REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 49


__ADS_3

MAU INGETIN LAGII, EPS SEBELUM NYA UDAH LIKE BLM? KALO BELUM LIKE DULU DEH LUPA


***


"Mau pulang sekarang?" tawar Kenzie pada Gisel. Mereka sudah selesai makan, dan jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Gisel mengangguk samar seraya berkata "boleh."


Mereka pun keluar dari dalam resto, dan langsung pergi dari arena resto malam ini. Di sepanjang perjalanan Gisel diam, ia jadi berfikir apa dia harus move on saja, tapi dia saja belum sempat mengatakan perasaannya.


Tapi ia berfikir kembali, jika ia tetap memilih menyukai Kenzie dalam diam, itu akan membuat nya sakit lebih dalam, lagi pula Kenzie menyukai gadis lain. Itu sudah membuat nya down saat ini.


Di tengah perjalanan lampu jalan berubah menjadi merah, yang mengharuskan mereka memberhentikan mobil nya. Dan situ ada yang mengetuk kaca mobil tepat di sebelah Gisel.


Gisel membuka kaca mobil itu, ia melihat dua anak yang sedang mengamen di lampu merah. Kedua anak itu tengah bernyanyi dengan alat musik yang seada nya.


Hati Gisel tersentuh melihat nya, ia mengambil dompet nya dan mengeluarkan beberapa lempar uang untuk diberikan kepada anak itu.


"Ini ada sedikit rezeki buat kamu ya, sekarang kamu pulang ini udh malam ga baik, oke!" ucap Gisel seraya memberi uang itu.


"Makasih ya kak, kakak baik banget, semoga rezeki kakak di balas sama yang di atas," timpal anak itu.


"Amiin," setelahnya lampu berubah menjadi hijau, diam diam Kenzie melirik ke arah Gisel. Ia tersenyum samar melihat kepribadian Gisel yang dari dlu tak pernah berubah, selalu baik terhadap orang.


Kenzie menjalan kan mobil nya kembali saat lampu ia lihat sudah berubah hijau.


Beberapa saat di perjalanan mereka sampai di rumah Wenda, Gisel bergegas turun dari mobil.


Ia menunggu mobil Kenzie pergi namun tak kunjung pergi, ia pun mengetuk kaca mobil itu "Kok ga jalan?"


"Gapapa cuma mau liat lo doang" jawab Kenzie saat membuka kaca mobil itu. Gisel tersenyum kecil, aneh di pikir nya.


Setelah itu mobil itu pun melaju pergi dari karangan rumah Wenda. Gisel menatap nanar mobil Kenzie yang sudah pergi menjauh, ia menghela nafas kasar. Ia pun memutuskan segera masuk ke dalam.


***


Pagi ini, Regaf dan Vanca sudah bersiap akan pergi ke sekolah. Namun tak henti Regaf berteriak seperti menanyakan dimana dasi nya, kaos kaki nya, jam tangan nya, sisir, dan sekarang ia kehilangan ikat pinggangnya.


"Kamu taro mana emang nya Gaff.." hela Vanca lelah mencari benda itu di sudut kamar.


Regaf yang masi terus mencari pun menyahut "Kalo aku tau aku gabakal nanya kamu sayang," jawab Regaf dengan tangan yang masi fokus mencari benda panjang itu.


Vanca melirik ke arah jam dinding, di sana sudah tertera pukul tujuh kurang lima belas menit. Artinya tidak lama lagi bel sekolah akan berbunyi.


"Gaf ini kita udah hampir telat loh, coba deh kamu inget inget lagi simpen dimana!" omel Vanca yang akhirnya keluar dari mulut Vanca.


Regaf menatap sang istri yang sudah mengomeli diri nya, ia mendekat lalu menatap sekeliling kamar nya. "Kita berangkat aja, nanti aku beli di koperasi sekolah aja" imbau Regaf yang membuat Vanca mengangguk patuh.


"Yaudah ayo berangkat," Regaf mengambil tas nya yang berada di sofa, saat ia membuat tas untuk mengecek buku nya ia menemukan tali pinggang itu yang sejak tadi ia cari.


Ia diam sebentar, berfikir kenapa ada disini? Akhirnya ia ingat bahwa kemarin malam ia sempat memasuki nya di dalam tas takut ia lupa. Tapi ternyata menyimpan didalam tas malah membuat nya lupa dimana benda itu.


"Gaf ayoo nanti kita telat" Vanca yang sudah lelah menunggu di ambang pintu itu memperhatikan Regaf yang tak kunjung keluar.


Regaf pun mengeluarkan tali pinggang itu dan ia pakai kan di pinggang celana abu nya. Vanca menatap Regaf cengo, kenapa itu bisa ketemu?


"Itu ada kenapa bilang ga ada coba?" ucap Vanca dengan nada tak santai nya. Regaf hanya menyengir kuda, lalu mengatakan bahwa ia menemukan di dalam tas dan lupa jika ia kemarin sempat menaruh nya di dalam tas.


