REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 23


__ADS_3

"ekhem ciee seneng banget usil in kakak ipar" celetuk Ara tiba tiba datang


"tau apa lo?" ucap Regaf datar


"aduh kak, Ara itu liat dari tadi, seneng banget yang udah punya istri"


"heh lo itu masih bocil gakan ngerti"


"siapa bilang?"


"Ara ngerti apa yang terjadi kemarin malam" lanjut nya sembari melirik ke arah Regaf "heh cil gue ga ngapa ngapa in ya" kilah Regaf


"aduh bang, ud -- "


"ngomongin apa?!" Vanca tiba tiba menyahut dari arah belakang "eh kak Vanca udah beres?" tanya Ara mengalihkan pembicaraan


"udah kok baru aja, ngomong in apa tadi"


"engga, ga ngomong in apa apa" jawab Regaf cepat "kak Ara ke kamar dulu ya" pamit Ara lalu bergegas ke kamar nya


Vanca merasa heran dengan kedua orang ini, bingung? iya "ngomong in apa tadi?" tanya nya penuh selidik pada Regaf


"gausah dipikirin omongan bocil"


"gimana mau mikirin gue aja ga tau kalian ngomong in apaan" kata Vanca setengah kesal lalu Regaf merangkul bahu Vanca "eh eh apa-apa an nih" Vanca mencoba melepas kan namun tak bisa


"gue bakal lepasin tapi lo harus ikutin kemauan gue" Regaf senyum smrik "ha?" beo Vanca "ikut gue"


...•••...


" ngapain lo ngajak gue kesini?"


"lo temenin gue" jawab Regaf santai


"ha? temenin lo? gimana?" Vanca masih tak mengerti dengan arah pembicaraan Regaf "udah lo cuma temenin gue disini kelar"


Regaf mengambil sabuk tangan berlatih nya, ya kini ia ada di ruangan Gym di rumah nya, ada khusus ruangan Gym dirumah nya


Regaf mulai dengan memukul Samsak didepan nya, ia sudah berganti dengan celana pendek dan kaos omblong nya


Vanca hanya melihat dari samping berjarak 1 meter dari Regaf "ganteng juga" gumam nya tanpa sadar, dengan cepat Vanca menggeleng kan kepala nya sadar akan apa yg ia katakan barusan

__ADS_1


"heh" panggil Regaf dengan suara berat nya "ha? apa?" Vanca gelagapan


"kenapa lo?"


"engga" jawab Vanca cepat "minum gue mana" tanya Regaf kembali ssebelum nya Regaf juga menanyakan hal yang sama namun Vanca masih sibuk dengan pikiran nya


"ha? minum?" beo Vanca tak mengerti, Regaf berdecak dengen gadis di dpan nya ini "pas gue latihan kan gue sambil bilang ambil minum buat gue gadenger lo?"


"eh engga.. ya sorry yaudah bentar deh gue ambil dulu" dengan cekatan Vanca berlari kecil keluar dari ruangan Gym itu menuju dapur.


Setelah beberapa saat Vanca kembali dengan air mineral dingin dan handuk kecil di tangan nya untuk Regaf karena ia tahu pasti laki laki itu akan berkeringat.


Ia melihat Regaf yang masih tengah sibuk dengan samsak didepan nya "nih minum dulu" Vanca berdiri di samping Regaf seraya menyodorkan air minum itu.


Regaf mengambil air itu lalu meneguk nya hingga setengah, Vanca melihat pemandangan Regaf yang tengah minum melihat keringat yang bercucuran di pelipis juga area leher lelaki itu dan.. jakun nya yang bergerak naik turun membuat Vanca gemas sendiri jadi nya


"nih" Regaf kembali memberi botol minum itu kepada Vanca "nih lap dulu keringet nya" Vanca menyodorkan handuk itu setelah mengambil kembali air tadi


"lap-in" ucap Regaf santai


"ha?" beo Vanca tak mengerti


"lap-in keringet gue" ulang nya


"o-ohh.." jawab Vanca namun ia masih diam belum melakukan apa yang disuruh oleh Regaf "heh malah bengong" tegur Regaf "cepetan" desak Regaf.


