REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 57


__ADS_3

🔞 !! ATTENTION !! 🔞


⚠️DI CHAP INI ADA SEDIKIT ADEGAN DEWASA NYA, JADI BUAT KALIAN YANG MASI DI BAWAH UMUR ATAU YANG GASUKA BAGIAN INI SILAHKAN DI SKIP! TOLONG PENGERTIAN NYA!⚠️


***


"Halo Ndra?"


"Apa Ge?"


"Vanca tadi nelfon gue, kata nya Regaf belum balik juga,"


"Kita ketemu di tempat biasa, kita cari Regaf, feeling gue ga enak,"


"Yaudah Ndra, gue juga ngerasa gitu,"


tut.


Sambungan telepon itu terputus, Geo pun bersiap untuk pergi mencari keberadaan Regaf dan membawa nya pulang. Firasat nya berkata Regaf sedang dalam masalah.


***


"Gimana Ndra?" tanya Geo saat mereka mencari posisi Regaf dengan melacak nya dengan nomor ponsel. "Belum ketemu Ge," Andra masi terus berusaha untuk melacak nya.


Andra pun memutuskan untuk menelfon bawahan nya untuk melacak keberadaan Regaf saat ini. "Gue nelfon bawahan gue dulu," ucap Andra.


Sedangkan Geo mendapatkan telfon dari Vanca, Geo menggeser tombol hijau itu dan sambungan telepon pun tersambung, "Halo Van?"


"Gimana Ge? Lo udah ketemu belum sama Regaf?" kata Vanca diseberang sana yang terdengar sangat khawatir.


"Belum Van, kita lagi usaha buat lacak lokasi Regaf sekarang,"


"Ge gue mau ikut cari Regaf, gue takut dia kenapa napa,"


"Udah malam Van, lo ga mikirin diri lo? Lo tenang aja biar ini jadi urusan gue sama Andra"


"Lo nyuruh gue tenang waktu Regaf gatau kemana? Otak lo dimana Ge!" kata Vanca dengan nada parau bercampur bentakan.


"Van gue ngerti lo khawatir, tapi lo percaya aja sama gue dan Andra,"


"Gue mohon banget, cari Regaf sampe ketemu Ge," suara Vanca semakin parau didengar.


"Pasti Van," sambungan telepon itu pun terputus, bertepatan dengan Andra yang mendapat lokasi dimana Regaf berada.


"Gue ketemu lokasi nya!" kata Andra membuat Geo pun melihat lokasi yang ada di ponsel Andra. "Diskotik?" gumam Geo melihat lokasi itu.


"Ga salah lagi, Regaf kesana," kata Geo lagi.


"Kita harus cepet, gue takut terjadi apa apa sama Regaf," Kedua nya bergegas pergi menuju lokasi itu, mereka sangat khawatir karena tau jika Regaf sedang emosi pasti pergi ke diskotik dan mabuk mabukan.


***


Di lain tempat tepat nya di rumah Vanca kini, ia masih menunggu kedatangan Regaf. Ia sudah menunggu di ruang tamu selama berjam jam, bahkan ia pun tak menyentuh makanan yang ia masak.


Vanca memasak untuk ia dan Regaf, tapi sampai saat ini Regaf tak kunjung pulang yang membuat nya sangat khawatir.


Vanca terus menerus mencoba untuk menelfon Regaf, barang kali dijawab. Tapi nihil, tak satu pun panggilan nya dijawab oleh Regaf.


"Regaf.. pulang Gaf..," gumam Vanca menatap kosong ponsel nya. Vanca akhirnya memutuskan untuk menutup pintu dan masuk ke kamar nya.


Ia cukup lelah duduk menunggu Regaf pulang yang tak kunjung pulang. Ia pun memutuskan untuk menunggu dikamar sampai mendapatkan info dari Geo.

__ADS_1


Vanca terus berdoa, dan tiba tiba dering ponsel nya berbunyi. Vanca membaca nama yang tertera disana, "Mami?"


"Halo mi?"


"Halo Vanca, maaf mima ganggu malam malam,"


"Engga kok mi, ada apa mi?"


