REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 21


__ADS_3

Regaf juga Vanca kini turun dari atas altar, mereka berjalan menuju tempat dimana para orang tua nya berada, mereka sedang berbincang ria termasuk Caren juga Ara.


"mi pi" panggil Regaf, sontak para orang tua itu menoleh "eh Regaf mau kemana?" tanya Wenda melirik ke arah Vanca yang ribet dengan gaun nya "balik mi gapapa kan, Vanca pegel kata nya" sesekali Regaf melirik ke arah Vanca


Wenda tersenyum penuh arti "ehm yasudah gapapa kalian kembali aja ke kamar" suruh Wenda


"buru buru amat pengantin baru" celetuk Caren


"apaan si bang" Caren menatap jeli Regaf dengan menaikkan sebelah alis nya "ga sabaran ya lu" gelak Caren


"ha? ga sabar paan?" Vanca tak mengerti dengan perbincangan kedua lelaki ini "gausah didengerin" jawab Regaf


"gue ingetin lu, kalo adek gue kgak siap lu jangan paksa dia masih sekolah kalo lu lupa" ucap Caren semakin entah ke mana arah bicara nya "ha?" Beo Vanca


"ya gue ngerti bang" jawab Regaf usil


"kalian ngomongin apa si?" tanya Vanca heran "engga" jawab Caren dengan senyum usil nya


"kak Vanca, aku ga nyangka lo kakak bakal nikah sama ka Regaf tapi aku seneng sih, moga kakak betah deh sama sifat dia" celetuk Ara yang langsung mendapat toyoran dari Regaf "tuh liat deh kak" adu Ara pada Vanca, Vanca hnya terkekeh dengan tingkah kedua nya


"udah kata nya cape kalian langsung istirahat aja" ucap Ratna


"jeng kamu sama suami kamu nginap aja dulu disini" saran Wenda


"aduh jeng takut ngerepotin" jawab Ratna tak enak "sama besan sendiri gapapa lagi pula udah malam ini" lanjut Wenda


"benar itu menginap saja" imbuh Alex


"ehm baiklah kita akan menginap" sahut Rhyon dan semua tersenyum mendengar nya


"gaf kapan balik nya udah pegel nih gue" gerutu Vanca, ia kesal karena belum ada tanda tanda Regaf akan pergi "ehm ga sabaran banget lo dek" cibir Caren


"kaki gue pegel tau ga lo" galak Vanca menatap kesal ke arah Caren "dan lo lagi" sambung nya menatap ke arah Regaf "lah gue?" heran Regaf


"jelas elo, ngapain lo milih gaun yang ribet dipake, kesel gue" omel nya pada Regaf yang notabene nya sudah menjadi suami nya. anjayy suami ga tuhh :)

__ADS_1


"salah gue?" tanya Regaf dengan tampang tak bersalahnya "pake nanya lagi lo" jawab Vanca ketus


"eh sudah sudah kenapa jadi malah ribut kata nya cape mending kalian langsung istirahat" ucap Wenda melerai kedua nya


"iya benar, dan Regaf kamu jangan lakuin itu dulu ya, mama tau kalian pengantin baru tapi mama harap kamu ngerti kasian Vanca nya" ucap Ratna dengan senyum hangat nya


"ish mama apaan sih" kesal Vanca


"ya udah semua nya kita pamit duluan" ucap Regaf lalu menarik tangan Vanca untuk mengikuti nya "gue bisa jalan sendiri jangan tarik tarik" kesal Vanca


...•••...


Ceklekk


pintu kamar terbuka, Regaf dan Vanca masuk ke dalam kamar bernuansa putih abu itu yang cukup luas mungkin jika diukur dengan luas kamar Vanca dua kali lebih luas dari kamar nya


"ini kamar lo?" tanya Vanca seraya melangkahkan kaki nya masuk "iy" jawab singkat Regaf


"gue mau mandi dulu" ucap Regaf lalu ia menyambar handuk dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi pribadi nya


Vanca masih sibuk menatap seisi kamar Regaf, tak banyak barang di sini hanya beberapa pajangan dan foto foto Regaf, dan ada Tv nya tak lupa Sofa yang tersedia di kamar itu "luas banget bahkan lebih luas dari kamar gue" gumam Vanca sendiri


