
Kita lanjuttt
...Happy Reading...
...•••...
Bell istirahat pun berbunyi.
tring tring tring
"Akhirnya.. dari tadi cacing perut gue udah demo nih" gerutu Sheryl lelah sembari menaruu buku nya di kolong meja. Setelah nya ia menoleh oada ketiga teman nya.
"Gess yuk kantinn" seru Sheryl.
"yuk" sahut Risa dan di balas anggukan dari Nesa. Vanca pun bingung akan berkata dan "ehm.. ges gue ga bareng kalian dulu ya kekantin nya" ucap Vanca tak enak hati.
"loh.." Risa menggantungkan kalimat nya. Belum selesai Risa melanjutkan kalimat nya Kenzie yang sudah stay di belakang Vanca pun menyela "Vanca bareng gue, gapapa kan?" ucap nya.
Ketiga teman Vanca saling tatap satu sama lain seolah ada hal yang sama di pikiran mereka. "Em yaudah deh" jawab Risa akhirnya.
"Tapi inget! lo jangan macem macem sama Vanca, kalo lo macem macem nih!" Nesa mengepal kan tangan nya di hadapan Kenzie.
"Lo pikir gue bakal ngapain?" sahut Kenzie dengan tampan ingin di tampol. Membuat Risa gemes sendiri ingin menggerak kan tangan nya. Namun ia tahan.
"eh gess jangan ribut dong, lagian cuma hari ini aja kan" papar Vanca.
"Yaudah gue duluan ya, bye" lanjut nya bicara lalu keluar kelas bersama dengan Kenzie di samping nya. Kepergian Vanca itu tak luput dari penglihatan para teman nya.
"kok perasaan gue jadi ga enak ya.. kaya bakal terjadi sesuatu" Sheryl khawatir.
"lu ga sendiri, gue juga ngerasain hal yang sama" sahut Nesa yang masih kalut dengan pikiran nya membuat insting negatif terhadap Vanca.
"udah lah.. kita ga boleh ovt sama Vanca, kita pikir yang positif aja" imbuh Risa dewasa.
"yaudah lah yuk kantin, laper nih gue" keluh Sheryl, perut nya sudah meronta ingin diisi.
Lalu ketiga nya pun meninggalkan kelas menuju kantin dimana tempat paling banyak disukai oleh murid disana.
...---...
Ditempat lainnya yaitu warung dimana Regaf dan Andra nongkrong kini tengah asik sendiri, Regaf yang sibuk dengan ponsel nya sedangkan Andra yang sedang memakan pesanan nya.
Lalu Geo?
Saat ini lelaki tampan bak playboy itu tengah berjalan seorang diri menelusuri koridor dan masuk dalam kantin.
Saat ia berjalan tak sengaja melihat Vanca dan lelaki yang diketahui anak baru itu tengah duduk berdua di kantin. Geo memperhatikan dengan teliti untuk memastikan apa benar itu Vanca?
Dan ya. Benar itu Vanca bersama lelaki. Geo memiliki insting bahwa lelaki yang bersama Vanca itu adalah anak baru itu karena dia sangat asing dengan wajah nya baru kali ini melihat di sekolah.
Dengan cekatan Geo pun kembali pada Regaf dan Andra, ia bingung harus kah ia memberi tahu soal ini kepada teman nya itu? Tapi jika ia memberi tahu kesan nya ia sangat Cepu.
Tapi bodo amat bagi Geo, Regaf harus mengetahui ini. Karena bagaimana pun Regaf itu Suami dari Vanca. Suami Sah.
Tak membutuhkan waktu yang lama Geo pun sampai dengan nafas terengah engah, ia tidak berjalan santai namun berlari.
"Ngapain lo lari lari gitu? kaya dikejar setan aja lo" celetuk Andra, aktivitas makan nya terganggu akibat Geo membuat mood nya hilang.
"Gaf lo harus tau." ucap Geo masih dengan nafas ngos ngosan. Regaf melirik dengan alis yang terangkat sebelah.
"Lo tau kan ada anak baru di sekolah ini" Ucap Geo dengan nafas yang mulai teratur. Regaf memperhatikan Geo tertarik akan topik yang dibahas. "terus?"
