REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 77


__ADS_3


2 hari setelah nya.


Tepat hari ini, Gisel akan kembali ke London untuk melanjutkan study nya.


"Hati-hati disana ya Sel, salam buat papa kamu," ujar Wenda usai memeluk keponakan nya itu.


"Gak usah balik lagi," celetuk Regaf dengan songongnya, cowok itu bersikap cool dengan melipat kedua tangannya di dada.


"Ngomong lagi lo!" kata Gisel kesal dengan tingkah Regaf yang untung adalah sepupunya.


"Yaudah tan, om, Gisel pamit dulu," kata Gisel pada kedua orang tua itu.


"Iya, tapi beneran gak mau dianter sampe bandara?" tanya Alex.


Gisel menggeleng pelan. "Gak perlu kok om, Gisel udah pesen taxi juga," kata nya dengan sopan.


Alex mengangguk paham. "Begitu, yaudah hati-hati. Nanti kabarin jika sudah sampai," kata nya.


"Siap om!"


"Gue pamit Van, Gaf."


Vanca mengangguk. "Cepet banget, gak bisa lamaan?" ujar cewek itu. Gisel lantas tertawa renyah, "gak bisa lah Van, gue juga kan mau lanjut universitas disana."


"Yaudah hati-hati yaa."


"Pastiii," lalu Gisel melirik Regaf yang masih pada posisi awal. "Lo gak ada kata-kata perpisahan gitu buat gue?"


Regaf mengedikkan bahu nya tak acuh. "Gak ada."


Gisel memutar bola mata nya malas. Lantas ia segera membawa kopernya, karena taxi nya sudah menunggu didepan. Terakhir Gisel berpamitan ia langsung masuk kedalam mobil taxi dan pergi dari sana.


***


Perjalanan menuju bandara, Gisel mendapat telfon dari pacarnya. Baru-baru ini mereka resmi berpacaran.


"Halo Ken?"


"Hei, gimana? Udah siap?"


"Udah kok, ini aku udah otw bandara."


"Gue tunggu kamu di bandara, see u cantik."


Gisel terkekeh sebentar lalu kembali menjawab. "Oke see u ganteng."


Selepas itu sambungan telfon mereka putus. Dengan hati senang ia menuju bandara.


30 menit perjalanan, akhirnya Gisel sampai di bandara. Taxi itu sudah pergi saat Gisel turun. Gadis manis itu membawa koper nya masuk bandara.


Disana tepat di depannya, ia melihat Kenzie yang notabene nya adalah pacarnya—sedang menunggu. Cowok itu memandang Gisel dengan senyum dibibir nya.


"Kamu udah lama?"


Bukan nya menjawab, Kenzie malah memeluk gadis didepan nya saat ini. Gisel tersentak kaget, namun setelah nya ia mengulas senyum, lalu turut membalas memeluk sang kekasih.


"Maaf gue gak bisa temenin lo disana.."


"Gak papa Ken, lagian kita bisa video call," sahut Gisel.


Kenzie menggeleng disela pelukannya. "Gak bisa peluk lo lagi jadi nya.."


Gisel terkekeh lagi. "Apaan sih! Udah lepas banyak orang tau!"


Namun seakan tuli, Kenzie malah mempererat pelukannya, dan mencari posisi ternyaman. Gisel sangat menyukai Kenzie yang manja padanya, entah kenapa ini sangat menggemaskan.


"Kenzie aku kecekik nih!"


Spontan Kenzie melepaskan pelukannya. "Eh! Sorry!" ujar cowok itu panik.


"Udahh, gak papa. Kamu kok jadi gemesin gini sihhh!" dengan gemas Gisel mencubit pipi Kenzie.


Muka Kenzie berubah datar. Gisel yang menyadari pun lantas melepaskan tanganya. Cewek itu tertawa lepas tanpa beban. Rusak sudah mood Kenzie.


"Udah ketawa nya?"


Gisel memegangi perut nya yang mulas akibat tertawa. Lalu ia mengatur nafasnya agar normal. "Kamu gemesin banget siii!!"


Cup.


