REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 7


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 18.28 Vanca baru saja sampai di rumah nya sehabis pergi bersama teman teman nya, sungguh ia lelah!


Vanca merebahkan diri nya di kasur king size nya, ia ingin beristirahat sungguh, namun sesuatu mengurungkan niat nya


"eh gue lupa" Vanca melihat jam dinding di kamar nya sudah pukul 18.31


"aduhh telat nih gue"


Vanca bangun dari tidur nya lalu menyambar handuk lalu masuk ke kamar mandi di kamar nya


10 menit berlalu, kini vanca sudah siap dengan pakaian nya untuk pergi ke rumah Ara sesuai dengan janji nya di sekolah tadi sore


ia menggunakan celana jeans navy dan hoodie warna lilac lalu rambut pirang ombre yg dibiarkan terurai, Vanca sedikit memolesi bedak dan juga liptint agar tidak pucat, dan dengan segera ia pergi keluar kamar nya tak lupa handpone, kunci mobil, juga dompet nya


.


.


.


"Vanca kamu mau kemana" tnya sang mama ketika vanca melewati ruang tamu


"eh mama.. aku mau keluar sebentar mah, ga lama kok yah"


"kamu baru habis pulang kan nak, mau kemana lagi kamu"


"aku mau ke rumah teman ada janji"


"temen kamu yang mana" selidik mama vanca


"duh teman sekolah kok mah, yaudah mah byee" pamit Vanca ketika sudah selesai memakai converse nya


"yaudah hati² jangan pulang larut malam ingat!" teriak mama Vanca ketika vanca sudah berjalan keluar rumah


...πππ...


"Regaf mau kemana kamu" tegur mami Regaf ketika melihat Regaf sudah rapi


"jalan sama temen" sahut nya


"GA BISA" tegas papi Regaf yg tiba tiba muncul dari arah belakang


"kamu tidak bisa keluar malam ini, atau motor, kartu juga handpone kamu papi sita" lanjut nya


Regaf membelalakan mata nya, apa apaan papi nya ini, apa yg bisa digunakan jika semua nya disita -- pikir nya


"Loh pi apa apaan, ga bisa gitu dong, pasti main nya ancem ini itu"


"Regaf udh gede, Regaf mau bebas" lanjut nya


"karena kamu sudah dewasa Regaf, kamu hrus nya berubah dengan sifat buruk mu itu yang keluyuran malam malam"


"ini demi kebaikan kamu juga"


"oke, seterah papi, sekarang papi mau nya gimana"


"masuk ke kamar kamu, berhenti bergaul dengan teman mu yg begajulan itu atau --"


"atau papi bakal sita fasilitas Regaf, IYA?" potong Regaf


"Regaf kamu tidak boleh seperti itu sama papi kamu nak" peringat Wenda


"mi pi, Regaf capek, capek sama semua ini, Regaf tau mana yg baik dan mana yg buruk, jadi mami dan papi ga perlu capek capek urusin Regaf" setelah mengatakan itu ia pun melenggang pergi dari pekarangan rumah dengan motor ninja kesayangan nya


"pi, apa papi tidak terlalu keras kepada Regaf" tanya Wenda kepada suaminya


"jika dibiarkan anak itu akan semakin ngelunjak, mau jadi apa dia kedepan nya"


"sudah lah pi"


.


.


.


Vanca mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, pelan yg penting sampai


20 menit akhirnya setelah perjalanan yg ramai ia sampai di rumah besar milik keluarga Alexander


ting tong!


"sebentar.." sahut didalam nya


ceklekk..


"eh kak Vanca, ayo kak masuk kak" ucap Ara membawa vanca ke ruang tamu


"iya" ucap Vanca dengan senyum canggung


pertama kali nya ia menginjak an kaki nya dirumah ini, besar, itu yg ada di pikiran Vanca, sama seperti rumah nya namun lebih besar rumah ini -- pikir nya


"nakk siapa yang datengg" ucap Wenda


lalu ia melihat gadis yg bersama dengan Ara saat ini

__ADS_1


"ehh cantik sekali, siapa nama kamu nak" tanya Wenda


"Vanca tante" ucap Vanca dengan senyum ramah nya


"ayo duduk dlu kak, aku ambilin minum dulu ya"


ucap ara lalu beranjak ke dapur dan mengambil minum juga snack


Vanca hanya mmengangguk dan tersenyum canggung, ia bingung harus apa dia


"umur kamu berapa" tnya wenda memecahkan keheningan


"17 tahun tante" ucap ny lalu tersenyum simpul


"ohh beda setahun sama anak tante yg laki laki, kakak nya Ara"


laki laki, apa itu regaf -batin vanca


"oh iya kamu yg nganterin Ara pulang kemarin ya" tanya wenda lgi


"iya tante"


"terima kasih ya nak sudah mau ngantar in ara pulang, sebenarnya ada kakak nya yg jemput tapi dia entah ke mana"


"gapapa kok tante, Vanca juga seneng kok bisa nganterin Ara"


"tante ga tau deh kalo ga ada kamu"


"emm..emang nya kakak Ara kemana tan?" ucap vanca memberanikan diri untuk bertanya


"dia sering keluyuran malam malam, dan ga ingat waktu, papinya sering sekali marah tapi dia ga mau dengerin apa yg bilang papi nya, bandel sekali anak itu" ucap Wenda yg diakhiri kekeh ringan nya


"jarang sekali dia dirumah, kadang tante pengen menghabiskan waktu dia, cuma ya dia nya jarang dirumah keluar terus"


"tante yg sabar ya, suatu saat pasti dia berubah"


"iya, tante tau kok"


"oh iya, Regaf nama nya" lanjut nya


"Vanca udh tau kok tante"


"oh ya, kamu kenal sama Regaf?"


