
Regaf kembali ke kamar nya, setelah insiden tadi ia malas melanjut kan latihan nya itu hanya sekedar hobby nya saja.
Ceklekk
Pintu kamar nya terbuka, Regaf melihat sekeliling kamar yang kosong tak ada orang "tu anak kemana" gumam nya pada diri sendiri mata nya masih memperhatikan sudut ruangan dan ia melihat pintu kamar mandi 'mungkin di dalam sana' pikir nya.
Ia pun mencoba memastikan, membuka pintu kamar mandi namun nihil ia tak menemukan keberadaan sosok itu "kemana tu anak" ucap nya lagi
"ngapain gue nyariin dia elah" Regaf menggeleng keras berusaha melupakan gadis itu, ia pun memilih membersihkan diri di kamar mandi sehabis latihan tadi pasti nya ia lengket dengan keringat.
15 kemudian pintu kembali terbuka menampakan Regaf yang baru keluar dari kamar mandi dengan keadaan fresh sehabis mandi. Melangkahkan kaki menuju lemari baju nya memakai baju santai untuk di rumah.
Regaf duduk di pinggiran kasur mengambil ponsel nya yang terletak di nakas dekat ranjang nya, menyalakan alat canggih itu melihat jam disana sudah pukul 14.00
Regaf beralih membuka ikon hijau bertuliskan Line disana men scroll pesan yang sekira nya bisa membuat nya tak bosan, namun tak ada hanya penuh dengan pesan para gadis di room chat nya.
Regaf kembali meletakan ponsel nya, merasa bosan ia pun memutuskan untuk membaring kan tubuh nya sejenak, pelan pelan mata nya tertutup
tok tok tok
mata Regaf kembali terbuka mendengar ketukan pintu dari luar, ia beranjak bangun dan membuka pintu menampakan Wenda mami nya di ambang pintu
"ada temen kamu di depan" kata mami Wenda. Regaf berfikir sejenak "ngapain mereka kesini?" tanya Regaf
"gatau kata nya mau ketemu sama kamu" ujar mami Wenda setelah itu ia melangkah pergi sama halnya dengan Regaf ia keluar dari kamar menuruni tangga lalu berjalan ke arah ruang tamu
"ngapain?" ucap Regaf sembari berjalan mendekati mereka , kedua nya menoleh siapa lagi jika bukan Geo & Andra
"gatau gue diajak aja sama ni curut" jawab Andra. Dan Regaf menatap Geo seolah bertanya dengan tatapan 'ngapain'
"gue pengen main aja ama pengantin baru" ucap nya menaikkan sebelah alis nya "oh" jawab singkat Regaf lalu duduk bersama mereka "eh gaf gimana nih kemaren kiw" ucap Geo
Andra juga Regaf dibuat bingung apa maksud nya? "apaan?" tanya Regaf
"alahh pura pura gatau lo" Geo menegakkan satu jari nya di sebelah kiri lalu kanan nya dan menyatukan nya. Namun teman nya masih dalam mode lemot saat ini "ha? Ge lu ngapain?" Andra angkat bicara
"alah masa lo gatau sih, malam pertama broo" ucap Geo sembari melirik kearah Regaf. Yang dikatakan Geo membuat Regaf kesal lalu melempari nya dengan bantal sofa
"stress" cibir Regaf
"ngomong omong mana bini lu gaf" tanya Andra
"gatau" jawab nya
"dih bini sendiri kaga tau lo" celetuk Geo
"ya -- "
"ASSALAMU'ALAIKUM" ucapan Regaf terpotong akibat teriakan melengking dari arah pintu utama
"Astaghfirullah" Geo mengusap usap telinga nya yg agak pengang akibat teriakan dari Ara
__ADS_1
"ehh ada kak Geo sama Kak Andra juga" Ara menghampiri mereka lalu tatapan nya beralih pada Geo "kenapa kak?" tanya nya polos
"masih nanya lagi lu, ngapain lo teriak teriak" ketus Geo namun yang di bahas malah cengengesan saja "hhe maap kak".
