
Kini sudah pukul 15.30 sore, sudah saat nya pulang kerumah masing-masing. Vanca tengah menunggu Regaf di parkiran seperti biasa di depan mobil Regaf.
Tapi yang ditunggu tak kunjung datang. Sementara teman teman Vanca sudah pulang dari sepuluh menit yang lalu.
"Regaf kemana sih..," gumam Vanca sambil terus melihat arloji nya.
Hingga kini pukul 16.15 sore. Sekolah sudah benar benar sepi, semua siswa-siswi sudah pulang semua. Hanya Regaf yang ia tunggu tak kunjung keluar.
"Regaff... Lo kemanaa," ucap Vanca risau.
Lalu ia mendengar langkah kaki mengarah pada nya. Saat ia menoleh ia mendapati Geo yang berjalan ke arah nya.
"Van, lo masih disini?" tanya Geo.
"Lo liat Regaf ga?" tanya Vanca tanpa menjawab pertanyaan Geo tadi. Geo meringis mendengar pertanyaan Vanca.
"Itu, Regaf tadi piket, tapi pas udah selesai dia kena hukum gara gara tadi siang dia bolos gitu, jadi sekarang dia dihukum buat bersihin perpus Van," kata Geo menjelaskan.
"Gitu ya? Jadi tadi siang waktu lo nyariin Regaf dia bolos?"
"Iya Van!"
"Bukan nya nyariin gue ya?" Batin Vanca.
"Andra kemana? Lo kok sendiri?"
"Andra lagi nemenin Regaf, iya! Dan lo biar gue yang anter aja dari pada lo nunggu disini kan," tawar Geo pada Vanca. Geo kasian melihat Vanca yang sudah satu jam menunggu Regaf disini.
"Ga deh makasi, gue biar nunggu Regaf aja gapapa," kata Vanca dengan tersenyum.
"Bahkan saat kaya gini pun lo bisa senyum Van," batin Geo.
"Van, ini udah sore banget, lo udah lama pasti disini, mending gue anter aja deh," bujuk Geo lagi.
Vanca kembali berfikir, benar juga kata Geo, jika ia menunggu disini pasti akan lama. "yaudah, makasi ya Ge,"
"Yaudah bentar gue ambil motor dulu," Geo pun bergegas mengambil motor nya di parkiran, lalu Vanca naik di kursi belakang Vanca, tak lupa helm yang diberikan Geo pada Vanca.
Motor besar itu pun melesat pergi dari karangan sekolah, Vanca terus memikirkan Regaf, tidak biasa nya Regaf seperti ini, jika ia pun Regaf pasti memberi tahu Vanca, ini tidak sama sekali.
"Gatau kenapa firasat gue ga enak banget, semoga ga ada apa apa deh," batin Vanca khawatir.
***
__ADS_1
"Gamau cerita juga?"
Regaf berada di hadapan Andra dengan nafas yang terengah-engah, wajah nya cukup lebam dan biru. Bahkan hidung nya mengeluarkan darah beberapa saat lalu.
Andra sama hal nya, mereka berdua sama sama lebam di arena wajah.
"Lo kalau ada masalah cerita bangsat!!" bentak Andra dengan oktaf tinggi. Tapi Regaf tetap acuh dan memilih bungkam.
Flashback beberapa saat sebelum nya.
Disaat bell pulang, Regaf langsung menuju gudang yang berada di ujung koridor sekolah. Gudang itu sangat jarang di datangi oleh penghuni sekolah termasuk tukang bersih-bersih dan penjaga sekolah karena gudang itu sudah lama tidak dipakai.
Geo dan Andra pun mengikuti Regaf, takut terjadi apa apa, karena sejak ujian tadi wajah Regaf sangat kusut dan seperti nya Regaf sangat tidak fokus.
Sudah lima kali Regaf ditegur sebab Regaf melamun terus terusan.
Saat Geo dan Andra sampai di gudang dengan mengikuti Regaf tadi, mereka melihat Regaf yang sudah lepas kendali. Amarah nya memuncak, Regaf sudah memukul benda yang ada di sekeliling nya.
