
"mampus" gumam Vanca
Regaf menarik pergelangan tangan Vanca berniat kabur dengan nya " eh eh jangan tarik tarik woy"
"HEH, KEMBALI KALIAN" teriak bu Rika, namun kedua nya tak menghiraukan
"eh mau kemana sih" decak Vanca
"diem"
Vanca hanya pasrah, ternyata Regaf mengajak nya ke kantin, "tumben ke kantin biasa nya ke warung itu" kata Vanca, lalu kedua nya duduk di salah satu meja
hening,, tak ada yg membuka suara, Regaf yg diam masih memikirkan perkataan orang tua nya kemarin "ngapain lu bawa gue kesini" tanya Vanca, Regaf melirik nya lalu berkata "emang lo mau dihukum sama bu Rika tadi" kesal Regaf
"ya engga sih" setelah itu tak ada lagi perbincangan antara kedua nya, Vanca yg memilih membuka buku novel yg ia bawa sedangkan Regaf sendiri memainkan benda pipih nya, sampai akhirnya bunyi bell istirahat berbunyi
tringg tringg
seketika kantin yg tadi nya sepi menjadi ramai akan siswa/i yg berdatangan yg ingin mengisi perut mereka, banyak gadis yg melewati Regag juga vanca, gadis itu melirik lirik ke arah Regaf namun tak dihirau kan oleh Regaf, namun ada juga yg menatap sinis ke arah Vanca, mereka iri karena Vanca bisa duduk dengan Regaf
"ganjen banget" gumam Vanca melirik ke arah siswi yg menatap Regaf secara terang terangan, bukan ia cemburu namun ia tak suak saja dengan sikap siswi itu "gausah diliatin" kata Regaf dengan mata nya yg masih tertuju ke arah hp nya, Vanca pun tak menghiraukan ia melanjutkan membaca nya
sampai datang lah dua insan yg menggangu ketenangan kedua nya "Woyy berduaan mulu gue liat, jangan jangan ada apa apa nih" Kata Geo
"gue telat" kata Vanca lalu ia berdiri berniat akan pergi "eh santai dong, duduk lagi kalii" Geo memegang pundak Vanca menyuruh nya untuk duduk kembali "ish ga ush pegang pegang juga kali" cibir Vanca, lalu ia kembali duduk
"gue perhatiin lo berdua telat nya bareng mulu, gaf lu telat juga kan? janjian ya lu pada?" pertanyaan yg keluar dari mulut Andra, Regaf melirik sekilas ke arah Andra beralih ke Geo "ga sengaja ketemu" lalu ia mematikan ponsel nya memasukan ke dalam saku nya memperhatikan kedua sahabat nya ini "kenapa lu" tanya Geo
"gu--"
"Hayy Regafff, ih kok lo jarang contact gue sihh" ucao Meisya tiba tiba datang memotong ucapan regaf, tak ada jawaban "heh Mei, lo udh sering ditolak sama Regaf masih aja lo deketin, ga cape lo?" Ucao geo seraya menggeleng kan kepala nya "cinta itu butuh perjuangan" sarkas Meisya
Meisya yg baru sadar ada Vanca ia melirik nya lalu bertanya, "ngapain lo disini" tnya nya kepada Vanca, merasa ada yg bicara Vanca menghentikan aktifitas nya, ia pun melihat ke sumber suara "tadi nya sih gue mau pergi, tapi dia nahan gue disini" tunjuk nya pada Geo
"Halah bilang aja lo mau modus kan biar bisa deket sama mereka"
"jaga omongan lo ya" tunjuk Vanca pada Meisya
"Heh apa apaan lo nunjuk gue begitu, merasa lo ya" ucapan Meisya yang berhasil memancing emosi Vanca "heh lo kalo ngomong jangan sembarangan deh, setidak nya gue ga caper kaya lo"
"Apa lo bilang? caper, yg caper gue apa lo ha" teriak Mei yg membuat seisi kantin menatap mereka "Mei udah mei" kata Vika teman Meisya yg ada disana sejak tadi
"Lo diem" tatap nya pada Vika
"heh gue bilangin ya ke lo, jangan lagi lo deketin Regaf, gue tau lo deketin Regaf supaya lo Femous kan" Kesabaran Vanca kini benar benar habis
"Gue gak pernah coba buat deketin dia" tunjuk nya pada Regaf " kalo lo suka, ambil gue gak masalah" Regaf menatap ke arah Vanca, ia menatap dalam gadis itu
