REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 56


__ADS_3

SORRY AKU TELAT UP HHE, AKU GANTI DENGAN DOUBLE UP. OKE NEXT.


SBLM LNJUT JGN LUPA LIKE EPS SEBELUM NYA OKEE.


***


Geo sudah sampai mengantar Vanca pulang ke rumah nya. Selama di perjalanan tadi, Vanca terus menerus melamun. Geo jadi memikirkan apa yang dipikirkan oleh Vanca.


"Thanks ya Ge buat tumpangan nya," Vanca melepas helm nya lalu memberi kepada Geo.


"Sama sama,"


"Em Ge, gue boleh tanya ga?"


"Apa?"


"Waktu istirahat tadi, Regaf kemana?"


"gue harus jawab apa" batin Geo.


"Regaf ke taman belakang,"


"Taman belakang? ngapain?" tanya Vanca dengan kerutan di dahinya.


"Regaf cari angin, iya," kata Geo berbohong.


"Oh.." Vanca mengangguk saja, ia pikir benar.


"Yaudah kalo gitu gue masuk ya, kalo Regaf pulang kabarin gue ya Ge, thanks sekali lagi," kata Vanca lalu ia masuk ke dalam rumah nya.


"Sorry Van, gue harus bohong sama lo. Gue yakin kalo lo tau lo bakal khawatir banget," gumam Geo menatap pagar rumah Regaf.


Geo pun langsung pergi dari sana untuk kembali ke sekolah melihat keadaan kedua teman nya. Tidak mungkin Geo akan pulang dengan membiarkan kedua teman nya disana.


***


"Ngomong Gaf, gue tau lo sekarang lagi ada masalah," kata Andra dengan nada yang sedikit menurun. Mereka kini berada di warung mang jajang, kenapa mereka ke sana? karena disana lah mereka berkumpul.


"Gue gatau gimana cerita nya," Regaf menghela nafas lelah.


"Sebenarnya lo lagi ada masalah sama siapa?" Andra mulai mengorek informasi. Regaf menoleh ke arah Andra dan kembali menatap lurus ke depan.


"Kenzie.." spontan Andra menoleh. "Kenzie? adek nya bang Rendra?"


"Menurut lo?"


"Emang dia kenapa?"


"Dia udah berani sentuh milik gue," kembali Regaf mengretakan gigi nya, jika mengingat kembali hal itu ia merasa emosi.

__ADS_1


"Maksud lo.. Vanca?" Regaf mengangguk tanpa menoleh.


"Berani berani nya dia meluk Vanca, gue gaterima itu," Andra menatap Regaf heran, dan yang ditatap pun menatap nya kembali.


Lalu Andra berkata, "kenapa lo bilang gitu?"


"Gue liat dengan mata kepala gue sendiri, dia meluk Vanca di kelas, dan yang buat gue marah Vanca ga nolak sama sekali,"


"Gue ga akan biarin dia tenang, siapapun yang berani usik kehidupan gue, dia bakal terima akibat nya," kata Regaf dengan mengeram marah.


"Tapi lo tau kan Gaf, Kenzie itu adek bang Rendra?"


"siapapun itu, gue ga perduli,"


"Saran gue mending lo omongin ini baik baik sama Vanca, siapa tau lo salah paham," Regaf langsung menatap tajam Andra.


Lalu terdengar suara motor, yang di yakini itu Geo. Dan benar itu adalah Geo yang menghampiri mereka.


"Gaf," panggil Geo oada Regaf. Yang dipanggil hanya menatap tanpa menjawab. "Lo tau? Vanca dari tadi nanyain lo terus,"


"Lo ga kasian sama dia?" sambung Geo.


"Mending lo pulang, dan omongin masalah lo baik baik,"


"Gue ga mau pulang untuk sekarang," jawab Regaf yang membuat kedua teman nya terkejut.


"Jadi lo mau biarin anak orang di rumah lo sendirian? gila lo ya!" kata Geo tak habis fikir. "Gue gamau balik marah saat gue sampe rumah, gue mau tenangin diri gue dulu,"


"Setidaknya lo kabarin dia," sambung nya.


"Gue tau itu." Lalu Regaf pergi begitu saja meninggalkan kedua teman nya, Regaf langsung mengambilnya mobil nya di parkiran sekolah dan bergegas pergi dari sana.


***


Kini langit sudah berubah menjadi gelap. Pukul sudah berganti, sekarang sudah jam 18.50 Regaf belum juga pulang ke rumah, Vanca yang menunggu sejak tadi pun jadi cemas.


Berkali kali Vanca menghubungi nomor nya tapi tidak diangkat oleh Regaf, padahal Vanca tau betul bahwa panggilan itu masuk.


"Duh Regaf.. lo kemana aja sih, gue khawatir tau gaa..," Vanca terus menerus mencoba untuk menghubungi Regaf tapi tetap saja sama.


"Telfon Geo aja deh," gumam Vanca, ia pun menekan nomor Geo dan menunggu panggilan itu terjawab.


"Ah! Geo!" Vanca lega karna panggilan itu terjawab.


"Iya van?"


"Ge, Regaf lagi sama lo ga?,"


"Loh? Regaf belum balik?"

__ADS_1


"Belum nih, dari tadi gue telfonin juga ga diangkat,"


"Yaudah, lo tenang aja, biar gue sama Andra yang cari Regaf"


"Yaudah, kasi kabar ke gue ya Ge, makasih,"


"Pasti gue kabarin,"


tut.


panggilan itu terputus. Vanca terus memikirkan Regaf, kenapa tiba tiba Regaf seperti ini? Tidak biasanya.


***


Di lain tempat, di waktu yang sama, Regaf tengah berada di bar, tempat orang orang menghabiskan uang nya. Regaf bahkan tidak mengganti pakaian sekolah nya.


Regaf sudah mabuk sebab banyak alkohol yang sudah dia teguk. Dari sore hingga kini Regaf masi disini dan tak henti untuk meminum minuman haram itu.


Dari arah jauh, masi di tempat yang sama, ada seseorang yang memerhatikan Regaf. Dia tersenyum miring, dan dia memanggil seseorang.


"Tau kan apa tugas lo?" ucap orang itu.


"Tenang aja, pasti beres, tapi sebelum itu gue minta bagian gue."


"Nih, gue kasi setengah dulu, kalau tugas lo udah bener bener tuntas baru gue kasi sisa nya," orang tersebut memberikan uang yang berjumlah tidak sedikit, kepada orang suruhan nya.


"Dan ini minuman yang harus lo kasi ke orang yang disana," tunjuk nya pada Regaf yang berada di sofa ujung.


"Minuman ini udah gue kasi obat perangsang, jadi kalo dia terpengaruh lo tau apa yang lo harus lakuin," lanjut orang itu memberikan minuman itu pada orang suruhan nya.


"Licik juga cara lo,"


"Gue pastiin lo ga bakal kena masalah, dan lo dapet enaknya kan?"


"Tapi awas kalo sampe gue kena masalah, apa lagi sampai ke polisi, gue bakal bongkar semua nya," ancam orang suruhan itu.


"Lo tenang aja, itu ga akan terjadi,"


"Oke, gue pegang kata kata lo,"


Orang tersebut kembali melihat ke arah Regaf dan tersenyum licik.


****


Oke bye.


Jangan lupa like, eps sblm nya juga LIKE.


KOMEN, VOTE, HDH

__ADS_1


OKE BABAY.


__ADS_2