REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 20


__ADS_3

" thanks " ucap Vanca setelah menuruni motor Regaf, Regaf hanya mengganguk saja lalu bersiap akan menjalankan motor nya kembali


"Vanca udah pulang " Ratna tiba tiba datang entah dari mana, Regaf yang tadi nya ingin melajukan motor nya mengurungi niat nya, ia menoleh ke arah Ratna " hallo tan-- eh ma " sapa Regaf


"iya Regaf, makasih ya udah anter Vanca"


"sama² ma, kalo gitu Regaf pulang dulu ya ma" pamit Regaf kepada Ratna " buru buru banget ga mau masuk dulu nak" tawar Ratna


"orang nya mau pulang kok disuruh masuk gimana sih" cibir Vanca, Regaf hanya acuh tetapi tidak dengan Ratna ia menatap tajam ke arah putri nya itu " Vanca mama ga ngajarin kamu kaya gitu ya" omel Ratna


"Regaf langsung pulang aja ya ma, ditungguin mami dirumah" jawab Regaf


"yasudah kalo begitu, hati hati ya nak" setelah itu Regaf langsung melajukan motor nya meninggal kan pekarangan rumah Vanca


"Vanca mama ga suka ya kamu kaya tadi ga sopan" omel Ratna kembali, Vanca mendelik "iya" jawab nya malas


...••••...


Kini adalah hari yang paling ditunggu oleh semua.. em tidak bagi Vanca, hari inj adalah hari pernikahan nya dengan Regaf laki laki itu


Vanca sedang berada di ruang rias bersama tata rias nya yang sedang melakukan pekerjaan nya, ia. Vanca sedang dirias, hati Vanca dari tadi merasa tak enak, mungkin karena ia gugup


" baiklah sudah selesai " ucap tata rias itu, Vanca menatap diri nya di cermin besar di depan nya, ia mengakui bahwa diri nya cantik apa lagi orang lain, dan tiba tiba pintu terketuk dari luar


tok tok tok


suara pintu itu, sang tata rias menuju pintu untuk membuka pintu tersebut, saat sudah dibuka terlihat ada ketiga teman Vanca berdiri di ambang pintu


"Vancaa!!" ucap Sheryl heboh langsung memeluk Vanca "woy sesek anjir" ucap Vanca "hhe sorry" jawab Sheryl dengan tampang tak bersalah


"gila van, lo cantik bangett" puji Risa menatap detail Vanca kini yang sudah menggunakan pakaian akad nya , rambut dicepol berbentuk bun


"yang bener" goda Vanca


"seriuss Vann"


"hha thanks" jawab Vanca


"ekhem udah siap nih?" ucap Nesa


"hmm gue gimana gitu, ga siap iya gugup iya tremor juga iya" jawab Vanca, ketiga teman nya mengerut kan kening nya bersamaan "ha lo gimana sih" tanya Sheryl


"tenang Van, lo santai aja rileks" Risa menyahuti "gimana bisa rileks gue masalah nya ini terlalu cepet buat gue" cicit Vanca


"lo tau ga?" ucap Nesa pada Vanca


"tau apa" sahut Vanca, kedua teman yang lainnya oun pun ikut menyimak "bokap nyokap gue juga nikah karena perjodohan, mereka cerita ke gue awal nya emang canggung tapi kalo udah terbiasa ya lo biasa aja" ucap Nesa panjang lebar


"hah? demi apa" heboh Sheryl


"weh biasa aja dong" jawab Risa


"gue juga tau.. gue ngelakuin ini demi orang tua gue" Vanca menantapkan diri nya agar tidak tremor nanti nya pada saat akad dilaksanakan " jangan cuma karena itu, lo juga harus niat nikah sama calon lo" jelas Nesa


"lo harus inget, semua hal bakal berjalan dengan mulus kalo ada niat" lanjut nya, Vanca sejenak mencerna semua perkataan Nesa barusan benar juga apa yang dikatakan oleh nya


"wih Nes, lo pinter juga soal beginian ye" Sheyl menepuk pundak Nesa "emang nya lo" jawab Nesa pedas


"lah gue lagi yang kena" gumam nya pada diri sendiri " lo pasti bisa Van kita selalu dukung lo kok " ucap Risa memberi semangat

__ADS_1


"thanks guyss kalian emang temen terbaik guee" mereka ber4 pun berpelukan seperti teletubbies


" sampai kapan begini?" ucap Nesa, lalu keempat nya pun melerai pelukan itu " hhe sampe lupa " jawab Vanca


"yaudah yuk kita anter ke depan " ucap Sheryl dan ketiga nya mengganguk bersamaan


...•••...