"lo suka kan sama Regaf, gue tau kok seluruh cewe di sma merpati juga pasti suka sama Regaf, dan lo deketin dia karna harta nya kan"
Plakkk
satu tamparan tepat di pipi Meisya, Regaf Andra juga Geo kaget melihat Vanca yg menampar Meisya, seluruh pontensi kantin kini menatap ke arah mereka "weh weh, udh dong udh jangan berantem gini" lerai Geo
Sheryl Nesa Juga Risa yg baru datang di kantin dibuat bingung dengan keadaan kantin, lalu mereka melihat ke arah yg diliat oleh para siswa/i sekolah "eh girls, itu Vanca bukan sih?" ucap Risa "iya lo bner" sahut Sheryl, ketiga gadis itu melihat ada nya Meisya juga Regaf and the gank "samperin yuk" ajak Sheryl lalu ketiga nya pergi menuju meja Vanca saat ini
"BERANI LO YAA" terika Meisya, ia mencoba membalas tamparan Vanca namun ditahan oleh Regaf, "mending lo pergi dari sini" kata Regag dingin, tak ada pilihan lain jika sudah Regaf yg bicara ia tak bisa berbuat apa pun, Meisya pun memutuskan pergi dari sana, Meisya juga vika pergi datang lah teman teman Vanca
"Van, kok lo ada di sini" tanya Risa
"Berduaan dia tadi gue liat bareng Regaf" sahut Geo dengan santai nya, Regaf manatap nya tajam namun tak dihirau kan oleh nya
"ha? berduaan gimana?" beo Sheryl
"engga engga, gue tadi telat trs gue kesini deh" kata Vanca
__ADS_1
"iya kesini nya bareng Regaf" ucap Geo kembali, Vanca kesal dengan cowo satu ini ingin rasa nya ia menampar nya saat itu juga "lo diem deh" decak Vanca
"kalo lo marah gitu berarti bener dong?" ucal Nesa ikut nimbrung
"iya emang tadi kita ga sengaja ketemu, tapi ga bermaksud buat berduaan juga" Vanca telah habis kata kata untuk menjelaskan kepada sahabat nya ini "tetep aja berduaan" Geo kembali bersuara, baik Vanca sudah tak biss sabar lagi
Vanca menatap tajam ke arah Geo "Lo kalo gak tau apa apa tuh diem bisa gak" kata Vanca setengah berteriak "bused dah" gumam Geo lalu mendapat tatapan dari Regaf yg menyuruh nya untuk diam
"parah lo van, lo nyuruh kita ketemu di parkiran, kita nunggu in lo tau gak, sampe kesemutan kaki gue nungguin lo tapi ga nongol nongol" kesal Sheryl, Vanca cengengesan sendiri lalu menaikan dua jari nya [ ✌🏻 ] "sorry girls, td gue kesiangan bangun nya untung ada kak Caren yg bangunin gue kalo gak mungkin ga sekolag gue hari ini" jelas Vanca membuat ketiga sahabat nya itu menggangguk paham
"yaudah lah yuk pesen" Kata Risa
"pindah yuk ah" sahut Vanca
"lah disini aja kali, gapapa kan" tanya Risa menatap ketiga cowo itu "gapapa kok sans aja" sahut Andra
"Pindah aja lah yukk" rayu Vanca, Sheryl berdecak kesal dengan tingkah sahabat nya ini "van lu mau pindah kemana, udh pada penuh, mending dapat duduk disini dari pada nggak?"
"udh lah duduk aja" kata Risa kepada Vanca, ia pun hanya pasrah dan kembali duduk di tempat nya, jadi posisi nya Geo berhadapan dengan Risa, Sheryl dengan Andra, Vanca Regaf, and Nesa sendiri
"oh ya gaf, tumben lo kemarin ga ke basecamp" tanya Andra kepada Regaf yg tengah menikmati makanan nya itu, Regaf yg mendengar itu pun langsung teringat kejadian kemarin dengan orang tua nya, seketika ***** makan nya hilang begitu saja
"woy malah diem" kata Geo
"lagi males aja" sahut Regaf dengan malas nya
"kagak biasa nya lo, biasa nya juga kagak absen kesana mulu" ucap Geo
keempat gadis itu hanya menyimak pembicaraan ketiga cowo ini, tak berniat ingin menimbrung karena mereka juga tak mengerti
"ada sedikit masalah"
"masalah apa?"
