
Regaf mengendarai motor dijalanan seperti orang kesetanan, ia melaju dengan kecepatan tinggi. Tak peduli akan umpatan atau teriakan pengedara lainnya pada diri nya. Yang ia pikirkan saat ini hanya Vanca. Bagaimana keadaan gadis itu?
Regaf mengelilingi kota Jakarta dengan pikiran yang entah kemana. Regaf sudah mencari Vanca di setiap tempat yang biasa nya mereka datangi. Bahkan di rumah teman Vanca sudah Regaf cari.
Regaf tidak mencari di rumah mertua nya, kenapa? Regag sangat yakin Vanca tidak mungkin disana, secara Mama Ratna saja menelfon dan menanyai Vanca pada nya.
"Gue harus cari lo kemana lagi Van.." ucap Regaf lusuh. Regaf berhenti di daerah yang cukup sepi jalan nya. Regaf tidak tau di mana ia berada, tapi jalan ini cukup sepi bahkan rumah penduduk pun jarang.
Regaf merogoh saku nya mencoba menelfon Vanca 'lagi'. sudah lebih dari sepuluh kali Regaf mencoba menelfon nomor Vanca, tapi tidak ada jawaban.
Dengan perasaan marah juga khawatir yang menjadi satu, Regaf kembali menjalankan motornya. Sebelum itu Regaf sempat meminta tolong pada Geo untuk melacak dimana keberadaan Vanca saat ini.
Regaf berhenti tepat pada jalan aspal akhir, ada sungai di tepi nya. Ia pun turun dari mobil nya untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Regaf tak hanya lelah fisik tapi fikiran dan juga batin.
Regaf memilih untuk duduk di pinggiran sungai yang lumayan panjang dengan air yang kuning. Hari sudah gelap, tapi sampai saat ini ia belum menemukan Vanca.
Hingga tiba tiba dering ponsel nya berbunyi, ada panggilan masuk dari kontak bernama 'Geo' dengan cepat Regaf mengangkat telfon itu.
"Halo Gaf!"
"Iya Ge? Gimana?"
"Gue udah tau lokasi Vanca sekarang, dia ada di daerah kecil, tempat nya kurang spesifik, biar lebih jelas gue kirim lokasi nya ke lo sekarang!"
"Serius lo?! Cepet kirim ke gue!"
tut. sambungan itu terputus. Lalu masuk pesan lokasi dari Geo, Regaf melihat itu dengan cepat, Regaf membaca lokasi itu seraya melihat sekeliling nya. Regaf baru menyadari satu hal. Vanca disini!
***
"Gimana Ge?" tanya Andra pada Geo saat ia selesai mengirimkan lokasi itu pada Regaf.
Geo mengangguk mantap. "Udah gue kirim, dan Regaf juga udah baca. Semoga Vanca ketemu deh!"
"Semoga aja, gue juga ga tega liat Regaf kaya gitu."
Tiba tiba dering ponsel Andra bergetar, Andra melihat siapa yang menelfon nya, dan ternyata Emmie.
"Halo Em!"
"Ndra! Gue tadi denger omongan Joelly sama seseorang, gue gatau pasti, tapi mungkin ini ada sangkut paut nya."
"Dimana?"
"Tadi sepulang sekolah, gue lewat di gudang sekolah, ga sengaja liat Joelly lagi ngobrol sama cewe gatau siapa."
"Ketemu di cafe biasa nya, sekarang!"
Anda lalu mematikan sambungan telepon itu. Ia pun mengambil kunci mobil nya. Memakai jaket nya, posisi mereka memang masih di apartemen milik Regaf.
__ADS_1
"Emmie ngomong apa?" tanya Geo penasaran.
"Soal Joelly, kita harus kesana sekarang!" Geo yang mengerti pun lalu mengikuti Andra yang keluar dari apartemen Regaf, menyusulnya ke basement.
Sesampainya disana, Andra dan Geo pun bergegas masuk ke dalam cafe itu. Mencari dimana letak gadis yang dituju nya. Mereka melirik meja paling pojok, disana Emmie yang tengah melambai kan tangan nya.
"Gimana?" tanya Andra to the point saat mereka sudah duduk di meja bersama Emmie.
"Gue ada rekam omongan mereka, kalian bisa denger sendiri." Emmie menjulurkan ponsel nya di atas meja pada mereka, menunjukkan rekaman suara itu.
Begini isi nya :
"Mei! Gue udah lakuin apa yang lo lakuin! Gue hampir aja ketahuan sama temen temen Regaf!" ujar Joelly pada orang di hadapannya nya.
"Gue takut kalo mereka tau siapa gue!" lanjut nya.
"Lo tenang aja, mereka ga akan tau, cctv disana cukup tersembunyi." sahut orang itu.
"Kalo semisal gue kena masalah, lo bakal gue turut masukin Mei!"
"Tapi, kenapa lo nyuruh gue lakuin ini sama Regaf? Bukan nya lo juga suka ya sama Regaf?" tanya Joelly pada orang di hadapannya itu.
"Gue memang suka sama Regaf, dari lama. Tapi akhir-akhir ini gue jarang tunjukin wajah gue ke depan Regaf, gue lagi ngawasin cewe yang lagi deket sama Regaf. Gue gatau dia siapa, tapi yang pasti gue gabakal biarin siapa pun deket sama Regaf!"
"Jadi lo mau bikin tu cewe ngejauhin Regaf?"
"Itu tujuan gue! Karna yang pasti, kalau rencana ini berhasil gue bisa deketin Regaf dengan leluasa!" ucap nya dengan kekehan kecil.
