REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 10


__ADS_3

"eh gaf kemarin gue lupa nanya sama lu" Regaf menoleh lalu menaikkan sebelah alis nya seolah bertanya 'apa '


"bibir lu kemarin kenapa?" ucap Geo, Regaf melirik Vanca sebentar lalu kembali ke Geo "gapapa"


Vanca yg mendengar itu sontak menoleh ke arah Regaf yg juga menatap nya, kedua mata mereka bertemu seolah ada magnet yg menyatukan tautan itu, Vanca yg sadar langsung memutuskan pandangan itu


tak lama setelah itu terdengar suara yg memanggil nama Vanca


"Vannnnn" heboh Sheryl lalu beralih memeluk teman nya itu "kesambet lo?"


"ih lo mah gitu, gua kangen tauuu"


"lo kemana aja van?" ucap Nesa


"hehe sorry, gue telat" Vanca hanya nyengir kuda, ketiga teman nya hanya mengangguk saja "nomor lo kok ga aktif sih, kita chat lu ga blas" ujar Risa


"lowbet handpone gue" Sheryl mengangguk mendengar penuturan teman nya itu sama hal nya dengan Risa juga Nesa


Sheryl melihat ke arah Geo yg tengah menatap ke arah lain, setelah Sheryl liat baru lah ia tau apa yg ditatap Geo, ada sedikit rasa kecewa dihati nya itu, tatapan Geo dapat ia lihat itu tulus


"eh van" panggil Risa, membuat sang empu menoleh "kenapa ris?"


"ntar pulang gue nebeng ya" Vanca bingung lalu bertanya "mobil lu kmn?"


"mobil gue lgi si servis td aja pergi nya bareng Nesa"


"Kenapa ga breng Nesa lagi?"


"mana bisa gue, mau ngnter nyokap belanja" sahur Nesa


"please vann" Vanca berfikir sejenak, is baru ingat bahwa mobil nya mogok di jalan "eh sorry ya gue baru inget kalo mobil gue mogok, gue ga bawa mobil" Sheryl angkat bicara "trs td lu pake apa berangkatnya?"


"sma dia noh" tunjuk nya pada Regaf dengan dagu nya, Sheryl membulat kan bola nya sempurna "OMOOO!!"


"paan sih, sakit nih telinga gue" kesal Vanca


"lu serius dianter sama kak Regaf" heboh Sheryl


yang hanya dibalas dehemen saja oleh Vanca "wahh kok bisa sih"


"kebetulan doang ketemu di jalan" lalu Vanca kembali beralih menatap Risa "sorry ya ris"


"gapapa kok, she?" lalu Sheryl menatap nya


"gue tau, bareng gue aja" Risa yg mendengar itu langsung senyum manis "aaa tengkyuu"


"apaan sih lo biasa aja kali"


"oh ya, van lu kan g bawa mobil ga sekalian bareng kita aja?" Vanca berfikir sejenak, arah rumah nya dengan teman nya berbeda "ga deh gue sendiri aja, gue bisa pesen taxi kok lagian masih ada yg harus gue beli dulu" jelas Vanca


"oh gituu yaudah deh"


tringg tringg


Bell masuk kembali berbunyi, menandakan siswa/i masuk kembali ke kelas masing masing


"girl kuy kelas"


"kuyy"


Regaf sedari tadi menatap punggung Vanca itu yg sudah mulai menjauh, ada rada tak asing di benak nya, mengingat kan ia kembali dengan kejadian 6 tahun lalu..


Flashback on


"tolonggg tolonggg" teriak gadis kecil


"mama hiks,, tolong vanca.."

__ADS_1


"HEH BOCAH DIEM LO" ucap salah satu preman yang tengah mengurung gadis itu sekarang


Regaf melewati gubuk kecil dan terdengar tangisan seorang gadis, disaat itu umur nya yang masih 13 tahun


Regaf mendekati gubuk itu ia melihat di sela sela terdapat gadis kecil yg duduk sembari kaki juga tangan nya yg diikat lalu datang preman itu dan memberi selotip ke mulut gadis itu


"SEKARANG LO DIEM" bentak preman itu


Regaf yang bingung akan berbuat apa lalu berinisiatif akan memanggil warga setempat, ia bergegas pergi dari tempat itu


"mmphhhh mpmmhhh" berontak Vanca , gadis kecil yang tak berdaya, ia hanya bisa mengeluarkan tangisan nya tak tau berbuat apa


sampai akhirnya terdengar suara bising di luar, para preman itu juga Vanca menoleh ke sumber suara, banyak nya warga yg datang, preman itu panik, Vanca bersyukur ada yg datang


"Eh warga cabut cabut" seloroh preman itu


"eh itu preman nya, kejarrr" ucap salah satu warga, lalu mereka mengejar preman itu, tertinggal lah Vanca disana


drapp drapp..


terdengar suara langkah kaki, vanca takut jadi dia menunduk sambil menangis dalam diam


"hayy, aku bukan orang jahat jadi kamu tenang ya" ucap anak laki laki itu, vanca mendongak dan melihat wajah anak itu


"aku bantu lepas tali nya ya" lalu Regaf membuka ikatan ikatan yg menempel di tubuh Vanca dengan hati hati


"oke udah" Vanca masih menatap anak laki laki itu lalu berkata "terimakasih" ucap nya pelan


"nama-"


"vancaaa, sayangg maaf in mama ya nakk, kamu ga papa kan nakk" seloroh mama vanca yang tiba tiba datang, memotong ucapan Regaf


"aku gapapa kok mah, untung ada dia yg nolongin aku" tunjuk nya pada Regaf


"heyy terima kasih ya udah nolongin anak tante" Regaf hanya mengangguk kecil


Flashback off


"gaf napa lu?" ucap Geo yg membuyar kan lamuman Regaf, Regaf gelagapan "ha? apa?"


