REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 82 [ Kenyataan]


__ADS_3

Happy Reading All



"Nes, lo tau gak apa yang paling istimewa di dunia ini?" tanya Geo pada Nesa saat kedua nya duduk di salah satu kursi panjang taman. Mereka memang sudah ada janji akan ke taman, dan malam ini lah saat nya.


Nesa berfikir sejenak. "Menurut lo apa?"


"Kok nanya balik?" Geo tertawa kecil.


"Gue nanya pendapat lo dulu deh," ujar Nesa memandang Geo. Cowok itu lantas mendongak menatap langit malam dan rembulan.


"Pertama yang paling istimewa di dunia itu nyokap gue, kedua itu waktu malam," kata Geo seraya memperhatikan indah nya langit dimalam hari, bertabur bintang yang terang.


"Lo suka malam?" tanya Nesa.


"Iya, karna nyokap gue selalu cerita. Malam itu saat dimana kita bisa menikmati alam yang paling indah. Karna itu suka langit malam."


Nesa mengangguk paham. Sedikit ia tahu tentang cowok disampingnya ini. Dia menyukai malam.


"Ada lagi?" tanya Nesa memastikan.


"Ada," kata nya mengalihkan pandangan pada cewek disebelahnya. Gadis dengan rambut hitam lurus itu memandang Geo menunggu ucapkan selanjutnya.


"Apa?"


"Lo."


"Hah?"


Geo kembali mengalihkan pandangannya pada sekitar yang nampak ramai para pengunjung. Geo mengangkat kedua bahu nya. "Kadang, gue suka mikir gini. Lo itu sebenarnya manusia apa bukan."


"Kenapa lo mikir gitu? Lo gak percaya kalau gue manusia?"


"Gue mikir nya lo emang bukan manusia Nes, tapi bidadari berkedok manusia."


Blush.


Seketika senyum Nesa mengembang begitu saja. Dengan cepat cewek itu mengalihkan pandangannya, sebelum Geo melihat dirinya yang tengah menahan malu.


"Gue disini, lo liat apa disana?"


"Lebih menarik pohon ini juga dari pada lo." Percayalah, Nesa tengah menahan senyum nya mati-matian. Dia tidak mau menatap mata Geo.


"Nes." Panggil Geo.


"Apa?" jawab Nesa dengan tatapan pada pohon disampingnya.


"Liat gue dulu Nes!"


"Ngomong aja Ge ah!"


"Gamau lo nya gak madep gue gimana sih lo!"


"Yaudah apa!" pada akhirnya Nesa menatap wajah Geo.


"Lo cantik."


"GEO!" teriak Nesa tak main-main. Bagaimana sekarang? Banyak pengunjung yang memperhatikan mereka, Nesa malu, sungguh!


Kenapa lo teriak si Ness.


"Ekhem, so-sorry. Tadi tuh gue gak sengaja teriak," kata Nesa tak enak hati. Geo menahan senyum nya, ia tidak kuat melihat tingkah gemas Nesa.


"Lo kenapa teriak?"


"E-engga! Anu, apa tadi tuh—"


"Lo salting?"


"ENGGAK!"


"Trus?"


"Tau ah!"


Nesa menekuk wajah kesal. Lama-lama ia bisa darah tinggi. Tapi memang benar, itu sebuah fakta yang berisi bahwa Nesa tengah salting.


"Kok ngambek? Lo mau es krim gak?" pancing Geo.


"Mau!"


***


"Sayanggg!"

__ADS_1


"Diem dulu ih!"


"Ini kenapa aku diginiin coba??"


"Lucuu tauu, bentar yah tinggal dikasi pitaa!"


Vanca memasangkan pita jepit berwarna ungu pada rambut Regaf. Entah kenapa ia ingin melihat Regaf didandani. Jadi lah ia me-make over Regaf.


"Taraaa!!" ucap nya antusias. Melihat Regaf yang tampil lucu dihadapan nya. Vanca bertepuk tangan riang, lalu ia mengambil ponsel diatas meja untuk memotret kenangan ini.


"Eh mau ngapain!" cegah Regaf saat Vanca menyoroti nya dengan kamera.


"Ih Mas! Pose yang bener aku mau foto!"


"Engga! Gak boleh! Masa aku difoto kayak gini!"


"Ih Mas satu ajaa. Ini maunya anak kamu tauu," Vanca memanyunkan bibirnya kesal. Lantaran Regaf tak mau difoto oleh nya.


Regaf menghela nafas pelan. Lagi-lagi dengan kata 'ini mau nya anak kamu'. Jika saja Vanca sedang tidak mengandung, ia tidak akan mau seperti ini.


"Yaudah," kata Regaf pasrah.


