REGAF ARGANTARA

REGAF ARGANTARA
REGAF ~ 38


__ADS_3

"Vanca? anak siapa?" tegur Regaf bertanya melihat anak yang ada di pangkuan Vanca.


"Eh!" Vanca terlonjak kaget. "Ngagetin!" seru Vanca. "Anak siapa?" ulang Regaf.


"Anak tetangga, ibu nya lagi ada urusan jadi dititip ke sini" jelas Vanca. "Dikira tempat penitipan anak kali ya" celetuk Regaf.


"Hush, ga boleh ngomong gitu tau" tegur Vanca. Regaf menatap bocah itu dengan tatapan susah di artikan. "Emang nya bisa jaga anak?" tanya Regaf tiba tiba.


"Ya ga bisa bisa juga, tapi aku tau kok cara jaga anak, dan aku juga seneng jadi ada temen nya" Jawab Vanca tanpa mengalihkan pandangan nya dari bocah cilik itu.


"Mau yang kaya gitu ga?"


"Ha apa?" beo Vanca.


"Gak. Lupain"


Vanca mengganguk.


"Aku gak liat Ara, kemana dia?" tanya Vanca. "Nginep di rumah temen nya" jawab Regaf.


"Kok tau?"


"Jelas lah, yang nganter juga aku" sewot Regaf. "ya biasa aja dong jawab nya." kekeh Vanca.


"Kamu nama nya siapa hm?" tanya Vanca dengan bocah itu, Regaf menoleh saat Vanca berucap. Suara yang dibuat buat oleh Vanca menjadi gemas. Regaf jadi suka dengan pemandangan ini. Ia memikirkan ketika ia dan Vanca sudah memiliki anak kelak.


Tidak. Regaf menggeleng kuat, apa yang sudah ia pikirkan. Vanca yg melihat itu pun mengerutkan kening nya bingung.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya Vanca.


"Gapapa." Vanca tak memperdulikan, ia melanjutkan bermain nya bersama anak kecil itu.


"HUWAAAA!!" tiba tiba saja anak kecil itu menangis kejer entah apa sebab nya. Vanca pun turut panik melihat nya.


"Eh anak manis kok nangis?.. cup cup" Vanca berusaha menenangkan bocah itu namun tangis nya tak juga reda. "Duh.. gimana ni.." Panik Vanca.


Regaf pun bingung harus berbuat apa, ia mendekati bocah itu untuk membantu menenangkan.


"Lo bisa jaga anak ga si sebenernya?" Tanya Regaf pada Vanca.


"Kan gue udh bilang, ga bisa bisa juga gue, tapi udah nangis gini gue bingung jadi nya" panik Vanca.


Regaf pun ambil alih Bocah itu untuk menggendong nya dengan berdiri. Regaf menggendong bocah itu di depan nya. Posisi nya kepala anak itu bersandar ke dada bidang milik Regaf.


Vanca ikut berdiri untuk ikut menenangkan anak itu dengan mengelus pucuk kepala nya.


"Udah dong.. jangan nangis.." ucap Vanca.


"Kalo kamu panik ga akan bisa bikin dia tenang, kamu harus tenang." Ujar Regaf benar dengan tangan yang masih menggendong anak itu.


Vanca mengukir senyum tipis melihat Regaf yang sangat keluar sosok ayah nya. Vanca jadi membayangkan ketika mereka memiliki anak.


Perlahan tangis anak itu reda dengan sendiri nya, dan tertidur pulas di gendongan Regaf. Seperti nya anak itu nyaman dengan Regaf. Vanca suka dengan pemandangan ini.


"Dia tidur nih" tunjuk Regaf pada Vanca. Sontak lamunan Vanca pun buyar. "Oh ya?" Vanca melihat anak kecil itu dan benar anak itu sudah pulas tidur sehabis menangis.

__ADS_1


"Yaudah sini biar aku bawa ke kamar aja, kasian dia" Vanca mengambil alih bocah cilik itu ke dekapan nya lalu membawa nya ke kamar mereka. Regaf dengan senang hati mengiyakan.


"Aku bawa tas nya sekalian" ucap Regaf yang langsung mendapat anggukan dari Vanca. Mereka pun bersamaan menuju kamar mereka dengan anak kecil di antara mereka.


***


"Kemana ya.." Gisel tak melihat orang yang harus nya disini dengan nya.


"Telfon aja kali ya.." Gisel menekan nomor di ponsel nya menelpon orang itu. Tiba tiba saja tangan kekar menutupi mata nya. Posisi nya orang itu dibelakang Gisel.


"Kenziee!!" Seru Gisel antusias.


"Yahh ketahuan" sahut Kenzie seraya melepas tangan nya. "Kok lo tau si?" Tanya Kenzie heran.


"Jelas dong, dari parfum lo gue udah tau" balas Gisel dengan seulas senyum nya. Menambah kesan manis pada diri nya.


"Yaudah yuk!" Ajak Kenzie pada Gisel.


"Hayuu"


***


Gak panjang si.. jujur aja ga bingung dengan cerita sendiri. Sebenernya ada aja otak dari ceirta ini cuma takut reader ga suka sama cerita ini .


maaf ya kalo nge bosenin. dan lama juga udah ga up,, maafin bgtt.


yaudah segitu aja kalo suka jgn lupa like nya..

__ADS_1


babay...


__ADS_2