
Siang ini Vanca tengah berada di perpus sekolah nya, menikmati kedamaian perpus
Vanca tak sedang membaca buku, ia hanya duduk bergelut dengan pikiran memikirkan besok yang kata nya adalah akad sekaligus resepsi pernikahan nya dengan Regaf laki laki itu
tuk tuk tuk
Vanca mengetuk ngetuk kan jari nya di atas meja seolah sedang berfikir keras, padahal ia harus nya tak perlu memikirkan ia hanya perlu terima jadi saja
"VANCA!!" teriak seseorang dari luar sana, Vanca melihat ke arah jendela luar mencari tahu siapa yang memanggil nya namun tak terlihat sama sekali
karena ia kepo jadi ia memutuskan untuk keluar melihat siapa itu, saat sudah di ambang pintu ia langsung disambut oleh ketiga teman nya "ehh kalian kenapa?" tanya Vanca karena ia tiba tiba diserang pelukan oleh Risa dan Sheryl
"woy s se - sesek" nafas Vanca terengah engah Risa dan Sheryl pun sontak melepaskan "eh sorry sorry" kata Sheryl cengengesan seolah tak bersalah
"lo pada kenapa?" tanya Vanca dengan kening mengerut menatap satu persatu teman nya "lo punya utang cerita sama kita" kata Risa
"cerita?" alis Vanca menyatu ia masih lag dengan ucapan teman nya ini "cerita apaan?" lanjut nya
"yaampun van lu blom tua aja udah lupa gimana kalo udah tua nanti" celetuk Sheryl
"ya gue emang lupa gimana?"
"Van kemarin kita nunggu loh dirumah Sheryl" kata Risa
"ngapain nunggu gue?" Vanca masih berfikir keras apa yang dimaksud oleh teman nya entah sejak kapan Vanca menjadi lola ( loading lama)
"soal kemarin waktu di chat" ucap Nesa membuat otak Vanca connect "oh yang itu" jawab Vanca dengan malas
"wih Nesa kalo ngomong ampuh juga" Sheryl menatap Ness sedangkan Nesa menatap nya malas
"jadi gimana mau cerita kan?" tanya Risa pada vanca
"kedalam aja yuk" Vanca mengajak teman teman nya masuk ke dalam perpus dan lainnya mengekor
...•••...
"woy Gaf napa lu lusuh amat tu muka" celetuk Geo, ketiga cowo ini kini berada di kelas tepat nya bangku paling belakang
Regaf menatap kedua sahabat nya itu terutama Andra, sang empu mengerti lalu berkata "cerita aja"
"Besok gue mau nikah" Geo mendengar itu membulat kan mata nya sempurna "wih gila yang bener lo, perasaan baru kemaren bilang dijodohin" heboh Geo
"gue serius" melihat tatapan serius Regaf kedua teman nya percaya karena Regaf jarang berbohong apa lagi menyangkut pribadi nya "jadi besok lo beneran nikah?" tanya Geo memastikan, Regaf hanya diam seraya mengganguk kecil
Andra menepuk pundak Regaf dua kali "jalanin aja kali, gue sama Geo dateng ga ni?" Regaf menatap Andra lalu mengangguk "ya kalian harus dateng, karena cuma akad dan resepsi kecil kecil an dirumah gue, dan cuma keluarga dekat yang dateng" jelas Regaf
selang perbincangan mereka tiba tiba ada teriakan yang masuk ke dalam indra pendengaran mereka membuat ketiga nya terganggu
"Regaff!!"
"hy Regaf" ucap Mei, kedua cowo itu menatap nyalang Mei, berbeda dengan Regaf ia acuh tak acuh "heh lo bisa ga si ga pake teriak" kesal Geo
"bacod" jawab Mei tak kalah ketus
"Ehm Gaf nanti pulang sekolah lo mau ga neminin gue" pinta Mei pada Regaf
"ga gue sibuk" jawab Regaf acuh dengan pandangan yang masih ke arah lain malas menatap cewe itu
"lo sibuk ngapain?" tanya Mei kembali
"Regaf mau jalan ama kita kita" Geo yang menyahuti, Mei menatap Geo dan Andra lalu kembali pada Regaf "gaf bener?"
