REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 58


__ADS_3

Vanca. Dia yang baru mendapatkan pesan berisi foto sang suami dengan wanita lain yang pakaian nya sangat terbuka. Hati nya sakit seperti teriris pisau, ia melihat pakaian Regaf yang terbuka.


Vanca terduduk lemas, lidah nya kelu, mata nya merah menahan tangis, tangan nya gemetar, degup jantung nya berpacu cepat, ponsel nya saja terjatuh begitu saja saat ia melihat foto itu.


"Regaf..," gumam Vanca nyaris tak terdengar. Mata Vanca berkaca kaca, lapisan lapisan kaca itu sudah menumpuk di kelopak mata nya.


Vanca sudah tidak tahan lagi, akhir nya lapisan bening itu runtuh mengenai pipi nya. Vanca sudah tidak tahan menahan tangis nya, suara nya pun terdengar sangat pilu.


Tubuh Vanca gemetar hebat, pikiran nya sudah berada dimana mana. Bahkan sudah tak bisa berfikir jernih, pikiran nya berubah overthingking pada Regaf.


"Kenapa Gaf..," tangis Vanca tersedu sedu. Vanca tak mampu mengeluarkan suara nya, lidah nya terasa sangat kelu. Ia marah, kecewa, sedih, semua itu bercampur menjadi satu. Perasaan Vanca kini tak karuan.


"Bahkan disaat gue udah mau terbuka buat lo, lo malah khianati gue Gaf,"


"Lo ga lebih dari seorang bajingan, tega lo Gaf,"


***


BRAKK!!


"Regaf!" mata Geo dan Andra langsung terjuju pada dua insan yang berada di sofa ujung. Mereka berdua langsung saja berlari menuju ke sana, sebelum hal diluar akal nya terjadi.


Geo dan Andra langsung menarik Regaf dari wanita itu, pakaian wanita itu hampir sudah terbuka. Wanita itu kaget, dan langsung pergi bergitu saja karena takut terkena masalah.


Andra langsung memukul pipi Regaf, tak sampai di situ ia juga memukul perut nya, "LO GILA HA!" bentak Andra lagi dan lagi.


"LEPASIN GUE BANGSAT!" Regaf seperti orang kesetanan, wajah nya memerah mata nya pun sama. "OTAK LO KEMANA HA!? VANCA NUNGGUIN LO DIRUMAH SEDANGKAN LO DI SINI SAMA CEWE LAIN?!" kata Geo tak kalah marah.


"GILA LO?!" lanjut Andra menunjuk wajah Regaf.


"Vanca dirumah?" batin Regaf.


Andra mengeratkan kerah baju Regaf, "Lo udah kelewat batas Gaf!"


"Lo ga mikirin gimana Vanca dirumah nungguin lo?"


"DIA KHAWATIR SAMA LO!" Andra kembali memukul Regaf. Andra benar benar tak habis pikir dengan jalan pikiran Regaf saat ini.


Orang orang di sana melihat kearah mereka, bahkan musik yang tadi nya berdegup kencang seketika berhenti. Semua mata tertuju pada mereka.


"Ikut gue!" Andra menarik Regaf begitu saja membawa nya keluar dari tempat haram itu.


Saat diluar, Geo memberhentikan langkah mereka.


"Kenapa Ge?" tanya Andra.


"Regaf kaya nya ga sadar, gue yakin dia dibawah pengaruh obat," kata Geo berasumsi. Andra mengeram marah, ia kembali menarik Regaf masuk ke dalam mobil milik nya. Untung saat ke mari Andra menggunakan mobil.


"Pergi ke diskotik di jalan xxx nomor xxx sekarang! Dan liat cctv disana, kalau ada hal yang janggal cepat hubungi gue!" titah Geo pada bawahan nya, untuk menyelidiki siapa dalang semua ini.


"Sekarang Regaf mau kita bawa balik ke Vanca?"


"Kalo kita bawa dia ke rumah nya sekarang, Vanca pasti khawatir dan bakal mikir macem macem, lebih baik kita bawa dia ke apartemen dia aja," saran Andra.


"Oke, lo duluan ntar gue nyusul,"


***


"Gak! Ini pasti salah! Gamungkin Regaf kaya gini!" tukas Vanca bicara pada diri nya. "Gue harus telfon Geo," Vanca menekan nomor Geo dan segera menghubungi nya.


"Halo?"


"Halo Ge? Sekarang lo dimana?"


"Gue masih dijalan,"


"Ge! Gue dapet foto kalo Regaf lagi di diskotik,"


"Ha? siapa yang kasi tau lo?" kata Geo kaget disana.


"Regaf Ge, dia chat gue sendiri dan kirim foto dia sama cewe," ucap Vanca dengan nada lirih.

__ADS_1


"Maksud lo? Regaf sama cewe lain di diskotik?"


"Iya, gue minta tolong lo ke sana Ge,"


"Cewe itu! pasti ulah dia, gue harus cari data tu orang!" batin Geo.


"Lo tenang aja Van, gue sama Andra bakal cari Regaf kesana,"


"Thanks ya Ge,"


Sambungan telefon itu pun terputus, Vanca kembali meletakkan ponsel nya. "Gimana nanti kalo mami dan papi nanya in Regaf.." Vanca mendongak menatap langit langit kamar nya.


"Gue ga mungkin kasi tau hal ini ke mereka, gue harus tutupin ini, jangan sampe mereka tau," gumam Vanca bertekad.


"Lo harus positif thinking Van, lo ga boleh mikir yang aneh aneh, Regaf ga mungkin kaya gitu,"


***


"Sial! Wanita jal*ng itu, gue harus selidiki siapa dalang nya," bertepatan di saat itu bawahan Geo pun sampai sekitar tiga orang.


