REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 3


__ADS_3

Tring tring tring...


Bunyi bel SMA Merpati berbunyi, ini adalah saat yang paling ditunggu tunggu oleh seluruh siswa siswi disana, termasuk Vanca dan teman teman nya pasti nya


"kantin yuk" ajak Nesa


"gass ngengg" sahut Sherly


"yuk, gue juga laper nih" timpal Risa


"duluan aja deh, gue mau ke toilet bntar"


ucap Vanca kepada teman teman nya dan mendapat anggukan dari mereka


Vanca kini berada di Koridor menuju toilet


dan tiba tiba


Bruukk..


"awssh" ringis Vanca, ia mengusap kening nya yang terasa nyeri akibat benturan dengan dada bidang orang yg didepan nya ini, mereka bertabrakan di tikungan toilet


"jalan pake mata dong" lanjut ucapan Vanca dengan ringisan nya


saat ia mendongakkan kepala nya, mata nya membulat sempurna dengan sosok yang ia lihat di depan nya ini


ya orang yang tadi ia lihat di lapangan


Cih


Regaf berdecih dengan penuturan Vanca barusan


"minggir gue mau lewat" kata Vanca


"aduh aduh neng geulis, mau kemana si buru'


ucap Geo menimpali


" ni orang bego apa gimana sih, udah tau jalan toilet masa iya mau ke kantin" batin Vanca


"knp diem?" kata Regaf datar, yang bisa membuat bulu kuduk Vanca berdiri


"Paan si. minggir kalian ngehalangin jalan tau ga?"


"Cabut" intruksi Regaf kepada kedua teman nya, mereka bertiga akhinya melenggang pergi


"Cih dasar, udah salah ga minta maaf" gerutu Vanca, lalu ia melanjut kan berjalan ke toilet


...***...


"Vanca kemana sih, masa iya ke toilet doang lama banget" kesal Sherly karena Vanca tak kunjung memunculkan batang hidung nya


"udh sabar aja She, paling bntr lagi dateng"


sahut Risa


"sorry gue telat" kata Vanca yang baru saja datang


"gue sih gapapa, tapi tu liat Sherly dari tadi nyariin lu mulu" kata Nesa


"sorry ya"


"oke gapapa, mau pesen apa gue pesenin deh"


"eum.. samain aja deh"


"kalian?" tnya Sherly kepada Risa dan Nesa


"samain aja semua" kata Nesa


"oke, bentar"


ketiga nya hanya mengangguk


"tadi lu kmn aja kok lama banget?" tanya Nesa


Vanca menghembuskan nafas nya pelan


Risa dan Nesa yang melihat itu saling pandang seolah bertanya 'dia kenapa'


"Van" panggil Risa pelan


"gapapa, ada insiden dikit" kata vanca dengan kekehan kecil nya


Kedua teman nya yg mendengar itu hnya mengangguk saja, tak ingin bertanya lebih dalam


"makanan datang.." ucap Sherly tiba'


"nih girls makanan nya"


"thanks She" ucap ketiga nya


"Santay" jawab Sherly


mereka pun melanjutkan makan mereka hingga tandas

__ADS_1


sampai bel masuk pun berbunyi yang mengharuskan siswa siswi masuk kembali ke kelas masing masing


...***...


Regaf yang kini sudah di kelas setelah bel masuk berbunyi juga dengan kedua teman nya itu


"woi kalian mikir ga si" kata Geo


"Paan" sahut Andra


"Cewe yang tadi"


Regaf yang penasaran dengan perkataan Geo pun menjawab "kenapa?"


"Ya beda ga si dari cewe yang kalo ketemu lo pasti muji muji lo, lah dia beda ga kaya cewe biasa nya" jelas Geo


"lo pada ngerti kan maksud gue" lanjut Geo


Andra menjentikan jari nya


"Gue ngerti"


"Jadi maksud lo, dia ga tertarik sama Regaf"


tnya Andra balik


"Ya gitu lah"


"Ternyata masih ada cewe yang ga suka sama lo" kekeh Andra


"Gue yakin itu cuma topeng dia, kita liat aja ke depan nya" kata Regaf dengan raut wajah yang sulit diartikan


Teman' Regaf yang melihat tingkah teman nya ini yg sering berubah ubah pun tau apa yang akan dia lakukan


...***...


Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi, waktu yang paling menyenangkan bagi siswa SMA Merpati


"Van lu mau langsung pulang?" pertanyaan yang keluar dari mulut Risa, Vanca mengangguk


"Ikut kita lah Van, udah jarang nih kita hangout bareng" melas Sherly


lainnya mengangguk menyetujui ucapan Sherly


"Kapan kapan deh ya, janji kalo ada waktu gue ikut" kata Vanca


"lu mah ih, emng lu mau ngapain sih"


"Tau lu, ga mungkin kan kalo dirumah aja"


"ya gue dirumah, bareng kasur gue" ucap Vanca yang diakhiri dengan kekehan nya


"yeuu mending ikut kita aja, kita shoping bareng" Sahut Risa menimpali


"ya kapan kapan deh, janji"


"yaudah deh, tapi kapan kapan kalo kita ajakin harus mau ya" kata Sherly


"iyya" sahut vanca menekan kata 'iyya'


"yaudah gue cabut duluan ya byee girls"


lanjut Vanca lalu melenggang pergi ke arah parkiran dimana mobil nya disimpan


tapi ia melihat sosok yang tak asing menurut nya -- Ralat yang ia pernah lihat,


Vanca menghampiri gadis itu


"Hy, kamu kok masih disini belum pulang?"


tnya Vanca ke gadis itu


"Ehh,," kaget gadis itu


"Tenang aku anak SMA sini juga kok, kamu kok belum pulang"


"emm.. aku belum dijemput kak" sahut nya


"Rumah kamu dimana, biar sekalian aja, aku bawa mobil kok"


"Eh gausah kak nnti ngerepotin lagi"


"Engga kok, ga sama sekali, aku juga sendiri"


tulus Vanca


"em yaudah deh kak, makasih ya kak sebelum nya"


"santai aja, yuk" Ajak Vanca lalu pergi diikuti gadis yang tadi


...***...


Diperjalanan hanya keheningan menyelimuti mereka, tak ada satu pun yg membuka suara, hanya ada suara deruman mesin yang berbunyi


"Kamu kelas berapa?" tnya Vanca memecahkan keheningan

__ADS_1


"kelas 10 kak" sahut nya


Vanca menganggukkan kepala nya lalu kembali berucap


"Kamu bukan nya adik nya Regaf ya?" tanya Vanca hati hati, diketahui gadis yang bersama Vanca saat ini adalah Ciara adik Regaf


"Iya, kakak kenal kak Regaf"


"Gak kenal, cuma tau"


Ara mengganguk dengn jawaban Vanca


"dan nama kamu.." Vanca menggantung ucapan nya


"Ciara kak, panggil aja Ara" sahut Ara cepat


Vanca mengangguk iya kan ucapan gadis itu


"dan nama kakak?" tanya Ara


"Vanca" ucap Vanca melirik nya sekilas lalu kembali fokus ke arah jalan


"nama kakak cantik, sama kaya orang nya ehe" sahut Ara yg diakhiri kekehan renyah


"bisa aja, Ara juga cantik, manis lagi"


"oh ya kok kamu kok bisa masih di sekolah, kakak kamu ga Jemput kamu" tnya Vanca kembali


"Aku udh telpon kak nomor nya, tapi ga diangkat, jadi aku nunggu angkutan umum deh"


"dasar ga bertanggung jawab" batin Vanca


selang beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di tujuan, rumah besar Alexander


"Makasih ya kak tumpangan nya, kalo ga ada kakak mungkin aku masih di sekolah sekarang"


ucap Ciara


"iya gapapa, sesama manusia kita harus saling membantu bukan" kekeh Vanca


"ga mampir dulu kak" tanya Ara


"engga deh kakak mau langsung pulang aja"


tolak Vanca dengan halus


"emm yaudah deh kak, sekali lagi makasih ya kk" ucapan terakhir Ara lalu turun dari mobil Vanca dan masuk ke pekarangan rumah nya


...***...


"assalamu'alaikum.. mih pih Ara pulang..."


teriak Ara


"waalaikumsalam.." sahut Wenda


"kok baru pulang sih dek ini udh jam berapa"


"kakak mu mana?" terobos Wenda


Ara memutar bola mata jengah nya, mami nya selalu seperti ini


"Ara pulang telat karena kak Regaf gak dateng' jemput Ara"


"Tapi untungnya ada kakak cantik yang nolongin Ara, kalo ga ada dia pasti Ara masih di sekolah sekarang" balas Ara


"yaampun kakak kamu itu emang ya, selalu aja begitu"


"oh ya mana orang nya, ga kamu ajak masuk"


tnya Wenda


"udh pulang lah mih" jengah Ara


"loh kok ga kamu ajak masuk dulu sih"


"udah mih, cuma kata kak Vanca dia mau langsung pulang aja, Ara udh tawarin kok"


Wenda mengangguk kan kepala nya mendengar ucapan anak gadis nya ini


"oh iya siapa nama nya tadi, Vanca ya"


Ara mengangguk sekali


"wah mamah jadi pengen ketemu sama orang nya, pasti cantik, kapan kapan kamu ajak main kerumah, mami mau ketemu" antusias Wenda


"Ara juga mau nya gitu, besok deh Ara coba ajak, kebetulan kita juga satu sekolah"


"Wahh bagus kalo begitu" sorak Wenda


"yaudah deh mih Ara ke kamar dulu cape kau istirahat"


"iyaudah kamu istirahat jangan lupa cuci kaki kalo mau makan ada di meja makan"


"iyaaa" sahut Ara lalu berlari kecil menaiki tangga rumah nya

__ADS_1


Wenda menggeleng kepala nya melihat sifat putri nya itu yang menurut nya masih sama seperti dulu tak ada beda nya


__ADS_2