
Di kelas, Vanca sedari tadi hanya diam tak bergeming, teman teman nya yg melihat itu tahu apa yg ada di pikiran nya sekarang, pelajaran yg membosankan dan insiden tadi siang pasti membuat Vanca menjadi makin tidak mood sekarang ini
"Van..lo gapapa?" tnya Risa sedikit berbisik karena sedang mulai pelajaran
Vanca menoleh lalu mengangguk pelan
"gapapa" kata nya tanpa bersuara lalu tersenyum simpul
...πππ...
Kini di kelas XII IPA3 Regaf juga Geo Andra tentu nya sedang ribut, kenapa? kerena jamkos
ya, tak ada guru di kelas Regaf jadi mereka bisa melakukan apa pun, ada yg mengerjakan tugas, membaca buku dan ada pula yg sedang mengobrol dengan yg lain nya
"gaf napa lu, diem terus dari tadi gue liatin?"
tnya Andra heran
"iye gaf, ada mslh? cerita ke kita kali" timpal Geo
Regaf menoleh ke arah teman nya berada lalu berkata
"ga" satu kata singkat, padat, dan jelas
"lah,, kayak cewe pms aje lu gaf" jawab Geo
"lu pasti mikirin cewe tadi kan, ngaku lu"
"apaan engga lah, ngapain coba gue mikirin tu cewe ga jelas" tegas Regaf
"sekarang aja lu bisa ngomong begitu, gatau besok nya atau lusa" timpal Andra dengan mata tertutup dan bahu yg di sandar kan di sandaran kursi
"apa lagi waktu si cewe itu ditampar sama Meisya, gua liat lu kek nahan marah" sambung nya dengan intonasi yang santai
Flashback on*
*plakk...
"anjir si Meisya kasar juga ye" heboh Geo
"kaya ga tau dia aja lu" sahut Andra
Regaf yg melihat itu mengepalkan tangan nya, wajah dingin datar nya berubah saat itu juga
dan Andra melihat itu dari diri Regaf, namun Regaf tak menyadari nya, Geo yg masih fokus dengan apa yang ada di depan nya
"dah lh cabut yuk" ucap Regaf dingin
"ntar lah gaf masih seru ini, selow selow" sahut Geo
"paan si ga penting tau gak, dh lah cbut yuk"
"gaf lu knp?" bukan Geo yg bertanya melainkan Andra
"kenapa gmn?"
"muka lu"
"gapapa" lalu Regaf memalingkan wajah nya
"gaf gaf,, lu tu ka--" ucap Andra yang terpotong akibat teriak an dari salah satu guru SMA Merpati yg mengurungkan ia untuk berbicara*
Flashback off*
"hah marah? marah gmn mksd lu?" tnya Geo tak paham
"ya gitu deh, lu tanya aja sendiri ma orng nya"
"paan si, gjls tau gak" kesal Regaf lalu beranjak dari duduk nya dan pergi meninggal kan kelas juga dua teman nya itu
...πππ...
Vanca yg bosan dengan materi yg dijelaskan akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari kelas
"Bu!" panggil Vanca seraya menaikkan sebalag tangan nya
"ya Vanca ada apa?" tnya guru itu
"saya izin keluar sebentar ya bu"
__ADS_1
"baik lah, jangan terlalu lama, silahkan"
"terimakasih bu"
Vanca berjalan keluar kelas dan melewati beberapa kelas, sebenarnya ia tak tahu ingin ke mana hanya saja ia merasa bosan jika di kelas
Vanca melihat tangga menuju rooftop, lalu ia berinisiatif akan ke rooftop saja untuk menghilangkan jenuh nya
Ia menaiki satu per satu tangga itu lalu sampai lah ia di rooftop SMA Merpati yg sangat luas, udara nya juga sejuk sangat damaii
Vanca menlanjutkan jalan nya sampai ia menemukan punggung seseorang di pinggir rooftop itu, ia tak tau mengapa ada siswa lain di sini, ia berjalan menuju orang itu saat ia lihat ternyata dia adalah orang yg ia temui kemarin
"ngapain lo disini" tnya vanca
Regaf melirik sekilas Vanca lalu beralih kembali ke arah depan
ya orang itu Regaf, ia bosan dengan pembahasan kedua teman nya tadi, jadi ia pun memutuskan untuk ke rooftop saja
"seterah gue lah mau ngapain, emng ini sekolah lo? bukan kan" sahut Regaf
Vanca memutar bola mata nya malas, kenapa cowo di samping nya ini sensi sekali, pdhl dia hanya bertanya saja --pikir nya
"lo sendiri ngapain disini" tnya Regaf memecahkan keheningan
Regaf bingung kenapa ia bertanya pdhl tidak penting juga
"gue cuma males aja di kelas" sahut Vanca sambil menatap ke depan
Regaf yg merasa bosan lalu mengeluarkan rokok dari saku celana nya, lalu menghidupkan dan menghisapnya dan menghembuskan asap nya keluar mulut nya
Vanca yg melihat itu tak percaya jika seorang Regaf merokok di sekolah
"kalo mau ngerokok inget tempat, ini masih di sekolah" peringat Vanca dengan sedikit menjauh dari Regaf, ia tak suka dengan asap rokok
Regaf menoleh ke arah vanca yg berada du sebelah kanan nya, ia melihat pipi Vanca sebelah kanan nya itu sedikit memerah
merasa diperhatikan Vanca menoleh, pandangan mereka bertemu seolah ada magnet yg tak bisa memutuskan pandangan ini
Vanca memalingkan wajah nya ketika tahu apa yg ia lakukan
"muka lo gpp" tnya Regaf
"gapapa kok" sambung nya
Regaf memutar bola mata nya malas, padahal sudah jelas merah
Vanca melirik jam weaker di pergelangan tangan nya, sudh lama ia berada di sini, jika tidak kembali ke kelas bisa habis kena marah guru itu -- pikir vanca
tnpa pikir panjang Vanca langsung pergi begiru saja meninggalkan area rooftop juga Regaf yg masih berada di sana
...πππ...