"ga kenal juga si tan, cuma tau, kita satu sekolah" jelas Vanca


"oh begitu,, kenapa Regaf ga pernah cerita sama tante ya"


"mungkin karena ga kenal tante"


"baru sih tante, belum lama juga"


"oh begitu, sering sering mampir biar tante ada temen nya"


Ara datang dengan membawa segelas juice jeruk juga cemilan


"ini kak diminum ya" ucap nya lalu duduk di samping vanca


"makasih Ra"


"santai kak"


"oh ya, mami sama kak Vanca ngobrol apa tadi, kaya nya seru banget"


"keppo" sahut Wenda


"ih mami, main rahasia rahasia segala, Ara kan juga pengen tau" cemberut Ara


"ga ngomong in apa apa kok Ra" jawab Vanca


"masa ngambek" lanjut nya


"iya deh enggaa"


sampai mereka ngobrol panjang entah apa yg mereka bicara kan aku pun tak tau:)


tak terasa kini sudah pukul 21.08 , saat nya Vanca pulang ke rumah


"oh iya, udh malam pamit dulu tante, Ara" pamit Vanca dengan sopan


"ah iya sudah malam, waktu terasa cepat sekali ya" kekeh Wenda


"kapan kapan pasti Vanca main lgi kok tante"


"yaudah kak, yuk aku anter sampe depan" ucap Ara, Vanca hanya mengangguk saja


sesampainya mereka di halaman depan rumah Vanca pamit lalu pergi dengan mobil sport putih nya itu


.


.


.


Diperjalanan Vanca melihat ada tukang Martabak manis kesukaan mama nya, ia pun berinisiatif untuk membelikan mama nya Martabak manis itu, Vanca memarkirkan mobil nya lalu turun dan memesan martabak tersebut

__ADS_1


"mas martabak manis nya 2 ya" ucap nya


"siap neng" sahut penjualnya


sambil menunggu vanca duduk di salah satu kursi yg tersedia lalu mengeluarkan benda pipih di saku celana nya, ia membuka room chat dengan ketiga sahabat nya itu yg nampak terlihat ramai


...**Girls Squad 🔥...


@Sheryl** : p


@Sheryl : p


@Sheryl : p


@Risa : paan she?


@Nesa : plng jg g pntng


@Sheryl : heh nes, lu ngetik apaan dah ga ngerti gue


@Risa : paling juga ga penting


@**Nesa : @Risa 👍🏻


@Sheryl** : keyboard @Nesa ky nya kurang deh huruf nya


@Nesa : smbrng an lu, gw lg mls ngtk.


@Sheryl : santai wess


@Risa : @Sheryl ada apa td lu chat duluan kan?


@Sheryl : gada si, gbut doang gue


@Nesa : kn bnr kt gw.


@Sheryl : heh nes, lu kalo ga niat ngetik mending ga usah deh, bikin puyeng gue ae lu


@Risa : @Me kmn lu?


@Nesa : @Sheryl bdo.


@Sheryl : nah iya @Me kmn lu? tumben tumben an


@Sheryl : @Nesa yeuu ngambek


@Risa : @Sheryl udh she


^^^@Me : @Sheryl @Risa paan?^^^


@Sheryl : nah ini dia nih muncul orng nya


@Risa : kemana aja lu Van baru muncul


^^^@Me : ga kmn² kok^^^


@Sheryl : knp gw samperin ke rumh lo, lo nya ga ada?


@Nesa : @Me kta lg ngmpl.


^^^@Me : @Sheryl gw ada urusan sbntr td diluar^^^


^^^@Me : @Nesa enk bngt lo pda ngumpul g ngjak ngajak^^^


@Risa : kita mau ngajkin lu van, cuma kata sheryl lu gda di rumah


@Sheryl : @Risa bner tuh @Me


^^^@Me : hehe sorry sorry^^^


read 3.


setelah itu pesanan martabak yg tadi dipesan Vanca pun sudah dibungkus


"ini neng martabak nya" ucal sang penjual seraya memberikan martabak nya


"oh iya mas, sebentar ya" ucap Vanca lalu dia memasukan kembali handpone nya lalu mengambil dompet nya dan mengeluarkan satu lembar uang berwarna biru


"ini mas uang nya, kembalian nya ambil aja" ucap Vanca seraya mengambil bungkusan martabak itu lalu memberi kan uang nya


"terima kasih neng"


Vanca mengangguk saja lalu berjalan menuju mobil nya, ia tak fokus sehingga menabrak tubuh seseorang di depan nya


Bruukk..


"awwss"


.


.


.


maaf kan jika ada typo ged :)

__ADS_1


tbc.


__ADS_2