REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 27


__ADS_3

...Happy Reading...


...•••...


"Woy gaf mana lu!?" tanya Geo tersengal sengal akibat berlari, namun Regaf malah lewat ke arah kelas anak Ips


"sini!" teriak Regaf yang mulai menjauh "tungguin woy!" Geo juga Andra berlari mengejar Regaf yang sudah jauh


"hah ah" nafas Geo memburu akibat berlari "woy gaf ngapa lu disini?" tanya nya ketika nafas nya sudah mulai teratur


"paling nemu in cewe nya" sahut Andra


Regaf tak memperdulikan ucapan para teman teman nya ia melihat ke dalam kelas Vanca kelas XI Ips yang sudah memulai pembelajaran. Regaf melihat ke arah Vanca yang kebetulan ada di barisan dua dari depan.


Vanca melihat Regaf di ambang pintu dengan kening berkerut Regaf memberi kode tangan nya meminta minum lalu Vanca mengambil botol air nya lalu meminta izin pada guru


"misi bu izin keluar" izin Vanca


"iya silahkan"


Regaf menyugar rambut nya sedikit basah akibat keringat nya sendiri hal itu sontak membuat cewe cewe dikelas Vanca histeris dengan pesona Regaf yang bisa dikatakan wah.


"dari mana?" tanya Vanca penuh selidik


"haus yang" Vanca memberi minum nya yang langsung diteguk oleh Regaf hingga tandas "bolos ya?!" Vanca menatap datar je arah Regaf


Regaf mengembalikan botol itu kepada Vanca "engga yang" Vanca mendelik ke arah Regaf lalu mengambil kembali botol minum nya


"dih yang yang pala mu kuyang" ketus Vanca


"hhe" kekeh Regaf lalu ia menyugar rambut nya kembali ke belakang membuat seisi kelas Vanca kembali riuh melihat nya "gausah tebar pesona bisa ga gaf!" tegas Vanca


"siapa yang tebar pesona? gerah" ujar Regaf


"itu kancing baju nya kenapa dibuka?! baju nya masukin gaf!" tegas Vanca melihat penampilan Regaf yang urakan serta rambut yg berantakan namun tak memudarkan kadar ketampanan seorang Regaf.


"habis lari tadi jadi gerah"


"ngapain lari? dikejar setan?"


"ya gak gitu Van" Regaf kembali menyugar rambut nya entah mengapa ia suka melakukan itu "gausah tebar pesona deh!" cibir Vanca


"yaudah sana balik ke kelas" kata Vanca


"inget jangan bolos!" tegas Vanca


"udah gaf balik yok pacaran mulu lo" celetuk Geo


"bini gue btw" koreksi Regaf

__ADS_1


"pacaran halal maksud gue" Mereka bertiga pun meninggalkan kelas Vanca, dan Vanca sendiri kembali pada bangku nya.


...----------------...


"lama lo" ucap Regaf kesal akibat lama menunggu Vanca di basement sekolah yang tak muncul muncul


"gue kan gada nyuruh lo buat nunggu gue" ucap Vanca dengan tampang tak bersalah nya "masuk" titah Regaf


Vanca juga Regaf pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan pekarangan sekolah.


Diperjalanan tak ada yang membuka suara hanya alunan musik diantara kedua nya, sesekali Vanca bernyanyi mengikuti alunan musik itu untuk menghilangkan bosan.


"Gaf berhenti" sergah Vanca. Regaf hanya menurut tanpa banyak bicara, ia memberhentikan mobil nya tepat di depan supermarket susuai kata Vanca.


"gue mau beli sesuatu lo tunggu disini" Vanca lantas turun dari mobil lalu masuk ke dalam supermarket itu untuk membeli keperluan bulanan nya.


Tak lama pun Vanca kembali dengan kresek di tangan nya "beli apa" tanya Regaf dengan mata yang fokus dengan jalanan tangan yang memegang stir untuk kembali menjalankan mobil nya.


"pembalut" jawab Vanca


"lagi pms?" tanya Regaf dengan sesekali melirik ke arah Vanca "engga si buat jaga jaga aja" Regaf hanya mengangguk saja.