Sambil berteriak seperti orang kesetanan, hal itu sangat membuat Geo dan Andra heran. Ada apa dengan Regaf sebenarnya?
Tak tinggal diam, Geo dan Andra langsung menghentikan Regaf, jika tidak habis semua barang di gudang itu hancur oleh nya. Tangan Regaf saja sudah berlumuran darah sebab tak henti henti nya melampiaskan amarah nya dengan memukul barang disana.
"Regaf berhenti bodoh! Lo mau masuk rumah sakit gara gara hal gila kaya gini ha?!!" ucap Andra oktaf sedikit tinggi, bahkan tenaga nya dengan Geo saja tidak cukup untuk menghentikan Regaf.
"Gaf!" lagi lagi Regaf mengacuhkan karena saat ini ia hanya butuh ruang untuk melampiaskan amarah dan rasa cemburu nya.
Iya Regaf cemburu melihat Vanca yang berpelukan dengan cowok lain.
Bugh!
Andra memukul tepat di pipi kanan Regaf, bahkan Regaf sampai kaget dibuat nya. "Lo..!" Regaf mengeram marah.
"Apa?! kalau lo butuh pelampiasan, sini lawan gue," tantang Andra pada Regaf.
"Ndra? lo kenapa malah nantang Regaf coba, lo ga liat dia lagi emosi? yang ada lo babak belur Ndra!" kata Geo memisahkan kedua nya.
"Biar aja Ge, biar dia puas! ayo lawan gue," Regaf hanya diam menanggapi Andra. "kenapa lo diem? takut? pengecut lo!" tunjuk Andra tepat di muka Regaf.
"Lo jangan pancing emosi gue," kata Regaf menahan amarah nya.
"Gue emang mau lo emosi, lawan gue!"
Bugh! Bugh!
__ADS_1
Pukulan itu langsung melayang tepat pada pipi dan perut Andra secara tiba tiba. Serangan itu tentu diterima dengan baik oleh Regaf. Kedua nya baku hantam tanpa jeda.
Bugh! Bugh! Bugh!
Bunyi pukulan itu terus menggema di ruang gudang.
"Stop! Gaf, Ndra! Kenapa jadi berantem sih!" Geo mencoba untuk memisahkan kedua nya, karena kedua nya tidak ada tanda tanda akan berhenti.
"Jangan sampe pertemanan kita hancur cuma masalah yang ga jelas kaya gini!"
"Ndra!" Geo mendorong keras bahu Andra, pada akhirnya mereka berhenti dengan aksi nya itu.
"Lo berdua udah gila ya!" kata Geo pada kedua nya.
"Dia duluan yang mulai," Regaf menggertak gigi nya hingga berbunyi, ia masih dilanda amarah.
Kepingan disaat Vanca berpelukan itu terus berputar di otak nya.
"Gue? ga salah lo? lo yang dateng ke sini trus mukul mukul barang tanpa asalan yang jelas,"
"Lo berdua kalo gatau apa apa, mending jangan ikut campur!" kata Regaf dengan sarkastik.
"Jangan ikut campur? terus lo nganggep kita apa Gaf! buat apa kita temenan udah lama kalo lo ga mau terbuka sama kita!" balas Geo tak kalah emosi.
"Dia yang ga pernah dewasa dalam hal apapun," kata Andra dengan datar dan dingin.
"ARRGGGHHH!!!" Regaf memukul benda yang berada di dekat nya.
Geo memegang pundak Regaf, "Lo ga khawatir sama Vanca? Ini udah jam berapa, lo ga mikirin dia pulang pake apa?"
"Vanca.." gumam Regaf.
"Ge, tolong lo anter Vanca pulang, jangan kasi tau Vanca soal ini dulu," kata Andra pada Geo, dan Geo pun langsung mengiyakan dan keluar dari Gudang.
"Dan lo, ikut gue," kedua nya pun keluar dari Gudang dan kembali di warung belakang sekolah. Andra ingin tau apa yang sudah membuat Regaf seperti ini.
Flashback off
***
lanjut di chap selanjutnya okeee.
LIKEE, JANGAN EPS AKHIR DOANG YANG DI LIKE.
__ADS_1