"cerita"
"lah kok kalian bisa barengan gitu sih" Sheryl menatap horor Vanca juga Geo
"gue kesedak nasi tadi" alibi Vanca, padahal ia kaget
"Gaf yg bener lo, zaman milenial gini masih jodoh jodohan?" tanya Geo tak percaya, Regaf hanya menjawab dengan anggukan
"dikira zaman siti nurbaya kali ya" gelak Geo
Ketiga gadis yg saat ini bersama dengan nya menatap tajam kearah Geo menyuruh nya untim diam, Nesa tak ikut campur karena ia tak perduli
"trs lo terima?" tanya Andra
"gatau" jawab Regaf singkat, sungguh jawaban yg tak memuaskan "anjir jawaban lo kayak cewe pms ae" sahut Geo
"gue dukung apa pun keputusan lo" kata Andra memberi semangat pada sahabat nya ini
Vanca yg tengah memakan makanan nya itu merasa ditatap lalu ia mendongak melihat Regaf yg tengah menatap nya pandangan mereka bertemu, dengan cepat ia memutuskan pandangan itu
sampai akhirnya bunyi bell sekolah berbunyi kembali menandakan bahwa siswa/i masuk kembali ke dalam kelas masing masing
tringg tringg
"kelas kuyy" ajak Sheryl, lalu keempat gadis itu beranjak dari duduk nya dan pergi meninggal kan kantin menuju kelas, sama hal nya dengan Regaf juga teman nya
.
.
.
__ADS_1
kini telah pukul 15.15 waktu nya pulang, dan waktu yg pling menyenangkn bagi siswa/i SMA Merpati tentunya
dan kini dikelas XII IPA3 terdapat Regaf juga sahabat nya "gaf langsung basecamp gak?" tanya Andra
"gak deh, gue mau nganter pulang adek gue dulu, ntar gue nyusul"
"yaudah gue duluan " lanjut nya
"yo'i" jawab kedua nya dengan serempak
.........
Vanca berjalan menuju gerbang sekolah, dimana ia mencari angkutan umum untuk pulang, sungguh ia kesal dimana mengingat kejadian tadi pagi dimana mobil nya yg mogok
"duhh dimana sih ni taxi kok gada yg lewat" kesal Vanca sedari tadi tak ada taxi yg lewat
tinn tinn
suara klakson mobil berbunyi
"kak Vanca" panggil Ara, Merasa dipanggil Vanca pun menoleh "eh Ara"
"kakak kok masih di sini ngapain?"
"ehmm, lagi nunggu taxi"
"mobil kakak kemana emang"
"mogok dijalan tadi pagi" jelas Vanca,, Ara berinisiatif untuk menumpangi Vanca pulang, kebetulan ia juga kakak nya menggunakan mobil, sempat ada perdebatan tadi pagi di mana Ara memaksa Regaf menggunakan mobil
"kak bareng aku aja, kemarin juga kakak udah anterin aku" tawar Ara, Vanca yg mendengat itu pun bingung harus menjawab apa
"kamu sama siapa" tanya Vanca, karena ia tak bisa melihat siapa yg menyetir "bareng kak Regaf"
"ehm gausah deh, aku bisa pulang sendiri kok" tolak Vanca dengan halus
"ih kak gpp ayo" Ara turun dari mobil nya dan menyuruh Vanca duduk di kursi depan "eh aku di belakang aja deh"
"udh kakak didepan aja, biar aku di belakang" Vanca pun tak enak jadi nya, ia hanya pasrah
Regaf kembali menjalan kan mobil nya menuju rumah Vanca "kak mampir ke indomaret bentar ya, aku mau beli sesuatu" kata Ara, Regaf hanya menjawab dengan deheman saja
setiba nya di indomaret, Ara turun lalu masuk ke dalam sana, tertinggal Vanca juga Regaf berdua di mobil, sungguh situasi yg canggung menurut Vanca
sampai akhirnya Ara kembali kedalam mobil "kak, kakak pulang aja deh bilang in mami Ara main sama temen ada temen Ara kok disini, nanti Ara pulang sama dia" Regaf menoleh ke arah adik nya itu "temen yg mana?"
"keppo, udh kakak pulang aja, bilng aja sama mami kalo Ara main sama temen"
"hm, jgn pulang terlalu malem" peringat Regaf
"iyaa, oh ya anter kak Vanca ya, byee" Ara turun dari mobil, dan tinggal lah dua insan itu dalam keheningan, sampai Regaf melajukan kembali mobil nya
di lampu merah Regaf memberhentikan mobil nya, masih tak ada yg membuka suara, hanya keheningan menyelimuti mereka
krukk krukk
bunyi perut Vanca, sungguh ia malu sekarang
'kenapa harus bunyi sekarang sih' kata vanca dalam hati, Regaf yg mendengar suara itu menoleh ke Vanca yg tengah memegang perut nya
"laper?" tanya Regaf kepada Vanca
.
.
__ADS_1
.
^^^tbc.^^^