
LIKE DULU EPS SBLM NYA KALO BELUM.
NEXT, HAPPY READING
--
Saat Vanca keluar dari rumah Risa ia melihat Regaf yang sudah menunggu disamping mobil nya, dengan seragam yang masih melekat di tubuh atletis nya.
"Loh Regaf? Kamu ga pulang ya tadi?" tanya Vanca dengan tatapan memicing. Regaf pun mendekati Vanca, lalu menunduk mensejajarkan diri nya dengan Vanca, "tadi aku ke basecamp bareng lainnya, soal nya aku males dirumah sendiri," kata Regaf lalu ia merangkul pinggang Vanca agresif memandu nya berjalan.
"Ohh..," Vanca menjawab seada nya, dan tidak masalah Regaf yang memeluk pinggang nya. Sedangkan teman teman Vanca, mereka melihat semua kejadian itu dari balkon kamar Risa, mereka senyum senyum tidak jelas termasuk Risa tapi hanya tipis tidak seperti Sheryl dan Nesa yang tak mampu menahan senyum nya.
"Sweet banget gilaa!!" pekik Sheryl tertahan. Tidak mungkin ia akan teriak karena pasti Vanca akan tahu jika mereka melihat mereka.
"Udah ah, yuk masuk," ucap Risa pada kedua teman nya itu dan menyudahi aktivitas melihat ke uwu an dari Vanca dan Regaf.
"Malam ini jadi ke rumah mama papa?" tanya Regaf saat mereka sudah masuk ke dalam mobil siap Regaf jalankan.
Vanca menggangguk dan berkata, "jadi, aku kangen banget sama mama papa,"
Di perjalanan tak ada perbincangan, hening menyelimuti dan hanya deruman mesin mobil yang berbunyi.
Dan tiba tiba dering ponsel Vanca berbunyi, ia melihat nomor tak dikenal menelepon nya. Regaf melirik Vanca, dan Vanca pun menunjukkan ponsel nya.
"Angkat aja, sekalian speaker nya hidup in," ucap Regaf. Vanca mengangguk, lalu menggeser ikon hijau itu, maka panggilan itu tersambung.
"Halo,"
"Halo Van!"
"Maaf ini siapa ya?"
"Gue Kenzie, gue dapet nomor lo dari Fanda,"
Mendengar itu, Regaf langsung merampas ponsel Vanca lalu mematikan sambungan telfon itu. Vanca tersentak karena tiba tiba saja Regaf mengambil ponsel nya.
"Kalo dia nelfon kamu lagi, jangan di angkat," kata Regaf dengan nada datar. Vanca yang mengerti dengan ekspresi Regaf pun memilih mengiyakan saja, dari pada urusan nya akan panjang.
Dan sesampainya di rumah mereka, Regaf langsung turun begitu saja dari mobil dan masuk duluan. Tanpa menghiraukan Vanca.
Vanca turun mengikuti Regaf, saat di kamar ia tak melihat Regaf dan ia mendengar suara air shower. Berarti Regaf ada di dalam sana.
Vanca menghela nafas nya, ia pun kembali untuk menyiapkan baju untuk Regaf. Sambil menunggu ia duduk di sofa seraya memainkan ponsel nya.
10 menit kemudian Regaf sudah selesai mandi dan keluar dengan keadaan segar, yang tentu nya handuk yang di lilitkan di bagian pinggang.
"Regaf," sontak Vanca berdiri memandang Regaf yang mengambil baju yang disiapkan oleh Vanca dan kembali masuk ke kamar mandi.
Regaf mengacuhkan Vanca, itu membuat Vanca bertanya tanya, apa salah nya?
Saat Regaf sudah keluar lengkap dengan pakaian nya, ia melihat seisi kamar sepi. Ia pun duduk ranjang sambil mengeringkan rambut nya.
Ia mengecek ponselnya dan disana tertera pukul 18.22 , ia pun keluar dari kamar nya mencari Vanca. Saat ia liat ruang tamu kosong, ia kembali berjalan menuju dapur, dan kosong. Tidak ada siapa pun disana.