Mata Vanca seketika berbinar memancarkan kegembiraan. Langsung saja, ia memotret Regaf dengan perasaan gembira. Tidak hanya dari foto namun sudah banyak foto yang ia ambil.


Vanca cekikikan sendiri melihat hasil foto di ponselnya. Sangat imut! Ingin rasanya Vanca mem-posting foto itu kedalam medsos miliknya.


"Lucuu!" sorak Vanca. Regaf senang melihat Vanca yang senang. Hal sederhana saja mampu membuat suasana hatinya membaik. Hanya pada Vanca.


"Mas aku mau posting boleh?"


"Jangan ya, ntar aku diledekin temen-temen aku," kata Regaf memberi pengertian.


"Yaudah deh.., aku pengen sate kelinci deh Mas," kata Vanca membuat Regaf menganga kan mulutnya.


"Gak ada sate kelinci disini sayang. Jangan aneh-aneh lah."


"Ih mauu! Ntar anak kamu ileran kamu mau!"


"Enggak lah, tapi mana ada sate kelinci?"


"Ada loh, yang bulunya tebel itu, yang suara nya mbeee.."


Regaf menghela nafas panjang, ia mengusap dada dengan sabar. Untung bini. Batin Regaf berucap


"Kambing sayang.."


"Iya ayo, aku hapus ini dulu," Regaf menunjuk wajah nya yang penuh make up.


"Jangan! Gak boleh hapus, harus kayak gitu pokonya. Kalau nggak aku ngambek!"


Regaf tersenyum dengan paksa. Cukup, ia tidak tahan lagi. Mau ditaruh dimana wajah nya saat keluar dengan keadaan seperti ini?


"Hapus ya? Masa aku kayak gini sih. Ntar kamu dikira jalan sama badut."


"Yaudah tapi pita nya jangan dilepas ya!" kata Vanca memperingati.


"Iya-iya," kata Regaf yang cukup pasrah.


***


"El, lo kenapa?"


"Gue takut Dra.." kata Elys dengan parau.


"Takut? Ada gue El." Andra berusaha menenangkan Elys. Cewek itu khawatir juga takut yang menjadi satu. Semua perkataan Ayahnya berputar diotak nya.


Flashback 20 menit yang lalu.


"A-ayah?" Elys memandang Ayah nya yang berada di depan pintu rumahnya. Andra yang mendengar itu pun bangkit dari duduk nya dan menghampiri Elys.


Kenapa Andra bisa disanaa? Andra memang berada disana untuk mengantar makanan untuk Elys.


"Oh, jadi kamu kabur dari rumah untuk bermain sama cowok ini hah?!" bentak Ayah Elys saat ia melihat Andra yang keluar dari dalam.


"Maksud Ayah apa! Engga gitu Yah! Aku gak kayak apa yang ada dipikiran Ayah!"


"Lebih baik kamu pulang! Kamu ini bisa nya hanya menyusahkan dan mempermalukan Ayah saja!"


"Aku engga mau! Aku mau disini!" tekan Elys membantah. Andra yang tak mengerti sama sekali pun tak bisa berbuat apapun.


"Kamu lebih memilih disini dengan cowok ini iya?! Murahan sekali kamu—"


Plakk.


Satu tamparan itu berhasil Elys layangan pada pipi kanan Ayahnya. Andra terkejut bukan main, Elys sungguh berani melakukan itu. Elys memandang tangan nya sendiri, tubuh nya begetar hebat. Lalu ia alihkan pandangan pada ayahnya.

__ADS_1


"A-ayah, Elys—"


Plakk.


Ayah Elys membalas menampar.


Elys memejamkan matanya saat mendengar suara keras itu. Namun anehnya, ia tak merasakan apapun. Saat ia membuka kedua matanya, betapa terkejutnya ia melihat Andra didepannya, yang menjadi sasaran tamparan dari Ayahnya.


"Andra?"


Andra memegang pipi kiri nya yang terasa ngilu. Lalu ia menatap tajam kearah Ayah Elys. Gadis yang ia jaga selama ini.


"Anak sialan!" umpat sang Ayah pada Elys. Andra geram melihat tingkah Ayah Elys itupun lantas menyahuti. "Apakah anda masih bisa dikatakan Ayah jika seperti ini anda bertingkah laku?" ucap Andra dengan nada rendah namun menusuk.


"Diam kamu! Tau apa kamu? Kamu hanya laki-laki yang membuat anak saya membangkang sama saya!"


"Andra gak ada sangkut pautnya sama ini Ayah!" sahut Elys keras. Bahkan air mata nya pun sudah mengalir deras.


"Pasti kamu sudah mencuci otak anak saya!" lagi-lagi Ayah Elys menunjuk Andra seolah dialah yang salah disini.


