Runtuhnya Janji Suci Pernikahan

Runtuhnya Janji Suci Pernikahan
Bab. 106. Bulan Penuh Madu.


__ADS_3

Keesokan harinya, Vicky dan Hyuna berangkat pukul 9 pagi menjelang siang. Mereka menggunakan pesawat pribadi khusus yang keluarga Vicky punya. Kurang lebih sekitar 8 jam, akhirnya mereka sampai di bandara Uni Emirat Arab, Dubai.


Ya, di sinilah mereka akan berbulan madu sesuai dengan tiket yang di berikan Vanes pada anak serta menantunya.


Sesampainya di sana, mereka pun langsung berjalan menuju mobil yang akan menjemput mereka ke sebuah Hotel.


Semua ini sudah di persiapkan oleh Vanes dibantu Damian, sehingga Vicky dan Hyuna hanya menikmati perjalanan tanpa harus pusing untuk memikirkan apapun.


Salah satu Hotel ternama bernama Atlantis The Palm dengan julukan hotel bintang 5. Telah menjadi tempat singgah mereka untuk beberapa hari ke depan.


Hotel tersebut berada di tengah-tengah lautan yang sangat luas. Air berwarna biru benar-benar merupakan khas lautan secara alami.


Hotel ini juga merupakan salah satu tempat favorite sepasang kekasih yang baru saja menikah, hanya sekedar berbulan madu dan menatap indahnya lautan.


Ya, walaupun terlihat menyeramkan. Akan tetapi, hotel ini memiliki ciri khas tersendiri. Sehingga berhasil menarik hampir 90 persen orang yang ingin melakukan liburan, untuk berkunjung ke hotel tersebut.


Mereka hanya perlu menghabiskan waktu kurang lebih 40 menit untuk bisa ke Hotel itu, dikarenakan jarak bandara dengan Hotel kurang lebih 42,3 km.


Selama perjalan suasana hati Hyuna dan Vicky terlihat sangat tentram dan juga nyaman. Walau duduknya berjauhan dan saling membuang pandangan menatap jalan, tetapi tangan mereka tetap saling menggenggam satu sama lain.


Sesampainya di sana, Hyuna benar-benar terkejut dengan keindahan alami yang berasal dari lautan tersebut.


Seandainya dia bisa berenang, kemungkinan Hyuna udah langsung loncat ke arah laut untuk menikmati air yang sangat bersih. Hanya saja, semua itu Hyuna telan bulat-bulat karena dia tidak mau ma*ti konyol. Sebab, ini adalah hari bahagia untuk sepasang pengantin bukan hari menyedihkan.


Mereka perlahan berjalan sambil bergandengan sesekali Hyuna tersenyum kepada orang yang sedikit menyapanya.


Namun, senyuman itu langsung di tutupi oleh Vicky. Lantaran dia tidak mau bila senyuman manis istrinya harus menyebar kemana-mana, cukup untuk dirinya bukan orang lain.


Itulah Vicky, meski dia terlihat cuek di hadapan semua orang. Akan tetapi di belakang, dia sangat memperhatikan istrinya.


Sesampainya di dalam kamar Hotel, Hyuna langsung duduk di tepi ranjang dikarenanya sedikit kelelahan. Vicky pun ikut duduk sambil menyandari di pundak istrinya.


"Sayang, kita berendam yuk!" ajak Vicky sambil menggenggam tangan sang istri lalu mengecupnya.


"Loh, Mas kan gak bisa berenang. Nanti-"


"Aku bilang berendam, bukan berenang," potong Vicky dengan cepat membuat Hyuna tersenyum simpul, sementara Vicky mencebikkan bibirnya karena teringat dengan masa lalu yang memalukan.


"Ya sudah, ayuk!" ucap Hyuna sambil mengecup kening sang suami agar kekesalan laki-laki itu hilang.


Kurang lebih pukul setengah lima sore, mereka sudah siap untuk manjakan tubuhnya berendam di air laut. Tetapi, tidak langsung terjun ke lautan, melainkan ke kolam renang yang memang sudah di sediakan sesuai kebutuhan para pengunjung.


Setelah sesampainya di salah satu kolam renang yang sedikit sepi tidak di kolam renang lainnya yang ramai. Kini, waktunya Vicky turun lebih dulu sebelum dia memegang kedua tangan Hyuna.

__ADS_1


Perlahan Hyuna turun dengan dijaga oleh suaminya, rasanya dia masih cukup takut. Sehabis melihat tatapan suaminya, Hyuna mulai berani serta mengikuti apa yang diajarkan oleh suaminya.


Suara cipratan air terdengar jelas ketika Hyuna menyipratkan air tersebut tept di wajah suaminya. Membuat Hyuna tertawa ketika melihat wajah kesal suaminya, begitu juga Vicky dia kembali menyipratkan air dan mengejar Hyuna yang berjalan di air menjauhinya.


Kebahagiaan yang terlihat sangat sederhana, tetapi begitu romantis dipanjangan orang-orang sekitar. Apa lagi wajah Vicky yang datar itu, terkalahkan ketika dia mulai nyaman dengan istrinya. Sampai senyuman yang jarang sekali keluar, tiba-tiba sekalinya keluar tidak mau berhenti.


Dirasa sudah cukup mereka merendam untuk membuat rasa lelah hilang. Mereka kembali ke kamar dengan memakai handuk yang menutupi tubuhnya melalui lift khusus.


Sesampainya di kamar Hyuna langsung menatap suaminya dan berkata. "Mas, mau mandi duluan atau bagaimana?"


