
setelah kepergian Regaf teman teman nya dibuat bingung akan sifat nya "eh ndra lu liat ga"
"apa?"
"bibir Regaf, kek nya luka"
"liat, paling habis berantem tu anak"
"berantem sama siapa ya kira kira" Andra tak menyahuti hanya mengedikkan bahu acuh nya
.
.
.
Matahari yang menyinari masuk ke jendela kamar Vanca yg masih tertutup gorden membuat diri nya terbangun dari bawah alam sadar nya, dengan cepat bangun lalu beranjak dari kasur king size nya dan menyambar handuk lalu pergi ke kamar mandi pribadi nya
...
Dikediaman Alexander, pagi hari dimana Regaf dan keluarga nya tengah berada di meja makan, menikmati hidangan pagi mereka, tak ada yg bersuara hanya detingan sendok dan piring beradu memecahkan keheningan diantara mereka
"Regaf kemarin kamu kemana" Wenda buka suara memecahkan keheningan
"ada kok" sahut Regaf dengan malas
"Regaf, kapan kamu mau berubah, kalo cara kamu gini terus apa yang bisa dibanggain dari kamu" papi Alexander membuka suara
"seterah papi mami mau ngomong apa, Regaf ga peduli" Ara yang mendengar itu sontak menatap kakak nya itu
"kak, lo gak boleh gitu dong, mami papi juga begitu buat masa depan lo, harus nya lo nurut apa kata beliau"
"gue bingung dengan cara pemikiran lo kak" lanjut nya
"gue bukan boneka mereka yg harus gue turutin ini dan itu" Regaf beranjak dari kursi nya lalu melenggang pergi
.
.
.
"ma pa Vanca berangkattt"
"dek tunggu" Mama Ratna berjalan menuju vanca yg berada di ambang pintu
"kenapa ma?"
"ini tolong mama, antar ke rumah temen mama didalam ada alamat nya" Mama Ratna memberi kan bingkisan itu ke Vanca
"okeh mah, yaudah Vanca pamit ya ma"
"iya hati hati dekk"
...
di perjalanan Vanca memilih melewati jalan yg rute nya sepi, agar tak ada hambatan --pikirnya
setelah selang lama perjalanan akhirnya Vanca sampai di rumah teman mama nya itu, dengan segera ia turun lalu mengantar bingkisan tersebut
setelah selesai Vanca kembali menjalan kan mobil nya menuju ke sekolah, namun sayang nya saat diperjalanan mobil vanca berhenti
"lah ni mobil kenapa dah" tnya Vanca kepada diri nya sendiri
"agrrhhh nyebelin banget si" gerutu Vanca, lalu ia memutus kan untuk keluar dari mobil nya, ia melihat arloji yg melingkar di tangan nya menunjukan pukul 07.45 tak lama lagi bell sekolah akan berbunyi bisa bisa ia terlambat
"aduh ni mobil kenapa pakek segala mogok lagi sih, bisa telat ni guee"
"ada taksi ga ya jam segini" ia celingak celinguk melihat apa kah ada kendaraan yg lewat
semakin panik Vanca kembali melihat arloji nya pukul 07.48 sudah tamat riwayat nya, ia ingin menelfon supir di rumah nya namun sayang nya ponsel nya mati "agrrhh hp sialan, kenapa lo mati sih"
tak lama setelah itu terdengar suara motor di indra pendengaran nya, dari arah belakang
"kenapa mobil nya" Regaf berhenti tepat di samping Vanca
__ADS_1
"mogok"
"trus lu ngapain nunggu disini?" Vanca berdecak kesal, tak tahu kah diri nya jika ia sedang menunggi kendaraan umum
"nungguin duit jatoh, nunggu taxi lah" Regaf tersenyum kecil mendengar penuturan Vanca barusan, gemas sekali pikir nya
"naik"
"naik paan"
"menurut lo? ya naik ke motor gua lah"
"ga makasih, gua bisa pergi sendiri" tolak Vanca karena ia malas jika pergi bersama orang didepan nya ini
"lo bakal nungguin taxi sampe kapan, bentar lagi bell loh" dan benar saja Vanca melihat arloji nya kembali sudah pukul 07.55
"yaudah sih kalo ga mau, gua duluan" Regaf mengambil ancang ancang akan meng gas motor nya
"eh eh tunggu" Regaf menoleh kembali lalu menaik kan sebelah alis nya
"gue ikut, tunggu bentar" Vanca masuk ke mobil nya untuk mengambil barang nya
"tadi bilng nya ga mau" goda Regaf
"ish udh lah kalo ga ikhlas bilang" Vanca kesal dengan makhluk di depan nya ini
"yaudah naik, mau disitu sampe kapan" Vanca pun naik di atas motor besar milik Regaf lalu Regaf mancapkan gas nya menuju sekolah
...
