REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 59


__ADS_3

Saat mereka tiba, Geo dan Andra langsung duduk di salah satu tempat dimana saat ini mereka berada di cafe yang dimaksud oleh Andra.


"Kita ngapain disini?"


"Gue punya firasat kalo ini ulah Meisya," kata Andra datar.


"Meisya? Kenapa lo bisa mikir gitu?"


tringg!


Bunyi lonceng yang berada di dekat pintu masuk itu berbunyi, yang berarti ada pelanggan yang baru datang.


Sontak Geo dan Andra menoleh melihat siapa yang datang, dan ternyata itu Emmie. Emmie pun langsung menuju meja Geo dan Andra.


"Andra, kenapa nyuruh gue dateng malam malam gini?" Kata Emmie sedikit kaku.


"Duduk." titah Andra. Geo yang masih tak paham pun hanya diam melihat apa yang akan dilakukan oleh Andra.


"Lo kenal sama orang ini kan?" Andra menyodorkan foto wanita itu yang sedang bersama Regaf tadi. Sontak Emmie yang melihat itu terkejut. "Joelly?" gumam Emmie tak percaya.


"Joelly?" beo Geo. Andra kembali meletakkan ponsel nya, "lo kenal dia?"


"Temen gue, tapi kenapa dia bisa..,"


"Lo gatau?" Geo angkat bicara. Emmie mendelik, lantas ia menggeleng, "tau soal apa?"


"Temen lo itu, udah sengaja buat Regaf terasangsang sama dia, gue heran kenapa lo bisa temenan sama dia," ucap Geo yang semakin membuat Emmie terkejut.


"Lo jangan ngada ngada ya, Joelly ga mungkin kaya gitu, dia emang suka sama Regaf, tapi dia ga pernah berfikir buat lakuin hal murahan kaya gitu,"


"Terus foto tadi editan gitu?" kata Andra dengan tampang datar nya. "Sekarang lo kasi tau gue alamat nya!"


"Gue ga bisa kasi!"


"Tinggal kasi apa susah nya?" kata Geo menatap Emmie heran, "emang buat apa kalian nanya alamat dia?"


"Mau kasi apa ngga?" kata Andra mengulang.


"Jalan B blok A, no xxx"


"Cabut!" Geo dan Andra pun langsung meninggalkan tempat. Emmie menatap mereka dengan tatapan heran, "apa yang udah lo lakuin El.." kata Emmie khawatir.


***


"Tunggu Ndra!"


"Apa?"


"Lo mau langsung ke rumah tu orang?"


"Lebih cepat selesai lebih bagus kan,"


"Tapi kalo kita samperin sekarang, dia ga bakal ada dirumah, udah jelas kita pergokin dia tadi," kata Geo ada benarnya. Andra mengangguk samar, "bener.."


"Mending kita balik ke rumah, soal Regaf besok kita kasi tau Vanca aja dia di Apartemen,"


Kembali mengingat kan, bahwa kedua teman Regaf tidak mengetahui apa yang membuat Regaf marah terhadap Vanca.


"Oke!"


***


"Van!" Panggil Kenzie pada Vanca, Kenzie melihat Vanca yang baru keluar dari perpustakaan. Lantas Vanca menoleh ke Kenzie.


"Ya Ken?"


"Mau balik ke kelas?" tanya Kenzie. Vanca menggangguk.


"Yaudah kalo ga ada yang mau di omongin lagi, gue ke kelas duluan ya," Vanca pun pergi dari hadapan Kenzie.


"Vanca kenapa? Ga biasa nya dia kata gini," gumam Kenzie menatap punggung Vanca yang menjauh.


Sejak kemarin Vanca menunggu Regaf hingga tengah malam, sampai Vanca sendiri kurang tidur jadi nya. Tapi Regaf sama sekali tidak pulang.


Vanca sedikit kecewa, setidaknya Regaf pulang untuk menjelaskan apa yang terjadi, ini tidak. Apa yang harus Vanca lakukan?


Vanca pun pergi sekolah menggunakan taxi, teman teman Regaf pun tidak mengabari. Berulangkali Vanca menghela nafas berat. Kantong mata nya sedikit menghitam, Vanca terlihat lelah.


"Van!" panggil Sheryl saat Vanca masuk ke kelas. Vanca menoleh dengan menatap Sheryl juga kedua teman nya.


"Lo kenapa Van? Kaya nya lo cape banget, kantong mata lo juga sedikit hitam Van, lo kurang tidur? tanya Nesa yang diabaikan oleh Vanca.

__ADS_1


"Van!" Tak ada sahutan. Ketiga teman nya saling pandang, sejak ulangan berlangsung Vanca sama sekali tidak fokus, tak biasa nya Vanca seperti ini. Saat ini juga, disaat istirahat Vanca kebanyakan melamun.


"Van.. ada masalah?" kini Sheryl yang bertanya. Vanca menatap ketiga nya secara bergantian, lalu kembali menatap lurus dengan tatapan kosong.