"Kenapa ga dari tadi kamu cari di tas Gaf!!" dengan kesal Vanca memukul lengan Regaf dengan kekuatan yang tak nanggung. Cukup sakit jika itu mengenai Regaf.


Regaf mengiris pelan lalu berkata "aku ga kepikiran sayang, aku aja baru inget tadi pas buka tas" jelas Regaf.


"Lain kali kalo kamu simpen barang sekolah, itu simpen di tempat yang seharusnya, jdi ga bakal nyari nyari ga jelas gini, ujung ujung nya telat kan!" omel Vanca lagi. Regaf meringis mendengar nya, ia pun menangkup pipi tirus istri nya lalu berkata "Jangan marah marah, masih pagi loh ini nanti cantik nya hilang" tanpa izin ia langsung mengecup pipi kanan istri nya lalu pergi takut amukan istri nya.


Vanca yang baru menyadari apa yang terjadi pun meneriaki nama suami nya itu, lalu memegang pipi nya yang sehabis dikecup oleh Regaf dengan senyum merekah.


Vanca geleng geleng dengan sikap Regaf, ia pun segera turun untuk menemui Regaf, dari pada telat pikir nya.


***


Di perjalanan, tak ada perbincangan, hanya suara musik dan deruman mobil. Vanca menyanyi mengikuti lantunan music, dan Regaf fokus mengendarai mobil nya.


"Mau beli sesuatu?" tanya Regaf pada Vanca tanpa mengalihkan atensi nya.


Vanca menggeleng dan berkata "Pulang sekolah aja sekalian buat mama papa dirumah," jawab nya. Regaf hanya mengangguk saja sebagai jawabannya.


Hingga tiba lah mereka di sekolah, sekolah yang didambakan oleh banyak orang. Kedua nya pun turun dari mobil saat Regaf sudah memarkirkan mobil nya.


"Aku ke kelas duluan ya," ucap Vanca pada Regaf.

__ADS_1


"Hati hati, mata nya dijaga, kalo ada cowo yang deketin jangan mau" kata Regaf dengan panjang lebar.


Vanca geleng geleng melihat sikap posesif suami nya yang mulai keluar, "Kalo cowo yang deketin aku guru gimana?"


"Jangan terlalu deket, ingat kamu udah punya suami"


"Iya iyaa, bawel. Yaudah aku ke kelas daah" Vanca pun keluar dari mobil nya menuju kelas. Regaf hanya memperhatikan Vanca dari mobil, ia pun turun setelah nya untuk ke kelas nya.


***


"Pagii" sapa Vanca saat bertemu dengan teman teman nya.


"Pagii Van, dateng juga lo, tumben banget mepet bel baru dateng nya biasa nya juga ga gini lo," cecar Sheryl.


"Lo tau lah gue udah merried" kata Vanca memelan kan kata akhir nya, takut ada yang mendengar ucapan nya.


"Emang nya lo ngapain aja sampe telat Van?" tanya Nesa seraya menaik turun kan sebelah alis nya. Sheryl pun ikut kepo dan berkata "Iya tuh, emang sebelum sekolah lo ngapain?" Tanya Sheryl dengan tatapan mengintimidasi.


"Ya, gue kan udh merried jadi ada aja kelakuan Regaf pagi pagi, tadi aja tali pinggang nya sempet hilang, jadi gue bantu cari lah eh tau nya di dalam tas nya dia," jelas Vanca panjang lebar.


"Kelakuan kak Regaf random juga ya ternyata" kekeh Nesa tak percaya. "Emang bener, gue aja ga nyangka sifat nya kaya gitu, dulu nya awal gue tau dia itu gue mikir dia itu arogan gitu orang nya" imbuh Vanca lagi.


Sheryl pun mengangguk membenarkan, "Gue juga mikir gitu Van,"


"Orang yang kaku, dingin, ketos kaya kak Regaf juga bisa lembut sama orang tertentu," ucap Risa yang sedari tadi hanya diam.


"Iya" samar samar Vanca mengangguk dan mengingat sifat sifat dan kejadian nya bersama Regaf, ia tersenyum mengingat itu.


tringg.. tringg..


Bel sekolah berbunyi dengan keras nya, dan mengharuskan obrolan mereka terhenti. Sampai akhirnya guru matpel datang memasuki kelas Vanca.


"Selamat pagi anak anak!"


"Pagi pakk" jawab mereka serempak.


"Oke jadi hari ini guru matpel prakarya kalian tidak hadir karena ada halangan, dan disini bapak yang akan menggantikan," ucap guru yang sudah berkepala tiga itu.


"Pak! Bapak salah server kali pak, ini kan pelajaran Prakarya, bapak kan ngajar Bahasa Inggris," ucap salah satu murid perempuan di kelas Vanca.


"Maka nya dengar kan bapak selesai bicara dulu!"


"Jadi bapak mengganti kan hanya ingin memberi tahu tugas dari beliau, kalian disuruh membuat kerajinan dari bahan plastik," jelas guru tersebut.


"Yahh pak ga bisa gitu doang pak!" protes salah satu siswi di sana.


"Bisa ga bisa harus bisa!"


"Ketua kelas bisa bagikan kertas kelompok nya!" titah guru itu.


