REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 50


__ADS_3

...NEXT...


...---...


Sesampainya mereka di kantin mereka melihat sudah ramai, hampir semua kursi penuh. Sheryl berdecak kesal, "Udah rame aja gila!"


"Duduk di sana aja yuk!" ucap nya menunjuk meja yang diduduki oleh Regaf dan teman teman nya.


"Eh Van, tunggu deh itu kan meja kak Regaf, emang gapapa?" tanya Nisa hati hati. "Udah Gapapa ayoo," mereka hanya bisa menuruti Vanca saja.


Di meja Regaf, Andra yang melihat Vanca dari jauh pun menyenggol lengan Regaf yang kebetulan di samping nya. Yang di senggol pun menatap dengan tatapan bertanya.


Andra menunjuk Vanca dengan dagu nya, Regaf pun mengikuti arah yang dituju oleh Andra dan disana ia melihat Vanca yang berjalan menuju meja nya.


Tapi tiba tiba saja ada pandangan yang tak mengenakan, Kenzie tiba tiba datang di hadapan Vanca, yang membuat tubuh Vanca tertutup oleh Kenzie. Regaf berdecak kesal, tapi ia tak melakukan apa pun, ia hanya melihat apa yang akan dilakukan oleh cowo itu.


"Hai Van!" sapa Kenzie. Vanca pun membalas sapaan itu, "Oh ya gimana soal kelompok kita?" tanya Kenzie. Sebenarnya itu hanya basa basi saja, ia berniat akan membawa Vanca ke meja nya.


"Oh ya, nanti sore pulang sekolah di rumah Risa, nanti sama sama aja pergi nya sehabis pulang sekolah" jelas Vanca.


Kenzie mengangguk paham lalu ia berkata "oh ya, lo udah dapet kursi duduk belum kalo belum--"


"Udah, udah dapet, dan lo minggir kita mau lewat soal nya lo ngehalangin jalan," ketus Risa, ia benci dengan sesuatu yang tak penting jadi ia hanya mempercepat saja.


"Iya kita udah dapet kursi, duluan," Vanca dan ke empat nya pun berlalu begitu saja dari hadapan Kenzie, ia hanya melihat Vanca dengan ekor mata nya yang ternyata Vanca duduk bersama cowo yang kemarin bertemu dengan nya di toilet.


Saat Vanca sampai di meja Regaf, Andra langsung pindah di sebelah Regaf, lalu di isi oleh Vanca, dan ke ketiga teman nya duduk di depan. Jadi posisi mereka Andra di sebelah kanan, Geo di tengahnya dan Regaf di samping kiri geo lalu Vanca di sebelah kiri Regaf. Sama hal nya seperti teman Vanca.


Regaf yang melirik ke arah Kenzie berada pun menyadari bahwa Kenzie melirik ke arah Vanca, Regaf pun melingkar kan tangan nya di pinggang Vanca dan mendekatkan posisi mereka seolah berkata 'Ini punya gue'.


"Regaf, tangan kamu," bisik nya pada Regaf.


"Udah gapapa,"


"Kalau ada yang liat gimana gaf,"


"Mereka punya mata jadi jelas mereka liat," Vanca hanya memutar bola matanya, ia pun membiarkan Regaf memeluk nya seperti ini.


Kenzie yang melihat itu pun berdecak kesal, ia berfikir ada hubungan apa antara mereka.


Regaf tersenyum samar saat melihat raut wajah kesal Kenzie, Vanca menatap aneh Regaf, Regaf bertingkah aneh.


Mereka melanjutkan makan siang mereka bersama, dan Geo melirik ke arah Nesa sesekali, namun yang di lirik tak menyadari. Sementara Sheryl melihat Geo yang sedari tadi melirik ke arah Nesa.


***


Kini mereka sudah pulang sekolah karena sudah pukul 15.15


Sementara di kelas Regaf, Andra dan Geo mereka masih menunggu Regaf, yang kata nya masih mencari buku nya.

__ADS_1


"Lo taro mana si anj*ng!" kesal Geo yang sudah lama menunggu Regaf disini, berbeda dengan Andra yang masih diam.


"Kalau gue tau ga bakal gue cari bangs*t!" sahut Regaf tak kalah kesal. Lagian ia heran kenapa barang barang nya suka menghilang seperti ini.


"Udah lah yuk cabut, lo tinggal beli aja lagi," imbau Geo dan Andra ikut membenarkan dengan mengangguk.


"Yaudah lah cabut!" instruksi Regaf lalu berjalan lebih dulu dari kedua teman nya. "Dari tadi kek," gumam Geo setengah kesal. Mereka pun mengikuti Regaf yang keluar dari kelas menuju parkiran.


***


"Regaf mana sih.." gumam Vanca heran sebab Regaf tak kunjung datang. Vanca tengah menunggu di area parkir tepat di sebelah mobil Regaf. Ia tak sendiri, disana ada Risa, dan Sheryl, sementara Fanda dan kenzie mereka menunggu di gerbang.


Tak lama kemudian yang ditunggu pun tiba, Regaf yang datang menghampiri nya dengan kedua teman nya. "Udah lama?" tanya Regaf dengan nada rendah.