"Gue harus apa? Apa ada baik nya gue ceritain masalah gue ke mereka?" batin Vanca berucap


ku


"Vanca! Tuh didepan ada yang nyariin lo!" kata salah satu teman Vanca di kelas. Lantas ketiga teman Vanca melihat siapa yang ada luar.


Vanca berdiri dan langsung melihat siapa mencari nya. Ia berjalan keluar kelas melihat siapa diluar. Diikuti oleh ketiga teman nya, saat tiba Vanca langsung melihat Geo dan Andra di sana.


"Andra Geo?"


"Van, pulang sekolah nanti temuin kita di parkiran," kata Geo pada Vanca.


"Emang ada apa?"


"Soal Regaf," lantas itu membuat ketiga teman Vanca yang mendengar pun menyerngit heran.


"Kita ke kelas dulu," Vanca baru ingin bertanya tapi kedua nya sudah terlanjur pergi. Ia tidak tau apa yang akan terjadi lagi nanti pada nya juga Regaf.


"Van! Ini kenapa sih? Lo ada masalah sama kak Regaf?" tanya Nesa yang kepalang penasaran. "Lo ga mau cerita ke kita Van?"


"Ada waktu nya gue ceritain ke kalian," semua nya sama sama mengerti, mungkin Vanca memang membutuhkan ruang sendiri untuk masalah nya.


Sementara Geo dan Andra, mereka pergi ke kelas 12 IPA 2 dimana itu kelas Emmie. Sengaja mereka ke sana untuk melihat apakah wanita kemarin masuk atau tidak.


Langsung saja mereka menemui Emmie yang sedang duduk di kelas. Dilihat lihat, mereka tidak menemukan wanita itu. Mungkin memang tidak masuk.


"Gue mau ngomong sama lo penting," desak Andra pada Emmie yang seketika membuat seisi kelas ribut akan kedatangan Andra juga Geo. Jangan lupakan kalau mereka murid yang dikagumi para siswi seantero sekolah.


"Soal apa?"


"Gue minta tolong sama lo, lo temen nya Joelly kan, tolong lo ajak dia ketemu di cafe kemarin sehabis pulang sekolah," jelas Geo pada Emmie. Andra dan Geo sudah memikirkan hal ini sebelumnya.


"Ketemu kalian gitu?"


"Jangan bilang ada kita, lo ajak dia ketemu dengan alasan apapun, gue sama Andra nanti nyusul. Lo tau kan yang kemarin?" Emmie mengerti, lantas mengangguk paham.


"Gue tau, gue bakal usahain buat itu,"


***


"Kenapa gue ada disini?" gumam Regaf heran. Ia pun mencoba bangun dari sana, semua pakaian seragam sekolah nya basah.


"Agrhh.." Regaf memegangi kepala nya yang berdenyut. Regaf mencoba mengingat apa yang kemarin sempat terjadi, tapi ia hanya mengingat saat ia pulang sekolah ia berada di bar.


Regaf pun segera mengeringkan tubuh nya, dan berganti pakaian, saat tau dia berada di apartemen milik nya. Setelah selesai, Regaf duduk di ranjang kamar apartemen nya, tiba tiba ia teringat akan sesuatu.


"Vanca?" menyebutkan nama itu memori dikepala nya seketika muncul, disaat ia melihat Vanca yang tengah berpelukan dengan cowo lain.


"Kenapa lo lakuin ini Van?"


"Apa gue ga berarti di hidup lo?" Regaf terus menerus mencoba untuk melupakan hal itu, tapi tidak semudah itu. Kalau seperti ini apakah Vanca termasuk selingkuh?


"Siapa yang bawa gue kesini?" Regaf mencoba untuk mengingat kembali, ia mengingat saat ada wanita datang kepada nya setelah itu ia tidak ingat apapun lagi.


"Kenapa gue ga bisa inget apapun!" kepala Regaf ingin pecah rasa nya mencoba mengingat kejadian kemarin. Tapi rasa nya Regaf mendengar suara Andra dan Geo semalam.


"Apa mereka yang bawa gue kesini?" gumam Regaf. Ia melihat jam dinding menunjukkan pukul 14.30 sore. Sudah sangat lama Regaf tidak sadarkan diri.


"Gue ketinggalan ujian hari ini,"


"Lo udah ngerusak kepercayaan gue Van!"


***


Pulang sekolah, adalah saat yang menyenangkan. Karena dirumah lah tempat bagi mereka untuk istirahat dan menenangkan pikiran. Tapi sepertinya tidak dengan Vanca, yang justru semakin dirumah ia semakin gelisah.


Seperti yang dikatakan oleh Geo tadi, Vanca menemui mereka di parkiran. Vanca sudah melihat ada Geo dan Andra disana. Dan saat sampai disana pula Vanca langsung bertanya soal Regaf.


"Kalian udah ketemu Regaf belum? Gue khawatir banget Regaf bener bener ga pulang," tanya Vanca dengan nada lelah. Geo dan Andra tau sekali jika Vanca tidak tidur akibat menunggu Regaf, salah mereka juga tidak mengabari Vanca sebelumnya.


