
Regaf juga Vanca kini sampai di area parkiran Resort
"masuk" titah Regaf
"mau kemana?"
"masuk aja susah banget"
"lo mau bawa gue kemana dulu" ketus Vanca
"masuk" ucap Regaf dengan penekanan, dengan ragu Vanca masuk ke dalam mobil laki laki itu, Regaf menyusul dan duduk di kursi supir
"lo mau ajak gue kemana sih Sebenernya" tanya Vanca membuka suara
"udah lo ikut aja" ucao Regaf yang masih fokus menyetir
10 menit perjalanan mereka, Regaf memberhentikan mobil nya, Vanca melihat sekeliling nya, ngapain dia ngajak gue ke sini batin Vanca
"turun" Vanca hanya mengiya kan saja tanpa mau berdebat, setelah kedua nya turun mereka mencari tempat duduk yg bisa ia duduki
setelah mencari mereka pun menemukan kursi panjang untuk mereka duduki "sebenernya lo ngapain ngajak gue kesini?" ucap Vanca membuka suara
"gue cuma mau ngajak lo jalan doang, dari pada di sana males, mereka ngomong pada ngawur" Vanca tak menyahuti bener juga pikir nya
tiba tiba mata Vanca tertuju pada kedai es cream di seberang mereka duduk, Vanca menatap nya hingga tak berkedip, Regaf mengikuti arah pandang Vanca tertuju pada Es Cream
"lo mau?" tanya Regaf membuyarkan lamunan Vanca seketika
"ha? apa?" beo Vanca
"lo mau es cream itu?" ulang Regaf
"enggak" Vanca mengalihkan pandangan nya ke arah lain , Regaf terlihat beranjak namun Vanca hanya menatap nya saja, dapat ia lihat Regaf berjalan menuju tukang es cream itu
tak lama setelah itu Regaf kembali dengan es cream di tangan nya "nih"
Vanca hanya memperhatikan saja membuat Regaf berdecak "ambil" Vanca pun mengambil es cream itu dari tangan Regaf, Regaf kembali duduk di tempat nya
Regaf melirik ke arah Vanca yg lahap memakan Es cream itu "pelan pelan ga ada yg mau ambil"
Vanca pun memelan kan makan es cream nya sambil sekali kali melirik Regaf
"apa alasan yang bikin lo mau terima perjodohan ini?" tanya Regaf membuat Vanca berhenti memakan Es cream nya
"gue ngelakuin ini demi papa dan mama gue, gue belum bisa bikin mereka bahagia apa lagi bikin mereka bangga jadi gue ga mau ngecewain mereka" jawab Vanca dengan tatapan kosong kedepan, Regaf melihat Vanca dengan tatapan heran
"lo sendiri gimana?" tanya vanca dengan menatap Regaf, tatapan mereka sejenak bertemu namun terlebih dahulu Regaf memutuskan nya
"gue ga ada alasan buat nolak"
"maksud lo?" tanya Vanca menatap Regaf kembali dengan kening berkerut, namun tak ada jawaban dari Regaf "ehmm.. atau gini aja, kalo lo terpaksa nerima ini kita bisa nolak bareng bareng siapa tau mereka ngerti?" Regaf sontak menatap gadis di samping nya ini
"gue bakal nolak kalo bukan lo calon nya"
...•••...
Hari ini bertepatan dengan hari minggu dimana hari untuk beristirahat, kini Vanca berada di ruang tamu sedang menonton Tv, namun saat ia sedang menonton notifications ponsel nya berbunyi menandakan pesan masuk, dengan segera Vanca membuka ikon hijau itu tertera nogel [ nomor tak dikenal ]
"siapa nih" gumam Vanca dengan kening berkerut heran
...Unknown number...
+6281397 -- : siap siap gue jemput.
__ADS_1
+6281397 -- : g pke lma
Vanca hanya acuh tak perduli ia menyimpan kembali ponsel nya di samping nya melanjutkan aktifitas nya, namun lagi lagi ada yang menggangu nya dengan menelpon nya
Drttt drtt
"siapa sih" Vanca berdecak kesal dilihat nya no yang tadi menelpon nya dengan segera ia menggeser tombol hijau itu
"Halo" ucap Vanca melalui sambungan telpon
"gue didepan."
"ha?" tiba tiba sambungan telpon itu putus Vanca pun menuju kedepan rumah nya, ya Regaf sudah berada di depan bersender di mobil nya, Regaf menggoyangkan telpon nya memberi kode ia yang menelpon tadi
Vanca berjalan menuju Regaf tepat didepan nya "lu ngapain sih" tanya Vanca
"Save no gue" jawab Regaf, kening Vanca berkerut yang ditanya lain yang di jawab lain "gue tanya lu ngapain di sini" ulang Vanca
"nyokap gue yang suruh"
"ha? mau ngapain?"
