
"AAA! KENAPA LO GANTI BAJU DISINI?!" pekik mahasiswi itu membalikkan badannya. Jelas ia kaget karna Regaf belum menggunakan pakaian nya, masih dengan telanjang dada.
"Lo kenapa bisa masuk?" tanya Regaf heran. Namun ia dengan cepat memasang pakaian nya. Dalam hati nya ia mengumpat serapahi kedua temannya.
Temen sialan!
"Awas aja lo berdua!" desis Regaf bergumam.
"L-lo udah belom pake baju nya?" kata siswi itu masih pada posisi membelakangi Regaf. Cowok itu kembali menetralkan air muka nya yang sebenarnya tadi sempat kaget.
"Udah."
Siswi itu perlahan membalikkan badannya, menghadap Regaf. Siswi itu bernafas lega karena Regaf benar-benar telah menggunakan bajunya.
Mata gueee udah gak sucii. Batin siswi itu berteriak.
"Lo mau ngapain?" tanya Regaf dengan tampang datar nya. Siswi itu terus saja komat kamit ditempat, mulut nya yang terus bergerak entah apa yang ia ucapkan.
"Eh! Ehm itu, g-gue mau ambil buku gue," sebut saja nama nya Tia. Regaf ber-oh saja, lalu setelah nya ia keluar dari sana. Namun sebelum keluar, ia sempat bertanya pada Tia.
"Didepan pintu ada siapa pas lo masuk?" tanya nya.
Tia seakan berfikir sejenak. "Gak ada tuh, kosong kok. Kenapa?"
Tanpa menjawab pertanyaan Tia, Regaf langsung saja berjalan keluar menuju dimana teman-temannya berada, yaitu lapangan.
"Tu orang kenapa si?" gumam Tia merasa heran.
***
"Gaf! Sini!" teriak Geo saat ia melihat Regaf yang ada di lapangan. Cowok itu pun bergegas mendekati kedua teman nya.
"Wuish! Ngapa tuh muka lo?" ujar Geo cengengesan seakan tak terjadi apapun. Melihat muka Regaf yang tak bersahabat, Geo menetralkan wajah nya serius. "Ngapa lo bos?"
"Lo berdua tadi gue suruh apa?" tanya Regaf dengan oktaf rendah namun mengintimidasi. Nyali Geo langsung ciut mendengar ucapan Regaf.
"Ehm, anu bos, sorry tadi kita di panggil kating," jawab Geo mengangkat dua jari nya membentuk peace.
"Gue gak perduli, lo pada tau? Gara-gara lo berdua, ada cewek masuk pas gue ganti baju!" ucap nya penuh penekanan. Antara kesal dan marah.
"Gak lo apa-apain kan bos?" ucap Geo dengan bodohnya. Sontak hal itu mendapat tabokan keras dari Andra.
"Bego!" umpat Andra.
"Kenapa si Dra ah!"
Regaf mengangkat wajah nya yang langsung di terpa sinat matahari. Kemudian ia menatap teman nya lagi. "Lo pada udah bikin kesalahan, jadi ntar lo berdua bayarin gue makan," ucap Regaf yang langsung berlalu pergi begitu saja.
"LOH? LO ANAK DIREKTUR NGAPAIN MINTA BAYARIN MAKAN SAMA KITA?!" teriak Geo tak tahu malu nya. Karena nya semua mata memandang dirinya. Andra yang sudah tak tahan pergi begitu saja, dari pada ikut malu.
"WOI DRA! KOK LO NINGGALIN GUE?"
***
"Enak banget lo berdua ninggalin gue!" celetuk Geo yang baru duduk disamping Andra. Mereka kini berada di bawah pohon rindang.
Mereka ditugaskan untuk meminta seluruh tanda tangan dari senior dan panitia, jadi jika mereka tidak segera mengumpulkan akan dikenakan hukuman.
Namun disaat yang lain tengah sibuk dengan tugas mereka, ketiga cowok ini malah santai duduk di bawah pohon sembari menikmati angin lewat.
Andra menatap kertas ditangannya, yang sudah berjejer rapi nama seniornya disana. Ia memalingkan pandangannya pada objek lain, ia malas untuk meminta hal seperti itu.
