REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 14


__ADS_3

Vanca denger tadi kakak bilang Vanca akan terima? maksud nya apa?" Vanca tiba tiba muncul, ia mendudukan diri di samping kakak nya, ia menatap Mama Papa juga Kakak nya bergantian


Hening..


Hening..


"kak? ada apa kok pada diem?" kening Vanca mengerut , Caren menatap kedua orang tua nya


"hufttt" hela nafas Mama Ratna, Vanca semakin dibuat penasaran olehnya


"kenapa sih ma? pa? kak?"


"papa bicara dan kamu dengar ya dek" ucap Papa Rhyon, Vanca menatap serius ke arah papa nya suasana serasa mencekam


"Jadi papa juga sahabat bisnis papa, sepakat akan menjodohkan kamu dengan anak nya"


Deg..


Deg..


Deg..


"APA!?" Vanca kaget lalu beralih menatap mama nya meminta penjelasan


"dek, Mama harap kamu bisa menerima ini ya" pinta mama Ratna

__ADS_1


"Ma Pa ga bisa gitu dong, Vanca ga akan pernah mau dijodohin apa lagi menyangkut bisnis"


"Vanca ga mau dijadiin alat bisnis papa" Bantah Vanca


"dek denger in papa, papa ga jadiin kamu bahan bisnis, papa hanya ingin kamu menikah dengan anak dari sahabat papa" jelas papa Rhyon


"Tapi pa, Vanca belum kepikiran, Vanca masih mau ngejar cita cita Vanca, Vanca punya impian sendiri pa" jelas mata Vanca sudah berlapisi kaca, ia sungguh tak memikirkan ini


"dek" Caren angkat bicara


"kakkk... Vanca ga mau kakk, Vanca masih mau ngejar impian Vanca kakk, tolong kak bilang mama papa Vanca ga mauu " Vanca mengatupkan tangan nya memohon kepada kakak nya itu, lapisan kaca dimata Vanca itu pecah, Caren yg melihat itu tak merasa iba dengan adik nya tapi apa yg bisa ia lakukan


"dek.. kakak yakin ini semua untuk kebaikan kamu, mama papa mau yang terbaik buat kamu" Caren menimpali


"Nak.., papa tau ini berat, tapi papa harap kamu mau nerima ini" Papa Rhyon menatap Vanca yg menangis jarang, Vanca kembali menatap kakak nya, mama Ratna, juga papa nya secara bergantian


"pa ma.. kasih Vanca waktu buat mikirin ini lagi" Vanca mengusap air mata nya kasar lalu beranjak dari duduk nya berjalan menuju kamar nya


"Ma pa, apa ini ga kecepatan? Vanca masih sekolah ma pa?" Caren menatap kedua orang tua nya


"kamu tenang aja nak,, semua nya pasti berjalan dengan baik, anak sahabat papa juga masih sekolah" Imbuh papa Rhyon


"hftt, seterah mama papa deh" Caren beranjak dari duduk nya menuju kamar


...•••...

__ADS_1


Di kamar Vanca kini ia tengah duduk di pinggir kasur nya menatap sembarang arah dengan tatapan kosong ia masih memikirkan perkataan keluarga nya tadi


jauh dari pemikiran nya, sekarang ia harus melakukan hal yg harus nya ia lakukan di akhir


-Sekolah


-Menjalani masa remaja


-Lulus


-Kerja


-Bahagia in orang tua


-Nikah


Yang harus nya ada di urutan akhir menjadi urutan ke dua, ia bingung memikirkan ini


"apa yang harus gue lakuin sekarang" gumam Vanca, tak terasa air mata nya meleleh begitu saja tanpa seizin dari nya


Vanca menutup mata nya membiarkan air mata itu luruh, lalu ia mengusap nya dengan kasar "gue ga mau ngecewain mama papa tapi ini juga berat buat gue" Vanca menunduk menatap kaki nya yg berbalut sendal itu


...•••...


^^^tbc.^^^

__ADS_1


__ADS_2