Ia melihat pintu belakang yang terbuka, dan saat ia mendekat, ia lihat nya ada perempuan yang tengah duduk di kursi kosong yang berada tepat di sebelah pintu.
"Vanca," panggil Regaf sambil mendekat. Ya benar itu Vanca, tapi kenapa berada disini?
"Vanca kamu ngapain?" Regaf memegang pundak Vanca, yang sontak membuat sang empu terkejut.
"Regaf! Kaget tau!"
"Lagian kamu ngapain disini?"
"Gapapa, aku cuma lagi mikir aja kenapa kamu kaya tadi," kata nya seraya bergeser memberi space untuk Regaf duduki.
Kening Regaf mengerut bingung, "kaya tadi?" Beo Regaf. "Kaya tadi gimana maksud kamu?" Lanjut nya seraya duduk di samping Vanca di kursi panjang itu.
"Kamu dari tadi cuekin aku," kata Vanca memandang Regaf. Regaf mendengar itu pun terkekeh, "bukan nya aku mau nyuekin kamu, kamu aja yang mikir kaya gitu,"
"Beneran?" Regaf mengangguk.
"Jadi kamu ga marah karena Kenzie nelfon aku?"
"Ga marah cuma kesel,"
"Sama aja!"
Regaf terkekeh kembali, sifat absurd Vanca yang mampu membuat nya tertawa, "yaudah sana mandi, kata nya mau ke rumah mama papa hm?"
"Yaudah aku mandi, kamu ga masuk?" Vanca beranjak dari duduk nya, lalu meninggalkan Regaf disana.
"Nanti aku nyusul,"
"Yaudah deh, jangan lama lama diluar nya banyak nyamuk,"
"Iya sayang,"
Blush, pipi Vanca seketika merah mendengar ucapan manis dari bibir Regaf, tapi ia berusaha untuk terlihat biasa saja. Lalu ia pun berlalu pergi begitu saja, sebab jantung nya sudah tidak kondusif.
__ADS_1
Regaf yang melihat itu pun terkekeh saja, "udah nikah masih aja malu malu," ucap nya geleng geleng.
***
Kini mereka sudah berada di perjalanan, tapi mereka mampir sebentar ke indojanuari untuk membeli beberapa makanan.
"Kamu sebenarnya mau beli apa?" Sudah cukup lama mereka berkeliling tapi tak mendapat kan apapun.
"Sabar ish! Aku lagi milih milih," decak Vanca, ia kembali memilih beberapa makanan ringan, juga minuman, dan eskrim.
"Satu aja!" Peringatan Regaf, sebab Vanca yang mengambil eskrim sebanyak tiga buah.
Vanca yang mendengar itu pun berdecak kesal, padahal ia sedang ingin sekali makan banyak eskrim, lagi pula eskrim itu membuat nya tergiur.
"Aku mau tiga!" Kekeh Vanca.
"Mau sakit?"
"Dua!"
"Kalo batuk aku ga ikut ikutan,"
"Ish! Yaudah satu!" Regaf tersenyum, akhirnya Vanca mengalah, tak sulit untuk membujuk gadis nya.
Mereka pun membayar belanjaan mereka di kasir, disana saat kasir sedang menghitung belanjaan mereka, mba mba kasir sempat melirik lirik ke arah Regaf, dan itu tak luput dari perhatian Vanca.
"Adek nya ya mas?" Kata mba kasir pada Regaf yang mengira Vanca adalah adik nya. Tak heran karena tinggi mereka sangat jauh. Badan Vanca yang bisa dibilang mungil itu menjadikan nya sorotan bahwa dia adalah adik nya.
"Istri." Ucap Regaf cuek, dan Vanca hanya tersenyum menanggapi kejujuran Regaf. Ia pikir Regaf tak akan mengakui nya tadi.
Sesudah mereka membayar belanjaan tadi, mereka kembali ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan ke rumah orang tua Vanca.
Dan selama perjalanan itu pun Vanca memakan eskrim dengan lahab, sampai eskrim itu mengenai hidung nya.
