REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 40


__ADS_3

Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 18.30 sudah hampir jam nya makan malam namun kedua orang tua Vanca juga Regaf tak kunjung pulang. Sama hal nya dengan Gisel, belum juga pulang hingga saat ini.


"Gaf kok Mami Papi belum juga pulang yah.." Kata Vanca Khawatir. Regaf yang sedang bermain ponsel di sofa kamar itu pun menoleh kan kepala nya kepada sang istri.


"Ntar juga pasti pulang percaya deh" jawab Regaf Santai. "Gisel juga belum pulang" gumam Vanca yang masih di dengar oleh Regaf.


"Ngapain mikirin Gisel, mereka pasti pulang gamungkin mereka ga pulang, oke."


"Ihh Regaf, Gisel itu tadi nya pergi sendiri aku takut aja ada apa apa gitu" ucap Vanca kelewat cemas. Regaf pun kini beralih duduk di dekat sang istri dimana Vanca yang sedang duduk di atas kasur menemani anak kecil itu. Anak kecil itu belum juga bangun.


"Tenang aja, mereka pasti pulang dan baik baik aja, jangan mikir yang aneh aneh gitu" kata Regaf lembut serta perhatian. Ia mengelus pelan pucuk kepala Vanca dengan sayang.


"Kamu ga mau coba telfon aja?" Masukan Vanca kepada Regaf. Yang Regaf liat memang Vanca cemas sekali, jadi ia pun memutuskan untuk menelfon orang tua nya agar mengurangi kecemasan Vanca.


Regaf mengambil ponsel dari saku nya, namun saat ia baru ingin menekan nomor nya bunyi bel rumah berbunyi.


"Nah itu mereka" kata Regaf pada Vanca. Saat itu juga Vanca turun dari kasur ingin menemui kedua orang tua nya. Regaf yang melihat itu hanya geleng geleng, dan ia tak bisa ikut menemui karena ada anak kecil ini yang harus ia jaga.


Saat Vanca turun ia sudah melihat bibi yang membukakan pintu utama. Dan saat itu ia melihat kedua orang tua nya masuk kedalam rumah dengan bawaan di tangan Mami Wenda.


"Mami!" Vanca berlari dari jarak tangga hingga menubruk tubuh Wenda. Vanca memeluk dengan erat seakan tak ingin melepas kan nya sama sekali.


"Eh anak perempuan mami, ada apa ini kok tiba tiba meluk mami begini?" Mami Wenda memberi bingkisan itu kepada bibi agar di simpan di meja. Lalu tangan Wenda mengusap kepala Vanca dengan sayang.


"Gapapa kok ma cuma kangen aja" kata Vanca, ia merasa nyaman di pelukan Wenda saat ini hingga ia menutup mata nya.


"Okee, lepas dulu ini gimana coba" ucap Wenda dengan kekehan kecil dari mulut nya. Saat itu Vanca tersadar lalu ia pun melepas pelukan mereka.


Vanca memberi senyum manis kepada kedua orang tua nya. "Kangen sama mami itu dari tadi!" Celetuk Regaf dari atas tangga. Ia baru saja turun.


"Ohh, anak Mami kangen ya" Wenda tersenyum hangat kepada Vanca. Dan Vanca hanya memberi senyum manis nya. Saat Regaf sudah sampai di bawah ia gabung dengan lainnya.


"Oh ya, Gisel mana ga keliatan?" Tanya Papi Alex. "Be--"


"Assalamualaikum!!" Baru saja ingin dibicarakan, anak nya sudah muncul duluan. Gisel baru saja pulang.


"Eh Gisel baru pulang, dari mana aja nak?" Tanya Wenda. "Eh tan, Gisel tadi main sama temen" cengengesan Gisel.


"Temen apa temen." Celetuk Regaf menimbrung. "Ya temen lah, paan si lo" Ucap Gisel sensi.


"Biasa aja dong"


"Nyenyenye"


"Sudah sudah kalian ini, gimana kalau kita makan malam bersama, pasti Vanca Regaf belum makan juga kan?" Kata mami Wenda mengajak.


"Iy--"


"HUWAAAAA!!" tiba tiba terdengar suara tangis dari arah atas. Tak lain tak bukan ialah kamar Vanca dan Regaf.


"Eh itu suara siapa?" Kata Gisel bertanya.


"Regaf Vanca, bisa kasih tau mami?"