Pukul 08.02 mereka tiba di sekolah, dan benar saja mereka terlambat pagar sekolah sudah ditutup
"yahh telatt, gara gara lo nih" gerutu Vanca kesal "lah kok gua, lu lah lu yg lama" Vanca mendelik kesal dengan penuturan Regaf
"ga yah, kalo lo ga ngajak gue ribut juga ga bakal telat"
"bukan nya makasih lo udh gua anter"
"nyeyeye" vanca hanya memasang wajah kesal nya, entah lah
"lagi reunian pak, ya kita telat lh pak pake nanya lagi" Vanca bingung dengan pertanyaan satpan didepan nya ini
"yaudah kalian masuk" kedua nya pun masuk, Regaf memarkirkan motor nya Vanca mengekori di belakang Regaf
"kalo bukan gara gara lo gue pasti ga bakal telat" gerutu Vanca
"kalo gua ga nunggu elo tadi, gua gabakal telat"
balas Regaf, Vanca tak terima "ohh jadi lo ga ikhlas hah?"
"bodo" Regaf tak lagi ingin mendengar ucapan Vanca dengan segera ia pergi meninggalkan gadis itu, Vanca berusaha mensejajarkan langkah nya dengan laki laki itu
"HEH KALIAN" Regaf juga Vanca berhenti saat itu juga
"mampus" gumam Vanca
"KALIAN BERDIRI DI LAPANGAN SEKARANG JUGA KARENA KALIAN TELAT" Regaf juga Vanca menoleh ke arah sumber suara, dan sudah ada bu Rika disana yang selaku guru Bk
"APA KALIAN TIDAK DENGAR, SEKARANG"
.
.
.
Regaf juga Vanca terpaksa berjemur di bawah sinar matahari atas hukuman dari bu Rika, hormat di bawah tiang bendera, Vanca yg sedari tadi ngeluh lelah panas dan sebagai nya hanya bisa didengar oleh Regaf yg berada di samping nya
"lu bisa diem gak sih" kesal Regaf kala Vanca terus menggerutu dari tadi
"tinggal jalanin aja apa susah nya sih"
"kalo kulit gue item gimana, kalo kulit gue kering gmn, lu mau tanggung jawab"
"bacod."
__ADS_1
"gila panas banget, mana jam istirahat masih lama lagi" gumam Vanca, yang masih bisa didengar oleh Regaf, Regaf menarik satu tangan Vanca lalu berlari ke luar lapangan
"eh eh mau kemana woy"
"udh diem aja, ikut gua"
"ya jangan tarik tarik juga kali"
"sstt diem" Vanca hanya pasrah dengan yg dilakukan laki laki ini, sampai akhirnya sampai lah mereka di warung mang jajang
"ha ngapain kita disini"
"duduk" titah Regaf, vanca hanya menurut
"mang minum nya dua"
"siap den"
"eh emng nya boleh ya"
"knp ga?"
"ya ntar kalo ketahuan gmn" Regaf menoleh ke arah Vanca "bacod amat sih lu diem aja knp" vanca memutar bola mata nya malas
"nih den minum nya, eh ini siapa neng geulis, pacar nya ya den" Vanda sontak melihat ke arah mang Jajang "bukan mang, idih"
"doa in mang" Vanca mendelik ke arah Regaf yg tengah santai meminum minuman nya itu "kesambet apaan lu"
"iya den mamang bkal doa in moga cepet jadian" ujar mang jajang langsung kembali ke belakang untuk beres beres
tak selang lama setelah itu bell istirahat berbunyi
tringg tringg
"ekhemm" Sontak kedua sejoli itu menoleh ke arah suara, terdapat Geo juga Andra disana
"wiss udh berduaan aja nihh"
"kemana lo tadi, ga kekelas?"
"biasa lah ndra, paling mereka berduaan" gelak Geo dan Andra hanya menggeleng kepala nya
"paan si, denger ya gue telat gara gara temen lo ini" tunjuk nya pada Regaf
"apaan lo, udh sukur gua anter kalo gak? mungkin lo ga ada di sini sekrng"
"ekhemm,, udh dong jangan berantem ntar malah jadi suka lo berdua" Geo kembali tergelak
"gajelas lo" kesal Vanca
sementara dikelas Vanca teman teman nya sibuk mencari diri nya "duh si Vanca kemana si" gerutu Sheryl
"tas nya juga gada, masa iya dia ga sekolah" tebak Risa
"tau tuh, ke kantin juga gada, ruang guru gada perpus juga sama"
"eh girls" panggil Nesa
"kenapa" sahut mereka serempak
"ada satu tempat yg blm kita datengin" sontak kedua nya menautkan alis nya bingung "dimana?"
"mang Jajang" kedua nya berfikir sejenak
"ah masa iya, Vanca kan ga pernah kesana"
"coba dulu" lalu mereka serempak mengangguk dan berjalan menuju mang jajang
.
.
.
Voteee likeee nyaa readerss
__ADS_1
^^^tbc.^^^