"Ini mau dikerjain kapan? Waktunya udah mepet satu jam lagi," ujar Geo memandang jam ditangan nya.
"Males," cetus Andra.
"Gak perlu jauh-jauh juga dapet," ujar Regaf membuat kedua teman nya bingung. Pandangan mereka teralihkan pada empat gadis yang berjalan kearah mereka.
Geo dan Andra mengerutkan dahi nya bingung. Bukankah mereka senior disini?
"Hai, gue senior disini, kalian butuh tanda tangan kan?" ucap salah satu dari mereka. Seketika itu Andra dan Geo mengerti arah ucapan Regaf tadi.
"Iya, disini. Cepetan."
Regaf menyerahkan kertas miliknya, yang langsung diserbu oleh keempat gadis itu. Tanda tangan saja mereka rebutan. Sampai akhirnya milik ketiga cowok itu juga sudah ditandatangani.
"Ehm, boleh minta ig nya gak?"
"Boleh dong," sahut Geo genit.
Satu persatu dari mereka memfollow akun Instagram milik ketiga cowok itu, dengan hati gembira mereka mendapatkan nya. Enak nya menjadi orang ganteng.
Seperginya gadis tadi, datang lagi seorang gadis yang mereka kenali wajah nya.
"Lo? Ngapain?" ucap Geo ketus. Raut yang tadi nya masih tersenyum kini berubah masam.
"Hai, gue boleh gabung gak?" kata nya dengan manis.
"Mending lo pergi," cetus Andra malas memandang wajah gadis itu. Meisya.
"Gak ada gunanya lo disini, mending lo pergi. Lo gabakal kami terima kaya dulu," kata Geo lagi dengan menusuk.
"Gue ada salah emang nya sama kalian?" kata Meisya dengan tampan menyedihkan yang dibuat-buat.
"Cih! Lo udah hampir bikin Regaf kena masalah ya Mei, cukup dan lo jangan temui kami lagi!" Geo berucap, dan langsung pergi meninggalkan tempat.
"Gue gak nyangka itu lo Mei. Sorry," ucap Regaf yang langsung pergi begitu saja diikuti oleh Andra.
__ADS_1
***
Pukul 15.00 di SMA Merpati.
"Van, sebelum pulang jalan dulu hayuu!"
"Sheee! Vanca itu lagi hamil, jadi dia gak bisa pergi kemana-mana!" ucap Nesa membantah dengan mengecilkan volume suara saat menyebut kata 'hamil.'
"Gak bisa ya Van?" ucap Sheryl lagi, memohon.
"Bisa kok bisaa, tapi jangan lama-lama soal nya Regaf pulang sore ini," kata Vanca yang langsung diangguki Sheryl.
"Let's gooo!"
Ketiga gadis dan satu wanita disana memasuki mobil milik Nesa. Yang memang mereka menggunakan satu mobil agar tidak ribet.
Namun saat mereka keluar gerbang, mereka melihat mobil yang turut berhenti didepannya. Vanca memandang plat mobil tersebut yang sangat familiar.
"Regaf?" gumam Vanca. Wanita itu langsung turun dari mobil Nesa, dan bertepatan Regaf yang keluar dari mobil nya. Benar saja dugaan Vanca.
"Mas kok udah pulang? Bukan nya pulang sore nanti?"
"Mau kemana? Bukan nya langsung pulang malah keluyuran," kata Regaf dengan tangan bersekap dada. Seperti ibu-ibu yang memarahi sang anak yang ketahuan pulang malam.
"Gak gitu Mas, Sheryl tadi pengen jalan berempat, karena kamu kata nya pulang sore aku iyain aja."
Ketiga teman Vanca turun dari mobil. Mereka langsung memperhatikan Regaf disana. "Eh Regaf? Mau jemput Vanca?" tanya Nesa.
Cowok itu menjawab dengan anggukan. "Yaudah deh, bawa pulang aja gak papa, kita juga otw pulang nih."
"Loh kata nya mau jal—" ucapan Sheryl terpotong karena Risa yang membekap mulutnya agar gadis itu diam.
"Mau jalan? Kemana?"