"Cowo. Anak IPS 2, sekelas ama bini lo" papar Geo lalu memesan minum untuk nya karena ia sangat haus.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Geo, Regaf sama sekali tak memberi ekspresi apa pun, seperti biasa hanya datar.
"Satu lagi yang harus lo tau" sambung Geo
"Jangan ngarang lo!" Andra melempari Geo dengan kulit kacang. "Dengerin dulu tai!" Ucap Geo ngegas.
"Lanjut" ucap Regaf.
"Tadi gue liat Vanca sama tu bocah lagi berdua di kantin"
Brakk
Regaf memukul meja hingga menimbulkan bunyi bising. Lalu ia beranjak dari duduk nya meninggalkan kedua teman nya. "woy gaf! mans lu?!" teriak Geo yang tak di ubris oleh Regaf.
"Lu juga salah, ngapain lu ngasih tau si Regaf" Andra menoyor kepala Geo gemas. "lah kok gue? kan gue cuma kasih tau apa yang harus dia tau" elak Geo sok bener.
"Ikutin aja, ribut tuh entar" imbuh Andra, sungguh cerdas. "iya juga, yo lah" mereka pun mengikuti jejak Regaf tadi.
...---...
"Van, lo ga pesen?" tanya Kenzie pada Vanca yang hanya terdiam dari tadi. "Ehm engga.. gue masih kenyang lo aja" tolak Vanca halus.
"oh oke" Kenzie menghargai Vanca jadi ia tak memaksa kan. Kenzie pun memesan makanan nya.
Tanpa Vanca sadari ternyata ada orang yang tengah mengamati mereka dari kejauhan. Orang itu mengetikan pesan.
Saat beberapa detik ponsel Vanca berdeting. Notifikasi pesan nya muncul. Vanca pun membuka ponsel nya untuk melihat pesan tersebut.
|| ke toilet sekarang.
-Regaf
Membaca pesan Regaf kening Vanca mengerut bingung, ada apa sebenarnya?
Tanpa berlama lama Vanca pun menurut apa kata Regaf dengan menemui nya di toilet. "Ken gue ke toilet bentar" ucap nya pada Kenzie.
__ADS_1
"Mau gue anter?" tawar nya.
"Oh ga perlu gue bisa sendiri, permisi" pamit Vanca, melangkah pergi.
Regaf masih memperhatikan Vanca dari kejauhan, dia tersenyum kecut memperhatikan itu. Ia langsung bergegas pergi dari tempat itu.
...---...
"Nemu ga?" tanya Andra dan Geo hanya menggelengkan kepala nya pertanda tak tahu. "tu anak kemana si" gerutu nya sndiri.
"Lu juga berulah" hardik Andra.
"Coba lo ga kasih tau Regaf ga kejadian ini" lanjut nya bicara.
"Ya gue mana tau bakal begini" sesal Geo.
"Udah lah Regaf ga mungkin macem macem sama Vanca, gue tau banget sama dia ga bakal main fisik" papar Andra.
"huftt.. yaudah lah, cape gue"
"Balik?" tanya Geo
"Ya balik mau kemana lagi lo?" jawab Andra gondok. "Iya juga, dh la yuk cabut"
...---...
Kini Vanca berada di mana Regaf katakan pada nya, di lorong toilet. Ia menunggu Regaf datang.
Sampai ia mendengar suara langkah kaki yang diketahui ialah Regaf. Saat Regaf telah sampai Vanca pun menanyakan tentang kenapa ia disuruh menemui nya.
"Ada apa?" tanya Vanca to the point
"Masih nanya kenapa?" jawab Regaf jutek.
"Bentar.. maksud kamu apa sih?" Vanca benar benar tak tahu maksud dari pembicaraan Regaf barusan. "Ga usah pura pura ga tau" wajah Regaf menunjukan ia sedang kesal.
"Gaf.. kenapa si?" Vanca masih saja bertanya tentang apa yang terjadi.
"Seneng berdua sama cowo lain?" Regaf berucap membuat Vanca tiba tiba tertohok.