Namun Andra hanya menatap dengan tatapan datar. Ia tidak takut, karna dia tidak salah. "Seharusnya anda bertanya pada diri sendiri, kenapa anak anda bisa membangkang pada anda? Karena itu salah anda sendiri!" jawab Andra dengan tatapan menusuk.


Bukan bermaksud tidak sopan. Jika orang yang dihadapi nya masih bisa diajak toleran, maka Andra akan bermain halus. Namun jika begini, ia tidak bisa menahan diri.


"Anda tidak bisa menyalakan orang lain disini, anda cukup introfeksi diri. Karena apa, dan kenapa?" lanjut Regaf berucap.


"Andra udah.., lo pulang aja Dra. Biar gue yang urus masalah ini," kata Elys dibelakang nya, berusaha agar Andra tidak masuk dalam masalahnya.


"Gak bisa El. Orang tua macam ini, gak pantes lo sebut sebagai orang tua!"


"Diam kamu! Berani-beraninya kamu kepada saya!" kata Ayah Elys sangat murka.


"Saya tidak takut pada siapapun, kecuali dia memang benar!" kata Andra terdengar menantang.


Ayah Elys memberi tatapan tajam pada Elys yang hanya bisa menundukkan pandangannya kebawah. "Elys! Sekarang ayah tanya, kamu mau ikut ayah, atau kamu pilih laki-laki ini!"


Elys diam. Dia tidak bisa menjawab.


"Jawab Elys!" Bentak Ayahnya. Andra geram dengan orang tua didepan nya ini. Jika saja bukan orang yang lebih tua dari nya, sudah Andra pukul sedari tadi.


"Elys gak bisa Ayah.." ungkap Elys pelan.


"Oke, mulai sekarang kamu bukan anggota keluarga Ayah!" setelah mengatakan itu, Ayah Elys pergi begitu saja.


Elys menjatuhkan tubuhnya kebawah. Terduduk lemas dengan lutut yang ditekuk. Elys menangis sejadi-jadinya. Tak kuat menahan desak didadanya.


Flashback end.


Kamu bukan anggota keluarga Ayah!


Kata kata itu terus berputar diotak nya. Elys bingung, jika ia ikut pada ayahnya sudah pasti ia akan kembali dinikahkan dengan teman Ayahnya itu. Elys tidak mau itu terjadi.


Andra duduk menghadap Elys. Andra mengusap pipi yang memerah bekas tamparan. "Masih sakit?" tanya Andra dengan lembut.


Elys menatap netra Andra. "Kenapa lo lakuin ini sama gue Dra? Lo udah cukup baik buat gue. Maaf atas perlakuan Ayah gue sama lo."


Andra menggeleng lemah. "Gue gak bisa biarin lo di sakitin sama orang lain, ayah lo sekalipun."


Elys menangis lagi. Ia tidak tahan jika diperlakukan seperti ini, bawaan nya pasti menangis.


"Kenapa lo kayak gini ke gue Dra? Gue cuma orang baru yang nyusahin lo."


"Lo jangan ngomong gitu El. Gue gasuka. Lo itu udah jadi orang yang paling gue jaga setelah Bunda." Ungkap Andra dengan jujur.


"Sekarang lo cerita sama gue, kenapa ayah lo sampe segitunya sama lo?"


Elys menghirup udara dalam-dalam. Lalu ia menceritakan semuanya pada Andra tanpa terkecuali. Hal itu membuat Andra geram, kedua sisi tangan nya mengepal sempurna.


"Gue takur banget Dra.., sekarang gue gak punya siapa-siapa lagi disini.." ujar Elys dengan lirih.


"Sstt," Andra menarik Elys kedalam dekapannya. "Maaf.." kata Andra saat dengan lancangnya ia memeluk Elys. Bukan untuk memanfaatkan keadaan, namun ia hanya berusaha menenangkan hati gadis ini.


"Lo jangan ngomong gitu, masih ada gue disini yang bakal selalu ada buat lo El." Andra memejamkan matanya, mengirup dalam-dalam aroma rambut gadis didekapannya ini.


"Gausah takut, ada gue."


***


Hai hai hai!! Gimana kabarnya semua??


Jadi disini aku up nya satu dulu, kenapa aku suka up satu persatu? karena aku ngejar target like.


bukan maksud buat perhitungan, tapi ya mau gimana lagi? kalau aku double up, kalian pasti bakal like di eps ujung/akhir.


yang pasti, itu bikin mood aku ancur bgt, like stgh² dan di akhir doang, padhal like ga susah dan ga bayar. pure gratis.

__ADS_1


nah skrg aku cicil dulu up nya, maaf ya kalau ga panjang yaa, setidaknya hargai. aku mau ngejar target like, kaya biasa 30 like. yang kmrn msi kurang tapi yaudh lah ya.


sgtu aja, pamit undur diri. sampai jumpa di next chapter babayy 👋🏻


__ADS_2