Regaf berdecak kesal "dari pada lo nanya terus mending siap siap terus pergi sama gue"
"ya ga bisa gitu lah" protes Vanca
"VANCA!!" teriak mama nya dari arah pintu
"Iya maa" mama Ratna terlihat keluar dari ambang pintu berjalan menuju mereka "Eh ada nak Regaf, pasti jemput Vanca yah" tanya nya
"iya tante" jawab Regaf dengan senyum andalan nya, Vanca yg melihat itu berlagak akan muntah
"yasudah Vanca kamu siap siap terus pergi sama Regaf ya" suruh Ratna pada anak nya
"mah ga bisa gitu Vanca punya janji sama temen Vanca"
"eh iya nak Regaf masuk dulu nunggu Vanca di dalam aja" ajak ny apada Regaf, Regaf hanya mengganguk mengiyakan lalu berlalu masuk dengan Ratna
sampai di ruang tamu Regaf menunggu Vanca sambil duduk di sofa "nak Regaf mau minum apa"
"ga usah repot repot tan lagian cuma bentar juga disini" jawab Regaf dengan sopan
"ehm begitu ya sudah tunggu Vanca nya ya" Ratna berlalu meninggalkan Regaf disana, Regaf menunggu seraya memainkan ponsel nya
Drtt drtt
Notifications ponsel berbunyi, namun bukan dari ponsel Regaf tetapi ponsel Vanca yang tertinggal di sofa, Regaf beranjak mengambil ponsel itu
kening Vanca mengerut melihat nama kontak yang menelpon
[ Sheryl is calling ]
"apa an" gumam Regaf, dengan tak sungkan ia menggeser tombol merah itu mematikan telpon itu, ia tak perduli. Setelah mematikan telpon itu terbuka room chat Vanca, Regaf salah fokus dengan satu kontak
...[ kulkas berjalan ]...
"kulkas berjalan" gumam nya, senyum kecil tercetak di bibir nya, terdengar suara sepatu dari seberang dengan cepat Regaf mengembalikan ponsel itu di tempat semula dan berlagak sibum dengan ponsel nya
"udah yuk" Vanca berdiri tepat di depan Regaf, Regaf menatap Vanca dari ujung kaki hingga kepala secara detail "kenapa liatin gue kaya gitu" seru Vanca
"ga" Regaf menyambar kunci mobil nya
"hp gue" Vanca mengambil ponsel nya yang tergeletak di sofa
__ADS_1
"Eh kalian udah mau berangkat" tanya Ratna yang tiba tiba datang dari arah belakang Vanca "iy ma" jawab Vanca malas
"yasudah kalian hati hati ya, oh ya nak Regaf jaga baik baik Vanca ya" ucap mama Ratna lada Regaf
"iya tante"
"eh jangan panggil tante deh, panggil mama aja biar sama kaya Vanca" imbuh mama Ratna, Vanca mendelik mendengar nya
"hm iya ta -- eh ma" jawab Regaf dengan canggung
"nah kan lebih enak didenger, yasudah kalian berangkat hati hati dijalan"
"yaudah ma kita pamit" Vanca dan Regaf menyalimi Ratna bergantian lalu berjalan keluar menuju mobil Regaf
...•••...
"ihh kok di reject sihh" kesal Sheryl, kini Sheryl Risa juga Nesa tengah berkumpul di rumah Sheryl, mereka menunggu Vanca yang kata nya akan bercerita tentang kemarin namun saat ditelpon Vanca malah me reject telpon nya
"kesel banget gue, kata nya mau cerita pas di telpon ga angkat"
"tau ni Vanca kita udah rela rela in kumpul tapi dia nya ga dateng" sahut Risa
"sibuk kali" jawab Nesa
"gimana dong?" tanya Sheryl pada teman teman nya
"kita tanyain besok aja di sekolah" imbuh Nesa
"yaudah deh"
...••• 🖇 •••...
kini tepat nya Regaf juga Vanca sedang dalam perjalanan, tak ada yang membuka suara hanya music radio mobil yang berbunyi di keheningan mereka, Vanca sibuk memperhatikan jalan an sementara Regaf sibuk dengan setir mobi
kurang lebih 18 menit perjalanan mereka, akhirnya mereka sampai di sebuah beutiqe milik mama nya Regaf
"ngapain kita ke sini" tanya Vanca pada Regaf "gatau, turun" dengan rasa dongkol Vanca menuruni mobil Regaf mengekori nya dari belakang
saat mereka masuk Vanca melihat sekitar tempat itu Mewah batin Vanca
"ehh kalian sudah datengg" Wenda tiba tiba datang dari arah belakang
"eh tante, apa kabar tante" sapa Vanca dengan sopan, Wenda tersenyum hangat ke arah Vanca "tante baik, gimana kamu sendiri"
"baik juga tante"
"ehm ngomong ngomong kok Vanca dibawa ke sini ya tan ada apa?" tanya Vanca sedikit canggung
Regaf melirik ke arah Vanca sebentar lalu kembali menatap arah lain "kan pernikahan kalian akan digelar lusa jadi sekarang kita fighting baju pernikahan kalian"
"ha?" Beo Vanca
"kamu lupa ya? kalian kan akan menikah" jelas mama Wenda
"oh iy ya" Vanca tertawa hambar seraya melirik ke arah Regaf, entah apa yang lelaki itu lihat
"yasudah sekarang Vanca Regaf ikut dengan mami kedalam"
.
.
.
__ADS_1
up nihh, kalau suka jangan lupa like terima kasih, salam author
^^^tbc.^^^