REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 51


__ADS_3

Di rumah Risa saat ini mereka tengah berkumpul di ruang tamu yang lumayan luas, mereka ber lima duduk lesehan di lantai, dengan bahan yang sudah tertata rapi di depan mereka.


"Jadi nya kita mau bikin apa? dari tadi ga jadi jadi!" ucap Risa menahan kesal nya.


"Gimana kalo kita bikin pot dari botol plastik aja? Itu paling simpel soal nya," saran Vanca, dan lainnya pun menyetujui.


"Kalau mau yang paling ribet-"


"Itu aja! Soal nya kalo yang ribet ntar malah lama," potong Sheryl cepat, karena ia malas dengan sesuatu yang ribet.


Vanca mengangguk, "Gimana Sa?" Tanya nya pada Risa, sedangkan sang empu hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Kalo lo Nda?"


"Gue juga setuju kok,"


"Oke,.. lo setuju juga kan Ken?" tanya Vanca pada Kenzie yang Vanca tau dari tadi menatap nya, Vanca sedikit risih karna nya.


"Setuju."


"Oke sekarang kita bagi tugas aja biar ga lama," kata Risa, lalu mereka bersama mengerjakan tugas mereka. Mereka juga menyelipkan beberapa obrolan disela pekerjaan nya.


Dan tepat pukul 16.45 mereka menyelesaikan pekerjaan mereka itu. Dan disana Fanda langsung pamit untuk pulang karena sudah sore.


Dan kenzie masih berada di sana, Risa tengah membereskan beberapa peralatan dan Vanca juga membersihkan sampah sampah nya.


"Van, lo mau pulang? Mau gue anter?" Ucap Kenzie pada Vanca, dan yang ditanyai pun lantas menggeleng.


"Gue udah ada yang jemput kok," tolak Vanca dengan halus.


"Cowo yang waktu itu sama lo? Dia siapa lo si Van?" Akhirnya Kenzie menanyakan itu pada Vanca, karena ia selalu melihat Vanca dengan Regaf.


Vanca pun bingung harus menjawab apa, jika ia jujur itu tidak mungkin.


"Gue ga-"


"Vanca pacar nya!" Sela Risa yang keluar dari dalam, sehabis membereskan alat alat milik nya. Mendengar Risa bicara seperti itu membuat Vanca hanya menanggapi nya dengan senyum canggung.


"Pacar nya?" beo Kenzie.


"Iya, kenapa? lo ga percaya? lo kenapa kepo banget, atau jangan jangan lo suka lagi sama Vanca?" kata Risa bertubi tubi. Risa memang sudah merasa Kenzie itu mendekati Vanca saat awal ia masuk ke sekolah.


"Beneran Van?" Kenzie mengacuhkan ucapan Risa dan bertanya kepada Vanca, yang ditanya pun hanya mengangguk.


"Udah kan? Mending sekarang lo pulang, udah sore juga," usir Risa dengan halus masih dengan nada rendah.


'Sial, gue harus bisa rebut Vanca dari cowo itu' batin Kenzie.


Kenzie pun berlalu pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun, namun sebelum ia melaju dengan motor nya, ia sempat melirik ke arah Vanca sejenak dan langsung melajukan motor nya dari pekarangan rumah Risa.


"Van lo balik jam berapa?" tanya Sheryl.

__ADS_1


"Gatau sih, Regaf belum juga jemput gue," kata Vanca melirik arloji nya. Sheryl pun menjentikkan jari nya, "lo jangan balik dulu deh, kata nya Nesa bakal kesini, jadi kita ngumpul dulu sebentar," imbuh Sheryl pada Vanca juga Risa.


"Boleh deh, sambil nunggu Regaf jemput gue juga," ucap Vanca setuju.


"Eh! Itu kaya Nesa deh," tunjuk Sheryl pada mobil yang baru memasuki karangan rumah Risa. Sontak lainnya menoleh melihat ke arah yang ditunjuk oleh Sheryl.


"Hai guyss," ucap Nesa kepada lainnya dengan tangan yang memegang kresek berisi makanan ringan juga beberapa soda.


"Wih bawa apaan lo?" Tanya Sheryl. "Gue bawa cemilan," jawab nya.


"Nes, lo pengertian banget sih," ucap Sheryl dramatis.


"Makanan aja cepet," gumam Risa tak habis fikir.


"Udah yuk masuk," ajak Sheryl seakan dialah tuan rumah nya. Teman teman nya pun hanya geleng-geleng melihat sifat Sheryl.


***


"She, tadi gue pas di supermarket liat cowo ganteng banget gilaa!!" Ucap Nesa histeris menceritakan kejadian ia melihat cowo ganteng saat berada di supermarket. Mereka sudah berada di dalam, tepat nya kamar Risa.


"Seganteng apa?" Vanca pun ikut kepo.


"Ganteng banget lah! Dan tadi dia ambilin gue makanan yang gue ga sampe," cerita Nesa semakin histeris.


"Ga ada topik lain apa?" Risa yang tidak minat sama sekali dengan pembahasan Nesa saat ini. "Lo kenapa si Ris, sekali kali ngomong in cowo ganteng," kata Sheryl santai memakan Snack nya.


"Gantengan juga Regaf," gumam Vanca yang terdengar di telinga Sheryl. Dan mendengar itu pun Sheryl terbatuk batuk, sampai meminum minuman hingga tandas.


"Tau, lo kenapa bisa sampe keselek gitu sih?" tanya Risa yang juga sedang memakan keripik singkong.


"Van, lo bilang gantengan kak Regaf?" kata Sheryl pada Vanca dan mengacuhkan ucapan Risa.


