
"laper?"
sungguh ia tak tahu harus menjawab apa sekarang, "a--" ucapan Vanca terpotong akibat klakson mobil di belakang, terlihat lampu sudah kembali hijau, Regaf pun kembali melajukan mobil nya
dijalan Regaf melihat warung pecel, lalu Regaf memberhentikan mobil nya "loh knp berhenti?" tanya Vanca heran, Regaf menatap Vanca "Cacing diperut lo udh demo minta makanan" jawaban yg membuat Vanca malu kembali
"ga mau turun?" terlihat Vanca yg hanya diam
"eh"
"turun" Vanca pun turun dari mobil Regaf, Regaf berjalan didepan Vanca mengekor di belakang
"pak 2 ya" kata Regaf pada penjual nya
"siap" sahut sang penjual
"duduk" kata Regaf melihat Vanca yg hanya berdiri, tanpa banyak bicara Vanca pun duduk
Vanca menatao sekeliling nya 'gue gak nyangka orang kaya dia makan di tempat kaya gini' ucap Vanca dalam hati, Regaf yg memperhatikan Vanca dari tadi pun membuka suara "kenapa? ga biasa makan disini?" Vanca mencelos mendengar penuturan Regaf barusan
"eh engga kok, bukan gitu, gua heran aja, lo biasa makan disini?" kata Vanca
"gue udh biasa di sini" sahut Regaf, Vanca hanya menggangguk an kepala nya
tak berselang lama pesanan mereka pun datang "ini pesanan nya den" ucap sang penjual nya
"makasih pak" Penjual nya pergi meninggal kan kedua nya
"makan nya pelan pelan, ga ada yg mau ngambil" Regaf yg memperhatikan Vanca makan dengan lahap nya, Vanca menguyah makanan di mulut nya seraya menggangguk kecil, Regaf dibuat gemas sendiri jadi nya
"makan yg bener" Regaf membersihkan nasi diujung bibir Vanca, Vanca yg mendapat perlakuan seperti itu pun mematung, Regaf yg kata nya dingin cuek kejam berperilaku seprti ini pikir nya
"sorry" kata Vanca seraya membersihkan mulut nya "udah ga ada" kata Regaf
.
.
.
kini Regaf sudah sampai di rumah Vanca, pukul kini menunjukan pukul 16.20 cukup sore ia pulang "makasih ya udh nganter in gue, dan yang tadi" kata Vanca yg mendapat deheman dari Regaf "yaudah gue masuk dulu" lalu Vanca turun dari mobil Regaf dan memasuki pekarangan rumah nya, Regaf yg memperhatikan gadis itu menjauh, setelah nya ia melajukan kembali mobil nya menuju basecamp
Regaf kini sedang berada di jalan menuju basecamp, ia melajukan mobil nya dengan kecepatan maximal membelah jalanan yang ramai
tak berselang lama ia pun sampai di basecamp tempat biasa nya dengan teman teman nya, Regaf turun dari mobil nya lalu masuk ke dalam yang sudah ada Geo Andra dan anak anak lain nya
"woy gaf dateng lu" seru Geo, Regaf tak menanggapi ia duduk dan meletakan kunci mobil nya itu di meja yg sudah tersedia
"tumben bawa mobil?" pertanyaan itu keluar dari mulut Andra, Regaf melirik sekilas "gue bareng adek gue pulang nya, dia yg nyuruh gue bawa mobil" jelas Regaf
__ADS_1
"lah lu mau aja disuruh?" heran Geo
"ya mau lah, adek kesayangan" timpal Andra lalu memainkan ponsel nya dengan dimiring kan
"eh gue laper dah, pesen makan dong" ucap Geo sembari menatap ponsel nya
"nyuruh siapa lu?" sahut Andra dengan raut tak bersahabat, Geo menoleh lalu mematikan ponsel nya "WOY MAU MAKAN GA!" teriak Geo kepada anak lainnya yg berada di sana
"Anj- jangan teriak tolol" maki Andra sembari menutup telinga nya, namun Geo hanya cengengesan saja
sontak mereka semua pun menoleh ke arah Geo "MAU BANG" sahut salah satu nya
"YAUDAH LU PESEN NTAR REGAF YANG BAYAR" teriak Geo kembali
"bukan temen gue" gumam Andra menatap Geo malas
"Pesen apa bang?" lanjut mereka
"Gaf Ndra pesen ga?"