Kini Regaf dan Vanca tak mengindahkan pertanyaan mereka, mereka Langsung berlari ke atas untuk menemui anak itu. Mereka hampir lupa dengan anak itu. Wenda, Alex, juga Gisel ikut bersama mereka.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, Vanca langsung menggendong anak itu untuk menenangkan nya. "Sstt sstt"


Dengan telaten Vanca mengusap kepala anak itu. Dan saat ini Wenda bersama lainnya baru sampai di kamar Vanca.


Mereka kaget dengan kehadiran anak itu di sini. Siapa anak itu? Mereka mendekat ke arah Vanca yang sibuk menenangkan anak itu. Lambat laut anak itu tenang dengan sendiri nya. Namun tak kembali tertidur melainkan bangun dari tidur nya menatap Vanca heran.


"Sssttt, udah bangun ya?" Kata Vanca berbicara kepada anak itu. Anak itu malah berkedip lucu membuat Vanca semakin gemas dengan nya. Ia menciumi pipi gembul itu dengan gemas.


"Regaf itu anak siapa?" Tanya Wenda pada Regaf yang berada di samping nya. "Tadi ada yang nitipin anak itu kesini, mama nya lagi ada urusan jadi di titip ke sini deh" jelas Regaf.


"Vanca juga ga keberatan, dia malah seneng dari tadi jaga in anak itu." Lanjut nya. Wenda mengangguk paham, ia pun melihat Vanca yang sangat telaten menggendong anak itu dan mengajak anak itu berbicara.


Wenda dapat melihat sisi keibuan Vanca, sudah cocok untuk menjadi ibu muda. Wenda tersenyum melihat interaksi kedua nya.


"Udah cocok tuh jadi ibu" bisik Gisel pada Regaf. "Lo gamau liat Vanca gendong anak kalian?" Goda Gisel.


"Lo mikir apa coba? Pemikiran lo kejauhan" jawab Regaf tanpa mengalihkan pandang nya dari Vanca.


"Tapi emang nya lo ga kepengen gitu? Lo tahan banget ya tidur seranjang tapi ga ngelakuin apa apa?" Gisel semakin jadi dengan menaikturunkan sebelah alis nya.


"Ya gue mau, tapi gue masih mikirin Vanca. Gue ga mau terlalu maksa dia. Seenggaknya dia udah nerima gue, gue udah seneng" balas Regaf. Gisel hanya diam mendengarkan kan, pemikiran Regaf memang sudah sangat dewasa.


"Vanca, boleh Mami gendong?" Kata Wenda yang berada di samping Vanca. Dengan senang hati Vanca memberi anak itu pada mami Wenda. Dan mami Wenda menggendong anak itu dengan senyum hangat. Seperti sangat ingin memiliki cucu.


"Van, lo gamau kasih tante cucu gitu?" Kembali ini ulah Gisel, sehabis Regaf sekarang Vanca.


Vanca bingung akan menjawab apa "Gue mau kok, pengen banget malah, cuma lo kan tau keadaan gue gimana." Ucap Vanca dengan senyum khas nya.


"Kalo bisa Regaf Vanca cepet cepet kasih kita cucu, pasti asik kalo ada anak kecil di rumah ini" Imbuh Papi Alex.


"Gausah di pikirin, nanti jadi beban" bisik Regaf, ia tahu isi pikiran Regaf saat ini. Vanca tersenyum kepada Regaf, sungguh beruntung ia bisa memiliki seorang Regaf.


ting tong


"Eh ada bunyi bel" kata Gisel.


"Sebentar deh biar Gisel liat" Gisel berjalan menuju keluar kamar, namun terhenti karena panggilan dari Vanca.


"Biar gue aja" Gisel pun mengiyakan, dan Vanca yang melihat di bawah. Dan lainnya masih asik bermain dengan anak itu.


"Nama kamu siapa" Gisel bertanya kepada anak kecil itu. Anak itu memberi senyum manis nya dan berkedip lucu. Gisel gemas sendiri jadi nya.


"Pwa! Pwa pwa!" Kata anak itu kepada Regaf. Ia menjulurkan tangan nya pada Regaf ingin digendong. "Gaf.. kaya nya dia mau digendong kamu deh" Wenda memberi anak itu pada Regaf.


Dengan senang hati Regaf menerima nya, ia juga suka menggendong nya "Apa hm?" Kata Regaf pada anak itu. Serasa menggendong anak sendiri.


***


Sementara Vanca, ia membuka pintu karena bibi tak ada, mungkin sedang di belakang.


Saat pintu terbuka menampakan ibu paruh baya di depan pintu. "Vanca!" Sapa Ibu itu.