Regaf melihat adik nya lalu beralih pada Vanca, istri nya yang bersama Ara " dari mana?" tanya Regaf, dan Vanca menoleh lalu berkata "nemenin Ara belanja" jawab nya malas
"eh neng cantik istri nya Regaf kiw neng" kata Geo "dari mana nih" lanjut nya
"belanja" jawab Vanca seada nya jujur ia masih canggung "semua Ara masuk dulu ya" Ara meninggal kan mereka ber4 di ruang tamu itu
"ehm Ra aku ikut" panggil Vanca, belum saja ia beranjak namun ia dipanggil "Van" Vanca menoleh ke arah Geo "kenapa?"
"sini aja sama kita" lanjut nya
"ehm engga gue ke dalam aja" tolak nya seraya melirik ke arah Regaf karena ia masih kesal dengan Regaf soal tadi "yaudah gue duluan" pamit nya lalu pergi dari membiarkan ke tiga lelaki itu disan
...----------------...
Vanca memasuki kamar nya dan memilih duduk di ranjang bersandar di sandaran ranjang dengan kaki ber selonjoran. Vanca seraya memainkan ponsel nya agar tidak bosan ia chating bersama ketiga teman nya
...Girl Squad 🔥...
^^^Me : guys.. bosen..^^^
Sheryl : ekhemm.. ciee pengantin baru
bosen..
^^^enak nya..^^^
Sheryl : laki lo mane?
^^^Me : gatau^^^
Sheryl : heh laki lo sendiri lo kaga tau?!
^^^Me : didepan dia^^^
Nesa : y..
Risa : eh Van gimana?
Sheryl : apaan Ris?
^^^Me : 2~^^^
Risa : rasa ny jadi istri kak Regaf gimana? seru asik?
Sheyl : asik lah Ris apa lagi malam pertama nya iya gak bu ketu @Me
^^^Me : apaan sih, gajelas tau gak!^^^
__ADS_1
Sheryl : ekhemm...
Nesa : bkn tmn gw
Sheryl : kita temen? @Nesa
Nesa : kita kenal? @Sheryl
Risa : mmpus. hhaa @Sheryl
Sheryl : syalan.)
setelah pesan itu Vanca kembali menutup room chat nya beralih ke akun Instagram milik nya men scroll posting an teman teman nya, hampir satu jam ia memain ponsel sampai ia benar benar merasa bosan.
Vanca pun beranjak turun dan ingin keluar kamar, namun langkah nya terhenti tak kala pintu itu terbuka menampakan sosok Regaf disana. "ngapain" pertanyaan itu lolos dari mulut Regaf
Vanca hanya bergeming di tempat posisi nya masih duduk di pinggiran ranjang "punya mulut tuh dipake"
"ga" jawab Vanca singkat, namun membuat Regaf kesal "lo punya masalah sama gue?"
"engga apa an si" Vanca beranjak akan pergi dari kamar namun tangan nya dicekal oleh Regaf "lepas" pinta Vanca
"lo marah soal tadi?" tanya Regaf
"gue ga marah cuma kesel" jawab Vanca acuh lalu ia berlalu pergi dari kamar nya juga Regaf
...----------------...
Kini waktu nya makan malam tiba, Regaf turun lalu menduduki kursi tepat di samping Vanca. "Regaf Vanca" panggil mama Wenda
kedua nya sontak melihat Wenda yang berada di depan nya "kenapa mi?" tanya Regaf "mami dan papi sudah membelikan kalian rumah untuk kalian tinggali berdua"
uhhuk uhhuk
"loh untuk apa mi?" tanya Vanca dengan ekpresi protes "ya mami kan sudah bilang untuk kalian berdua disana"
"letak nya gak jauh" lanjut nya
"mi apa ga sebaik nya kita tinggal disini aja?" tanya Vanca pelan "loh nak, kalian kan sudah menikah jadi sudah seharusny kalian mandiri, ya walau kalian masih sekolah tapi itu tidak jadi masalah bukan" tutur Wenda
"Regaf gimana?" tanya Wenda
"seterah mami" Vanca terkesiap mendengar penuturan Regaf, apa apaan ini.
"nah Vanca jadi kamu harus ikut sama suami kamu" kata Wenda lagi
"kalian ga harus pindah sekarang atau besok, seterah kalian mau pindah kapan aja" jelas Alex
"yaudah deh" cicit Vanca pelan, mereka pun melanjutkan acara makan malam mereka dengan kenikmatan dan tak lupa menyelip kan perbincangan di sela sela makan mereka
...----------------...
__ADS_1
^^^tbc.^^^