REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 29


__ADS_3

...Happy Reading...


...•••...


"thanks ya"


"hem iya, gue balik dulu" saat Vanca mulai menjauh dari Regaf tiba tiba bell istirahat berbunyi.


"Van!" panggil Regaf


"gak mau kekantin aja? udah bell, bareng gue!" lanjut nya dengan setengah berteriak. Saat ia berucap sudah ada beberapa siswa-siswi yang berlalu lalang dan melihat kejadian itu.


Vanca sontak menoleh kembali pada Regaf. Vanca berdecak kesal "engga gue mau kekelas" sahut Vanca dengan gerakan mulut saja.


Regaf yang mengerti pun menyunggingkan kan senyum nya "Ikut gue atau nanti malem lo tau akibat nya" ucap Regaf dengan penekanan.


Tidak jangan sampai. Vanca mengerti arti dari ucapan Regaf. Sungguh menyebalkan bukan?


Vanca kembali berdecak. Sungguh malas berhadapan dengan makhluk satu ini. "apa!" ucap Vanca sewot saat sudah berhadapan dengan Regaf.


"Gue tau kalo lo ga budeg"


"yaampun lo tu nyebelin banget tau gak. Tadi aja lo udah nyita waktu belajar gue!"


"Ga ikhlas?"


"Ikhlas!" Jawab Vanca dengan nada ketus


"Sekarang ke kantin!"


"Gada penolakan." sudah lah, Vanca tak bisa berkata lagi. Ia hanya bisa menurut dengan perasaan dongkol nya.


Kini saat sudah sampai di kantin semua sorot mata siswa disana tertuju kepada dua sejoli itu. Siapa lagi jika bukan Regaf dan Vanca.


Dan tak urung terdengar juga bisik bisik dari beberapa siswi disana, dan ada yang dapat didengar oleh Vanca.


"APA YANG LO LIAT! MAU GUE CONGKEL TU MATA?!" bentak Regaf pada siswi disana karena ia tahu gadis disamping nya risih dengan tatapan siswi maupun siswa di kantin.


Mendengar bentakan Regaf siswi disana pun langsung merubah autensi mata nya. siapa yang tidak takut mendengar bentakan dari sang raja Badboy yang dikenal Kejam tak memendang bulu.


"Gaf!" Regaf juga Vanca pun menoleh ke sumber suara "gaf sini lo!" Regaf pun mengajak Vanca mendekati arah meja Geo juga Andra berada.


"Duduk!" titah Regaf pada Vanca saat mereka sudah berada di meja yang mereka tuju. Tanpa banyak bicara Vanca langsung duduk di tempat dimana Regaf suruh.


"Mau makan apa?" Tanya Regaf pada Vanca yang berada disamping nya. "Panas euyy" ucap Geo dengan gaya lebay nya ia mengibas ngibas kan kerah baju nya untuk berangin.


"Yang udah halal mah beda bro!" timpal Andra. "Dunia seakan milik berdua. Kita mah bagai patung aja disini" ucap Geo menyahuti. "Sirik aja lo pada" sahut Regaf menohok.


"Aku pe--"


"Hah!?" Beo Regaf membuat kedua teman nya merasa bingung dengan sikap nya. "ngapa lu gaf?" tanya Andra mewakili pertanyaan Geo.


"Gak. Van coba ulang tadi lo ngomong apa?" tanya Regaf memastikan. Apa ia salah dengar tadi? "hah? ngomong apa?"


"Ck. barusan lo ngomong apa?"


"Mau pesen?"


"Ck. Tau lah" dengan raut kesal nya Regaf memalingkan wajah nya mengarah ke arah lain. "lah boss ngapa lo?" Geo menahan tawa nya melihat raut kesal Regaf. Karena baru kali ini Regaf menampakan raut lain di wajah Regaf. Biasa nya Regaf hanya memasang wajah datar nya saja.

__ADS_1


"langka si ini. Baru kali ini gue liat muka lo begitu gaf" sudah tak tahan Geo pun akhirnya tertawa lepas. Hal itu membuat Andra menoyor kepala Geo "Berisik lo!"


Regaf sama sekali tak menghiraukan ocehan yang keluar dari mulut teman teman nya. Yang saat ini ia pikirkan ialah ucapan Vanca tadi.