Regaf melihat itu, "makan nya pelan pelan aja ga ada yang mau ngambil,"
"Kamu mau?" Regaf menggeleng menjawab. "Yaudah kalo gamau,"
"Pake tisu, itu kena hidung kamu, makan kaya anak kecil aja,"
"Hehe.. iya maaf," Vanca menyengir lalu mengambil selembar tisu untuk membersihkan hidung nya yang terkena eskrim itu. Setelah nya ia melanjutkan memakan sisa eskrim nya.
Singkat waktu mereka sampai di depan rumah orang tua Vanca. Bersamaan mereka turun tak lupa dengan bawaan nya tadi.
Saat memencet bel, pintu terbuka menampakkan wajah ibunda Vanca.
"Vanca.. apa kabar nak?"
"Aku baik mah," Vanca melerai pelukan mereka, "allhamdulilah kalau begitu, masuk dulu Vanca Regaf,"
***
"Kenapa ga kabarin mama dulu kalo mau kesini nak?" kata Ratna sang ibu Vanca seraya mengelus surai hitam anak nya.
"Gapapa biar surprise aja," kata Vanca dengan senyum nya. Regaf yang melihat interaksi antara anak dan ibu itu pun tersenyum kecil. Senang dapat melihat Vanca senang seperti ini.
"Regaf apa kabar," ucap sang ayah Vanca, yang baru datang ikut berkumpul bersama.
"Baik pa, papa apa kabar?"
"Ya seperti yang kamu lihat, papa baik baik aja," Regaf pun mengangguk menanggapi.
"Bagaimana dengan sekolah kamu nak?" gantian kini Ratna yang bicara. "Sekolah aman kok ma, kaya biasa," jawab Vanca dengan cengiran khas nya.
"Oh ya Gaf, kamu sebentar lagi ujian kelulusan ya?"
"Iya ma, 4 hari lagi,"
"Ga lama lagi kamu lulus dong,"
"Iya gitu lah ma,"
"Oh ya ma, kak Caren mana kok ga keliatan?" ucap Vanca bertanya kepada sang ibu.
"Gue disini," sahut Caren tiba tiba dari arah atas tangga, terlihat Caren yang baru menuruni tangga. Setelah itu dia ikut bergabung duduk di sofa.
"Kangen lo ya sama gue,"
"Dih PD mampus lo bang,"
"Bilang aja lo kangen sama gue dek,"
"Engga wlee,"
"Sudah, setiap kalian bertemu pasti selalu akan ribut," lerai Ratna dengan gelengan.
"Regaf, Vanca kalian belum makan malam kan?"
"Belum sih ma, tadi langsung kesini," jawab Regaf.
__ADS_1
"Iya ma, Vanca beli makanan juga nih," Vanca memberi bungkusan makanan yang tadi ia beli. Dengan senang hati Ratna menerima itu, "repot repot banget,"
"Ga repot kok ma,"
"Yasudah, karena kalian belum makan gimana kalau kita makan malam bersama aja,"
"Boleh ma,"
"Yaudah, Vanca tolong mama siapin makanna nya ya,"
"Boleh ma," Vanca dan Ratna pun masuk ke dalam dapur untuk menyiapkan makanan, sedangkan para lelaki masih menunggu si ruang tamu.
"Oh ya Regaf, rencana nya kamu sehabis lulus ini kamu akan kuliah dimana?" tanya papa Rhyon.
"Regaf belum tau sih pa, belum pasti soal nya Regaf juga bakal ngurusin perusahaan papi,"
"Iya benar, tapi apa kamu tidak ingin kuliah dulu?"
"Mau nya si gitu pa, Regaf coba omongin ini dulu sama papi dirumah,"
"Tunggu deh Gaf, lo bakal ngurusin perusahaan yang ada di london atau di sini?" Caren menyela ucapan Regaf.
"Kurang tau sih bang, mungkin perusahaan cabang di london, karena kalau perusahaan utama disini gamungkin,"
"Kalau itu bener, lo bakal ninggalin Vanca sendiri gitu disini?" Kata Caren dengan serius, Regaf pun menjadi memikirkan ini kembali, Regaf sebelum nya sudah memikirkan ini.
