
Mobil Regaf memasuki pekarangan sekolah, dan saat ini berada di basement sekolah. Banyak siswa maupun siswi yang menatap ke arah mobil mereka seraya melewati nya.
"Turun!" titah Regaf, ia mematikan mesin mobil nya juga melepas seatbelt nya. Tapi tidak dengan Vanca ia masih diam di kursi nya bahkan sabuk pengaman nya pun belum ia lepas.
"kenapa masih di sini" tegur Regaf membuat Vanca kaget tersentak "turun!" ulang nya "i-iya" Vanca menghela nafas pendek lalu melepas sabuk pengaman nya.
Namun Regaf terlebih dahulu turun dari mobil sementara Vanca masih di dalam.
Saat Regaf keluar banyak tatapan juga sorakan dari kaum hawa, Regaf menyugar rambut nya kebelakang lalu melepas kembali dua kancing teratas nya yang sudah dipasang oleh Vanca tadi.
Tatapan dan sorakan kaum hawa masih dapat ia dengar juga lihat, lalu turun lah Vanca dari mobil Regaf sontak hal itu memicu banyak tatapan juga cibiran aneh dari siswa siswi yang lewat disana.
"eh itu Vanca anak ips bukan si?"
"iya ya, kok dia bisa bareng Regaf si?"
"gue juga gatau, aneh ya perasaan mereka ga pernah deket deh"
"iya bener lo, gue juga heran apa jangan jangan mereka punya hubungan?"
"husstt ya kali, tipe Regaf bukan cewe kaya dia"
"ya gue kan cuma nebak, coba deh kalo mereka ga punya hubungan kok bisa deket gitu sampe sekolah juga bareng"
"udah lah inti nya ga mungkin kalo mereka punya hubungan setau gue Regaf ga deket sama cewe"
"yaudah lah balik"
ya begitu lah kurang lebih cibiran dari siswa/i disana, namun di hirau kan oleh kedua nya, mareka hanya acuh saja.
"gausah tebar pesona!" celetuk Vanca tiba tiba saat sudah berada tepat di samping Regaf "siapa yang tebar pesona mereka nya aja yang berlebihan" jawab nya
"Woy Bro!" Sapa Geo lalu melakukan tos ala lelaki dengan Regaf sama hal nya Andra juga Regaf "weh makin seger aja nih gue liat liat" ucap Geo seraya melirik ke arah kedua nya secara bergantian
"Seger lah pengantin baru" Geo berucap lagi, ngomong dan jawab sendiri sungguh aneh.
"stress lo" celetuk Andra
"udah yuk masuk" kata Regaf tak menghiraukan ucapan teman nya yang tadi
__ADS_1
"ehm gue duluan" pamit Vanca ia mulai melangkah namun ditarik oleh Regaf hingga badan nya tertarik dan menabrak tubuh Regaf "main pergi aja lo, gue anter" ujar Regaf
"ha apa apaan gue bisa sendiri kali" tolak Vanca
"udah lah Van biar Regaf anter sama kita kita" timpal Geo menyahuti
"tapi-"
"banyak omong lo" Regaf pun merangkul paksa Vanca agar mengikuti nya menuju kelas Vanca sementara kedua teman Regaf mengikuti kedua nya dari belakang.
"gaf lepas ga usah rangkul juga kali, ga enak diliatin" kata Vanca seraya berusaha melepaskan rangkulan tangan Regaf namun nihil tangan Regaf sungguh berat dan besar.
"jangan ditanggepin cuekin aja" ucap Regaf santai masih stay dengan gaya cool nya sebelah tangan nya ia masuk kan ke dalam saku celana dan satu nya lgi merangkul pundak gadis disampingnya.
"gaf lepas udah sampe." Regaf pun melepaskan rangkulan nya saat sudah tepat berada di depan kelas Vanca XI IPS3.
Banyak yang menatap kedua insan tersebut dengan tatapan yang berbeda beda "lo boleh pergi" kata Vanca
"ngusir?" ucap Regaf
"trus lo mau disini gitu ga ke kelas?" Vanca bersedekap dada memandang lelaku didepan nya ini. Regaf menggaruk tengkuk nya yang tak gatal "em yaudah gue kekelas" Regaf menyugar rambut nya kembali membuat seisi kelas Vanca teriak histeris.
"dah gua balik" lalu Regaf dan kedua teman menghilang dari pandangan Vanca. Dan Vanca pun kini masuk ke dalam kelas nya duduk di bangku dekat teman teman nya berada "ekhem ciee yang udah halal ke kelas aja dianterin" ucap Sheryl dengan nada yang seperti dibuat buat.
"apaan si!" jawab Vanca
"gimana Van?" tanya Risa
"apa nya?"
"rasa nya nikah sama kak Regaf?"
"biasa aja" balas Vanca
"lah biasa aja gimana? jelas enak dong lu pergi pulang ada yang anter jemput, pergi selalu bareng, tidur ada yang kelonin" jelas Sheryl panjang lebar
"lah yang nikah kan Vanca kok lo yg sewot sih" celetuk Nesa angkat bicara
"mewakili Vanca aja gue" ucap nya seraya melirik ke arah Vanca "apaan sih udah ah kenapa pada bahas itu sih" kesal Vanca
__ADS_1
...----------------...
"gaf kelas ga?" tanya Geo pada Regaf
"rooftop aja males gue" jawab Regaf, Geo mau pun Andra tak ada yang membantah mereka akan mengikuti Regaf ke Rooftop.
Sesampainya di rooftop mereka masing masing mendudukan diri di kursi panjang yang memang sudah tersedia disana.
Regaf mengeluarkan rokok dari kantung celana nya, membakar rokok yang sudab diapit di mulut mya dengan korek yang dibawa nya, saat sudah hidup Regaf menghembuskan asap nya ke udara.
"lah gaf si Vanca ga marah lo ngerokok" Heran Andra
"mana tau dia" jawab Regaf lalu menghisap rokok nya kembali "wah parah lo gaf, ga marah apa nanti dia kalo tau lo nyebat" ucap Geo
"mana berani dia" balas Regaf santai
"iya lah itu cuma untuk sekarang tapi entar lusa atau kapan bisa aja dia berani"
"kenapa gitu?" tanya Andra
"ya cewe kalo udah kenal deket banget sama cowo ga ada kata takut di diri cewe karena dia udah terbiasa akan hal dari cowo itu" jelas Geo
"tau dari mana lu" tanya Andra lagi
"gue ditanya lo" ucap Geo menyombongkan diri "dih" ketus Andra
"gaf ntar--"
"REGAF GEO ANDRA!!" Teriak bu Rika guru Bk di SMA merpati, memotong ucapan Geo
sontak ketiga nya menoleh ke arah suara "mampus" ucap Geo
"Bego! kabur gobloq" kata Regaf lalu ketiga nya pun kabur lewat jalan lain menuruni rooftop itu "Heh kembali kalian!" Bu Rika mengejar ketiga anak bandel itu tentu untuk menghukum ketiga nya.
...----------------...
Kalo suka like terima kasih dan maaf kalo membosankan..
^^^tbc.^^^
__ADS_1