"Regaf ada di apartemen nya, kemarin kita ketemu dia di bar dengan keadaan mabuk, jadi kita bawa dia ke apartemen nya aja," jelas Geo pada Vanca.


"Gue mau kesana!" Ucap Vanca dengan semangat empat lima. Andra mengangguk dan berkata, "Biar Geo yang anter lo kesana,"


Dengan siap Geo mengantarkan Vanca. Mereka juga prihatin dengan hubungan antara Regaf dan Vanca saat ini. Ada saja yang ingin mengacaukan.


Disaat Geo mengantar Vanca, Andra pergi menuju lokasi yang sudah Geo beri taukan kepada Emmie sementara Geo menyusul.

__ADS_1


***


Disisi lain, di kediaman Regaf. Gisel juga Ara sedang duduk di taman belakang rumah. Taman itu cukup luas dan sejuk.


"Kak! Ara pengen tanya deh,"


"Apa?"


"Menurut kak Gisel, kalau Ara pacaran wajar ga?" lantas Gisel tertawa pelan, "wajar aja lah, yang ga wajar itu emang ada yang mau sama kamu?" kata Gisel bercanda.


"Ih kak! Ara serius!" ketawa Gisel semakin kencang lantaran berhasil membuat Ara kesal. "Bercanda Ra, emangnya kenapa kamu nanya gitu?"


"Ara bingung aja,"


"Bingung kenapa?"


"Tapi kakak janji ya jangan bilang ke mami sama papi!"


"Tergantung," kata Gisel, itu membuat Ara cemberut.


"Kenapa sih? Ara lagi suka sama seseorang yaa??" tebak Gisel yang tepat. Sekarang Ara semakin bingung apakah dia bicara saja atau tidak?


Menyadari kegelisahan Ara, Gisel pun berucap, "ngomong aja," Ara menatap Gisel dari samping lalu menghela nafas nya pelan. Ara menggangguk.


"Siapa?"


"Ara takut nanti kalau Ara kasi tau, nanti kak Gisel malah bilang ke mami papi,"


"Engga deh, janji!" Ara menatap Gisel tak percaya. "Kakak lagi ga boong kan?" Gisel menggeleng.


"Sebenernya Ara udah pacaran.."


"Hah! Pacaran sama siapa?"


"Ih kak jangan kenceng kenceng!" Gisel menyengir lalu kembali bertanya. "Kapan Ara pacaran nya?"


"8 bulan lalu," Gisel kaget berkepanjangan, "Gaboleh anak kecil pacaran,"


"Ih kak, pacar Ara itu kaya nya tulus banget, sampe sampe dia selalu pengen buat kasi tau hubungan Ara sama dia ke Mami papi biar ga sembunyi sembunyi terus,"


"Itu bagus, kenapa ga ngomong aja?"


"Ara takut masalah nya, karna kak Regaf juga pernah bilang ke Ara kalo Ara gabole pacaran selama sekolah."


"Jadi kamu takut di suruh putus?" Ara menggangguk lagi.


"Ngomong aja, ga baik kalo di sembunyiin terus, nanti malah jadi masalah buat kedepannya." Ara kembali berfikir, ada benarnya tapi itu juga pasti akan sulit nanti nya.


"Tapi kak--"


"Biar kakak bantu ngomong, tapi Ara duluan yang ngomong ke mami papi, nanti biar kak Gisel yang bantu bikin mami papi Ara ngerti,"


"Beneran?!" Kata Ara dengan tersenyum. "He'em" kata Gisel seraya mengangguk. "Makasi kak! Nanti Ara coba omongin sama mami papi."


"Bagus, gitu dongg!!"


***


Geo dan Vanca telah berada di apartemen milik Regaf, tepat di depan pintu. Sebelum nya Geo sudah menyuruh Vanca untuk masuk tapi Vanca tak kunjung bergerak dari tempat.


"Masuk aja Van! Ada Regaf didalam,"


"Gue ga berani Ge,"


"Lucu lo! Udah masuk aja!" dengan keberanian nya pun Vanca mulai memasukan sandi nya lalu pintu terbuka. "Lo ga ikut masuk?"


"Ga lah ngapain, gue masih ditunggu sama Andra nih, gue duluan ya!" Dengan buru buru Geo meninggalkan Vanca disana dengan hati tak karuan.


"Masuk ga ya?" Vanca masih bimbang akan masuk atau tidak. "Masuk aja lah!"


Vanca melangkahkan kaki nya masuk tak lupa kembali menutup pintu. Vanca melihat isi tampat ini kosong seperti tak ada penghuninya. "Apa Geo bohong?" monolog Vanca seraya celingukan mencari posisi Regaf.


Langkah Vanca kembali masuk ke arah dapur, namun sama saja kosong seperti ruang tengah.


"Ngapain!"


***


AKHIRNYA BISA UP JUGAA, SENENG BGT.


GIMANA KALIAN? SENENG JUGA ATAU B AJA?

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGAL KAN KOMENTAR KALIAN DAN LIKE NYA. JGN LUPA VOTE HADIAH FAVORIT UNTUK DUKUNGAN NYA.


__ADS_2