Vanca yang diam diam mengulum senyum nya melihat raut Regaf saat ini yang menurut nya gemas. Mungkin hanya dia yang menilai Regaf gemas sekarang.


"Aku mau pesen" Regaf sedikit tertegun mendengar penuturan Vanca "Lo ngomong apa coba ulang." Regaf memastikan.


"Aku tau kamu ga budeg gaf." Vanca menatap Regaf yang kini menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kenapa natap begitu?"


"Jangan ngomong gitu sama orang lain" ucap nya sambil tersenyum dan tangan nya mengacak pelan pucuk rambut gadis nya.


"Kenapa?" tanya Vanca


"cukup aku aja" lanjut Regaf dengan bisikan tepat di telinga Vanca bahkan deru nafas Regaf dapat dirasa oleh gadis itu.


Vanca yang mendengar itu pun hanya bisa tersenyum menanggapi nya. "Kita mah gak dianggep udah lah cabut!" kesal Geo melihat ke'uwu an didepan nya.


"Loh mau kemana?" Vanca melihat Geo beranjak jadi ia bertanya "Pindah ke mars bumi panass" ucap Geo tak tahan.


Vanca terkekeh geli melihat tingkah teman dari suami nya itu. "Dra yok balik!"


"yaudah sono lo pada ganggu aja" ucap Regaf pedas "ih ga boleh gitu" Vanca mencubit pinggang Regaf.


"ash sakit Van" ringis Regaf


"lagian. kenapa kaya gitu" tak dirasa Geo dan Andra sudah pergi dari tadi dan hanya tersisa Regaf dan Vanca saja.


"udah biarin aja. mau pesen apa" ucap Regaf mengalihkan pembicaraan. "em bakso deh" Regaf mengangguk paham lalu ia memesan bakso dua mangkok untuk nya juga Vanca.


Bukan Vanca nama nya jika tak ia beri sambal. Vanca memberi lima sendok sambal ke dalam mangkok nya. Saat ia hendak menyendok lagi tangan nya sudah dicekal duluan oleh Regaf "Jangan banyak banyak nanti sakit perut." peringat Regaf.


"ih apaan si, udah biasa juga" bantah Vanca


"Gak. nurut bisa gak?"


"Nih makan punya aku. Biar punya kamu aku yang makan" Regaf menukar mangkok nya dengan milik Vanca lantas membuat gadis nya merenggut tak suka.


"ih. kalo gak pedes gak enak dong!" Vanca kekeuh dengan pendirian nya. "Nurut. Sekarang makan." ucap Regaf.


Dengan terpaksa Vanca menuruti perkataan Regaf. Memakan bakso yang hambar tak ada rasa sambal membuat nya tidak mood makan.


...------------...


Malam ini setelah makan malam Regaf dan Vanca menonton Tv bersama diruang tamu. Hanya Vanca sebenernya karena Regaf sibuk dengan ponsel nya.


"aws" ringis Vanca tiba tiba seraya memegangi perut nya. Hal itu membuat outensi Regaf teralihkan karna nya.


"kenapa?" tanya Regaf panik. Vanca menggeleng tanda tak tahu. "Kita ke rumah sakit sekarang." Saat Regaf beranjak namun Vanca mencekal tangan Regaf.


"Ga usah gapapa kok"


"Kamu tadi makan pake sambel ya?" tanya Regaf penuh intimidasi. Vanca menggeleng kembali "engga.. kan tadi kamu liat aku ga pake sambel."


"iya juga" gumam nya. "Masih sakit" tanya Regaf. "Masih tapi gak terlalu.. kaya nya aku bakal datang bulan" ujar Vanca.


"Sebelum datang bulan biasa nya aku sakit perut." Jelas Vanca.

__ADS_1


Regaf mengangguk paham. "Mau kekamar aja"? tawar Regaf. " Boleh" jawab Vanca.


"yaudah ayo. bisa jalan?"


"Yang sakit perut aku ya Gaf bukan kaki aku!" Jawab Vanca ketus. Regaf menggaruk tengkuk nya bingung. Kenapa jadi begini? pikir nya


Sesampainya di kamar mereka Vanca duduk di ranjang dengan kaki ber selonjor ke depan dengan Regaf disamping nya. "Gaf?" panggil Vanca.