"Eh iya, ibu yang tadi siang ya?" Tanya Vanca dengan sopan. Ibu itu mengangguk seraya berkata "iya.. ibu mau ambil anak ibu" kata nya.


"Iya bu, mari masuk" kata Vanca mempersilahkan ibu itu masuk. Ibu itu masuk ke rumah besar milik keluarga Alexander.

__ADS_1


"Langsung ke kamar aja ya bu, ada di dalam soal nya" kata Vanca sembari menuntun ibu itu ke kamar nya.


"Mi Pi" Ucap Vanca saat sudah masuk kedalam kamar nya. "Eh Vanca, ada siapa nak?" Tanya Wenda.


"Ini, ibu anak itu mau jemput anak nya" Vanca mengenali ibu itu. "Eh jeng" Wenda menyapa nya dengan ala ibu ibu arisan. "Ini anak kamu jeng?" Tanya Wenda.


"Iya jeng, maaf ya ngerepotin" kata ibu itu.


"Engga ih, seneng malah bisa main sama anak ini" kekeh Wenda. Ibu itu tersenyum, lalu atensi nya beralih kepada anak nya yang anteng di gendong oleh Regaf.


"Boleh saya ambil?" Kata ibu itu pada Regaf. "Iya bu, ini" Regaf memberi anak itu kepada sang ibu.


"Yasudah kalau begitu saya pamit ya jeng, semua, maaf sebelumnya udah ngerepotin" kata ibu itu berpamitan. Ia juga tak lupa mengambil tas berisikan barang barang anak nya.


"Mari jeng saya antar ke depan" Lalu Wenda pun mengantar ibu itu ke depan. Kembali pada Regaf dan Vanca. Kini di kamar itu ada Alex, Gisel, juga Regaf Vanca.


"Yasudah kita turun, makan malam bersama" kata Papi Alex, ia pun keluar dari kamar sang anak. "Iya pi nanti kita nyusul."


"Gaf Van!" Panggil Gisel pada kedua nya saat hanya mereka yang berada di kamar ini. "Paan!" Jawab Regaf ngegas.


"Santai dong! Gue cuma mau bilang, gue mau request ponakan yang kek anak ibu tadi ya" ucap Gisel lalu berlari keluar dari kamar sepupu nya.


"Awas lo ntar!" kata Regaf setengah teriak.


"Gaf.. jangan teriak dong" kata Vanca. "Tu anak nyebelin nya ga pernah ilang perasaan" dongkol Regaf.


"Maaf ya Gaf.. Aku.. belum bisa penuhin kewajiban aku sebagai istri kamu.." ucap Vanca dengan menundukkan kepala nya.


"Heyy" Regaf mengangkat dagu Vanca agar mau menatap nya. "Liat aku, kamu jangan berfikir kaya gitu lagi oke? Aku gapapa kok, aku juga ngerti sama kamu" Kata Regaf menenangkan Vanca.


"Aku juga ga mau terburu-buru, lagian kita masih sekolah, jalan kita masih panjang, jadi kamu ga boleh ngomong gitu" lanjut nya.


Mata Vanca merah menahan tangis, mata nya sudah berlapis dengan air mata yang hampir luruh.


Tes. Satu titik air jatuh mengenai permukaan pipi nya yang mulus. Dengan segera ia menepis nya. Tangan Regaf tak tinggal diam, ia menangkup wajah cantik itu lalu jari nya mengusap air mata yang kembali turun.


"Jangan nangis ih, nanti cantik nya ilang loh" kata Regaf menatap wajah cantik istrinya. Vanca malah tertawa mendengar itu, ia memukul pelan lengan suami nya.


"Ih rese banget si" kata Vanca dengan suara parau nya. "Beneran, nanti cantik nya hilang kalo nangis, jadi jangan nangis lagi." Kata Regaf.


"Senyum dong" pinta Regaf pada Vanca. Dengan senang hati Vanca mengabulkan, ia tersenyum manis ke pada Regaf.


Dengan gemas Regaf mencubit pipi Vanca, lalu mencium pipi itu. "i love you" bisik nya tepat di telinga Vanca.


***


Hy hy aku backk, aku up dengan chp yg lumayan panjang lah ya


Jangan bosen baca Regaf yaa


Kalo suka sama cerita aku, like and Vote. Jgn lupa tinggal kan jejak kalian. Dan share sama temen temen kalian lainnya.


oke papayy


^^^tbc.^^^

__ADS_1


__ADS_2