkan ujian selanjutnya setelah jam istirahat,"
"Akhirnya.. istirahat juga," ucap Sheryl lega. Ketiga teman nya hanya terkekeh melihat Sheryl nampak lelah, padahal baru dua matpel.
"Cape ya She?" tanya Nesa yang tampak biasa saja. Sheryl menoleh cepat ," Ya cape lah Nes, emang lo yang gatau cape nya," keluh Sheryl.
"Apa lagi tadi, double hitungan, habis Mtk trs Fisika, buset ini otak kerja keras banget tau gak lo," lanjut nya.
"Yaudah dari pada lo nyinyir mulu, mending kita ke kantin, refreshing buat otak lo," ajak Risa yang memang ada benarnya.
"Kuy lah, gue juga laper," kata Sheryl seraya menyengir.
"Kaya nya gue ga ikut deh, gue masi kenyang dan gue juga mau baca baca materi buat nanti juga," kata Vanca menolak ajakan teman nya.
"Duh Van, kasian otak lo dipake mikir mulu, mending ikut kita deh ke kantin," ucap Sheryl heran sebab Vanca yang tak lelah dalam belajar.
"gapapa, gue juga kemarin cuma baca baca dikit, gue masi kenyang kok kalian aja gapapa," tolak Vanca kembali.
"Yaudah deh, lo mau titip sesuatu gak?" Nesa bertanya.
"Engga gausah,"
"Yaudah kita ke kantin duluan ya Van," lalu ketiga teman Vanca keluar dari kelas dan tersisa Vanca sendiri di kelas. Vanca pun mulai mengeluarkan buku nya untuk ia baca, sedikit persiapan untuk ujian selanjutnya.
Di tengah Vanca sedang membaca, ada yang menepuk pundak nya yang nyaris membuat nya kaget.
"Kenzie?" beo Vanca.
"Lo ngapain?" tanya Vanca yang heran tiba tiba Kenzie berada di dekat nya. Kenzie duduk di space seberang tempat duduk Vanca.
"Gue tadi liat lo dikelas, lo masi belajar tapi yang lain sibuk di kantin," ujar Kenzie.
"Gue males ke kantin aja, lagian gue juga ga laper," ucap Vanca lalu lanjut membaca buku yang ada di meja nya.
Kenzie memperhatikan Vanca yang dalam diam membaca buku nya, tetapi ia melihat Vanca yang kesusahan karena rambut Vanca yang terus-menerus berjatuhan itu membuat Vanca Sedikit terganggu.
Vanca mencoba mengkebelakang kan rambut nya namun lagi lagi terjatuh, Kenzie yang melihat itu pun berinisiatif untuk membantu Vanca mengikat rambut nya.
Kenzie berdiri di samping bagian depan Vanca, dia mengambil ikat rambut di dalam saku celana nya, yang memang ia simpan untuk diri nya sebenernya. Kenzie suka mengikat rambut bagian atas nya.
"Kenzie lo mau ngapain?"
***
^^^TBC.^^^
__ADS_1