"elah bener ga percaya amat lu" bukan Regar yang menjawab melainkan Geo , Mei menatap kesal ke arah Geo "gue ga nanya sama lo" ketus Mei
"udah mending lo pergi" ucap Regaf datar
"gue ikut lo deh"
__ADS_1
"ga"
"yah gaff ayo lah" pinta Mei memelas, Geo menatap malas ke arah Mei "gatau malu lo ya udah ditolak masih aja batu"
"dih apa lo!"
"mending lo pergi sekarang" Andra angkat bicara ia jengah dengan perdebatan ini sungguh tak berfaedah pikir nya
"gue ga ngomong sama kalian berdua ya" jawab Mei
"pergi atau gue yang pergi" kali ini Regaf yang berbicara, Mei merasa suasana yang canggung ia pun memilih untuk pergi
"gila ya tu cewe" kata Geo heran
"kenapa?" tanya Andra "ya ga tau malu gitu kan, padahal udah jelas jelas ditolak tetep aja kekeh heran gue" Geo geleng geleng kepala
...•••...
"APA!!" ketiga teman Vanca itu berteriak kaget, jelas kaget karena Vanca meceritakan tentang ia yang dijodohkan dan akan menikah besok
"sstt pelan pelan ini perpus" peringat Vanca seraya menempelkan jari nya di bibir milik nya "Van lu bercanda kan?" tanya Sheryl
"emang nya muka gue keliatan lagi bercanda ya?" tanya Vanca balik
"Ga, van kok bisa gimana cerita nya, gue ga percaya sih" ragu Risa
"dan tiba tiba bilang langsung nikah besok?" Nesa ikut menimbrung tak biasa nya
"emm cerita nya panjang, inti nya gue besok nikah karena perjdodohan, semua ini kemauan mama papa gue, gue ga mungkin nolak kemauan mereka" jelas Vanca
"gue masih kaget sih, sumpah deh gue ga nyangka aja secepet itu lo nikah" Sheryl terlihat heboh dengan hot news ini
"ya mau gimana lagi" jawab Vanca
"eh ya van lu udah tau siapa yang bakal jadi suami lo?" tanya Risa
"OMOO!!" teriak Sheryl
"Kalian yang disana jika ingin ribut silahkan keluar ini perpus bukan pasar" tegur penjaga perpus "tuh kan gue bilng apa jangan teriak" Vanca menimpali
"ya sorry, lo bikin gue kaget mulu" ucap Sheryl dengan intonasi rendah
"Maksud lo Regaf kakak kelas kita itu?" selidik Nesa, Vanca menatap Nesa lalu mengganguk kan kepala nya
"wah Van, gue ga nyangka deh temen gue ini udah mau sold out aja" ucap Sheryl sedih seperti dibuat buat
"ihh She muka lo pengen gue gibeng tau ga, jangan gitu napa muka lo" sahut Nesa pedas
"ya tapi bener sih kata Sheryl, cepet banget ya Vanca nikah, kalo udh nikah kita bisa kumpul lagi ga nih?" tanya Risa pada Vanca "ya bisa lah masa enggak sih" kekeh Vanca
"udah jangan sok sedih lo pada, besok gue mau lo pada dateng di resepsi nikahan gue, ya ga besar besar banget sih karena cuma kerabat dekat aja yang dateng" jelas Vanca
"Regaf yang dari keluarga konglomerat resepsi nikahan nya ga mewah?" heran Sheryl
"lo kan tau sendiri gue dan dia masih sekolah, kalo berita ini nyebar luas bisa bisa dikeluarin dari sekolah" jawab Vanca panjang lebar
"dan inget ya kalian jangan sampe bocorin ini ke siapa pun awas aja" peringat Vanca menatap satu persatu teman nya
"iya iya gue bisa jaga rahasia kok aman ama gue lo tenang aja" kata Sheryl bangga seraya menepuk dada nya "yeuu sok lo" celetuk Nesa
"Nes lu kaya punya masalah hidup ye ma gue, cerita sini ma gue" ucap Sheryl namun yang diajak bicara malah acuh
Vanca tersenyum kecil melihat kedua nya "udah udah.. mending kita kantin yuk" ajak Vanca
"kuy lah gue juga laper" jawab Sheryl seraya nyengir kuda
"yeuu lu mah selalu laper" sahut Risa, lalu ketiga nya pergi meinggalkan perpus menuju kantin
__ADS_1
...•••...