Mau tak mau Vanca pun meng lap kan keringat laki laki itu, melangkah pelan mendekati agar lebih dekat, bukan modus namun agar lebih mudah meng lap keringat nya.


Dengan telaten Vanca mengelap keringat laki laki itu, mulai dari pelipis nya hingga beralih ke leher nya, dengan tak sengaja Regaf meneguk ludah nya membuat rotasi mata Vanca tak fokus menatap Jakun laki laki itu yang bergerak


tangan nya masih bekerja namun mata nya memandangi jakun itu ingin sekali ia memegang nya "apa yang lo lihat" Vanca sedikit tersentak akibat ucapan tiba tiba dari Regaf


"liatin apa lo" ulang Regaf namun dengan nada yg lebih santai


"hah! ah engga, gak liatin apa apa" Vanca melanjutkan pekerjaan nya mengelapi keringat laki laki itu


Regaf memiliki ide jahil di pikiran nya, ia menarik pinggang ramping Vanca dengan posesif dan otomatis tubuh mereka lebih dekat, Vanca yang tinggi nya hanya sebahu lelaki itu menegok dari bawah


Regaf melihat ke arah Vanca menatap intens ukiran wajah gadis itu "kenapa hm?" dengan suara berat nya membuat Vanca tak karuan, Vanca meronta kecil karena ia sedikit tak nyaman


"gaf lepasin gue" ucap Vanca

__ADS_1


"No lanjutin apa yang gue suruh"


"lo punya tangan kan lap sendiri" kesal Vanca melempar handuk itu ke dada laki laki itu, Regaf memajukan wajah sontak Vanca memundurkan kepala nya hanya kepala karena pinggang nya masih dipegang oleh Regaf.


Semakin dekat dan...


Vanca menutup wajah nya refleks, Regaf tersenyum miring melihat wajah gadis didepan nya itu "ngapain nutup mata?" tanya Regaf usil dengan tatapan songong nya


Sontak Vanca membuka mata nya, melihat wajah menyebalkan itu Vanca langsung mendorong dada lelaki itu hingga ikatan pinggang nya terlepas "Nyebelin lo" sentak Vanca


Regaf tersenyum miring dan mendekatkan diri nya ke gadis itu "lo mikir gue mau apa in lo hm?" Regaf melipat tangan nya didada "apaan engga" kilah Vanca


"kok gue ga yakin, bilang aja kalo lo mau di ci--"


"Gue-- ish rese banget lo" kesal Vanca memotong ucapan Regaf


"nih lap sendiri" dengan kasar ia melempar Handuk itu kembali yang tadi nya sudah ia lempar namun kembali di tangan nya


Vanca baru saja ingin melenggang pergi namun tangan nya dia tahan oleh Regaf "ets tunggu lo mau kemana, gue bercanda doang tadi" ucap Regaf


"gue mau ke kamar" kata Vanca dengan tubuh yang tak berbalik menghadap Regaf


Regaf terkekeh kecil gemas sekali - pikinya , Regaf membalikan tubuh Vanca menghadap ke diri nya "gue bercanda doang tadi nih lap in lagi" pinta Regaf seraya menyerah kan handuk yg tadi sempat Vanca lempar


Vanca tak kunjung mengambil handuk itu membuat Regaf mengambil paksa tangan Vanca dan meletakan handuk itu ditangan nya "nih lap lagi" kata nya


dengan ogah ogah an ia kembali menglap i sisa sisa keringat itu, namun Regaf kembali berulah lagi "kalo lo mau soal tadi sih gapapa" ucap nya ngawur.


Vanca sudah terlanjur kesal "nih lap sendiri" sarkas Vanca melempar handuk itu dan berlenggang pergi keluar ruangan Gym "hey gue bercanda" kata Regaf setengah berteriak ketika gadis itu sudah mulai menjauh sampai akhirnya Vanca benar benar hilang dari pandangan nya


Regaf tersenyum simpul "gue ngerasa ga asing sama lo Van" gumam nya, ia tak melanjutkan kegiatan nya malah ia ikut keluar meninggalkan ruangan itu


•••


hy gimana kabar nya..


cicil dulu up nya hhe


semoga suka ya luvv


^^^tbc.^^^

__ADS_1


__ADS_2