REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 31


__ADS_3

...Happy Reading...


...•••...


Regaf memasuki kamar nya dan didapati Vanca yang tengah duduk di sofa dan memakan es cream cup.


Regaf tak memperdulikan ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Vanca yang melihat itu berfikir Regaf kenapa. Tiba tiba ponsel nya berbunyi menandakan ada yang menelfon nya.


"Halo" ucap Vanca saat sambungan telfon itu tersambung.


"Halo nak.. ini mama"


"Mama! Mama kemana aja tadi Vanca dateng ke rumah ga ada orang"


"Maaf ya nak mama ga sempat kabarin, mama lagi diluar ada acara"


"Oh gitu.. kak Caren?"


"Kakak kamu lagi belajar kelompok bareng temen nya buat tugas kuliah nya"


"oh.. "


"Nak.. mama telfon karena mama mau bilang. kamu sekarang sudah menjadi istri orang nak, kamu harus merubah sifat kamu jadi yang lebih baik ke suami kamu."


"Inget. Kamu harus jadi istri yang baik buat suami kamu, belajar masak. Selama ini kamu ga bisa masak kan"


"Bisa kok" bantah Vanca


"masak apa? telor ceplok dan masak mie?"


Vanca bungkam.


"nak itu bukan masak nama nya, kamu harus bisa masak lebih dari itu. Belajar dari sekarang."


"iya ma iyaa.."


"jangan iya iya doang, harus!" Tegas mama Ratna di seberang sana.


"Iya mama ku sayangg..."


"Yaudah mama tutup dulu telfon nya"


"Iya."


tut.


sambungan telfon itu terputus. Vanca menghela nafas pendek, ia bingung bagaimana memulai nya.


Tiba tiba keluar Regaf dari dalam kamar mandi yang sudah siap dengan pakaian santai nya. Kaos oblong putih dan celana jeans selutut.


Regaf melihat Vanca heran. "kenapa?" tanya nya. "Engaa.."


"aku kebawah dulu." Vanca bergegas turun ke bawah untuk menemui mama mertua nya.


"Mami" panggil Vanca pada Wenda yang masih duduk di sofa ruang tamu. "Kenapa nak?"


"Mau tanya dong"


"Tanya aja"


"Makanan kesukaan Regaf apa sih mi?" Wenda yang mendengar itu menggulum senyum nya "Regaf suka apa aja" jawab Wenda.


"Masa si? Ga ada yang spesial gitu?" Wenda hanya menjawab dengan menggelangkan kepala nya.


"Kenapa memang nya?" tanya Wenda

__ADS_1


"Ah! Engga cuma nanya doang"


"Mau masak?" tebak Wenda tepat sasaran. Vanca pun mengangguk malu. "Kamu bisa masak apa?" Tanya Wenda lagi.


"Vanca ga bisa masak.. masih mau belajar.." cicit nya pelan.


"Begitu... Kamu bisa masak nasi goreng?"


"Bisa.. kaya nya" jawab Vanca ragu.


"Kamu coba masak nasi goreng untuk Regaf. Minta pendapat nya" imbuh Wenda


"Tapi mi.. kalo ga enak gimana?"


"Coba dulu sayang" ujar Wenda lembut.


Bener juga. Pikir Vanca "Yaudah deh mih, aku ke dapur dulu ya" pamit Vanca. Ia pun berjalan menuju dapur.


Sesampainya di dapur Vanca sudah siap dengan celemek nya dan beberapa bahan di atas pantry. "Oke Vanca lo bisa!"


Vanca memulai dengan mengupas bawang merah dan putih lalu memotong nya halus. Tak lupa daun bawang. setelah sudah ia mengambil nasi yang sudah dimasak lalu mencampur nya dengan garam secukup nya.


"Kurang ga ya?" monolog nya melihat garam di tangan nya. "tambah dikit kali ya" Vanca pun menambah kan garam lagi.


"Oke tinggal masak" Vanca menghidupkan kompor dan memberi sedikit minyak. Setelah panas ia menaruh bawang yang sudah ia cincang tadi untuk ditumis.


Sementara di ruang tamu..


"Mih Vanca mana?" tanya Regaf yang baru turun dari atas. "Didapur" jawab Wenda dengan mata yang tak beralih dari majalah.


Tanpa berkata apapun lagi Regaf pun berjalan menuju dapur melihat apa yang dilakukan oleh Vanca.


Saat sampai di dapur ia melihat Vanca yang tengah berkutat dengan kompor. Senyum tipis di bibir nya. Ia pun berdiri di belakang Vanca melihat secara detail yang Vanca lakukan. Ia bisa melihat nya karena tinggi nya lebih tinggi dari Vanca.


"Beres" ucap Vanca sendiri melihat hasil karya nya. Sudah ada nasi goreng dan telur ceplok di atas piring.