"Berdua gimana? Aku--"
"Udah lah!" tukas Regaf.
"Gue tau lo di kantin berdua sama anak baru itu!" gertak Regaf. Vanca sempat kaget Regaf berbicara dengan intonasi yang tak biasa.
"Gaf.. aku ga bermaksud buat berdua sama Kenzie--"
"Oh nama nya Kenzie? kaya nya lo inget banget ya nama dia" tukas Regaf lagi.
"Gaf.. dengerin dulu.. aku bareng dia cuma--" lagi lagi ucapan Vanca terpotong oleh dering ponsel Regaf. Jujur Regaf masih kesal dengan Vanca.
"Halo" ucap Regaf dengan orang di telpon.
"..."
"Oh oke, pulang sekolah"
"..."
"Hm"
tut.
Regaf mematikan sambungan telepon nya. Lalu kembali menatap Vanca. Namun tatapan itu dingin yang membuat Vanca merasa sakit di hati nya.
Regaf pergi begitu saja meninggal kan Vanca seorang diri. "Regaf!! Regaf kamu salah paham!" Teriak Vanca di lorong yang sepi. Namun tak di balas oleh Regaf.
"Ya tuhan.. " Tubuh Vanca melemas seketika, ia takut akan Regaf meninggalkan nya. Katakan lah bahwa Vanca sudah mulai menyayangi Regaf.
"Gimana sekarang.. Regaf salah paham. Dan siapa tadi" kata 'tadi' yang dimaksud oleh Vanca ialah seseorang yang ad di telpon Regaf.
"Gue harus selesai in ini secepatnya, Regaf ga boleh salah paham sama gue" Vanca melangkahkan kaki nya keluar dari lorong itu, kebetulan bell yang berbunyi menandakan siswa harus kembali masuk kelas masing².
...--...
Pulang sekolah kini Vanca mengecek ponsel nya yang bergetar, ada satu pesan masuk.
|| pulang sendiri, gue ada urusan.
-Regaf
Huftt.. Vanca menghela nafas pelan. Ia masih di dalam kelas. Teman nya pun sama. Dan melihat wajah murung Vanca membuat Risa bertanya.
"Van? lo kenapa?" Tanya Risa khawatir.
"Gue gapapa kok, kalian tenang aja" balas Vanca dengan senyum manis nya. Senyum palsu yang menutupi kesedihan nya.
"Lo beneran gapapa? muka lo pucet banget" Sheryl memperhatikan wajah lesu Vanca. "Van gue anter ke klinik aja gimana?" tawar Sheryl.
"Eh engga usah, gue gapapa kok beneran"
"Yaudah kalian pulang aja" lanjut nya.
"Lo gimana?" tanya Nesa.
"Gue gampang, udah sana kalian"
"Yaudah deh kita duluan ya" pamit mereka. Dan tinggal lah Vanca seorang diri dalam kelas yang sepi.
__ADS_1
Dengan langkah gontai ia keluar dari kelas menuju gerbang untuk mencari transportasi umum.
Namun nyata nya jalan an sepi, tak ada satu pun angkutan umum yang lewat. Namun tiba tiba Geo datang dengan motor besar nya.
"Hai maniezz" sapa Geo dengan senyum khas nya. "eh!" kaget Vanca.
"Ngagetin" ucap nya pelan.
"Belum pulang?" tanya Geo basa basi.
"Iya nih, lagi nyari taxi"
"Mending balik gue anter aja, dari pada lo nunggu taxi yang gatau kapan dateng kan?" tawar Geo.
Sebenarnya nya.. Geo memang sudah disuruh Regaf untuk mengantarkan nya pulang selamat sampai rumah. Pertatian sekali bukan?
"Ehm gapapa nih gue nebeng?" tanya Vanca memastikan.
"Ya gapapa lah, yok" Vanca pun menaiki motor besar milik Geo, beruntung nya dia bertemu dengan Geo jadi dia bisa pulang tanpa harus menunggu taxi. Vanca tidak tahu saja bahwa ini semua rencana Regaf.
...--...
Kini saat sudah sampai di rumah milik suami nya Vanca turun dari motor Geo tak lupa mengucapkan terimakasih.
