
ARE YOU READY?
LETS GO!
***
Malam hari nya, Regaf dan Vanca kedatangan teman-teman mereka dengan tujuan menjenguk Vanca yang dikabarkan mengandung. Itu adalah kabar yang sangat menggembirakan bagi mereka, karna jelas mereka akan memiliki keponakan yang lucu.
"Van ntar kalo lo udah lahiran, gue yakin anak nya bakal cowok!" ujar Sheryl semangat saat mengatakan nya.
"Dih! Gak gak, pokoknya harus cewek! Biar lucu gemes ucul gituuu," bantah Nesa.
"Gak! Gue mau nya cowok!"
"Gue mau cewek!"
"Cowok!"
"Harus cewek!"
"UDAHH!" lerai Risa menengahi. Risa memandang kedua teman nya itu dengan tatapan malas. Yang akan punya anak adalah Vanca kenapa mereka berdua yang bertengkar kelamin anak nya?
"Lo pada kenapa sih? Lo gak bisa request karna itu udah jalan nya, mau cewek cowok juga sama aja!" kata Risa pada kedua nya yang hanya bisa menundukan kepala nya.
"Tau! Lagian yang bakal punya anak Vanca sama Regaf, kenapa lo berdua yang ngatur?" kata Geo dengan senang memakan cemilan.
Tidak hanya teman Vanca namun para teman Regaf juga ikut datang, walau hanya Geo dan Andra. Mereka berdua tau karna Regaf yang memberi tahu pada mereka.
"Ya maaf.." cicit Sheryl tak berani. Tadi saja ia merasa paling besar sekarang hanya untuk memandang wajah Risa saja rasa nya tak berani. Ia takut diomeli.
"Udah udah, gausah berantem karna masalah spele doang. Lagian ya, cewek cowok sama aja menurut gue, pemberian Tuhan jadi bersyukur aja," kata Vanca dengan bijak nya.
"Oh ya, lo mau apa Van? Biar Geo yang beli nanti buat lo," kata Sheryl seenak jidat nya.
Mendengar nama nya disebut, lantas Geo menoleh cepat mendapati Sheryl yang hanya cengengesan tidak jelas. "Enak jidat lo ngomong gitu, kenapa jadi gue? Lo aja lah!"
"Jidat bisa ngomong ya? Perasaan yang ngomong mulut gue deh," kata Sheryl sembari berfikir. Lainnya hanya bisa mengusap dada dengan sabar.
"Gak gituu Sheryl pinterr," ucap Nesa gemas dengan perilaku Sheryl ini.
"Terus gimana?"
"Otak kecil gak diajak," ucap Andra yang sedari tadi diam. Sekali bicara, menusuk hingga ke usus.
"Udah, gausah dibahas. Gak kelar-kelar deh ntar," ucap Geo yang malas.
"Eh btw, gue denger-denger Kenzie udah punya pacar, mana cakep lagi pacar nya," ucap Nesa membaca info di grup lambe SMA nya.
"Kenzie yang sekelas sama kamu?" tanya Regaf memastikan.
Vanca mengangguk. "Iya, gak ada yang nama nya Kenzie kecuali dia."
"Siapa pacar nya?" tanya Geo turut kepo.
"Nih liat deh," Nesa menyerahkan ponsel nya pada ketiga cowok itu. Regaf sontak membulatkan mata nya lebar saat melihat foto cewek yang ada di ponsel Nesa, yang dipastikan dia lah pacar seorang Kenzie.
"Ini beneran pacar Kenzie?" kata Regaf tak percaya. Mendengar itu Vanca turut kepo. "Siapa sih?"
Ketiga teman nya mengedikkan bahu bersamaan tanda tak tahu. Vanca pun melihat ponsel Nesa karena jiwa kepo nya sudah tak tertahan. Saat Vanca melihat foto itu, ia turut kaget dan tak percaya.
"GISEL?"
***
"Jadi gituu," ucap Gisel di seberang sana.
Vanca dan Regaf sempat tidak percaya dengan apa yang ia lihat, jadi lah ia menelfon Gisel saat teman mereka sudah pulang.
__ADS_1
Gisel pun menceritakan semuanya, dari awal mereka berteman dan tentang Kenzie sebenernya.
