REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 11


__ADS_3

selang lama nya perjalanan, Vanca akhirnya sampai di rumah nya dengan Regaf yg mengantar nya pulang


"thanks" Vanca memberi kan helm nya, Regaf tak berkata apa pun ia mengambil helm itu dan berniat menggas motor nya "Vancaa" panggil Ratna


Ratna yg melihat Regaf pun berkata "nak itu temen kamu kenapa ga disuruh masuk dulu" Vanca melirik ke arah Regaf yg juga tengah menatap nya


"nak masuk dulu yuk, tante tadi masak sekalian aja" ajak nya pada Regaf


"gausah tante, saya langsung pulang aja, lain kali aja tan" tolak Regaf dengan halus


"begitu yasudah hati hati ya" Regaf hanya mengangguk lalu pergi dari halaman rumah Vanca


"dek, itu temen kamu" tnya Ratna


"bukan" Vanca pergi bergitu saja


.


.


.


setelah Regaf mengantar kan Vanca pulang, ia juga memutuskan untuk pulang, entah kenapa, author pun tak tau :)


saat Regaf memasuki rumah nya, ia sempat melihat kedua orang tua nya juga adik nya tentu nya, berada di ruang tamu, Regaf tak memperdulikan itu ia hanya berjalan melewati keluarga nya, tetapi ia mengurungkan itu karena panggilan dari papi nya


"Regaf!" Regaf berhenti lalu menoleh ke arah ayah nya "kemari" lanjut ayah nya, tak banyak bicara ia langsung mendekati ayah nya itu


"kenapa?" tanya Regaf to the point, mami Regaf yg mengerti menyuruh anak nya itu duduk "duduk dulu nak, kami ingin bicara" Regaf pun duduk dengan pertanyaan dikepala nya


"langsung aja mi pi" kata Regaf dengan malas


"jadi begini, papi dan mami kamu sepakat akan menjodohkan kamu dengan anak teman perusahaan papi" Regaf membulatkan mata nya sempurna, ia kaget? Jelas "Apa apaan pi?! ga bisa gitu dong" bantah Regaf


"loh pi? kakak kan masih sekolah, kok dijodohin" Ara tak mengerti akan orang tua nya


"nak, ini semua juga untuk masa depan kamu" kata Wenda menenangkan putra nya itu "mih pih, Regaf ga mau yg nama nya dijodohin, Regaf masih sekolah dan bisa cari pasangan sendiri" tekan Regaf dengan kesal


"papi jodohin kamu karena sifat kamu yg gak bisa diatur, papi yakin kalo kamu menikah istri kamu kelak akan bisa merubah sifat kamu Regaf" Regaf berdecih mendengar kata 'istri'


"papi mu benar nak" timpal Wenda, Regaf tak mengerti akan jalan pikiran kedua orang tua nya ini "udah lah kak terima aja,, " sahut Ara


"Gak, pokok nya Regaf gak mau, Regaf bisa cari pasangan Regaf sendiri"


"Regaf, papi tidak menerima penolakan, pokok nya perjodohan ini tetap berlanjut" kata Alex papi regaf dengan penekanan


Regaf yg sudah kesal pun hanya bisa pasrah dengan ucapan orang nya nya ini "Terserah, terserah kalian mau apa, Regaf bingung sama jalan pemikiran kalian" akhir kata Regaf, lalu ia pergi ke kamar nya, ia lelah dengan semua ini


Wenda yg melihat anak nya seperti itu pun iba rasa nya "pi, apa kita gak terlalu keras sama Regaf, seharus nya kita tidak memaksa kan pi"


"ini untuk kebaikan dia juga" Ara yg melihat semua nya pun turut kasian kepada kakak nya, ia juga kaget mengenai perjodohan yg akan dilakukan, Ara meninggal kan orang tua nya di ruang tamu dan pergi menyusul kakak nya di kamar nya

__ADS_1


...


Di kamar Regaf tengah duduk di pinggir kasur nya, dengan tatapan kosong ke arah depan "ARRRGGHH" Regaf melempar bantal juga sprei nya hingga berantakan


tok..tok..tok


"kak regafff..., ini Ara kak, Ara masuk ya kak" Ara mencoba membuka pintu kamar Regaf yg ternyata tak terkunci, ia pun masuk, pandangan yg pertama kali ia lihat adalah kakak nya yg berada di lantai saat ini "yaampun kak, kok begini sihh"


Ara duduk tepat di depan kakak nya, lalu ia memegang lengan kakak nya itu "kak Regaf.." panggil Ara pelan, Regaf melihat ke arah adik nya itu, wajah nya yg terlihat marah


"kak, Ara juga kasian sama kakak, tapi Ara ga bisa lakuin apa apa, Ara cuma bisa dukung yg terbaik buat kakak" kata Ara, sungguh Regaf sekarang bingung akan berbuat apa "Ara yakin kakak pasti bisa terima dan lalui semua ini"


"terima? ga akan, mereka pikir kakak boneka mereka yg bisa disuruh ini itu"


"enggak gitu kak,, mami juga papi pasti ngelakuin ini semua buat kebaikan kakak juga, untuk kakak"


"Ra,, lo ga akan ngerti" ketus Regaf


"Ara ngerti kak, ngerti gimana perasaan kakak sekarang, kakak pasti ga terima sama semua ini tapi walau gimana pun juga mereka orang tua kita kak yg harus kita patuhi" jelas Ara, Regaf mencerna perkataan Ara sejenak, kepala nya serasa ingin pecah saat itu juga


Ara menghela nafas pelan "ada Ara ka, ada Ara yg bakal selalu dukung kakak" Ara berdiri lalu ia memberesi kamar kakak nya yg berantakan, setelah selesai ia kembali ke Regaf " kakak pasti bisa, Ara keluar dulu ya kak, pikirin dengan baik " setelah mengatakan itu Ara langsung keluar dari kamar Regaf tak lupa menutup pintu kembali


Regaf kini hanyut dalam pikiran nya, kata kata adik nya itu sungguh terngiang ngiang di pikiran nya, apa yg harus ia lakukan sekarang, sungguh ia bingung dengan semua ini


.