Vanca cengo melihat itu dan tiba tiba Regaf balin menatap nya sontak Vanca membalikan diri nya, ia malu? jelas


"kenapa?" suara berat itu membuat hati Vanca tak karuan "engga gue mau mandi" ucap Vanca dengan posisi yang masih membelakangi Regaf "oh"


vanca langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegar kan diri nya, badan nya lengket akibat keringat nya


15 menit berlalu kini Vanca keluar dari kamar mandi dengan keadaan fresh, ia menggunakan handuk kimono dan handuk yang melilit di rambut nya, Vanca melihat Regaf yang duduk berselonjor dikasur memainkan ponsel nya dengan keadaan yang hanya menggunakan celana pendek tanpa baju


Vanca bingung kenapa lelaki suka sekali tak menggunakan baju, ia tak ambil pusing ia pun berganti pakaian yang sudah tersedia di atas meja, ia kembali ke kamar mandi memakai baju putih polos longgar dan hotpants


tak lama ia kembali lagi dengan keadaan sudah menggunakan baju, Regaf sempat melirik nya sekilas lalu kembali pada hp nya "oh iya hp gue kan di mama" gumam Vanca pada diri sendiri


Vanca hendak keluar menemui mama nya untuk mengambil hp nya namun terdengar suara berat yang memanggil nya "mau kemana?" Vanca menoleh "ngambil hp"

__ADS_1


"ini" Regaf menunjukan hp nya dengan layar didepan yang padam, ya benar itu hp Vanca "loh itu kan hp gue dapat dari mana lo" tanya Vanca dengan nada tak bersahabat


"mama yang nganter pas lo mandi" jawab nya santai "yaudah siniin" minta Vanca dengan menjulurkan tangan nya


"apa" tanya Regaf menggoda Vanca "hp nya siniin"


"yaudah lu aja yang sini kenapa gue" Regaf menatap jahil ke arah Vanca, dengan berat hati Vanca mendekati cowo itu "sini" pinta nya lagi


"ya ambil" Regaf meninggikan ponsel Vanca dengan sebelah tangan nya, Vanca tak dapat menggapai itu karena ia masih dengan posisi berdiri jauh dari ranjang


"ish lo usil banget sih siniin gak" kata Vanca


"ya ambil lah kalo mau" Regaf semakin gencar menggoda gadis nya ini "balikin sini lo usil banget sih" Vanca menaiki ranjang mencoba menggapai ponsel nya itu


"gaff siniin" Vanca mencoba mengambil ponsel nya karena sedari tadi Vanca ingin mengambil Regaf selalu mengalihkan tangan nya "gaf balikin itu hp gue" kesal Vanca.


Vanca tak fokus akhirnya ia terjatuh, tepat di atas dada Regaf dengan tangan yang menyangga tubuh nya wajah nya dengan wajah Regaf hanya 5cm saja jarak nya


"ASTAGHFIRULLAH MATA ARA UDAH GA SUCII" teriak Ara histeris menutup mata nya setelah tadi ia memasuki kamar nya, Ara tak mengetok pintu karena terlihat pintu itu terbuka


Vanca dan Regaf gelagapan sendiri Vanca akhirnya bangun dari posisi itu "ngapain lo" tanya Regaf santai, seperti tak ada raut khawatir di wajah nya "ehee Ara tadi liat pintu nya kebuka jadi ya Ara masuk aja tapi waktu nya ga tepat" cengengesan Ara


"jangan suka sembarangan masuk kamar orang" tegas Regaf "iya iya ini mau keluar sekalian tutup pintu biar ga ada yang ganggu"


"yaudah kak lanjutin aja" lanjut Ara lalu ia menutup pintu itu dari luar "apaan sih orang ga ngapa ngapain juga" gumam Vanca kesal


"nih" Regaf menyerah kan ponsel Vanca


"dari tadi kek" Vanca meyahuti ponsel ya kasar, Regaf hanya tersenyum kecil melihat tingkah istri nya ini


...••••...


segini dulu deh lagi banyak tugas


jangan bosen bosen nungguin up ya

__ADS_1


tinggalkan jejak kalian, terimakasih buat pembaca setia Regaf


^^^tbc.^^^


__ADS_2