"Speechless," kata Vanca dengan muka tak percaya.
"Jadi, Kenzie itu cowok yang udah lama lo sukai? Terus dia juga sebenernya kating? Dia cuma ngulang SMA buat kuliah nya?"
Gisel mengangguk membenarkan.
"Kenapa lo gak pernah cerita ke gue?" ucap Regaf pada sambungan telepon.
"Yaa mana gue tau kan kalau Kenzie ternyata temen kalian," ucap Gisel.
"Temen? Bukan temen gue," cetus Regaf.
Vanca terkekeh mendengar ucapan Regaf. "Ternyata dia pacar lo ya kak, gue sempet gak percaya. Tapi ini fakta nya," kata Vanca mengangguk sendiri seolah tengah memahami sesuatu yang rumit.
Gantian Gisel yang terkekeh. Ia merasa lucu mendengar perkataan Vanca dan Regaf yang kelewat speechless.
"Udah ah, gue mau nugas nih. Kapan-kapan lagi deh gue telfon, oh ya Van lo sekelas kan sama Kenzie, kalo dia deketin cewek disana lo kabarin gue ya!"
"Iyaa.." jawab Vanca sembari tertawa kecil.
Bertepatan setelah itu, sambungan terputus dari sana. Regaf pun menaruh ponsel nya kembali.
"Aku ga percaya tapi ini nyata," Vanca menghela nafas pelan.
"Percaya aja, Gisel sama dia udah berhubungan lama, gak mungkin tu cowok berani sakitin Gisel," kata Regaf tanpa ingin menyebut nama Kenzie.
"Kenzie! Dia siapa? Tu cowok yang kamu maksud siapa?" ujar Vanca sewot karna Regaf tak menyebutkan nama Kenzie. Apakah sesusah itu hanya menyebutkan nama saja?
"Iya itu maksudnya."
"Kamu gak ada tugas?" tanya Vanca pada Regaf. Karna Regaf sedari tadi sibuk melirik jam dinding.
"Ada sedikit, ntar aja aku mau bareng kamu dulu," kata nya menjawab.
"Yakin?" tanya Regaf yang tampak ragu.
Vanca mengangguk.
"Yaudah, kamu tidur. Aku mau kerjain tugas kantor dulu," kata Regaf keceplosan. Cowok itu mengatupkan bibirnya rapat, bersalah karna mulut nya tak dapat ia kontrol.
"Tugas kantor?" beo Vanca tak mengerti.
Regaf menarik nafas pelan. "Iya, jadi Papi nugasin aku buat ngurus kantor di London, dari sini."
"Kenapa aku baru tau? Setau aku Papi gak ada cabang di London?"
"Itu proyek baru Papi yang sebenernya buat aku," kata Regaf membuat Vanca terkejut, sangat.
"Jadi.. kamu sekarang Direktur Muda?" kata Vanca sambil menutup mulut dengan tangannya. Terkejut.
Regaf mengedikkan bahu nya. "Ya gitu lah, tapi aku belum publik ini, dari anggota disana tau nya Direktur nya itu Papi," kata Regaf kembali menjelaskan.
Vanca tak tahu lagi ingin bicara apa karena saking terkejutnya. Ia lebih dibuat speechless dari pada kabar mengenai Gisel tadi. Ia pikir hanya ada di novel saja Direktur Muda, ternyata suami nya adalah Direktur Muda.
"Aku gatau mau bilang apa, Mas keren banget!"
"Aku belum ngapa-ngapain, keseluruhan masih Papi yang bangun, aku cuma lanjutin aja kedepannya. Dan dimulai dari sekarang."
"Mas apa gak sulit kerja dari jarak jauh begini?"
"Ya mau gimana lagi? Gak mungkin aku tinggalin kamu disini," ucap Regaf memandang Vanca dengan tatapan teduh. Seketika hati Vanca seperti dililiti kupu-kupu.
"Kalau emang buat kewajiban kamu, aku bakal izinin kok Mas," kata Vanca.
"Gak! Aku gak mau tinggalin kamu disini, nanti habis aku lulus S1 baru aku bakal bawa kamu pindah kesana," tolak Regaf kekeh.
__ADS_1
"Apapun keputusan kamu, aku dukung dan bakal terus di samping kamu."