Mendengar perkataan itu, Vicky langsung memiliki ide jahil untuk kembali bermanja bersama istrinya.


"Ya sudah aku duluan." ucap Vicky yang masuk kamar mandi lebih dulu, diangguki oleh istrinya.


Akan tetapi, beberapa detik Vicky memanggil istrinya untuk mengambilkan pakaiannya. Setelah Vicky buka pintu untuk mengambil baju tersebut, tiba-tiba dia langsung menarik Hyuna masuk ke dalam kamar mandi.


"Aaaaa ... Mas Vicky!" pekik Hyuna langsung menutup wajahnya menggunakan tangan serta pakaian Vicky.


"Kenapa? Aku belum buka baju loh, lihat aja!" sahut Vicky, membuat Hyuna sedikit mengintip.


"Ishh, Mas Vicky! Kebiasaan deh, makin ke sini main jahil aja. Udah sana mandi, Hyuna mau keluar. Jangan lupa ini baj--"


Vicky menarik pinggang istrinya hingga mereka kembi bertatapan dengan hidung yang saling menyatu. Suara parau Vicky kembali membuat Hyuna merinding.


"Temanai aku mandi, ya."


"Ya sudah kalau kamu menolaknya, siap-siap aja kamu menjadi istri durhaka!"


"Ishh, Mas Vicky! Ya-yaudah deh, aku mandi juga. Yang penting enggak macem-macem ya!"


Hyuna memperingati suaminya, dengan nada sedikit mengancamnya. Hanya saja, itu tidak mempan untuk Vicky yang memang sering mengancam bawahannya.


"Aku tidak janji, karena itu salah satu kebutuhanku."


Degh!


Apa boleh dikata, Hyuna hanya bisa pasrah ketika suaminya harus kembali menyentuhnya. Anggap saja semua ini salah satu tujuan mereka untuk beribadah. Sebab, melayani suami sampai membuahnya puas bosa mendapatkan pahala yang luar biasa dan juga jika Hyuna rajin-rajin menservice Vicky. Bisa di pastikan kalau dia tidak akan pernah melirik wanita manapun, selain istrinya.


Mereka melakukan adegan tersebut kurang lebih 2 ronde membuat tenaga Hyuna sedikit terkuras. Vicky cuman bisa tersenyum dengan servisan istrinya yang sangat mantap.


Selelah apapun Hyuna tidak perna menolak ajakn Vicky, ini yang membuat Vicky semakin mencintai istrinya yang terbalang sederhana, baik dan juga sangat patuh pada suami.


*

__ADS_1


*


Di hari ke dua mereka berada di Dubai, ternyata Vanes masih menyiapkan 1 hadiah lagi yang akan mereka terima tepat di malam hati.


Orang suruhan Vanes mendatangi kamar Vicky dan Hyuna untuk memberikan sebuat kotak besar. Dimana mereka harus pergi bersama orang itu dengan pakaian yang sudah di persiapkan.


Mau tidak mau mereka hanya menuruti semua permintaan Vanes, sebelum mereka di tendang menjadi anak serta menantunya.


Tepat pukul 8 malam, mereka berdua sudah siap. Kemudian ikut bersama orang tersebut tanpa bertanya sedikitpun, karena percuma saja menanyakannya. Sebab itu adalah rahasia Vanes, yang akan dia berikan sebagai hadiah terakhir.


Ternyata oh ternyata, mereka di bawa ke sebuah kapal pesiar yang sangat besar. Awalnya mereka bingung, tetapi mereka mencoba untuk tetap negikuti dan akhirnya.


Taraaaa ....


Vicky dan Hyuna benar-benar terkejut dengan keadaan mata membelalak. Dimana di dalam kapal pesiar itu telah di desain untuk makan malam mereka secara romantis.


Hyuna meneteskan air matanya di saat dia sangat bersyukur, telah di berikan mertua yang sangat baik seperti Vanes. Begitu juga Vicky, dia pun tak menyangka bila Mamahnya bisa seromantis dari anaknya.


Jelas, karena semua ini pun tida lepas dari bantuan Damian yang turun tangan untuk menyiapkan semuanya sesuai dengan permintaan Vanes.


Mereka duduk di layani oleh beberapa pelayan serta diiringi oleh lagu yang sangat romantis. Perlahan mereka pun makan bersamaan dengan kapal yang mulai berjalan perlahan.


Setelah menikmati makan malam, mereka pun berjalan ke atas kapal sambil menikmati suasana malam yang di penuhi oleh bintang-bintang di langit.


"Apa kamu suka dengan kejutan ini?" ucap Vicky yang memeluk pinggang Hyuna dari belakang.


"Aku suka banget, Mas. Baru kali ini aku merasakan kebahagiaan, terimakasih. Kehadiranmu membuat hidupku lebih berwarna."


Hyuna tersenyum sedikit melirik kearah suaminya, lalu dia merentangkan tangannya menikmati udara yang begitu menyejukkan


Vicky melepaskan pelukannya lalu berdiri di samping Hyuna, kemudian dia berteriak sangat keras membuat Hyuna terkejut.


"Aku sangat mencintaimu, Hyuna. I love you more, my wife!"


Degh!


Hyuna menoleh manatap suaminya yang tersenyum, air mata Hyuna kembali menetes saat pertama kalinya Vicky bersikap seromantis ini. Walau terkesan sederhana ini sangat berarti di dalam hidup Hyuna.


"Aku juga sangat-sangat mencintaimu, Mas Vicky! I love you more, my husband!"



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2