"Lumayan.." jawab Vanca, ia masih berusaha memikirkan cara untuk meminta izin kepada Regaf. "Yaudah yuk pulang," ajak Regaf, tapi Vanca menghentikan Regaf yang ingin membuka pintu mobil.


Regaf menatap Vanca heran, "Ehm Gaf, kamu pulang sendiri ya? Aku izin buat kerja kelompok di rumah Risa," kata Vanca menatap mata Regaf.


Mendengar itu, Regaf langsung menegakkan tubuh nya, "Sekarang?" Vanca mengangguk.


"Sama siapa aja?" suara Regaf yang berubah berat.


Vanca bingung jujur atau bohong, pasal nya ia sekelompok dengan Kenzie, dan Vanca tau Regaf sangat membatasi interaksi Kenzie dengan nya.


Sementara teman Vanca dan Regaf, hanya menonton mereka, tapi teman Vanca merasakan aura intimidasi dari Regaf yang membuat mereka juga bergidik ngeri.


"Kamu ga lagi bohong kan sama aku?" tanya Regaf lagi.


"Bener kok kak, kita mau kerja kelompok kok," bukan Vanca yang menjawab, melainkan Sheryl. Regaf menatap Sheryl sebentar lalu kembali pada Vanca seolah bertanya 'Bener?'


Vanca yang ditatap pun mengangguk meyakinkan, dan akhirnya Regaf mengizinkan Vanca untuk pergi.


"Ga jadi kerumah mama papa?"


"Jadi, habis aku pulang nanti kita langsung kesana!" jawab Vanca antusias.


"Aku izinin, ayo aku anter," kata Regaf namun ditolak oleh Vanca, "ga perlu aku sama Risa Sheryl aja, gapapa kok kamu pulang duluan aja,"


Regaf hanya mengangguk saja dan berkata "nanti pulang nya aku jemput."


"Yaudah aku duluan!" Lalu Vanca pun pergi dengan Sheryl dan Risa menggunakan mobil Risa. Di gerbang Fanda dan Kenzie yang sudah menunggu pun ikut bersama Vanca. Fanda yang menggunakan mobil nya dan Kenzie dengan motor nya.


***


"Gaf, lo yakin?"


"Gue percaya sih sama Vanca,"


"Ini mah udah fiks bucin lo!" ucap Geo menoyor kepala Regaf dengan berani.

__ADS_1


"Taik lo!" hardik Regaf kesal sebab Geo dengan enak nya menoyor kepala nya. Sementara Andra? Ia masih diam menyaksikan Regaf dan Geo itu.


"Dh lah cabut!" ketiga nya pun mengendarai mobil nya masing masing menuju basecamp mereka.


***


"Woi Gaf!" mereka melakukan tos ala lelaki saat Regaf dan kedua teman nya sudah tiba di basecamp. "Apa kabar bang?" tanya salah satu anak generasi pengganti Regaf.


Ya, Regaf yang tinggal menunggu ujian kelulusan saja, setelah itu ia akan melepaskan jabatan nya sebagai ketua inti generasi sekarang.


"Baik, kalian semua gimana?" tanya balik Regaf.


"Baik kita bang, oh ya bang, tadi ada bang Rendra kesini," ucap anak lainnya. Regaf berfikir sejenak, "Rendra temen Dion?"


Fyi, Dion adalah ketua inti generasi sebelum Regaf, Dion dan Regaf itu udah kenal lama, dan Rendra sendiri temen dari Dion.


"Iya bang, tadi si nyariin lo bang,"


"Bukan nya dia ada di london ya?" heran Geo bertanya pada anak anggota penerus.


"Kata nya sih, dia kesini buat nganter adek nya,"


"Adek?" Regaf tak tahu menahu soal Rendra yang memiliki adik. "Rendra punya adek?" tanya Regaf pada Andra juga Geo.


"Lo gatau adek dari Rendra?" tanya balik Andra.


"Kalo gue tau gue ga bakal nanya ke lo!" balas Regaf kesal. Andra memutar bola matanya malas, berdebat dengan Regaf memang tak ada habis nya.


"Lo tau kan anak baru di sekolah kita? Yang sekelas sama istri lo," kata Andra pada Regaf, dan Regaf nampak berpikir lalu berucap ,"Kenzie?"


"Ya! Dia adik Rendra,"


"Tau dari mana lo?" pasal nya Regaf sama sekali tak mengetahui ini, dan dari mana Andra bisa tau?


"Lo kan pernah nyuruh gue sama Geo buat cari tau tentang Kenzie, dan waktu gue cari tau gue sempet kaget ternyata dia adik dari bang Rendra," jelas Andra panjang lebar.


Ucapan Andra tersebut membuat Geo melongo, "Ndra? Tumben lo ngomong panjang banget?"


"Bacod." balas Andra ketus.


"Kenapa lo baru kasih tau gue sekarang?" tanya Regaf ikut kesal, Andra mengedikkan bahu nya acuh lalu berkata "lo ga nanya."


Apa iya bang Rendra ke Indonesia cuma buat itu? batin Regaf bertanya.


***


TBC.


GA BOSEN NGINGETIN, LIKEE, EPS SBLM NYA UDH LIKE BLM? LIKE DULU KALO BELUM JGN SETENGAH SETENGAH LIKE NYA.

__ADS_1


__ADS_2