"Engga ini Sheryl salah ngomong," kata Risa beralasan. Ia malas di situasi ini, ingin cepat-cepat pulang rasanya.
"Yaudah Van, kami duluan ya daaahh!" Nesa kembali memasuki mobilnya, diikuti ketiga temannya. Mobil merah itu langsung pergi meninggalkan halaman sekolah.
"Masuk!" titah Regaf pada Vanca yang langsung dituruti oleh sang empu.
"Mau kemana?" tanya Vanca saat mereka sudah berada didalam mobil. "Pulang, kemana lagi?" jawab Regaf sekenanya.
"Oh yaudah."
Regaf langsung menatap Vanca saat mendengar ucapan istri nya itu. Vanca memalingkan wajah nya pada jendela mobil, yang lebih menarik dibanding menatap wajah Regaf.
"Kenapa?" ucap Regaf dengan lembut.
"Gak! Kata nya mau pulang?" ucap Vanca masih pada posisi yang sama namun nada yang sedikit kasar.
"Iya tapi kamu kenapa dulu kaya gitu?"
"Vanca liat aku," ucap Regaf, namun Vanca masih kekeh pada posisi awalnya. "Sayang."
Vanca merasa ada kupu-kupu yang menggelitik di perut nya. Pipi nya tiba-tiba panas. Namun hal itu masih tidak membuat pendirian Vanca runtuh.
Regaf menghela nafas nya. "Kamu mau jalan?" tanya Regaf, tapi Vanca masih geming.
"Liat sini, atau aku cium kamu!"
Sontak Vanca menghadap pada Regaf. "Apa!" ucap nya ngegas.
"Kamu kenapa si hm? Mau jalan?"
"Gak! Mau pulang!" ucap Vanca memandang kedepan.
"Mau beli sesuatu?"
"Gak ada!"
"Mau beli makan?"
"Nggak!"
"Mau—"
"Mas! Aku mau pulang! Gak mau kemana-mana."
Regaf kembali menghela nafas. Apakah semua ibu hamil begini?
"Yaudah kalo gitu," Regaf pun menjalankan mobil nya menuju rumah mereka.
***
Selama perjalanan Vanca terus saja memandangi jalanan dari jendela mobil tanpa memperdulikan Regaf disampingnya yang tengah mengemudi. Cowok itu terus-menerus melirik sang istri, entah hantu apa yang merasuki istrinya itu hingga kini sikap nya seperti itu.
Mata Vanca berbinar saat melihat ada rujak buah di depan mereka. "Mas ada rujak! Didepan, berenti disitu! Aku mau rujak!" ujar Vanca antusias sembari menunjuk arah tukang rujak.
Regaf memfokuskan mata nya pada arah yang ditunjuk Vanca, ia pun memberhentikan mobilnya tepat didepan dagangan sang penjual.
Tanpa aba-aba Vanca langsung ngacir keluar, padahal mesin mobil saja belum Regaf matikan. Cowok itu hanya bisa mengelus dada dengan sabar.
"Punya istri hamil gini banget," ucap Regaf.
Cowok itu segera menyusul Vanca ke pedagang rujak. Disana ia melihat Vanca yang terus menatap penjual rujak yang tengah membuat rujaknya.
"Udah pesen?" tanya Regaf.
__ADS_1
"Udah, dua."
"Loh? Banyak banget, emang habis?"
"Habis! Kalo gak habis pun kan ada kamuu," ucap Vanca tertawa kecil lalu kembali fokus pada penjual nya. Disaat penjual rujak itu akan menumpahkan sambal, Regaf berucap, "jangan terlalu pedes ya pak."
"Harus pedes!" protes Vanca.
"Gak! Jangan nanti kamu sakit perut!"
"Aku mau pedes gimana sih! Kalau gak pedes gak enak dong!"
Penjual rujak tersebut dibuat bingung oleh keduanya. Yang masih belum mencurahkan sambal, karena masih ada pertikaian pedas atau tidak pedas.
"Gak! Gak boleh! Nanti sakit perut ngaduu mules itu ini."
"Oh jadi kamu gak iklhas nih?"
"Gak gitu Van!"