"Tuan, maaf kami telat,"


"Gapapa, gue punya tugas buat lo pada,"


"Apa tuan?"


"Selidiki cewe yang ada di foto ini, kumpulin data data nya dan kasi ke gue, setelah itu lo cari orang nya!" titah Geo seraya menunjukan foto cewe itu yang sedang bersama Regaf, yang baru saja dikirim oleh Vanca.


"Apa harus kami membunuh nya tuan?" salah satu dari mereka bertanya. "Gausah, lo cukup sekap dia, nanti biar gue yang urus,"


"Baik tuan!"


"Gue pergi dulu, kalo ada apa apa kabarin gue," Geo pun pergi meninggalkan tempat itu dengan motor nya menuju apartemen Regaf dimana Andra membawa Regaf.


***


"Nyusahin!" catus Andra setelah berhasil membopong Regaf masuk ke dalam apartemen nya dan menaruh nya di atas sofa.


Mata Regaf masih tertutup, wajah nya masi memerah, tetapi Regaf tak bisa diam, dia terus saja menggeliat seperti cacing kepanasan.


"Bener kata Geo, Regaf dipengaruhi obat," gumam Andra yang masi membiarkan Regaf di sana. Andra seperti tak berniat untuk membantu Regaf untuk mendinginkan badan nya.


Ting!


Andra membuka ponsel nya, ia dapat chat dari Geo, dan ternyata itu foto yang Geo dapat dari Vanca tadi. Andra menyipitkan mata nya melihat foto itu.


"Hnng?"


"Cewe ini.. bukan nya anak sma merpati ya?" gumam Andra seraya berfikir. Tanpa berfikir lagi, Andra langsung menelfon Meisya, masi ingat?


"Halo Mei,"


"Andra? ngapain telfon gue?"


"Gue mau minta nomor Emmie,"


"Untuk apa?"


"Lo mau ngasi apa engga?" kata Andra dingin.


"Eh! i-iya, ini gue send ke lo,"


Tut!


Lalu tak lama pesan masuk dari Meisya, kontak yang diminta oleh Andra tadi sudah dikirim oleh Meisya. Andra tersenyum miring, lalu kembali menyimpan ponsel nya.


"Ndra!" tiba tiba Geo datang dan langsung salah fokus dengan Regaf yang saat ini berada di lantai. Dia menahan tawa nya, "Gila lo Ndra? Tega banget lo gituin anak orang," kata Geo sembari mendekati Regaf.


"Bodo amat," Andra pun berlalu pergi begitu saja dan duduk di sofa seberang. "Lo bawa sana temen lo ke kamar mandi, rendem aja ke bathtub," kata Andra menyuruh Geo.


"Ini juga temen lo,"

__ADS_1


"Gue gapunya temen kaya dia," cetus Andra menusuk ke hati. Andra memang orang yang berbicara blak blakan.


"Yaudah gue bawa dulu,"


"Hm."


Setelah selesai Geo menaruh Regaf di dalam bathtub, ponsel notifikasi nya berbunyi. Ada pesan masuk dari bawahan nya. Pesan itu berisi kan video cctv saat Regaf didekati oleh wanita tadi. Tapi Geo salah fokus dengan satu objek, yaitu saat wanita tadi tengah mengobrol dengan Wanita lain, wajah nya tidak terlalu kelihatan karena cahaya lampu yang remang remang dan kebanyakan silau dari cahaya lampu kelap kelip.


Mata Geo terus melihat video itu, dan mata nya membulat saat melihat wanita itu memberi minuman itu obat yang Geo tau itu pasti perangsang.


"Brengsek?" Geo langsung kembali ke Andra untuk memberi tau soal ini.


"Ndra! lo harus liat ini!" Geo langsung memberi liat ponsel nya dengan isi video itu. Mata Andra membulat seketika saat melihat video itu.


"Cewe ini ga terlalu jelas wajah nya," kata Andra yang dimaksud adalah wanita yang menyuruh wanita tadi untuk mendekati Regaf.


"Biar gue telfon bawahan gue dulu," kata Geo.


"Halo tuan,"


"Lo udah dapat data data nya?"


"Sudah tuan,"


"Kirim ke gue sekarang!"


"Baik tuan, tapi untuk tempat dia tinggal belum kami cari tuan,"


"Kirim data nya dulu,"


"Baik tuan,"


Ting!


Geo melihat data yang dikirim oleh para bawahan nya. "Joelly Veanni." Gumam Geo membaca nama wanita itu di data yang terkirim.


"Joelly?" beo Andra. Geo mengangguk dan memperlihatkan data data itu ke Andra. "Lo udah tau alamat nya?" tanya Andra.


"Bawahan gue belum cari," Andra mengangguk samar, lalu ia mengambil ponsel nya untuk menelfon seseorang.


"Halo?"


"Gue Andra,"


"Andra? temen Regaf?"


"Hm."


"Ada apa?"


"Bisa ketemu?"


"Sekarang?"


"Iya, dateng sekarang ke cafe xxx di jalan xxx,"


Tut! Andra mematikan sambungan itu sepihak. Geo mengerut kan dahi nya bingung, "siapa Ndra?"


"Ikut gue,"


"Lah kemana?" tanya Geo masi tak mengerti. "Lo ikut aja, dan kasi tau bawahan lo gaperlu lagi cari alamat tu cewe," Geo semakin bingung dengan apa maksud Andra.


"Terus Regaf gimane?"


"Biarin aja, ga akan ilang!" mereka berdua keluar dari apartemen dan menuju tempat yang Andra maksud.


***


LIKE KOMEN VOTE HADIAH FAV


OKE TYSM

__ADS_1


__ADS_2