Kini bell pulang sudah berbunyi, hal yg paling membahagia kan seluruh siswa/i SMA Merpati
Vanca melirik jam dinding yg berada di depan kelas nya, pukul 15.33 WIB
"girls jangan lupa loh, habis pulang sekolah, ganti baju trus kumpul di rumah gue, ok" antusias Sheryl
"iya Sheryll, lu lama lama bawel juga ya" sahut Risa
"bomat yg penting gue bahagia"
"guys, gue duluan ya" pamit Vanca kepada ketiga teman nya
"iya jangan telat ke rumah guee" teriak Sheryl ketika Vanca sudah berjalan keluar kelas
Vanca hanya melambaikan tangan nya tanpa membalik badan nya
...
Di parkiran SMA Merpati vanca melihat ada gadis kecil yg ia kenal berada di dekat mobil nya diparkir
"hey, ngapain disini, belum di jemput" tanya Vanca
"hy kak, bukan nunggu jemput an si, nunggu kakak hhe" ucap Ara sembari tertawa kecil
"nungguin aku?"
Ara mengangguk
__ADS_1
vanca menyerengitkan dani nya bingung
"ada apa" tnya vanca lagi
"eumm... gini kak, mama aku pengen kakak ke rumah sore ini gimana mau gak" tnya Ara
"aduhh,, maaf ya Ra bukan aku ga mau, cuma aku udh ada janji sama temen" ucap Vanca sedikit tak enak hati
"yaudah dehh, gapapa"
Vanca dapat melihat raut kecewa dari gadis itu, lalu ia berfikir sejenak
"eumm.. gimana gini aja, aku ke rumah kamu nanti malem, gimana?" tawar Vanca
"boleh sih kak, gapapa " senang Ara
"yaudah kalo gitu, nnti malam aku dateng jam 7 oke"
"okkee" antusias Ara
dapat Vanca lihat kembali, wajah yg tadi nya murung sekarang ceria kembali
"oh ya ngomong ngomong, kok blm pulng?"
"rencana aku sih mau main ke rumah teman kak"
"oh gituu, ydh bareng aku aja gmn?"
"emm... emang nya gapapa ya kak, ga ngerepot in kan"
"ya enggak lahh, yuk"
"yaudah deh kak, makasih ya kak tumpangan nya"
"santai aja "
lalu mereka meninggal kan halaman sekolah SMA Merpati
...πππ...
Regaf dan teman teman nya kini masih berada di halaman sekolah, mereka berada di warung mang Jajang, rutinitas mereka sebelum pulang ke rumah masing masing
"woi gaf, gmn kalo ntar malam kita balapan?"
ucap salah satu murid di sana
"yeuu elu, gaya an balap balap, terus ke Regaf, alah lu ye kalo lawan ama Regaf bakal kalah telak" ucap Geo yg disambut gelak tawa dari lain nya
"mending kita ke Starbucks aja ntar malam" kata Geo seraya menaik turun kan alis nya
"iya tapi lu yg traktir ye" sahut salah satu murid di sana
"minta gua lu, mau nya yg gratisan aja, ni ya minta itu ke Regaf ni, dia kan tajir ga bakal habis tuh harta kalo cuma dipake ama kita kita"
Andra menoyor kepala Geo, lalu berkata
"terus lu apa" tanya Andra
"iya iya salah lagi gua"
Andra yg melihat Regaf berdiri dari duduk nya pun bertanya
"mau kemana lu?"
"pulang"
"anjirr, kesambet apaan lo, biasa nya juga nangkring di sini ampe malem" sewot Geo
"kenapa lu yg sewot?" tanya Regaf dingin
"ya.. ya engga, heran aja gitu"
"gue duluan"
"yo'i" jawab merek serempak
...***...
tbc.
__ADS_1