Gisel membelalakkan matanya, sontak gadis itu memegang pipinya yang baru saja dikecup oleh Kenzie. Gadis itu melihat sekeliling nya, takut ada yang melihat kejadian barusan.


"Ih! Kalau ada yang liat gimana?"


"Gak papa dong," jawab Kenzie dengan santainya.


Gisel melirik arloji di tangannya. Langsung ia menatap Kenzie, "Ken aku pergi ya, udah mau take off pesawat nya. Takut ketinggalan pesawat," kata Gisel.


Kenzie diam. Menatap dalam gadisnya itu. "Sekarang banget?"


Gisel mengangguk.


"Yaudah, hati-hati ya. Nanti kabarin, jangan lupa," pesan Kenzie.


"Iyaa," Gisel memandang wajah murung Kenzie. Gadis itu memegang pundak Kenzie dan langsung mengecup tepat dibibir Kenzie. Cowok itu tersentak kaget, namun saat Gisel ingin melepas, cowok itu malah menahan tengkuk nya dan memperdalam kecupan itu menjadi ciuman.


Tak berselang lama, Kenzie kembali melepas kan Gisel. Ia menatap Gisel dengan wajah kemenangan.


"Kamu tuh ya, udah ah aku pamit."


"Satu tahun lagi, gue lulus. Dan gue bakal susul lo kesana."


Gisel mengangguk mantap. "Aku tunggu kamuu."

__ADS_1


"Yaudah, see u nanti!" lepas itu, Gisel pergi dengan kopernya, meninggalkan Kenzie disana yang menatap punggung Gisel dengan nanar.


"See u," guman Kenzie pelan.


***


Sehari setelah kepulangan Gisel, Vanca dan Regaf memutuskan untuk kembali pada rumah pribadi mereka sebelumnya. Sudah lumayan lama mereka meninggalkan rumah itu.


Wenda dan Alex sebelumnya juga sudah menyarankan untuk tinggal bersama saja, namun kedua nya menolak dengan alasan 'ingin mandari'. Alex dan Wenda tentu tidak bisa melarang lagi, bagaimana keputusan keduanya.


Pukul tiga sore, tepat Vanca dan Regaf sudah berpindah kerumah mereka. Tak ada yang perlu diberesi karna memang tidak ada barang bawaan. Rumah pun tampak bersih karna Vanca menyewa art saat ia tidak dirumah.


"Mau mandi?" tanya Vanca pada Regaf.


"Iya kenapa? Mau bareng?"


Tangan Vanca bergerak mencubit pinggang suaminya itu. "Cuma nanya ya Gaf."


"Eh! Mau ngapain?!"


Vanca kembali membuka suara saat melihat Regaf yang akan membuka baju di hadapannya. Cowok itu lantas menoleh pada Vanca, lalu tersenyum kecil. "Kamu pikir aku mau ngapain?"


"Jangan disini!"


"Kenapa?"


"Ya-ya di kamar mandi bisa kan?"


Regaf bergerak mendekat pada Vanca yang duduk di pinggiran ranjang. Cowok tinggi itu menunduk sedikit dengan tangan bertumpu pada kasur, wajah nya lumayan dekat dengan Vanca. Bahkan Vanca dapat mencium aroma mint bercampur maskulin milik Regaf.


"Kalo bisa disini kenapa harus di kamar mandi?"


Vanca menahan nafas nya sebentar, ia tidak tahan berada diposisi yang mengancam dirinya seperti ini. "Kamu bisa munduran dulu ga?"


Lantas Regaf menjauhkan badan nya dari Vanca.


"Kamu gak malu apa? Kan ada aku disini?"


"Kamu apa aku yang malu? Lagian udah kamu liat juga kan? Semua." Kata nya menekan kata akhirnya.


Rona pipi Vanca sangat kontras terlihat sebab pipinya yang putih, Regaf melihat dengan jelas. Terlihat gemas dimatanya.


"Udah sana! Ngapain masih disini?"


"Kok ngusir?"


"Gak ngusir, maksud aku ya, kata nya mau mandi gimana sih?!"


"Bareng gak?"


