
Pagi menyelusuri kamar Regaf juga Vanca, saat ini Vanca bangun terlebih dahulu dan Regaf masih sibuk dengan alam mimpi nya.
Regaf mengeliatkan badan nya, ia meraba raba sisi sebelah nya, ia tak menemukan apa pun diri nya memaksakan untuk bangun membuka mata nya melihat sekeliling kamar dengan nyawa nya yang masih otw.
Melihat jam dinding pukul 06.09, Regaf sedikit meregangkan otot tubuh nya juga leher nya sehingga terdengar suara 'krek' setelah nya Regaf berniat akan beranjak dari ranjang nya namun bunyi pintu mengurungkan niat nya.
Ceklekk
Pintu kamar mandi terbuka lebar menampakan Vanca yang sudah rapi dengan seragam sekolah nya. Vanca berjalan menuju meja rias nya untuk memberi sedikit polesan pada wajah nya hanya bedak dan Lipbalm saja.
Regaf sedari tadi memperhatikan aktivitas yang Vanca lakukan dari mulai menggunakan bedak hingga Lipbalm itu.
Vanca melihat Regaf yang berdiri di belakang nya dari pantulan kaca didepan nya "ngapain? mandi ga liat apa udah jam berapa" kata Vanca yang masih sibuk dengan bedak di tangan nya
"lo yang ngapain?" tanya Regaf balik
"buta lo? galiat gue ngapain?"
"ga usah caper ya Van" Vanca pun mendelik dengan penuturan Regaf barusan "caper di mana nya gue, kan gue nyuruh lo buat mandi" kilah Vanca
"ngapain dandan?" ucap Regaf dengan tatapan datar nya Vanca semakin heran dibuat nya "gue cuma pake bedak sama lipbalm doang gaf, udah biasa kali"
"tetep aja" Vanca menghela nafas pelan lalu beralih badan menghadap Regaf dibelakangnya posisi mereka kini saling berhadapan dengan Regaf yg berdiri san Vanca masih stay duduk di kursi rias nya.
"denger ya bapak Regaf yang terhormat, saya hanya melakukan apa yang sudah biasa di lakukan oleh sebagian perempuan" tutur Vanca seraya menaikkan sebelah alis nya menatap jengah lelaki di depan nya ini
"terserah" jawab Regaf malas
"dih pms lo?" cibir Vanca nmun tak di hiraukan oleh Regaf ia hanya berbalik dan berjalan menuju ranjang nya kembali
"mandi! udah siang ntar telat!" seru Vanca
"entar males"
"Regaf!!" ucap Vanca setengah berteriak
"mandi sekarang" ucap Vanca kembali kini dengan penekanan
__ADS_1
"iya ah bawel lo" dengan langkah malas Regaf berjalan masuk ke kamar mandi membersihkan diri
...----------------...
15 menit sudah Regaf kini keluar dari kamar mandi yang sudah rapi dengan seragam sekolah nya ehm.. tidak, dua kancing teratas yang dilepas juga baju yang dikeluarkan dan rambut acak yang masih basah.
Regaf melihat Vanca yang sedang duduk di pinggiran ranjang seperti sedang memikirkan sesuatu.
"kenapa lo?" tanya Regaf mengagetkan Vanca "astaghfirullah, bisa ga si ga usah ngagetin" balas Vanca
"mikirin apa lo?" Regaf ikut duduk di pinggiran ranjang nya bersama Vanca. Namun Vanca malah salah fokus dengan penampilan Regaf ini "lo mau sekolah apa mau tauran?" Vanca memicingkan mata nya melihat seragam Regaf.
"gue emang gini" sahut Regaf. Vanca menghela nafas pendek "lo itu pelajar bukan preman" ucap nya Seraya memasangkan kembali kancing teratas Regaf yang terlepas dan Regaf hanya memandang wajah gadis di depan nya ini "pakaian lo harus rapi" lanjut nya
"gue ga nyaman Van"
"masukin tuh baju!" titah Vanca menunjuk baju Regaf dengan dagu nya "bukan gue nama nya kalo baju gue ga dikeluarin" bantah Regaf "ish susah diatur ya lo!" kesal Vanca
"bodo amat" jawab acuh Regaf
"ehm cincin nya apa seharusnya kita lepas aja kalo sekolah" tutur Vanca dengan menatap Regaf maupun sebaliknya.
"kenapa dilepas? malu?"
"b-bukan gitu.. gue takut aja ketahuan sama pihak sekolah" jawab Vanca ragu
"Pake!" seru Regaf
"tap-"
"Pake!" tekan Regaf
"gakan ada yang tau kalo lo sama gue nikah" ujar Regaf. Vanca menimang nimang ucapan Regaf barusan "kalo ada yang nanya gimana?" tanya Vanca pelan
"siapa? temen lo? mereka kan udah pada tau" tutur Regaf
"iya sih"
__ADS_1
"yaudah gue bakal pake" Putus Vanca
"good girl" Regaf mengacak pucuk rambut Vanca pelan "udah yuk turun"
...----------------...
Kini mereka berada di mobil menuju SMA merpati, Regaf yang fokus pada stir mobil nya sedangkan Vanca fokus menatap jalanan di balik jendela mobil tak ada yang membuka suara hanya hening menyelimuti mereka juga suara derum mesin mobil.
"berhenti!" seru Vanca pada Regaf saat mereka sudah berada di jalan pertigaan dekat sekolah mereka "apa?" sahut Regaf seraya menepikan mobil nya
"gue turun disini" Vanca membuka seatbelt nya berancang akan membuka pintu mobil namun suara Regaf menghentikan nya.
"mau kemana?" tanya nya
"gue jalan dari sini ke sekolah lo duluan" ujar Vanca
"kenapa? malu bareng gue?"
"engga, ga gitu gaf, gue cuma ngehindar aja dari pertanyaan anak sekolah, apa lagi fans lu kn banyak" jelas Vanca panjang
"ga. lo bareng gue"
"tapi gaf-"
"kalo ada yang nanya in lo atau apa pun itu cukup lo cuekin ga usah lo dengerin" potong Regaf menatap Vanca sama dengan sebaliknya.
Vanca nampak berfikir dengan pandangan yang ia tundukan "masih mau turun?" tanya Regaf "yaudah gue bareng lo" putus Vanca pasrah ia kembali menggunakan seatbelt nya dan Regaf melakukan kembali mobil nya dengan kecepatan max.
...
bosen?
maaf yya kalo ga sesuai harapan kalian
semoga suka yya luvv
^^^tbc.^^^
__ADS_1