"Gue belum tau pasti bang, gue juga mikirin ini,"
"Gue dukung apapun keputusan lo, tapi lo jangan sampe bikin adek gue kecewa, dia adik satu satu nya yang gue punya Gaf," Caren menepuk pundak Regaf.
"Pasti bang,"
"Sebaik nya kamu pikirkan saja dulu untuk ujian kamu, karena untuk ini masih jauh," kata Papa.
***
"Ini ditaruh di sana ya Vanca," ucap Ratna memberikan nampan berisi makanan untuk di sajikan di meja makan.
"Iya ma," setelah menaruh itu, Ratna pun datang dengan membawa makanan lainnya. Setelah selesai menata makanan di meja, Ratna menyuruh Vanca untuk memanggil yang lainnya untuk makan malam.
Vanca pun memanggil lainnya, setelahnya mereka pun memulai makan malam dengan hening tanpa pembicaraan apapun. Hanya detingan sendok dan garpu yang beradu.
Saat sudah selesai acara makan malam mereka, tinggal lah hanya Vanca dan Ratna karena lainnya sudah kembali ke ruang tamu.
Vanca dan Ratna membereskan sisa makanan, membersihkan alat makan mereka, juga kembali mengemasi meja. Selang beberapa menit mereka menyelesaikan pekerjaan mereka.
"Vanca," panggil Ratna.
"Iya ma?"
"Mama mau bicara, duduk dulu," Ratna menyuruh Vanca untuk duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan.
"Ada apa ma?"
"Apa kamu dan Regaf sudah melakukan 'itu' "? Vanca yang seakan mengerti pun menggeleng sebagai jawaban. Ratna menghela nafas nya, "apa Regaf pernah meminta hal itu sama kamu?" tanya Ratna lagi. Dan lagi lagi Vanca menggeleng.
"Nak, kamu tau kan itu adalah kewajiban kamu sebagai istri,"
"Vanca tau ma," kata Vanca seraya menunduk.
"Mama tidak ingin mengatur kamu, mama hanya ingin mengingat kamu selagi bisa," kata Ratna membuat Vanca yang tadi nya menunduk menjadi mengangkat kembali kepala nya menatap sang ibu.
"Regaf itu suami kamu nak, sudah menjadi hak dia atas kamu, walau Regaf tidak meminta nya kamu harus paham sebagai istri," lanjut Ratna.
"Kalian sudah sah, harus saling memahami satu sama lain, dan apa kamu pernah memikirkan Regaf?"
Vanca diam, menunggu ucapan mama nya.
"Kamu apa pernah berfikir apa yang dirasakan Regaf saat tidur satu kamar tanpa melakukan apapun dengan istri nya, apa lagi kalian seranjang,"
"Regaf itu pria normal yang pasti memiliki hasrat juga nasfu Vanca, kamu harus mengerti itu,"
Vanca kembali mencerna ucapan mama nya, ucapan mama nya sama seperti apa yang dikatakan oleh teman teman nya. Vanca jadi merasa istri yang tidak baik. Tapi ia juga masih memikirkan sekolah nya.
"Vanca paham mah, tapi Vanca kan masih sekolah, mama tau itu," ucap Vanca mencoba terbuka. Mama nya tersenyum lalu mengelus surai hitam anak nya, "apa salah nya kamu lakukan itu dulu? jika hanya sekali, sedikit kemungkinan kamu untuk hamil kecuali saat kamu sedang subur," jelas Ratna panjang lebar.
"Lakukan saja dulu, yang penting kamu sudah menjalani kewajiban kamu nak," lanjut nya.
"Mama hanya mengingatkan, setelah nya kamu bida pikirkan lagi dan keputusan itu ada di kamu,"
"Makasi udah ingatin Vanca ya mah," Vanca memeluk Mama nya erat, dengan pikiran yang bercabang, ia akan mencoba lebih terbuka kepada Regaf nanti nya.
***
LIKE, COMMENT, VOTE SAMA HADIAH NYA JGN LUPA. BIAR NULIS NYA JG RAJIN.
YAUDAH SEGITU DULU, 2000 WORK.
^^^TBC.^^^
__ADS_1