Kini bel akhir pelajaran berbunyi menandakan siswa/i boleh meninggalkan sekolah, saat yang paling ditunggu tentu nya
(pasti kalian yang baca juga kan ngaku hayoo)
Vanca sudab keluar kelas sejak 5 menit yang lalu, teman teman nya sudah pulang duluan Vanca tak membawa mobil nya karena masih di servis, sebelum nya teman teman nya juga mau menumpangi Vanca namun Vanca menolak karena tak enak jalur rumah mereka pun berbeda
Vanca berada di basement saat ini, ia menunggu jemputan kakak nya karena pergi tadi juga ia bersama kakak nya, tiba tiba ponsel Vanca berbunyi menandakan pesan masuk, vanca membuka ponsel nya menekan ikon hijau bertuliskan WhatsApp itu
...kak Caren ...
kak Caren
sorry gue ga bisa jemput, mobil gue ban nya bocor
kak Caren
jangan nungguin gue takut lama, cari angkutan umum aja
^^^Me ^^^
^^^yaudah deh^^^
Vanca kembali memasukan ponsel nya ia berjalan menuju gerbang sekolah, saat sudah sampai di gerbang ia dikagetkan dengan klakson motor di belakang nya
saat Vanca menoleh ia melihat lelaki yang kemarin bersama nya, siapa lagi kalo bukan Regaf "ngapain lo?" tanya Vanca
"lo yang ngapain kenapa belum pulang?" tanya Regaf balik "nunggu taxi"
"ohh.. mau bareng ga?" tunjuk Regaf pada kursi belakang "ga makasih" jawab Vanca singkat "gue tau lo ditunggu in nyokap bokap lo dirumah, kalo lo telat apa ga kena marah?" ucap Regaf seraya menaikkan sebelah alis nya
kok dia tau
"engga sok tau lo" jawab Vanca ketus
"emm yaudah seterah lo"
"yaudah sana" usir Vanca
"yakin ga mau bareng?" tanya Regaf kembali ia berniat menggoda gadis didepan nya ini, terlihat Vanca seperti sedang menimang nimang tawaran Regaf
"lama lo" Regaf memakai kan helm di kepala Vanca, jarak mereka hanya 5cm
"udah naik" setelah memasangkan helm itu Regaf menyuruh Vanca naik kembali "gue belom bilang iya" protes Vanca
"jawaban nya tetep iya kan?" kata Regaf dengan senyum jahil nya "yaudah buru naik mau sampai kapan lo disini?"
"Iya!" jawab Vanca ketus, ia pun menaiki motor besar Regaf dengan gaya duduk miring ke kiri
"pegangan" kata Regaf
"udah" Vanca berpegangan dengan tali tas nya padahal "bukan gitu" Regaf menarik tangan Vanca lalu melingkarkan tangan nya pada pinggang nya "dih modus" jawab Vanca namun ia tak menolak :)
"hhe uda"
"hm"
Regaf pun melanjukan motor besar nya membelah jalanan bersama gadis yang ia bawa kini "pelan pelan" kata Vanca setengah berteriak karena suara bising dari motor "iya bawel" Regaf pun sedikit memelan kan kelajuan motor nya
.
.
.
^^^to be continue.^^^
__ADS_1