"Bapak akan kembali lagi, jadi jangan ribut" ucap guru itu lalu meninggalkan kelas Vanca.


Tiba lah kertas itu di meja Vanca, Vanca membaca urutan nama itu dari awal hingga akhir. "Sheryl, Risa, Fanda, Vanca Kenzie,"


"VANCAA!!" teriak Nesa yang mengalihkan seluruh atensi kelas kepada nya.


"KOK GUE GA SEKELOMPOK SAMA KALIAN SIH!" teriak nya lagi.


"NES, LO KALAU MAU TERIAK KIRA KIRA DONG, SUARA LO UDAH KAYA TOA MASJID TAU GA!" balas salah satu siswa disana.


"LO JUGA TERIAK KALI!" kata Nesa tak mau kalah.


"Nes! Udah ah jangan teriak teriak!" tegur Vanca pada Nesa.


"Tau, lagian walau kita ga sekelompok lo tetep temen kita" imbuh Sheryl.


"Tapi-"


"Ga ada tapi tapian, ini kan cuma kelompok buat tugas," ucap Vanca tenang.


"Ken! Lo bisa tukar ga sama gue?" Tanya Nesa pada Kenzie dan tak memperdulikan ucapan Vanca.


"Lo denger kan tadi, kalo lo ga terima nilai lo yang bakal dikurangi, terima aja lah," sahut Kenzie yang semakin membuat Nesa kesal.


"Udah lah Nes.."


"Yaudah iya!" Nisa berdecak kesal. Akhirnya Nesa mengalah.


***

__ADS_1


Bel istirahat pertama membuat seluruh penghuni sekolah keluar dari kelas dan berbondong bondong menuju kantin untuk memperebutkan tempat duduk. Jika telat maka mereka tidak kebagian tempat duduk di sana.


"Gaf kantin?" tanya Geo pada Regaf yang sedari tadi anteng memainkan ponsel nya.


Regaf tengah bertukar pesan dengan Vanca, begini isi nya,


...Massage ( Vanca )...


Regaf


dmn?


^^^Vanca^^^


^^^kelas, ada apa?^^^


Regaf


ssl aku di kntn.


^^^Vanca^^^


^^^tapi aku lg mls ke kantin gaf^^^


Regaf


skrg.


^^^Vanca^^^


^^^ck, iya iya^^^


"Gaf! woi!" teriak Geo tepat di sebelah Regaf.


"Gue ga budek Bangs*t!" kesal Regaf sebab Geo meneriaki nya. "Habis nya lo sibuk sendiri main hp,"


"Jadi ini mau ke kantin ga?" ucap Andra jengah menunggu, padahal jika ia mau ia bisa pergi lebih dulu.


"Ayo!" lalu ketiga nya pun pergi bersama untuk ke kantin.


***


Sementara Vanca, ia masi berada di kelas dan masih bersama teman teman nya. "Van lo mau ke kantin gak?"


"Gue ikut kalian," jawab nya, ke empat gadis pun beriringan menuju kantin sekolah. Di jalan menuju kantin, mereka berpapasan dengan Fanda.


"Eh Van, entar ngerjain tugas nya mau dimana?" tanya Fanda pada Vanca. Lalu Vanca berfikir sebentar, "Em gimana kalo di rumah Risa aja?"


"Boleh," sahut Risa.


"Yaudah berarti pulang sekolah di rumah Risa?" tanya Fanda kembali. Vanca kembali berfikir, ia teringat bahwa sepulang sekolah ia akan pergi ke rumah mama dan papa nya dengan Regaf.


"Harus pulang sekolah ya? Kenapa ga malem aja?" imbau Vanca.


"Duh Van, kalo malam gue ga bisa ada acara keluarga," keluh Fanda.


"Gue juga ga bisa Van, lo kan tau gue jarang di bolehin keluar malem," sahut Sheryl.


"Yaudah deh, sore ini pulang sekolah," Akhir nya Vanca memutuskan, ia harus membatalkan acara nya untuk bertemu dengan mama dan papa nya.


"Yaudah, kalo gitu gue duluan ya, oh ya! sekalian kasi tau Kenzie juga ya!"


"Kenapa ga lo aja Nda?"


"Gue ga terlalu akrab sama dia, kalian kan akrab sama dia jadi kalian aja, yaudah gue duluan," Fanda pun pergi dari hadapan Vanca.


"Van? lo gapapa?" tanya Nisa saat melihat raut wajah nya yang seperti orang bingung. "Engga kok gue gapapa," jawab Vanca.


"Bener?"


"Iyaa, udah ayo ke kantin," lalu ke empatnya kembali melanjutkan niat nya untuk ke kantin.


Izin ke Regaf nanti gimana ya? batin Vanca.


**


JANGAN LUPA LIKEE


BUAT KEMARIN AKU YANG UDAH LAMA BANGET GA UP, EPS KALI INI LEBIH PANJANG DARI BIASA NYA. 2000 WORK

__ADS_1


PENCET TOMBOL LIKEE, AWAS AJA KALO GA LIKE!


TBC.


__ADS_2