Pukul menunjukan jam 19.00 waktu akad Regaf dan Vanca, Kini Regaf sudah duduk di samping pak penghulu dan di depan nya terdapat papa Rhyon ayah dari Vanca sebagai wali nikah Vanca, berselang waktu Vanca pun datang dengan teman teman nya disamping nya membawa Vanca ke penghulu itu


dan ini lah saat nya akad dilakukan "sodari Regaf sudah siap" tanya pak penghulu


"ya pak" jawab Regaf santai, entah kenapa Vanca melihat Regaf yang seperti tak ada beban dengan semua ini, ia terlihat sangat santai sementara Vanca ia malah gugup tak karuan ia hanya bisa menunduk sambil memainkan jari jari tangan nya


Regaf melihat gadis disamping nya itu terlihat jika Vanca gugup " jangan gugup gitu kali biasa aja " bisik Regaf dengan suara berat nya, Vanca mendelik menatap kesal ke arah Regaf, yang Ijab Qobul di sini Regaf kenapa Vanca yang gugup?


Vanca malas berdebat dengan lelaki itu memilih memandang ke arah lain, Regaf tersenyum kecil melihat melihat gadis di samping nya ini


" baik bisa kita mulai " ucap pak penghulu itu, Regaf mengganguk mengiyakan tanpa banyak bicara


" baik pak silahkan " ucap pak penghulu itu pada Rhyon sebagai wali Vanca


" nak jabat tangan papa " ucap Ryhon pada Regaf, dan Regaf menjabat tangan Rhyon menatap wajah Rhyon dengan serius


" Saya nikahkan engkau Regaf Argantara Alexander bin Alexander dengan putriku Vanca Karissa Rhyonhald dengan mas kawin Emas seberat 500gr Uang tunai 500jt 1Buah mobil Alpert dan Seperangkat alat sholat dibayar tunai!" lantang Rhyon


Regaf menarik nafas. "Saya terima nikah nya Vanca Karissa Rhyonhald binti Rhyonhald dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" jawab Regaf tak kalah lantang, seisi ruang akad kanget dengan jumlah mahar yang diberikan


"anjir anjir itu mahar nyaa woyy!!" kaget Sheryl


"gila sih, ga heran ka Regaf kan dari keluarga konglomerat woyy " sahut Risa ia sama kaget nya dengan Sheryl


"Bagaimana para saksi sah!" ucap sang penghulu


"SAHH!!" jawab undangan dengan kompak, setelah mendengar itu hati Vanca rasa nya ada senang namun ia juga sedih, tak dirasa air mata nya lolos begitu saja dengan posisi ia masih menunduk namun dengan cepat Vanca menghapus air mata nya


"allhamdulillah"


"sekarang kalian sah menjadi pasangan suami dan istri " ucap sang penghulu


Regaf menatap ke arah Vanca yang juga menatap nya, Regaf memasang kan cincin pernikahan nya pada jari manis Vanca, sama hal nya dengan Vanca, setelah itu Vanca mencium punggung tangan Vanca dan Regaf mencium kening Vanca


"so sweet banget ya mereka" ucap Sheryl tiba tiba "dih iri bilang bre" sahut Risa


"siapa coba yang ga iri Ris, ka Regaf loh itu cowo incaran satu sekolah dan beruntung nya Vanca bisa dapetin ka Regaf" ucap Sheryl dengan wajah di buat buat


...•••...