"ENGGA!" teriak Vanca yang sudah cukup salah tingkah nya dibuat Regaf. Untung ia sedang tidak memegang barang, jika mungkin ia akan melempar barang itu begitu saja.


***


Diwaktu yang sama tempat yang berbeda, Geo, Andra, Jansen, dan Hendro kini tengah berkumpul di sebuah warkop, ngobrol ringan sambil menikmati jalanan Jakarta yang ramai. Mereka ini anak elit, namun hobi nya nongkrong ditempat seperti ini, aneh bukan?


Hendro yang tengah menyeruput kopi susu nya, lalu setelah itu menyahut. "Gue, sih, kayak nya gak kuliah deh."


"Loh kenapa?" Sahut Geo.


"Gacukup duit lo? Bokap lo porotin sana, buat lo kawin pun ga bakal habis duit bokap lo," sembur Jansen.


"Bukan gitu bro, gue mau nunda kuliah dulu. Mungkin tahun depan gue bakal daftar, buat sekarang gue pengen cari pengalaman kerja," kata Hendro.


"Emang udah dapet?" sahut Andra yang sedari tadi diam.


"Ya belum sih, masih cari-cari juga ini."


"Gue sama Andra bakal masuk kampus di Jakarta ini, kita udah ngomong juga sebelumnya," kata Geo.


"Universitas mana lo berdua?"


"UGM."


"Wah! Pas banget dong? Gue juga UGM," sahut Jansen.


"Niat nya lo mau ambil fakul apa?" tanya Geo pada Jansen. Yang ditanya berfikir sejenak, "gue pengen nya sih teknik Ge."


"Lo, gimana?"


"Sejarah." sahut Geo. Lalu Andra turut menjawab, "gue hukum."


Hendro berdecak kagum. "Otak lo apa mampu Ge? Gue rasa nggak."


"Lo muji?" kata Geo terdapat guratan kesal.


"EH NESA TUH! NES ADA GEO NIH!" Jansen berteriak kencang membuat seisi warkop menoleh padanya, lalu beralih pada Nesa yang ada di sebrang jalan. Seperti menunggu taxi.


Nesa yang diperhatikan seperti itu lantas menunduk dengan mulut yang menyumpah serapahi Jansen.


"Jangan diem, samperin," kata Andra lugas. Geo pun berdiri dari duduk nya untuk menghampiri Nesa. Itu pun mendapat sorakan menggoda dari Hendro dan Jansen.


"Berisik lo pada!" Sembur Geo pada kedua temannya itu.


Saat Geo benar - benar berada di dekat Nesa saat ini, cowok itu diam memperhatikan Nesa. Cewek itu sendiri hanya diam sambil menengok jalan berharap ada taxi yang lewat.


"Nunggu apa?"


Nesa sama sekali tak mengindahkan ucapan Geo barusan, malahan terus fokus ke jalan seolah tidak ada siapapun didekat nya.


"Gue nanya, nunggu apa?" Geo mengulangi.


Nesa berdecak sebal. "Nunggu taxi! Kepo banget sih lo!"


Geo mengusap dadanya sabar. "Nih cewek galak amat," gumam Geo.

__ADS_1


"Apa?!" kata Nesa saat sempat mendengar gumaman Geo.


"Lo cantik."


"Dih!" Nesa sama sekali tidak ingin memandang wajah Geo, dia terus berdoa agar ada taxi yang lewat dan bisa menyelamatkan nya dari cowok sedeng ini.


"Mau gue anter pulang?"


"Gak usah, makasih!" cetus Nesa.


"Hati lo terbuat dari apasih? Galak banget," kata Geo yang heran dengan sikap perempuan ini. Nama nya juga perempuan, susah dimengerti. Apapun yang terjadi, tetap pihak cowok yang salah.


"Diem deh, lo! Kalo gak gue gampar juga lo!"


"Niat gue balik Nes, mau anterin lo balik. Kok lo malah marah ke gue? Gue ada salah?"


"Banyak!"


Geo kembali mengusap dadanya berusaha sabar menghadapi perempuan yang sayang nya dia sukai ini. "Lo dari mana emang nya?"