Andra yang mendengar itu mengeram kesal. Ia tau siapa pemilik suara itu. Dan tentu nya Geo juga tau. Siapa lagi jika bukan 'Meisya'.
"Kirim itu sama gue!" kata Andra pada Emmie. Dan sang empu pun dengan cepat mengirimi itu pada kontak Andra.
"Oke thanks!" setelah nya, Geo dan Andra langsung pergi dari hadapan Emmie. Saat mereka berada di parkiran, Geo sempat menelfon Regaf. Tapi sayang nya ponsel Regaf tiba tiba tidak aktif.
"Kita lacak aja, kita samperin dia kesana!" usul Geo yang langsung disetujui oleh Andra. Mereka langsung bergegas pergi menggunakan mobil milik Andra.
***
Regaf sudah sampai di lokasi tepat yang dikirim oleh Geo pada nya. Regaf tak melihat ada tanda tanda manusia disini. Hanya jalan setapak yang tidak tau mengarah kemana.
Regaf memilih turun dari motor itu, dan berjalan mencoba mengikuti alur jalan setapak yang ia lewati. Langkah demi langkah Regaf lalui ditemani dengan senter ponsel nya karena memang jalanan ini cukup gelap.
Hingga tak lama Regaf melihat segerombolan lelaki yang berjalan mengarah pada diri nya. Regaf tak tahu mereka siapa tapi Regaf memilih untuk bersembunyi di balik pohon yang rimbun agar tubuh nya tidak terlihat.
Regaf mencoba mendengar percakapan mereka, hanya samar samar tapi Regaf dapat mendengar dengan jelas.
"Tu cewek mau kita apain bang?" tanya salah satu dari mereka.
"Gue iseng aja tadi sih, liat dia gue mikir aja buat kurung dia di gubuk itu" jawab nya dengan tertawa kurang ajar.
__ADS_1
"Lo mau apain? Lo jangan macem macem deh gue saranin!"
"Gausah takut! Ini kan tempat jarang orang tau, aman lah!"
"Tapi ngomong-ngomong, tu cewek masi anak sekolah kaya nya, dari seragam nya si iya! Tapi yang bikin gue heran tu cewek kenapa bisa sampe sini?"
"Gue ga perduli, tapi yang penting kita punya mainan yang bisa kita pake buat puasin kita! Ya gak bro!" kata cowok itu lagi dengan tertawa lepas.
Regaf yang sedari tadi mendengar itu mengeram marah. Yang ia pikirkan adalah, 'cewek' yang dimaksud oleh lelaki tadi pasti adalah gadis-nya.
Setelah segerombolan lelaki itu pergi, baru lah Regaf keluar dari persembunyiannya. Regaf menelusuri jalan itu dengan langkah besar nya. Mencoba menemukan 'gubuk' yang mereka maksud tadi.
Setelah beberapa langkah yang banyak Regaf lakukan, tiba tiba terdengar dari arah kiri Regaf berada–suara gadis yang menangis. Regaf mencoba mengikuti sumber suara itu.
Semakin Regaf mendekat, semakin jelas Regaf dapat mendengar suara tangis itu. Hingga pada akhirnya Regaf menemukan gubuk kecil yang terbengkalai di hadapan nya.
Regaf melihat sekeliling nya, benar benar tempat terpencil. Regaf kembali mendekati gubuk itu. Sementara didalam Vanca mendengar suara langkah seseorang. Vanca hanya bisa berdoa semoga itu bukan segerombolan lelaki yang membawa nya kemari.
Mendengar langkah yang semakin dekat, terlebih mendengar suara pintu terbuka membuat Vanca menundukkan kepala nya dalam dan menutup mata nya dengan rapat.
"Vanca!"
Suara bariton khas yang sangat ia kenali siapa pemiliknya. Begitu suara dengan nada halus itu terdengar di indra pendengaran nya, Vanca langsung mendongak.
Netra berwarna hitam gold itu menangkap sosok yang beberapa jam lalu bertengkar dengan nya. Begitu tangan kekar itu menyentuh permukaan kulit pipi nya, air matanya luruh begitu saja.
"Regaf.." ucap Vanca lirih.
"Maaf.." ucap Regaf dengan menunduk. Vanca menggeleng, lalu berkata "Kenapa minta maaf?"
"Aku salah, maaf."
"Engga, kamu ga salah. Ga ada yang salah disini." kata Vanca menengah. Regaf mendongak kan kepala nya menatap wajah yang sangat ia rindukan.
Kemudian jari kekar itu menghapus jejak air mata yang tinggal disana. "Maaf udah bikin kamu kaya gini."
"Kita harus cepet pergi dari sini Gaf! Aku takut nya mereka yang bawa aku kesini balik lagi!" kata Vanca menatap Regaf.
Regaf pun membuka tali yang mengikat tangan juga kaki Vanca dengan cekatan. Tak ingin membuat gadis–nya menunggu.
Saat tali itu terlepas, dengan cepat Regaf membawa Vanca keluar namun sayang nya keberuntungan seperti nya tak berpihak pada nya.
"WOI SIAPA LO!"
***
Yang kemarin itu belum sampe sasaran aku. Aku telat up bukan karna males atau apa. Aku itu nunggu in sampe sasaran komen sama like nya terpenuhi aja. Jadi kalo aku lama up nya, takut ny aku lupa kalian spam komen aja hhe.
Lagi yaa, 30 like 10 komen, aku berharap komen nya bisa sampe. like nya aku liat kurang satu aja
__ADS_1
oke babay!!