...----------------...


Saat sudah berada di rumah Regaf juga Vanca langsung masuk ke kamar mereka, dan Regaf yang tak tahu diri nya langsung saja merebahkan diri nya di ranjang dengan seragam yang masih menempel di tubuh nya.


"hm entar gue lagi capek" balas Regaf dengan mata terpejam


"Regaf ganti baju lo sekarang" kata Regaf dengan penekanan di akhir kalimat.


"iya ah bawel lo" dengan malas Regaf pun mengganti pakaian nya masuk ke dalam kamar mandi ya sekalian mandi.


Saat Regaf sudah keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian ia melihat satu objek yaitu Vanca yang sedang duduk berselonjor di atas ranjang sambil memainkan ponsel nya.


"Van" panggil Regaf mendekati Vanca ia duduk di tepi ranjang "vanca" panggil nya lagi


"apa" jawab Vanca dengan pandangan yang tak teralih dari ponsel nya "Vanca" panggil Regaf lagi. Dengan geram Vanca melihat ke arah Regaf "Apa!" jawab Vanca sewot


"gue laper"


"ya kalo laper makan ngapain bilang gue" Vanca kembali memfokuskan diri dengan ponsel nya "Van" pancing Regaf kembali


"Apasih Gaf!?" kesal Vanca menatap ke arah Regaf sekarang "kalo lo laper makan Gaf" ucap nya lagi


"masakin"


"emang bibi ga masak?"


"gue mau nya lo yang masak in gue" pinta Regaf "Gaf jangan aneh aneh deh lo gue lagi males"

__ADS_1


"gue suami lo jadi lo harus nurut sama gue"


"dih apaan"


"tinggal masakin doang apa susah nya si?"


"hufft" Vanca menghela nafas pelan "gue masakin mie aja mau?" Vanca menatap Regaf jengah


"yaudah gapapa" Vanca pun turun dari ranjang ingin pergi ke dapur namun terlebih dulu Regaf mencekal tangan nya


"Gaf kalo lo megang tangan gue gini kapan gue turun nya?"


"ikut" Mereka berdua pun turun lalu pergi ke dapur


...----------------...


Kini didapur Vanca memulai ritual masak nya, ia mengambil panci berukuran sedang lalu mengambil mie instan dari dalam lemari yang berada di atas nya.


Regaf hanya memperhatikan Vanca dari meja makan, ia disuruh menunggu di meja makan oleh Vanca.


Vanca sedang mengaduk mie yang kini ia masak untuk Regaf, dengan iseng Regaf yang melihat Vanca itu ia mendekati nya berada tepat di belakang Vanca sekarang.


"ngapain lo disini kan gue suruh nunggu di meja" ucap Vanca yang tahu akan keberadaan Regaf


Regaf tak menyahuti ia malah menaruh dagu nya tepat pundak Vanca dengan tangan nya yang memegang meja pantry "gue mau liat lo masak" Vanca yang merasa risih pun menggeliat di pundak nya


"Gaf jangan gini" ucap Vanca


"bentar aja" ucap Regaf dengan suara berat nya tepat di telinga Vanca membuat bulu Vanca merinding.


"Gaf gue risih kalo lo gini"


Regaf tak menyahuti ia makin menjadi, melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Vanca. Vanca semakin merasa risih dengan itu "Gaf lepas!" Vanca meronta agar tangan Regaf mau lepas.


Namun nihil tangan kekar Regaf sama sekali tak bergerak, Regaf malah semakin mengeratkan pelukan itu "lo masak aja biarin gue gini"


"Terserah lo deh, asal lo ga ganggu gue"


Vanca pun memilih untuk melanjutkan masak nya dari pada meladeni Regaf yang batu itu.


Saat mie nya sudah matang ia meniriskan mie itu menggerakkan badan nya namun tak membuat tangan Regaf lepas.


"nih udah mateng mau makan dimana?" tanya Vanca seraya mengaduk mie itu dengan bumbu nya "di meja aja lo temenin gue makan"


"iya tapi lepas dulu ini gimana coba!"


...•••...


^^^tbc.^^^

__ADS_1


__ADS_2