"Kamu sama Regaf baik baik aja kan nak? perasaan mami dari tadi ga enak soal nya,"


"Yatuhan.. aku harus jawab apa," batin Vanca.


"K-kita baik baik aja kok mi, gausah khawatir,"


"Bagus deh kalo gitu, mami bener bener ga tenang kalo ga denger langsung dari kamu,"


"Oh ya, Regaf nya mana? Soal nya mami telfonin hp nya ga diangkat,"


"Ehm.. i-itu.."


"Regaf lagi.. lagi..,"


"Semua nya baik baik aja kan nak?"


"Regaf lagi keluar mi sama temen nya, kata nya ada urusan sebentar," ucap Vanca menahan sesak.


"Kenapa ga kamu larang nak? kebiasaan Regaf suka sekali pergi malam malam,"


"Gapapa mi, siapa tau Regaf lagi ada urusan yang harus di selesaikan," kata Vanca bertepatan air mata nya turun.


"Yasudah nak, kasi tau sama Regaf jangan pulang terlalu malam ya,"


"Iya mi," sambungan telepon pun terputus, Vanca sudah tidak dapat menahan sesak didada nya. Ia pun menangis dalam diam, semua ini sangat membuat nya emosi, tetapi tak tau harus berbuat apa selain menangis.


Vanca menatap pantulan diri nya di kaca, "Lo gaboleh cengeng, Regaf gasuka lo yang cengeng," Vanca mencoba untuk menegarkan diri nya.


Setelah itu pun Vanca keluar dari kamar mandi, dan ia mendengar notifikasi masuk. Sebuah pesan.


Vanca membulat kan mata nya, senyum nya mengembang seketika. Ia mendapat pesan dari Regaf, dengan cepat ia membuka pesan itu.


Deg!


***


Wanita itu kini berada di samping Regaf yang sudah tak sadarkan diri. Ia menyimpan gelas yang ia pegang di meja, lalu ia memandangi wajah Regaf.


Tegas, rambut acak-acakan, kancing baju yang terbuka bagian atas, dasi nya yang longgar membuat kesan indah di mata wanita itu.


Wanita itu menyentuh wajah Regaf, mulai dari dahi hingga dagu. Tapi mata nya kembali tertoleh ke bibir Regaf, ia menggigit bibir bawah nya, seketika ia menginginkan bibir itu.


"Gini aja udah buat gue ga karuan, gimana gue bisa tahan sama lo," wanita itu mendekatkan wajah nya ke wajah Regaf, mengelus rambut Regaf dan kembali pada bibir nya.


Saat wanita itu ingin mencium bibir Regaf, suara Regaf menghentikan aksi nya. Regaf mengigau kan Vanca.


"Vanca..," kata Regaf dengan sangat pelan.


"Siapa Vanca?" kata Wanita itu. Lalu tak lama terdengar dering ponsel Regaf yang berbunyi dari saku sekolah nya. Wanita itu dengan lancang nya mengambil ponsel Regaf, dan melihat nama yang tertera.


"Vanca?"


"Jadi ini yang nama nya Vanca, cih!"

__ADS_1


Wanita itu membuka ponsel Regaf, tapi sayang nya ia tak tau password ponsel Regaf. Tapi dilayar ponsel Regaf ada sidik jari yang bisa digunakan. Wanita itu pun menggunakan jari Regaf untuk membuka nya, dan terbuka.


Wanita itu membuka chat dari Vanca yang ada di ponsel Regaf.


...Massage (Vanca)...


| Regaf kamu kemana?


| Mami nyariin kamu Gaf


| Regaf pulang, aku khawatir.


"Jadi.. mereka suami istri?" wanita itu tertawa hambar. Lalu kemudian ia tersenyum licik. "Kalau gue bikin kalian cerai.. asik kali ya?" Wanita itu kembali memandangi Regaf yang sudah tak sadarkan diri.


Wanita itu mengambil lipstik di tas nya, dan mengoles nya di bagian leher seperti bekas cupangan. Setelah itu Wanita itu kembali mengambil ponsel Regaf, sebelum nya ia sudah membuka seluruh kancing baju Regaf dan membuka dasi Regaf.


