REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 5


__ADS_3

Silau, ya itu yang dapat di rasakan Vanca pagi ini, sinar pagi matahari yang memasuki jendela kamar nya, membuat tidur lelap Vanca terbangun oleh nya


pukul menunjukan jam 06.15 masih ada setengah jam beberapa menit waktu untuk Vanca bersiap, Vanca bangun dari tidur nya lalu beranjak dari ranjang king size nya, menyambar handuk lalu berlenggang masuk ke dalam kamar mandi pribadi nya


...***...


"Ara jangan lupa ya soal kemarin itu" ucap Wenda kepada anak gadis nya itu


"Soal kemarin?" beo Ara


"Aish gimana sih kamu tuh, masa lupa"


"Emm.. y-- oohh Ara inget" pikir Ara dan menjentikkan jari nya tahu


"nah.. jangan lupa nnti sepulang sekolah, mami tunggu" Kata Wenda lagi


"Okee mi, siaapp" Hormat Ara kepada Mami nya


Papi Regaf yang hanya melihat interaksi ibu dan anak itu pun penasaran dengan apa yang akan dilakukan


"mau ngapain?" tanya papi Regaf


"eoh.." kaget Wenda


"aa.. itu loh pi, mami itu lagi nunggu orang yang kemarin sempet nganterin Ara pulang"


kata Wenda


"Nganter Ara pulang?"


"Lalu Regaf kemana?" tnya papi Regaf


"Haduh pihh, biasa lah kak Regaf tuh suka bnget lupa sama Ara" timpal Ara menyahuti


Regaf yang baru datang dan mendengar nama nya disebut itu pun menoleh


"ada apa sebut' nama Regaf" tnya nya kini


"gapapa" sahut Ara cepat


Regaf memutar bola mata nya malas


"yaudah, makan cepat setelah itu papi anter ke sekolah" potong nya


"Ara biar sama Regaf aja pi" balas Regaf


"hm yaudah, papi ga masalah, asal jaga adik mu, jangan ngebut ingat" peringatan papi nya


"hm" sahut Regaf malas


"yaudah kita berangkat" ucap Regaf kemudian lalu menyalimi punggung tangan kedua orang tua nya itu, sama hal nya dengan Ara


"iya hati hati, jangan ngebut" kata Wenda menimpali


"bye mi pi" sorak Ara lalu melenggang pergi dengan kakak laki' nya itu


...***...


Vanca baru keluar dari kamar nya, jam sudah menunjuk pukul 06.38, Vanca kini sudah siap dengan seragam, sepatu kets, tas, arloji yang menempel di tangan nya, juga rambut pirang ombre bawah nya


ia berjalan menuruni tangga, dan duduk bersama kelurga nya di meja makan


"pagi ma, pa, kak" sapa Vanca


"pagi juga sayang.." sahut Ratna


Vanca mengambil roti lalu memakan nya, dengan cepat dan akhir meminum susu putih yang telah tersedia


"ma pa, aku berangkat duluan ya, bye"


"awal banget tumben" kata Caren kakak laki laki nya itu


"pengen aja" kata Vanca


"yaudah assalamu'alaikum" kata Vanca lalu menyalimi punggung tangan orang tua nya


...***...


Regaf dan Ara kini telah sampai di parkiran sekolah nya, Regaf membuka helm nya dan membenarkan rambut ny yang sedikit berantakan, Ara turun terlebih dahulu lalu disusul Regaf


"Kak" panggil Ara


"Apa?" sahut Regaf


"nanti pulang sekolah ga usah nunggu Ara ya, Ara pulang sama temen nanti"

__ADS_1


"siapa? cewe cowo?" selidik Regaf


Ara berdecak kesal, apa urusan nya dengan nya bertanya seperti itu


"temen Ara, cewe, Ara mau main ke rumah dia bntr"


"oh yaudah, tapi kalo mami marah bukan salah gue"


"iyya, kakak tenang aja aman kok"


"yaudah sana masuk" perintah Regaf, seraya mengelus pucuk kepala adik nya itu


"kak berantakan ih, yaudah bye kak"


Regaf tersenyum tipis memperhatikan kepergian adik nya itu sampai akhir nya punggung nya tak terlihat lagi, dan Regaf melangkah masuk ke kelas nya


...***...


Vanca memasuki kelas nya lalu menyimpan tas nya ke bangku milik nya, ia melihat kelas yang sudah mulai ramai karena sudah hampir bel


"Pagi Van" sapa Sheryl


"pagi" sahut Vanca


"kalian kok bisa bareng?" tnya Vanca


"Kita ketemu di parkiran tadi, jadi sekalian aja"


"ohh" angguk Vanca


"oh ya, tadi gue sempet liat di parkiran ada Regaf sama Adik nya itu, gila sweet banget.." kata sherly lebay


"sweet gimana?" tnya Risa


"yang gue liat sih, si Regaf itu ngelus pucuk kepala si adik nya itu, gue juga pengen anjir jadi nya sama Geo" ucap Sherly yang diakhiri senyum lebay nya


"biasa aja kali kalo kakak adik wajar aja" sahut Nesa menimpali


"eh btw tadi lu bilng Geo, siapa Geo?" tnya Vanca


"Elah Van Van, lu tu serba ga tau apa gimn si, Geo itu ya teman nya Regaf kakak kelas kita yang ganteng ituu, aduhh kalo gue liat senyum dia udah sesek dada gue" ucap Sherly dramatis


Vanca mengganguk kan kepala saja, ia tak tau jelas orang yang Sherly bilang


"She, ngomong' lu suka sama kak Geo?" tanya Risa


ketiga teman nya hanya menggeleng kan kepala saja, Sherly adalah spesies orang yang tergila gila akan cowo tampan


...***...


tring..tring..tring..