Nesa berdecak malas hingga dia memusatkan pandangan nya pada cowok disampingnya ini. "Kenapa lo kepo banget sih? Lo sodara nya dora ya?"


"Gue nanya aja salah, gue harus ngapain sih biar bener dimata lo?"


"Kayang!" cetus Nesa asal.


"Oke! Ayo!" Geo tiba-tiba menarik pergelangan tangan Nesa membuat cewek itu tersentak kaget.


"Eh! Lo mau bawa gue kemana woi!" Nesa mencoba melepas genggaman Geo dari tangannya, namun kekuatan Geo lebih besar darinya hingga itu tidak mempan.


"Lo mau liat gue kayang kan?" Ucap Geo saat kedua nya sampai di parkiran motor. Tepat dekat dengan motor Geo berada.


"Gak lah! Gila lo! Gue bercanda doang anjir, ngapain lo seriusin gila?"


"Gue harus apa dong supaya bener dimata lo?"


"Gak usah! Gue mau pulang!"


"Ayo gue anter."


"Gak perlu, gue bisa sendirian," tolak Nesa.


"Yakin? Jauh loh ini dari rumah lo?"


Nesa memikirkan kembali ucapan Geo barusan, benar juga. Jarak dari rumah nya cukup jauh, jika ia terus menunggu taxi, apa tidak akan kemalaman? Dari tadi saja ia tidak menemukan taxi lewat.


"Yaudah deh, anter gue pulang!"


Dengan senyum merekah nya, Geo berujar. "Ayo!"


***


Vanca fokus mengeringkan rambut basah Regaf dengan hairdryer ditangannya. Cewek itu duduk di pinggiran ranjang dan Regaf duduk lesehan di lantai.


"Gaf," panggil Vanca.


"Hm?"


"Soal kuliah kamu gimana? Mau kuliah dimana?"


"UGM sayang."


"Ohh, ngambil jurusan apa?"


"Hukum mungkin," jawab Regaf dengan mata terpejam menikmati Vanca yang mengelus rambut nya.


Vanca mengangguk paham. Ia terus fokus pada rambut Regaf. Saat selesai ia taruh kembali hairdryer itu pada tempat nya.


"Kamu besok harusnya masuk kan?" tanya Regaf saat Vanca mengambil pakaian untuknya.


"Iya, besok."


"Nih Gaf, baju nya," ujar Vanca lalu memberikan pakaian itu pada Regaf.


Regaf menerima nya, lalu ia memandang Vanca yang ada didepannya. "Coba ganti panggilan kamu ke aku," pinta Regaf tiba tiba.


"Hah?" beo Vanca yang tidak mengerti.


"Ganti panggilan kamu, jangan manggil nama terus, emang mau selama nya gitu?"


Vanca berfikir sejenak dengan ucapan Regaf itu. "kamu mau nya dipanggil apa?"


"Mas, aa', atau apapun kecuali nama," kata Regaf.


"Mas Regaf?" panggil Vanca mencobanya.


"Dalem sayang," sahut Regaf dengan suara beratnya.


Vanca tersenyum tipis mendengar jawaban Regaf. Tidak urung hatinya urak-urakan mendengar itu. "Yaudah, Mas cepet pake bajunya, nanti masuk angin," kata Vanca mulai menggunakan panggilan 'Mas' pada Regaf. Ia rasa ini bukanlah awal yang buruk.


Regaf lantas tersenyum manis mendengar panggilan Vanca untuknya. Terdengar manis ditelinga nya.


***


HALO GENG! GIMANA KABAR NYA??


Berapa lama ya aku ga up? 🤔


Hehe, maaf yaa :)


Akhir-akhir ini cukup padet kegiatan akuu, jadi susah nyesainkan waktu nulis :)


Next mau kapannn?? Penuhi komentar dulu dongsss, like, vote juga ya zeyengg.


Aku suka nulis part NesaGeo, krna imajinasi aku ke mereka mulu 😭😭

__ADS_1


JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR YAA GENGG, OKE NEXT CHAPTER BABAYY👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2