REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 22


__ADS_3

Pagi hari ini cahaya matahari masuk menembus jendela yang berlapisi gorden, Regaf mengeliat kan badan nya kesamping tak ada orang, mungkin sudah bangun pikir nya, dengan nyawa yang belum terkumpul sempurna ia membuka paksa mata nya, satu objek yang pertama ia lihat ialah Vanca yang notabene nya istri nya itu sedang tidur di sofa kamar


aneh gumam nya, ia ingat kemarin ia tidur duluan dan Vanca asik dengan ponsel nya, namun ia tak tahu jika perempuan itu akan tidur di sana, Regaf beranjak dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya


Hari ini Regaf memutuskan tak sekolah terlebih dahulu, dan berita soal mereka menikah juga akan ditutup rapat hingga pihak sekolah tak ada yang mengetahui.


"ehhgg" guman Vanca ia merasa tidur nya terganggu akibat sesuatu yang dingin menyentuh lengan nya, Vanca mengeliat paksa ia masih mengantuk terpaksa harus bangun, namun ia tak menjaga keseimbangan badan nya jadi ia terjatuh di lantai namun beralas kan karpet bulu


"aaaa" rengek Vanca karena tidur nya terganggu "dih napa lo" Regaf menatap datar ke arah Vanca "lo ganggu tidur gue tau gak" omel Vanca dengan nyawa yg masih otw


"dari tadi lo ga bangun bangun gue cuma mastiin lo ga pingsan" ucap Regaf ngawur, sehabis Regaf tidur ia melihat Vanca yg blm bangun juga jadi ia usil mengganggu ia tidur


sekarang gantian Vanca yg menatap datar ke arah Regaf "eh tunggu" wajah Vanca seketika berubah panik, Regaf tetap dengan pendirian nya "ini jam berapa? lu kok blom siap siap? telat dong kita" pertanyaan beruntun itu dikelurkan oleh Vanca


Regaf tak menanggapi gadis itu ia malah berlalu duduk di pinggiran ranjang dengan melipat tangan didada nya "eh kok lo diem" tanya Vanca dengan kening mengerut


"hari ini kita ga sekolah dulu paling besok" ucap nya menatap ke arah Vanca "loh kenapa" gumam nya


"mandi trus turun" Regaf melangkahkan kaki nya keluar "eh tunggu!" panggil Vanca, Regaf menoleh menaikkan sebelah alis nya bertanya 'kenapa'


"gue gada baju" cicit nya pelan namun masih bisa Regaf dengar "ntar gue suruh pelayan buat anterin lo baju" lalu Regaf keluar dari kamar nya tak lupa menutup pintu kembali.


...•••...


Vanca baru keluar dari kamar mandi dengan wajah fresh, ia melihat baju diatas ranjang itu, baju yang diantar oleh pelayan untuk nya, Vanca pun segera memakai baju itu lalu turun ke bawah sesuai perintah Regaf.


saat ia turun ia melihat keluarga Regaf sedang sarapan dan Regaf


"Vanca sini sarapan nak" ajak Wenda, mertua nya "ehm iya mi" jawab Vanca, ia menarik kursi di dekat Regaf dan mengambil roti dua lembar dan mengoles kan nya selai kacang


Vanca memakan nya perlahan demi perlahan mungkin ia masih merasa canggung, Vanca memakan roti dengan pikiran yang entah kemana


"Vanca"

__ADS_1


"uhhuk uhhuk" Vanca terbatuk batuk akibat panggil an dari mertua nya yang membuat nya terkejut "eh nak pelan pelan"


Regaf segera memberi nya minum dan Vanca meminum nya hingga setengah "makan jangan melamun" celetuk Regaf


"Vanca kamu kenapa nak?" tanya Alex


"eh engga kok, Vanca gapapa" jawab nya sedikit canggung


"kak? kakak mikirin sesuatu ya?" tanya Ara melihat ekspresi Vanca "engga ga mikirin apa apa" jawab nya dengan tersnyum


"ohh kirain kakak mikirin kejadian tadi malem" jawab Ara ngawur, Ara berfikir dengan kejadian yang sempat ia lihat tak sengaja kemarin saat memasuki kamar kakak nya itu


Regaf menatap tajam ke arah adik nya itu namun tak dipedulikan oleh Ara "emang ada apa dengan tadi malam?" tanya Wenda kepo "itu loh mi--"


"enggak, ga ada apa" potong Regaf cepat sebelum adik nya berulah, Wenda dan Alex dibuat bingung dengan prilaku anak anak nya ini sementara Vanca? ia tak ikut ikut an hanya menyimak ia pun tak mengerti


...•••...


seusai sarapan bersama kini Vanca membereskan piring piring itu dari meja makan "Vanca kamu ga usah bantu beres beres biar pelayan aja" kata Wenda memberi tahu


"kamu memang anak yang baik ya" puji Wenda, Vanca hanya menanggapi nya dengan senyum


"yaudah kalo sudah beres semua kamu istirahat ya mami ke atas duluan"


"iya mi" jawab Vanca


Vanca membawa piring piring itu ke dapur untuk di cuci, Regaf menatap Vanca sedari tadi ia pun mengikuti nya ke dapur


ia melihat Vanca sedang mencuci piring, Regaf melipat tangan nya didada dengan bahu sebelah bersender di dinding dapur


"pinter juga lo ngambil hati nyokap gue" ucap Regaf tiba tiba


"astaghfirullah" kaget Vanca, ia memberhentikan aktivitas nya sejenak lalu menoleh ke arah belakang "lo bisa ga sih ga ngagetin" kata Vanca lalu kembali pada aktivitas nya

__ADS_1


"gue ga ada niat mau ngambil hati nyokap lo, ini udah jadi keseharian gue" jawab Vanca menjelaskan, Regaf hanya ber oh ria


Regaf berjalan mendekati Vanca, tangan nya menumpu di meja pantry dekat wastafel "diliat liat lo cantik"


Blushh..


seketika aktifkan Vanca terhenti, wajah nya berubah detik itu juga, ia tidak munafik ia akui ia baper, Vanca menggelang kuat kepala nya lalu melanjutkan aktivitas nya yang tadi untun menutupi salting nya


"dari pada lo disini mending pergi"


"ngusir?"


"ga gitu, lo juga ga ngapa ngapa in kan" kata Vanca dengan mata juga tangan yg masih fokus dengan piring yang ia cuci


"gue disini liatin istri gue salah?"


Deg.


Terjadi lagi, Vanca menatap ke arah Regaf lalu berkata "lo ganggu gue tau gak, mending lo pergi dari sini" Vanca sudah jengah dengan lelaki ini


"muka lo merah" ucap Regaf dengan senyum smirk


"ih apaan si gak, udah sanaaa"


"iya iya" Regaf sudah puas mengusili istri nya, ia pun beranjak pergi meninggalkan nya disana


"gajelas" ucap Vanca, lalu kembali melakukan aktivasi yang sempat tertunda tadi


.


.


.

__ADS_1


^^^tbc.^^^


__ADS_2