"Apaan sih lo! Engga!" Elak Vanca.


"Sumpah? Kapan Vanca bilang gitu She?!" kata Nesa kembali histeris. "Beneran Nes, tadi gue denger sendiri Vanca ngomong kaya gumamam gitu,"


"Mana tuh yang kemarin kemarin bilang, 'gue ga tertarik sama sekali' mana?" ucap Nesa menyindir Vanca, yang di sindir pun menutup rasa malu nya.


"Kalian kenapa jadi bahas itu sih!" Kesal Vanca pada teman nya itu. Sementara Sheryl dan Nesa sudah senyam senyum tidak jelas.


"Bilang aja kali Van, ga usah sungkan,"


"Tapi bener loh Van, gue nanya nih," ucap Nesa serius. Sheryl dan Risa pun ikut serius melihat Nesa yang tampak serius.


"Apa?"


"Lo udah pernah 'itu' belum sama kak Regaf?" Tanya Nesa yang langsung membuat Vanca tersedak air liur.


"Kok jadi nanya itu sih?" tanya Vanca dengan heran, Sheryl pun angkat bicara ,"Van serius, sebelum nya gue minta maaf kalo kesan nya gue ngatur atau ikut campur rumah tangga lo, tapi gue ngomong ini sebagai temen lo,"


"Van, itu udah hak kak Regaf suami lo, dan kewajiban lo sebagai istri," lanjut Sheryl.

__ADS_1


"Bener kata Sheryl Van, dan misal nya kak Regaf ga minta hak nya ke kamu pun, kak Regaf itu tetep pria normal yang dimana punya hasrat dan nafsu nya," ucap Nesa menambah kan.


"Cowo mana yang tahan satu kamar sama istri dengan gak ngelakuin apa pun, sebagai istri lo juga harus faham Van," tambah Risa lagi.


Ucapan ketiga teman nya membuat Vanca berfikir kembali, memang selama ini Regaf tak pernah meminta hak nya, dan Vanca pun belum memberi hak suami atas diri nya. Vanca hampir lupa dengan kewajiban nya yang satu ini.


"Gue ngerti, tapi-"


"Apa sih yang lo tunggu Van?" potong Nesa cepat.


"Gue ngerasa belum siap aja buat itu Nes, kalian tau kan gue masih kelas sebelas,"


"Dan gue gamau kalo nanti gue hamil di saat gue masih sekolah," lanjut Vanca. Risa, Nesa, dan Sheryl yang melihat nya itu pun merasa iba, mereka mengerti bagaimana sulit nya menjalankan masa masa dimana kita harus menikah muda.


"Gapapa Van, kita ngerti kok, kita cuma kasih masukan aja," ujar Risa dengan senyum nya. "Iya Van, dan apapun keputusan lo kita bakal selalu dukung," tambah Nesa.


"Makasih ya semua, dan saran kalian bantu gue banget, gue bakal pikirin ini kedepannya,"


"Tapi Van, lo sama kak Regaf pernah..," ucap Sheryl seraya memperagakan jari tangan telunjuk nya yang di satukan.


Tentu Vanca sangat paham dengan apa yang di kata kan oleh Sheryl saat ini, apa lagi Nesa.


"Ga ada pertanyaan lain apa lo?" tanya Risa heran.


"Gue kan cuma nanya emang salah?"


"Jadi gimana Van?" tanya Sheryl lagi. Vanca memikirkan itu, dan memang mereka belum pernah melakukan itu. Untuk bibir ya jelas belum, tapi jika lainnya itu sudah pernah dirasakan oleh Vanca.


"Pernah-"


"What?! Pernah? Jadi first kiss lo-"


"Ssttt, dengerin gue dulu She!" potong Vanca kesal. Ucapan nya belum selesai tetapi Sheryl sudah memotong nya duluan.


"Pernah tapi di pipi, kalo bibir engga," sambung Vanca membuat teman nya melongo. "Beneran?" tanya Nesa memastikan. Vanca menjawab dengan anggukan saja.


"Kirain udah ngerasain bibir kak Regaf, tapi lo juga udah pernah di cium pipi lo, enak banget yang nikah muda,"


"Nikah muda ga se enak yang kalian bayangin, gue harus bisa bagi waktu antara Regaf, buatin dia makanan, beres beres, kerjain tugas sekolah, belum lagi tentang kewajiban tadi," ucap Vanca dengan nada tak semangat. Tapi ia menuturkan dengan senyum yang mampu menutupi semua nya.


"Enak ga enak sih, lo harus tetap semangat! Ga ad salah nya nikah muda, yang salah cuma waktu, ini cuma masalah waktu aja kok Van," ujar Nesa memberikan semangat pada teman nya itu.


Tiba tiba ada bunyi klakson dari arah luar rumah Risa, yang dapat dipastikan itu Regaf. Vanca yang mendengar bunyi klakson itu pun melirik jam arloji nya menunjukkan pukul 17.15


"Eh itu kaya nya Regaf deh, gue pulang duluan ya," pamit Vanca seraya membereskan barang bawaan nya. "Iya Van hati hati!" kata Risa pada Vanca sebelum ia keluar dari kamar Risa.


***


TBC. SEGITU DULU LANJUT BESOK!


LIKE NYA JGN LUPA, HADIAH, VOTE, KOMEN, AGAK NGELUNJAK TAPI GAPAPA.

__ADS_1


AKU MAU TANYA SATU HAL, MISAL NYA AKU BUAT CERITA BARU KALIAN MAU BACA GA? ATAU TETEP DI REGAF?


__ADS_2