Selesai itu kini resepsi mereka yang hanya dihadiri kerabat terdekat juga teman dekat kedua mempelai telah diadakan, Vanca dan Regaf juga sudah berganti pakaian dengan pakaian resepsi, ingat pakaian yang 2 hari lalu di beautiqe mama Wenda, ya gaun itu


"Vann lo cantik bangett dua kali lipat dari yang tadiii" ucap Risa menaiki altar diikuti oleh Sheryl dan Nesa di belakang


"bisa aja lo"


"beneran dehh lo perfect benget pake gaun ini"


"thanks ya"


"aaa Vann ga nyangka gue lo udh nikah aja" ucap Sheryl dengan wajah dimelas melas kan "ehm cepet nyusul ya" jawab Vanca

__ADS_1


"belom lah Van, jodoh gue blom ketemu"


"hha"


"Van selamat ya, semoga semua nya lancar"


"amiin makasih ya Nes" jawab Vanca


"heh buat lo, jagain ni temen gue awas aja kalo lo bikin dia sedih" ancam Nesa namun Regaf ia hanya acuh memandangi nya


"ekhem oh ya Van, siap siap ya malam pertama nya" ucap Sheryl usil yang langsung dapat gaplokan dari Vanca "mulut lo pen gue sumpel pake sambel ya" omel Vanca, sebenarnya ia sedang menutupi rasa malu nya


"aww gila lo galak banget sih" cibir Sheryl


"eh tapi bisa lah live nya" lanjut nya seraya menaikkan sebelah alis menggoda Vanca


"She lu bener bener minus akhlak ye" cibir Nesa


"udah yok turun di belakang masih rame" ucap Risa, mereka ber3 pun turun dari atas altar, dan di lanjutkan oleh tamu lainnya


saat tamu lain nya sudah turun tiba lah ke dua teman Regaf "woy gaf selamat ye" ucap Geo mereka melakukan tos ala laki laki "yoi thx ya "


"iya, oh ya sorry ya td waktu akad lo kita ga dateng" ucap Geo seraya menggaruk tengkuk nya "iya santai"


lalu Geo melihat ke arah Vanca "kiw neng selamat ya, beruntung lo bisa nikah sama Regaf" ucap Geo kepada Vanca "biasa aja" gumam Vanca yang dapat di dengar oleh sang empu


" selamat bro " ucap Andra lalu melakukan tos ala laki laki itu " ya thx ya udah dateng "


"iya lah, dan lo selamat ya" ucap nya pada Vanca " hm iya makasih " jawab Vanca


"ekhem gaf, udah siap ga lo malam pertama nih" ucap Geo seraya melirik ke arah Vanca, Regaf melihat ke arah Vanca, ide jahil muncul di pikiran nya " siap lah ga sabar gue " jawab Regaf ngawur melirik ke arah Vanca, Vanca menatap tajam ke arah Vanca Regaf mengeluarkan smirk nya


"wih wih ati ati lo" ucap nya pada Regaf


"udah lah turun, jangan didengerin omongan Geo emang agak geser otak nya" ucap Andra lalu kedua nya turun dari atas altar, dilanjutkan oleh beberapa tamu lainnya


kini jam menunjukan pukul 22.18 , sudah cukup malam acara ini dan hanya tersisa beberapa tamu lagi saja, Vanca yang dari tadi grasa grusu kaki nya pegal karena sudah lama berdiri "pegel banget kaki gue" keluh Vanca, Regaf menatap Vanca "mau balik?" tanya nya


"emang boleh?" tanya Vanca polos


"kenapa nggak?" jawab Regaf dengan tatapan datar nya "emm yaudah deh kaki gue juga pegel berdiri dari tadi ni juga gaun nya gede banget" gerutu Vanca, entah kenapa ucapan yang dilontarkan Vanca barusan berkesan gemas di mata Regaf "blom juga gue apa apa in udah pegel aja" ucap Regaf yang langsung mendapat hadiah pukulan dari Vanca


"hhe" Vanca merasa tawa Regaf itu enak didengar entah lah ia sempat terpaku mendengar tawa nya "kenapa diem?" ucap Regaf membuyar kan lamunan nya "ha? apa engga" gelagapan Vanca


"udah ayo kata nya mau balik"


"i - iya ayo"


.


.


.


hy ada yang nungguin ga?


Regaf up nihh..


habis baca jangan lupa tinggalkan jejak kalian kalo suka sama cerita aku kasih like terimakasih

__ADS_1


^^^tbc.^^^


__ADS_2