Bel istirahat berbunyi, siswa siswi SMA Merpati langsung berhamburan keluar kelas, bahkan berlomba lomba ke kantin, jika mereka telat maka mereka tak akan dapat tempat duduk nantinya


Vanca juga ketiga teman nya kini sudah berada di kantin, dan sudah memesan makanan mereka


"eh Van, ntar pulang sekolah jalan yuu, lu kan udh janji sama kita' ya ga" kata Sherly


"iya bener tuh van" sahut Risa


"She lu kebelet jalan ya" decak Nesa


"ya ga gitu Nes, gue cuma mau jalan sama Vanca, dia juga udah janji, jadi janji itu harus ditepati" ucap nya melirik Vanca


sang empu pun tak tahu untuk menjawab apa, ia ingin menolak namun tak enak dengan teman nya ini, ia pun sudah terlanjur janji kemarin


"hm iya deh gue ikut, tapi gue pulng dulu ya buat ganti baju" sahut Vanca dan membuat ketiga teman nya menoleh


"Really?" kaget Sherly, sungguh ia senang saat ini


Vanca mengganguk mengiyakan kan ucapan teman nya satu ini, ia senang jika teman nya senang


"yes akhinya kita bisa jalan bareng lagii"


"biasa aja kali" kekeh vanca


"ya g--"


"WOI JALAN PAKE MATA DONG!"


"maaf kak aku gak sengaja sumpah"


"MAAF MAAF ENAK BANGET LO NGOMONG YA"


"LO GA LIAT HA! BAJU GUE BASAH"

__ADS_1


Ucapan Sheryl terpotong akibat pertengkaran yg terjadi di tengah kantin, banyak yg mengerumuni mereka


"apaan tuh" ucap Sheryl kepo


mereka saling pandang lalu mengedikan bahu nya, mereka tak tau


"liat yuk" kata Vanca


"yuk" ucap lain nya


mereka menerobos kerumunan siswa, sampai akhirnya mereka berhasil berada di depan kerumunan tersebut


Vanca membelalak kan mata nya, ia melihat adik kelas nya yg di caci maki di depan umum oleh salah satu siswa perempuan yg ia jelas tak tau siapa dia, Vanca ikut diantara mereka untuk melerai


"kamu gapapa" tanya Vanca pada adik kelas nya itu, ia hanya menggeleng kepala nya pelan saraya menunduk takut


"kamu pergi aja, biar aku yg selesai in ini ya"


"tapi ka--"


"udh gapapa"


lalu adik kelas ny itu mengangguk dan pergi


"EH WOI MAU KEMANA LO GUE BELUM SELESAI NGOMONG YA" teriak Meisya


ya ia adalah Meisya


"udah" ucap Vanca


hening seisi kantin, sampai tiba Regaf juga teman teman di kantin, mereka dibuat bingung dengan keadaan kantin sekarang, Regaf melihat Vanca dari kejauhan


"Oh ada pahlawan kesiangan guyss" ucap Meisya


"berani kok sama adek kelas, situ waras?"


Meisya yg dikatai begitu pun tak terima, dan siswa yg dari tadi melihat itu pun menganga tak percaya akan ucapan Vanca barusan


"Heh ga usah ikut campur deh lo" marah Vika


masi ingat? Vika teman Meisya


Vanca melirik nya sekilas lalu beralih kembali ke pada Meisya


"lo kakak kelas kan, harus ny lo bisa ngontrol diri lo, dia kan udh minta maaf, kurang?"


ucap Vanca panjang lebar


"ga ush belagu lu, sok mau jadi pahlawan, supaya femous " tawa ringan Meisya


"belagu? butuh gue kasih kaca, supaya lo sadar?"


Plakk..


satu tamparan tepat di pipi kanan Vanca


seisi kantin kaget dengan apa yg terjadi barusan, apa lagi teman teman Vanca


Vanca yg dapat serangan mendadak diam sejenak untuk menetralkan jantung nya


"Van udh yuk balik ke kelas" ucap Risa


"iya van, lu ga ush ladenin nenek lampir satu ini" sinis Sheryl kepada Meisya


"HEH APA LO BILANG" ucap Mei tak terima


"HEH APA APAAN INI, KALIAN INI APA TIDAK DENGAR BELL MASUK HA, MASUK KALIAN KE KELAS MASING MASING SEKARANG!" ucap salah satu guru killer di SMA Merpati


Siswa/i lalu berlarian menuju kelas masing masing, juga Vanca, teman teman vanca melewati Regaf dan teman teman nya begitu saja saat berjalan menuju kelas


Regaf menatap punggung itu menjauh, sampai akhirnya


"bro kelas gak" tanya Geo menepuk bahu Regaf dua kali


"eoh.. ya" ucap Regaf menatap sekilas Geo lalu melenggang pergi bergitu saja meninggal kan kedua teman nya


"kenapa tu anak" ucap Geo


"tau' udh lah yuk cabut" ucap Andra


Mereka pun pergi meninggal kan kantin menuju kelas


**p, hy hy, update nihhh..


maaf kalo banyak typo geddd

__ADS_1


tbc**.


__ADS_2