"Hm" Jawab Regaf dengan tatapan yang tak beralih dari ponsel nya. "Gaff!" Kali ini Vanca menggoyang kan bahu Regaf.


Cara nya berhasil membuat Regaf menatap nya "apa hm" jawab Regaf dengan suara yang dibuat buat. Seperti nya ia tengah kesal. "emm.." Terlihat dari raut bingung gadis itu. Ia bingung memulai nya dari mana.


"Kenapa? Ngomong aja?" Regaf memperhatikan raut serius Vanca sekarang. Vanca menghela nafas pelan. "Tapi jangan marah ya" pinta Vanca.


"Tergantung" Terdengar kembali helaan nafas panjang dari mulut gadis itu. "Kenapa?" tanya Regaf melunak.


"Pernikahan ini kan bukan atas kemauan kita..." Vanca menggantung ucapan nya, membuat Regaf semakin penasaran. "Terus?" Tanya Regaf.


"Kita cuma dijodohin sama orang tua kita, dan kita sama sama ga ada perasaan satu sama lain kan." Regaf masih setia menunggu lanjutan ucapan gadis nya.


"Apa nanti.. kamu bakal ninggalin aku?" tanya Vanca dengan suara pelan namun masih bisa didengar oleh Regaf.


Regaf tertegun mendengar penuturan Vanca barusan. Kenapa bisa sampai mikir sejauh itu? pikir Regaf.


Tak ada pikiran yang terlintas di benaknya akan meninggalkan Vanca. "Kenapa ngomong gitu?" Regaf menatap Vanca yang menundukkan kepala nya.


"Heyy" Regaf mengangkat dagu gadis itu agar menatap nya. "Kamu mikir apa sih? denger. Walau pun kita nikah karena perjodohan, aku ga sampe mikir buat ninggalin kamu" tutur Regaf lembut. sksksk.


Vanca menatap netra mata milik Regaf mencari kebohongan didalam nya. Namun Vanca tak menemukan nya. "aku memang bukan cowo baik, tapi aku cuma mau nikah sekali dalam seumur hidup aku." tutur Regaf kembali.


Hati Vanca mencelos dada nya sesak, mata nya sudah mulai berkaca kaca. Mendengar ucapan Regaf membuat hati Vanca tak karuan.


"Dan dalam hidup aku cuma ada satu wanita. Yaitu kamu" Regaf menyentuh ujung hidung Vanca yang memerah seperti akan menangis.


Tepat saat itu air mata Vanca luruh begitu saja. Diri nya benar benar tak menyangka, lelaki yang kata nya anak gak baik, brensek, nakal, berandalan itu kini berubah menjadi sosok yang sangat dewasa.


"Heyy jangan nangis" Ibu jari Regaf bergerak menghapus air mata di pipi mulus gadis nya. "Jangan nangis nanti cantik nya ilang" kekeh Regaf.


Namun menurut Vanca itu tidak lah lucu. Vanca malah memukul dada Regaf pelan. "ih ngeselin" ucap Vanca dengan suara parau nya.


"Kita mulai ini sama sama ya?" pinta Regaf. Vanca melihat wajah serius Regaf. Vanca mengangguk tanpa Ragu, karena menurut nya tak ada salah nya memulai ini semua.


"Udah dong jangan nangis" ucap Regaf bercanda. "Siapa yang nangis juga" bantah Vanca.


"Itu tadi apa kalo bukan nangis" Sifat jahil Regaf kembali keluar sekarang. "ih baru aja tadi dibikin seneng sekarang udah bikin kesel" ucap Vanca kesal.


"Aku kenapa?"


"Tau ah!" Vanca membaringkan diri nya membelakangi Regaf menutupi sebagain tubuh nya dengan selimut.


"Ngambek" gumam Regaf. Ia pun ikut berbaring disamping Vanca dan dengan berani nya ia memeluk Vanca menyembunyikan wajah nya di tengkuk leher Vanca.


Vanca sama sekali tak terusik dengan itu. Ia justru merasa nyaman dengan posisi ini. Mungkin nanti ia akan terbiasa dengan semua ini.


Gimana? udah bersatu nih.


nanti bakal ada konflik tunggu aja..


^^^tbc.^^^

__ADS_1


__ADS_2