Wanita itu merangkul Regaf dengan mesra, dan memotret diri nya dalam pose itu. Tak hanya satu, bahkan banyak lagi foto lain nya dengan pose yang berbeda-beda.


"Nice," wanita itu melihat lihat hasil foto nya, dan ia langsung mengirimi foto itu pada Vanca. Wanita itu tersenyum licik saat melihat pesan yang dikirim nya langsung diliat oleh Vanca.


"Tinggal nunggu hasil aja..," Wanita itu melempar ponsel Regaf di atas meja. Lalu ia membangun kan Regaf.


"Bangun dong..," kata nya dengan suara serak basah, ia ingin merangsang Regaf agar terpancing.


"Sayang.. come on," bisik nya lagi di telinga Regaf. Karena merasa terusik Regaf membuka sedikit mata nya, melihat orang yang berada du samping nya. Tapi sayang nya dia tidak dapat melihat dengan jelas akibat pandangan nya yang buram.


"Sstt.." ringis Regaf seraya memegang kepala nya yang terasa berdenyut nyeri. "Vanca?" gumam Regaf menatap orang di samping nya, masi dengan pandangan yang buram.


"Iya aku Vanca," jawab Wanita itu. Regaf tersenyum lalu memeluk wanita disampingnya. Ia mengira itu benar benar Vanca. Ingat Regaf sekarang sedang tidak sadar karena masih dibawah pengaruh alkohol.


"Gampang banget dibohongi," batin wanita itu.


"Mau minum?" tanya Wanita itu seraya mengelus rambut hitam Regaf. Regaf menjawab dengan gelengan, tapi wanita itu tetap membujuk agar Regaf mau meminum minuman yang ia siapkan.


"Minum bareng aku sayang..," Regaf mendongak menatap wanita di depan nya, ia mengerutkan dahi nya bingung. "Kamu bisa minum emang?" tanya Regaf yang dimaksud adalah alkohol, karena setau nya Vanca sangat tidak suka dengan alkohol, jangan kan meminum, mencium bau nya saja sudah membuat Vanca mabuk.


"One shoot," tantang Wanita itu pada Regaf seraya memegang minuman di tangan nya lalu di berikan kepada Regaf.


Regaf tersenyum lalu mengambil minuman itu dengan senang hati.


"Dalam hitungan ketiga?"


"One, two,"


"Three," Regaf dan wanita itu langsung meneguk habis alkohol mereka. Regaf menaruh gelas itu di meja hingga mengeluarkan suara.


"Gimana?" tanya Wanita itu pada Regaf, ia ingin memastikan apakah obat itu sudah bereaksi apa belum. Melihat Regaf yang masi diam seraya memegang kepala nya, wanita itu memegang dada Regaf dan menggigit bibir bawah nya.


Ia berniat membuat Regaf terpancing, dan benar saja, Regaf langsung mencium bibir wanita itu dengan ganas. Bahkan agresif. Wanita itu menerima serangan Regaf dengan senang hati, ia membalas ******n itu dengan baik, ia mengalunkan tangan nya di leher Regaf.


Regaf semakin tak karuan, ia menggiring wanita itu agar berbaring dan berada di bawahnya, bahkan Regaf tidak peduli dengan posisi mereka saat ini.


Tangan wanita itu menggiring tangan Regaf ke p*yud*ra milik nya, tangan Regaf menelusup masuk dan membuka kaitan bra wanita itu.


Ciuman mereka semakin ganas dan bergairah, ciuman itu turun ke leher wanita itu, ingat Regaf saat ini sedang tidak sadar karena dia dibawah pengaruh obat.


BRAKK!


****


MAAF KL INI TERLALU VULGAR BGT, BUAT KALIAN YANG GASUKA BISA SKIP AJA KARENA AKU UDH KASI PERINGATAN SBLM NYA.

__ADS_1


DAN JGN MELAPOR KARYA AKU KARENA ADEGAN INI, BUT INI GA SEMUA AKU TAYANGIN. KALO GASUKA SKIP!


__ADS_2