.


.


tok tok tok


"dekk" panggil di luar sana


"bangun woy siangg" teriak nya lagi, merasa tak ada sahutan Caren pun mencoba membuka pintu kamar adik nya itu, namun terkunci "dekk, woyyy bangun siang telat mampus lu"


Ceklekk


pintu terbuka menampakan Vanca yg baru bangun dari tidur nya, rambut acak acakan piyama nya lusuh, berdiri tepat di depan kakak nya "apa sih, ganggu banget lu ah"


"ga liat lu ini jam berapa?" tanya Caren dengan tangan yang dilipat didada nya, Vanca melirik jam dinding di kamar nya pukul 07.45 saat itu kedua mata nya membulat sempurna "kakk, ih kok lu gak bangunin dari tadi sihhh" kesal Vanca lalu ia menutup pintu, menyambar handuk lalu masuk ke kamar mandi pribadi nya


bukan adek gue 'gumam caren dalam hati' lalu Caren berjalan ke bawah menuruni tangga rumah nya


...


10 menit Vanca kini telah siap dengan seragam nya juga arloji yg melekat di tangan nya, rambut yg ia cepol ke atas memperlihatkan leher jenjang nya, tak lupa separu converse nya yang ia kenakan, dilirik nya arloji nya sudah pukul 07.55, yg berarti diri nya telat sekarang


Vanca bergegas keluar kamar nya, menuruni tangga, ia melewat kan sarapan nya kali ini, ia tak perduli karena sekarang ia sungguh terlambat "Vanca gak sarapan?" tanya Ratna namun Vanca menghiraukan itu


Dengan cekatan ia masuk ke dalam mobil nya lalu meng gas mobil nya dengan kecepatan tinggi "mampus gue telat"

__ADS_1


.


.


.


Sementara di sekolah, Sheryl, Risa, juga Nesa yg menunggu kedatangan Vanca namun dari tadi mereka tak melihat Vanca "yaampun Vanca lo kemana sihh, bentar lagi bell loh ini" gerutu Risa sang siswa pintar juga manis "tau nih vanca telat mulu" sahut Sheryl


"udah lah tunggu aja, mungkin aja macet" kedua nya mengangguk kan ucapan Nesa


...


Vanca kini masih dijalan, namun sial nya mobil nya harus mogok di tengah jalan "Arghh, lo kok ga pengertian banget siihh" kesal Vanca "aduh mampus gimana nih gue" ia mencoba melihat apa kah ada taxi atau semacam nya yg bisa ia tumpangi


....


"Aduhh sumpah ya ni Vanca kemana si ga nongol nongol juga dari tadi, pegel tau gue" benar saja setadi tadi mereka menunggu Vanca di parkiran


tringg tringgg


"yahh udah bell, beneran nih si Vanca ngerjain kita nih, kita nunggu sampe pegel, udh bell dia ga dateng" gerutu Sheryl, malam kemarin mereka sempat janjian akan bertemu di parkiran, namun Vanca kesiangan dan ia terlambat "yaudah lah yuk ke kelas" kata Nesa


Ketiga gadis itu pun berjalan beriringan menuju kelas nya


....


"makasih ya pak" ucap Vanca setelah menuruni ojek yg ia tumpangi, ia tak melihat ada nya taxi namun masih ada ojek yg ia temui


"mampus kan telat gue" gumam Vanca


Vanca berdiri di depan gerbang sekolag yg sudah tutup, lalu ia melihat satpam sekolah menghampiri nya "neng Vanca telat ya" Vanca cengengesan lalu mengangguk kan kepala nya


"aduh neng, yaudah neng sok masuk" ucao satpam tersebut seraya membuka gerbang sekolah "makasih ya mang"


Vanca berjalan di koridor kelas yg sepi, ia mempercepat langkah nya sampai ia tak fokus melihat jalan, dan ia tak sengaja menabrak seseorang


Dughhhh


tepat kepala Vanca di dada orang itu, "aww" ringis Vanca, Vanca melihat orang itu orang yg kemarin sempat mengantar nya pulang "Regaf" gumam nya pelan


dapat Vanca lihat, Regaf masih menggendong tas nya yg berarti dia juga telat pikir Vanca "ngapain lo disini" tanya Vanca


"HEH KALIAN, NGAPAIN KALIAN DI SANA MAU BOLOS YA" teriakan lantang itu yg memasuki indra pendengaran kedua nya, sontak mereka menoleh, dan terdapat bu Rika disana guru Bk SMA Merpati


"mampus" gumam vanca


.


.


.

__ADS_1


hy hy, jgn pelit like vote nya dong gedd


^^^tbc.^^^


__ADS_2