Regaf menghela nafas panjang. Tidak ada habisnya jika ia lanjutkan, lebih baik kali ini ia mengalah dan mengesampingkan egonya. Terlebih kini dirinya mengahadapi ibu hamil, tidak akan ada habisnya.
"Yaudah, boleh pedes—"
"Yeay! Gitu dong baru suami nya aku!" ucap Vanca gembira.
"Tapi jangan makan terlalu banyak!"
"Iyaaa engga, nanti sisa nya simpen di kulkas," jawab Vanca.
"Jadi ini pedes gak Mas Mba?" tanya sang penjual yang sedari tadi menyaksikan keduanya.
"Pedes pak!"
Sang penjual pun langsung mencurahkan sambal pedas di dalam wadah yang sudah berisi aneka buah disana. Vanca yang melihat itu langsung tergiur.
"Ini Mba rujak nya," kata penjual nya dengan tangan yang menyodorkan satu kantong kresek berisi rujak.
"Makasi pak," ucap Vanca menerimanya, Vanca pun langsung masuk kedalam mobil tanpa ingin menunggu Regaf. Lantas Regaf langsung membayar rujak tersebut pada penjual nya.
"Ini istrinya ya Mas?" tanya penjual itu pada Regaf, yang tadi sempat mendengar kata suami dari Vanca.
"Iya pak, istri saya."
"Oalahh, kirain adik nya tadi itu. Hamil ya Mas istrinya?"
"Iya, kok bapak tau?" tanya Regaf heran.
"Kelihatan toh Mas, lagi ngidam."
"Ngidam?"
"Mungkin sekarang ini istri Mas-nya lagi ngidam, jadi banyak maunya. Turutin aja selagi baik Mas, dari pada anak nya ileran pas keluar," ucap penjual itu sembari membereskan alat jualannya.
"Oh gitu ya pak, yaudah kalau gitu terimakasih, saya permisi dulu," pamit Regaf dengan sopan. Cowok itu langsung masuk kedalam mobil yang sudah ada Vanca disana.
Regaf menyalakan mesin mobil, dan langsung melajukan mobil menuju rumah mereka. "Pelan-pelan makannya gak ada yang minta," ucap Regaf memandangi Vanca yang sangat lahap memakan rujak buah itu.
"Enak, tapi pedes," kata Vanca yang masih lahap.
"Maunya kamu kan pedes?"
"Kamu gak mau?" tawar Vanca pada Regaf.
"Gak suka rujak," kata Regaf menolak.
"Ayoo dikit ajaaa," kata Vanca memaksa.
"Kamu ngidam ya?" tanya Regaf yang masih terfikir oleh kata-kata penjual rujak tadi. Vanca mengedikkan bahu nya tak acuh. "Gak tau, pengen rujak aja tiba-tiba."
"Kamu makan juga dong rujaknya!" kata Vanca lagi, masih ingin Regaf memakan rujak itu.
"Yaudah mana?" kata Regaf menerima dengan mata yang masih fokus pada jalanan.
"Nih aku suapin ya," Vanca menyodorkan satu tusuk buah pada mulut Regaf, dengan senang hati cowok itu menerima nya.
Vanca senang sendiri melihat Regaf yang mau memakan rujak itu. "Enak kan?"
Regaf mengangguk. "Enak."
"Mau lagi gak?"
"Kamu aja, aku masih nyetir sayang."
"Yaudah kalau gitu." Vanca pun menikmati rujaknya disepanjang jalan, dan Regaf yang mengemudikan mobil namun terus melirik pada Vanca, yang kelihatan sangat senang, padahal hanya dengan rujak saja.
***
HALO HALOO GIMANA KABARNYAAA???
GAK PANJANG TAPI AKU SEMPETIN BUAT UP DULU, GAK PAPA LAH YAA.
MAU LIAT SEBERAPA ANTUSIAS NYA KALIAN SAMA PART KALI INIII
LIKE KOMEN JANGAN SAMPE ABSENNN!
30 LIKE, 5 KOMEN BUAT LANJUT NEXT CHAPTER.
__ADS_1
SEGINI DULU, BABAYYY!! 👋🏻🙏🏻