***
"GAF INI GIMANA ANJING!" kata Geo turut panik, padahal yang tidak membawa baju khusus adalah Regaf. Cowok itu terlambat bangun, karena begadang semalaman untuk mengerjakan tugas kantor. Vanca sudah membangun nya dirinya, namun Regaf tidur lagi saking ngantuk. Jadi Vanca pikir Regaf tidak kuliah hari ini, wanita itu pun meninggalkan Regaf yang masih tidur.
Seharusnya Regaf sampai pukul 8, namun diri nya baru sampai jam 9 lewat 10 menit. Untung saja senior mereka belum memulai acara, jadi saat ini mereka bertiga sedang berada di kelas padahal yang lain sudah di lapangan.
"Duh, gue juga bingung," kata Regaf kalang kabut. Jika ia sampai tidak mengenakan baju khusus itu, sudah tamat riwayatnya.
"Lo, kenapa bisa ketinggalan?" tanya Andra yang masih santai, padahal kedua teman nya tengah panik.
"Gak sempet buat cerita Dra, ini gimana gue?"
"OH! KALAU GAK SALAH ADA DEH BAJU GUE LIAT DI MEJA SALAH SATU MAHASISWA. GAK DIPAKE KAYA NYA! BENTAR GUE LIAT!" teriak Geo refleks.
"Gausah teriak juga anji!ng!" desis Andra geram.
"DAPET!"
Geo berlari kearah Regaf, membawa baju yang ia temukan. Ternyata memang tidak dipakai. "Nih, cepet lo pake!"
"Gue harus ganti kemana?! Ini bentar lagi mulai!"
"Ke toilet," sahut Andra.
"Lo pikir dari sini ke toilet deket?" kata Regaf menatap kesal pada Andra.
"Yaudah ganti disini aja," usul Geo membuat heran kedua nya. "Lo gila?" ucap Regaf tak mau.
"Trus lo mau gimana lagiii gantengg, lo mau telat trus di hukum?" kata Geo membuat Regaf kembali berfikir.
"Yaudah, lo berdua jaga pintu jangan ada yang masuk!" peringatan dari Regaf. Kedua nya kompak mengacungkan jempol.
Kini kedua teman Regaf keluar dan menjaga pintu tak lupa menutup nya. Regaf pun bergegas membuka dan mengganti pakaiannya.
Sementara diluar kelas, Andra dan Geo diam sembari celingak-celinguk memperhatikan sekitar. Namun tiba-tiba ada seorang senior yang mendatangi mereka.
"Eh kalian! Kenapa masih disini? Tidak tau apa sekarang kalian harus kumpul di lapangan?" tegas senior tersebut.
"Eh, iya ini mau otw lapangan. Tadi ada cicak kejepit di pintu jadi kita tolongin dulu," ucap Geo cengengesan yang langsung mendapat hadiah geplakan dari Andra. Sifat SMA nya tak lepas sampai sekarang.
Senior tersebut mengerutkan dahinya tak mengerti.
"Maaf, tadi kami ada kendala sedikit jadi belum kumpul," kata Andra dengan sopan.
"Yasudah, cepat ke lapangan!"
Geo dan Andra saling lirik satu sama lain, bingung harus bagaimana. Sementara Regaf masih di dalam sana. Apa mereka tinggal?
"Tunggu apa lagi?" tegas sang senior. Andra dan Geo pun mengangguk serempak, dan melangkah meninggalkan kelas.
***
Di kelas, Regaf masih berkutat pada bajunya. Sungguh ribet! Ia benci situasi ini. Disaat ia akan mengenakan baju tersebut, seorang mahasiswi tiba-tiba masuk tanpa permisi.
"AAA! KENAPA LO GANTI BAJU DISINI?!" pekik mahasiswi itu membalikkan badannya. Jelas ia kaget karna Regaf belum menggunakan pakaian nya, masih dengan telanjang dada.
***
TENG TENG TENGG!!
GIMANA PART INII?? 😚😚
****MAAF YA GAK PANJANG HEHE, NEXT BAKAL LEBIH PANJANG LAGII. TULIS KOMENTAR KALIAN DULUUU DONGGGG. LIKE VOTE JANGAN LUPAAA 🙌🏻🙌🏻****
OKE BABAY NEXT CHAPTER 👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1