"melamun ae lu, kelas ga?" Regaf hanya mengangguk lalu melenggang pergi meninggal kan kedua teman nya


"lah tu anak makin hari makin aneh aja" pikir Geo


"entah lah, cabut yuk" lalu kedua nya Andra juga Geo tentu nya pergi mengejar Regaf yg sudah jauh disana


...


...


tringg tringg


bell akhir pelajaran berbunyi, menandakan siswa/i untuk meninggal kan sekolah


Vanca juga teman teman nya kini berada di parkiran, yg dimana mobil teman teman nya berada "van beneran lu gapapa?" ucap Sheryl tak enak meninggal kan Vanca disini


"gapapa, udh sanaa" Vanca memberi kan senyum terbaik nya agar teman nya ini percaya


"udh lah bareng aja kali, gpp kali gue anter"


"beneran gue gpp, gue mau mampir dulu soal nya"


"yaudah deh, gue duluan ya"


"iyaa, hati hati" Sheryl mengangguk lalu menancap gas mobil nya meninggal kan pekarangan sekolah, kini tinggal lah Vanca sendiri, ia berjalan menuju gerbang, akan saja menemukan taxi lewat atau ojek pikir nya


Vanca berjalan di trotoar sambil mencari kendaraan umum untuk ia naiki, tapi sampai sekarang ia pun tak menemukan nya

__ADS_1


sampai ia mendengar suara deruman motor dari arah belakang, Vanca melihat motor ninja hitam yg menghampiri nya "butuh tumpangan?"


"enggak makasih" tolak vanca


"yakin, udh sore loh ini, ga dimarahin?" tanya Regaf membuat Vanca ingat dengan kejadian tadi malam dimana Caren memarahi nya karens pulang telat, ia ingin memberi tau namun handpone nya mati, dengan sangat sangat terpaksa ia mengikuti lelaki ini


"yaudah, tapi gue ga punya goceng" Regaf memutar bola mata nya malas, lalu memberi helm kepada Vanca entah dapat dari mana is helm itu, aku pun tak tau :)


Dengan ogah ogahan Vanca memakai helm itu, namun sial nya Vanca tak bisa memasang tautan helm itu, Regaf yg melihat itu pun langsung memasang kan itu, jarak mereka sangat dekat, hembusan nafas Vanca dapat dirasakan oleh Regaf "udah"


Vanca gelagapan, lalu dengan cepat ia menaiki motor besar itu, sungguh ia malu sekarang "pegangan ntar jatoh" Vanca memutar bola mata nya malas "ogah, udh buruann"


"ga sabar banget neng"


diperjalanan tak ada yg membuka suara hanya deruman mesin yg memecahkan keheningan diantara kedua nya, Vanca sempat berfikir kata orang orang sifat Regaf akan cuek dingin kasar dan lainnya, tapi kenapa ini berbeda, vanca bingung tak ingin memikirkan nya


Vanca melihat ada supermarket di sebrang jalan sana, ia menyuruh Regaf untuk berhenti di supermarket itu "berhenti" Regaf menurut saja


"gue masih ad yg mau dibeli, lo pulang aja" Vanca menyerah kan kembali helm nya


"gue tunggu"


"idih apaan, kesambet lu ya, udh sana"


"dari pada lo ngoceh g jls, mending lo masuk tra beli apa yg mau lo beli trs pulang, selesai"


"tap-"


"sekarang."


"fine" dengan kesal Vanca masuk ke dalam supermarket itu, sungguh kesal berhadapan dengan makhluk yang bernama Regaf


tak berselang lama akhirnya Vanca keluar dengan kresek di tangan nya, ada beberapa makanan disana


"dah yuk" ucap Vanca, saat vanca hendak menaiki motor Regaf ia tak sengaja melihat seorang anak kecil duduk di pojok supermarket itu "eh tunggu" Regaf menatap Vanca yg berjalan menuju anak kecil itu, ia menatap nya dari kejauhan


"dek kamu ngapain di sini?" tanya Vanca


"aku belum makan kak, aku laperr" ucap anak kecil itu seraya memegangi perut nya


"nih kakak ada sedikit makanan, dimakan ya" vanca memberi beberapa roti dan minuman yg di beli nya kepada anak kecil itu


"makasih kak, makasih banyak semoga amal kakak dibalas sama yang di atas" ucap tulus anak itu "amiinn"


semua itu tak luput dari pandangan Regaf, ia tersenyum kecil saat melihat Vanca berbaik hati kepada orang lain, dengan segera ia merubah ekspresi wajah nya menjadi semula datar setelah vanda kembali menghampiri nya


"dari mana" tanya Regaf pura pura tak tahu


"em gue tadi ga sengaja liat anak itu" tunjuk nya pada anak kecil yg sedang memakan roti itu


"gue kasian aja, pasti hidup nya susah, gue yg ngerasa berkecukupan pengen bantu aja" jelas Vanca membuat hati Regaf terenyuh, baik sekali gadis ini pikir nya


Regaf hanya mengangguk "yaudah naik, gue anter" kembali Vanca yg mengangguk


.


.


.


1423 kataaa


likee and votee nya donggg


maaf kalo ada typo :)


^^^tbc.^^^

__ADS_1


__ADS_2