Vanca memasuki perkarangan rumah yang luas. Saat ia masuk ia melihat sang mama mertua yang sedang duduk di ruang tamu sembari membaca majalah.
Vanca menghampiri sang mama mertua tak lupa salam ia ucapkan. "Assalamu'alaikum ma" ucap nya dengan menyalimi punggung tangan Wenda.
"Waalaikumsalam" jawab Wenda sembari tersenyum hangat. "Regaf belum pulang mah?" tanya Vanca melihat rumah tampak sepi.
"Belum.. Regaf masih ada urusan sebentar." jawab mama Wenda. "Urusan apa mah?"
"Jem--"
"Assalamu'alaikum" salam Regaf memasuki rumah, memotong ucapan Wenda.
"Tuh dia anak nya dateng" Regaf melakukan hal yang sama seperti Vanca tadi. "Regaf sudah?" tanya mama Wenda.
"Udah." Lalu pandangan Regaf beralih pada Vanca, tatapan mereka bertemu untuk sejenak namun diputuskan oleh Regaf terlebih dahulu.
"Regaf aku--" ucapan Vanca terlebih dahulu terpotong akan suara dari arah pintu.
"Hellooo!!"
"I'm backk!" ucap nya heboh.
Vanca melihat seorang wanita muda yang berparas cantik, seperti nya masih gadis.
"Hai tanteee!" Vanca tertegun ketika tahu dia sangat akrab dengan Wenda dan..
"Gaf, lu lama banget tau ga tadi pegel gue nunggu in lu" keluh nya.
"Sorry, lo kan tau gue sekolah" sahut Regaf dengan terkekeh renyah. Vanca merasa tak dianggap di sini. Jujur hati nya terasa sakit.
Walau ia tak tahu siapa perempuan itu.
Jadi ini alesan Regaf ga bisa anter aku pulang Vanca membatin. Ia hanya bisa berfikir bahwa Regaf memang marah pada nya soal kejadian siang tadi.
"Ma Vanca ke atas duluan" pamit Vanca, ia bergerak cepat menaiki tangga.
Gisel. Sebut saja nama nya Gisel. Dia adalah sepupu Regaf yang tinggal di Paris, dan sedang berlibur, berkunjung dan akan menginap beberapa hari di rumah Regaf.
Gisel melihat pergerakan Vanca, ia masih tak tahu siapa Vanca. Karena ia juga belum di beri tahu pasal Regaf menikah. "Tan, itu siapa?" tanya Gisel.
"Oh itu.. Itu istri nya Regaf" tutur Wenda.
"Oh ya? masa si tan?! " Gisel Heboh.
"heem"
"Wah parah lu Gaf, nikah ga ngundang gua lu!" papar Gisel berlaga kesal. "Alah biasa aja lagi lu" cibir Regaf.
"ahah.. tapi sumpah si gue masih ga percaya lu udh kawin"
"Dijodohin" Gisel semakin dibuat kaget oleh nya. "Zaman gini masih main jodoh jodohan? tapi ya gapapa juga si" Gisel bermonolog.
"gajelas lu" ketus Regaf.
"Yeu sensi lu!" Regaf tak mengindahi perkataan Gisel, ia malah nyelonong pergi begitu aja.
"Sudah, Gisel kamu masuk ke kamar kamu ya istirahat pasti cape kan" tutur Wenda.
"Iya deh tan, cape banget, yaudah aku ke kamar dulu ya tan" Pamit Gisel, ia pun berjalan menuju kamar nya.
...--...
Berganti, di kamar Regaf kini ia baru selesai mandi, objek pertama yang ia lihat ialah Vanca yang tengah tidur di sofa. Terlihat kecapean.
Tapi Regaf masih kesal pasal tadi siang.
"Biarin aja" Regaf membuka lemari baju nya untuk mengambil pakaian nya. Setelah itu ia menggunakan baju yang ia ambil.
"kalo di pikir kasian juga" monolog nya sndiri. Regaf pun memutuskan untuk mengangkat tubuh Vanca memindahkan nya ke ranjang.
"eughh"
***
^^^tbc.^^^
__ADS_1