"Lu nanya gitu tp gue yg bayar" Regaf menatap malas ke arah Geo sama hal nya dengan Andra "hehe duit lu kan banyak gaf ga akan habis kalo buat traktir kita kita"
"gue ga deh" sahut Andra
"kalian aja" lanjut nya
"seterah, lu gaf?" tanya nya pada Regaf, namun Regaf tak bergeming "gaf punya mulut pake napa" decak Geo
"lu makan di mana? kalo di rumah ga mungkin baju lo aja masih seragam gini" Geo menatap Regaf
"gue makan di luar"
"sendiri? tumben" Geo tak percaya akan perkataan Regaf "mau percaya atau ga seterah" Regaf menutup mata nya, ia berniat akan tidur sebentar
"lah malah tidur" Geo kembali menatap anak lain nya, Andra yg melihat itu segera menutup telinga nya dengan earphone milik nya
"WOY KALO MAU PESEN PESEN AJA SEKALIAN AYAM PANGGANG DUA!!"
"OKE BANG!"
Andra kembali menatap Geo yg juga menatap nya "bisa ga sih ga usah teriak?"
"sorry ni mulut gue emang ga bisa diajak kompromi emang" Geo cengengesan sendiri
...•••...
Vanca masuk ke kamar nya merebahkan diri nya dengan seragam yang masih melekat di tubuh nya
"hahh" helaan nafas Vanca keluarkan
__ADS_1
tok tok tok
suara ketukan pintu itu membuat Vanca yg td nya akan terlelap menjadi terbangun kembali, ia menatap ke arah pintu "Masuk aja ga dikunci!" ucap Vanca setengah ber teriak
Ceklekk
Pintu terbuka menampilkan Ratna dari balik pintu, Ratna sang mama Vanca berjalan menuju Vanca yg masih merebahkan diri nya itu, ia duduk di pinggit kasur dekat dengan Vanca
"yaampun anak gadis mama, baru pulang bersih bersih dulu nak" Ratna menyuruh anak bungsu nya itu untuk bangun
"bentar an doang kok ma Vanca cape"
"kenapa baru pulang sayang?"
"hm mobil Vanca td pagi mogok jadi Vanca pulang nunggu taxi dulu" Vanca terpaksa berbohong kepada mama nya tidak mungkin ia bilang bahwa ia diantar oleh Regaf
"yasudah beli lagi saja yang baru"
"enak banget mama ngomong kaya ga ada beban ya ma" kekeh Vanca lalu ia bangun duduk menatap mama nya
"itu mobil pemberian ayah waktu ultah Vanca, sayang kan kalo beli lagi masih bisa di servis kok bund" lanjut Vanca
"yasudah terserah kamu, habis ini kamu langsung bersih bersih ya nak, setelah itu turun ke bawah ada yang mau mama dan papa kamu bicara kan" jelas Ratna panjang lebar
kening Vanca berkerut heran "ngomong apa ma?"
"mama tunggu dibawah" Ratna lalu beranjak dari kamar anak nya itu tak lupa menutup pintu kembali
"aneh banget" gumam Vanca, ia tak ambil pusing ia bangun dari duduk nya menyambar handuk lalu masuk ke kamar mandi
15 menit Vanca keluar dari kamar mandi dengan aura yg fresh, ia ingat perkataan mama nya tadi, ia pun keluar turun menuju tempat dimana sang mama menunggu
Vanca kala itu sudah berada di tangga sedikit mendengar suara kakak nya berbicara
"Mama papa yakin? Vanca masih sekolah loh ma pa?" ucap Caren
"sudah lh kamu tenang saja, ini semua sudah papa pikirkan matang matang" sahut sang papa
"tapi papa apa yakin Vanca akan terima ini?" tanya nya dengan kening berkerut
"itu bisa diatur"
"Kalian ngomong in apa?" Vanca tiba tiba muncul lalu mendudukan diri di samping kakak nya
"Vanca denger tadi kakak bilang Vanca akan terima? maksud nya apa?"
...•••~•••...
jangan lupa sehabis baca tinggal kan jejak kalian, thank yang masih stay nungguin Regaf update
__ADS_1
^^^tbc.^^^