"Semoga aja suka deh" Vanca berbalik badan. Dengan terkejut nya ia melihat Regaf berdiri di belakang nya.


Melihat wajah menggemaskan Vanca, Regaf menggulum senyum nya. "Masak apa?" tanya nya dengan suara berat yang membuat bulu kuduk Vanca berdiri.


"Ehm.." Vanca menimang nimang Nasi yang ia pegang saat ini.


"Sini" Regaf langsung mengambil alih piring yang di pegang oleh Vanca. "Ehh!" kaget Vanca.


"Mau diapain?" tanya Vanca.


"Mau dimakan lah. buat aku kan?"


"Iya.. tapi.." Vanca takut masakan nya tak enak. "Kenapa? ga boleh aku makan?"


"B-bukan gitu.."


"Yaudah kenapa?" Regaf duduk di meja makan diikuti Vanca. Lalu ia mengambil sendok dan mulai menyuap kan nasi itu pada mulut nya.


Vanca hanya bisa menunduk kan kepala nya. Ia takut rasa nya tidak sesuai dengan yg ia ingin kn.


"Enak" ucap Regaf membuat Vanca langsung mendongak. "Beneran?" tanya Vanca tak percaya.


"Ya beneranlah" lagi lagi Regaf menyuap kan nasi itu pada mulut nya. Terlihat nikmat. "Masa seeanak itu, aku baru pertama kali loh masak ini" pikir nya sendiri.


"Coba sini" Vanca ingin mengambil alih piring itu namun dicegah oleh Regaf "Mau ngapain?"


"Mau cobain" kata nya


"Ya gaboleh lah, ini buat aku kan?"


"iya aku cuma mau coba aja..." Vanca pun berhasil merebut sendok juga piring itu. Ia menyuapi nasi itu pada mulut nya.

__ADS_1


Namun saat ia mengunyah ada rasa janggal di mulut nya "Hueek" Vanca memuntah kn nasi itu pada tisue.


"Enak dari mana asin gini" bantah Vanca.


"Udah ga usah dimakan." Vanca berdiri untuk membawa kembali piring nya.


"Ets tunggu" Regaf mencekal tangan Vanca. "Biar aku makan."


"apaan gausah. pesen aja ini gausah dimakan nanti kamu sakit perut."


"Biar aku makan" ucap Regaf dengan penekanan. "Tapi kan--"


"Sini!" potong Regaf. Vanca pun kembali membawa piring itu "kalo kamu sakit perut gimana Gaf?" khawatir Vanca.


"kamu udah susah masak ini buat aku kan. harus aku makan dong" tiba tiba hati Vanca mencelos mendengar ucapan Regaf.


Vanca tersenyum melihat Regaf yang terlihat lahap memakan nasi itu, walau tahu rasa nya tak enak.


Beruntung aku yang bisa milikin kamu Gaf batin Vanca.


Tangan nye terulur untuk menyentuh rambut Regaf. Yap dapat. Ia berhasil menyentuh rambut lelaki itu.


Namun Regaf mengambil tangan Vanca yang memegang kepala nya lalu menggenggam tangan gadis itu.


Vanca tersentak. Melihat tangan nya yang digenggam oleh lelaki ini. "Udah ngelihatin nya"


"Hah?!" Vanca kalang kabut.


"Puas ngeliat aku?" ucap nya terkekeh


"Idih apaan. Ga kok" Regaf gemas sendiri melihat itu. Dan tiba di suapan terakhir nya nasi itu habis tak tersisa.Vanca cengo melihat nya.


"Kamu habisin?" tanya Vanca tak percaya.


"Iya"


"Yaudah aku beresin dulu" Vanca mengambil piring itu lalu membawa nya kedapur.


Vanca kembali dengan air putih di tangan nya "Nih minum" ucap nya memberi air itu pada Regaf.


"Harus nya kamu ga usah maksain buat makan aku tau itu ga enak Gaf"


"enak kok" bantah Regaf.


"Lain kali aku ga bakal masak lagi deh" ucap Vanca pelan. "Kenapa?" tanya Regaf heran.


"Pasti ga bakal enak" ucap Vanca seraya menunduk. "Ini masih awal wajar kalo ga enak."


"Aku yakin nanti bakal enak" ucap Regaf memastikannya. Vanca mendongak menatap Regaf. "Kenapa kamu beda banget?"


"Beda di?"


"Ya di sekolah dan di rumah" ujar Vanca.


"Kalo di sekolah kamu diem, irit ngomong kalo dirumah beda banget sifat nya."


"emang iya?"


"Iya" jawab Vanca.


"Yaudah aku dirumah bakal irit ngomong" jawab Regaf acuh. "loh kok gitu" ucap Vanca cengo. Regaf hanya menjawab dengan kedua bahu yang di naikkan.


"Tau'ah!"


...----------------...


^^^tbc.^^^

__ADS_1


__ADS_2