
Laura tersentak kaget saat mendengar suara baritone seseorang, begitu juga dengan lelaki itu yang langsung menoleh ke arah pintu.
Deg.
Mata Laura membelalak lebar saat melihat Aksa ada di depan pintu, dengan cepat dia beranjak bangun dari sofa sambil menyambar pakaiannya yang berserakan di atas lantai.
"Sa-Sayang. Ini, ini tidak seperti yang kau pikirkan," ucap Laura dengan gugup dan wajah panik.
Tanpa menanggapi ucapan Laura, Aksa melangkah cepat ke arah laki-laki yang saat ini sedang memakai pakaian membuat Laura semakin membulatkan matanya.
"Sayang, dengarkan-
"Dasar brengs*ek!" umpat Aksa sambil menarik bahu laki-laki itu dan melayangkan tinjuan tepat ke wajahnya.
Brak.
Laki-laki itu terjungkal ke belakang dan menabrak meja karena mendapat pukulan dari Aksa, membuat Laura memekik kaget dengan apa yang terjadi saat ini.
Aksa lalu mendekati laki-laki itu dan langsung mencengkram kerah kemejanya. "Beraninya kau mengotori rumahku dengan kelakuan bej*atmu ini!"
Buak.
Aksa kembali melayangkan pukulan-pukulannya, membuat Laura segera menahan tangannya dan menarik tangan itu agar menjauhi laki-laki yang terkapar di atas lantai.
"Lepaskan aku, dasar wanita murahan!" Aksa menepis tangan Laura dengan kasar membuat wanita itu menjadi dipenuhi amarah.
Melihat ada kesempatan, laki-laki yang saat ini ada dibawah Aksa langsung memukul wajahnya dan menendang tubuh Aksa sampai terpental ke belakang.
"Dasar bajing*an!" umpat Aksa dengan kesal, dia segera bangun dari lantai dan menatap laki-laki itu dengan nyalang.
"Hentikan, Aksa!" Laura berdiri di tengah-tengah kedua laki-laki itu sambil merentangkan tangannya, menghalangi Aksa yang akan kembali menghajar kekasihnya.
__ADS_1
"Minggir!" Aksa mendorong tubuh Laura dengan kuat sampai wanita itu terjatuh menabrak pinggiran sofa. Dia sama sekali tidak memperdulikan wanita itu dan tetap menatap laki-laki itu dengan api menyala dahsyat.
"Kenapa kau marah padaku, Tuan? Istrimu sendirilah yang sudah menggodaku, dan membawaku merasakan kenikmatan yang dia berikan. Kenapa kau tidak marah pada dia saja?"
Deg.
Tubuh Laura membeku saat mendengar ucapan laki-laki itu, dia yang akan beranjak dari lantai tidak bisa menggerakkan tubuhnya karena perkataan yang menusuk itu. Kenapa laki-laki itu berkata seperti itu pada suaminya?
"Dasar bajing*an. Kalian berdua sama-sama manusia biad*ab yang sangat tidak punya malu. Sekarang cepat pergi dari rumahku sebelum aku menyeret kalian berdua!" teriak Aksa dengan nada membentak. Dia menatap kedua orang itu dengan tajam, sambil menunjuk ke arah pintu keluar.
"Cih." Laki-laki itu segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah itu tanpa melihat ke arah Laura yang masih syok dengan ucapannya.
"Kenapa kau diam, hah? Cepat pergi dari rumahku ini dasar wanita murahan!" maki Aksa membuat Laura terkesiap, dan dengan cepat menghampiri Aksa.
"Maafkan aku, Sayang. Aku, aku tidak-"
"Diam!" bentak Aksa membuat Laura tidak bisa melanjutkan ucapannya. "Aku tidak mau mendengar apapun yang keluar dari mulutmu, j*a*l*a*ng. Jadi cepat pergi dari rumahku sekarang juga!" Dia berucap dengan tegas dan penuh dengan penekanan.
Laura mengepalkan kedua tangannya dengan erat, disertai amarah yang sudah menyelimuti hatinya.
"Apa?" Aksa terkesiap. Matanya menatap nyalang, dengan wajah yang sudah merah padam.
"Kau selalu sibuk dengan pekerjaan dan selalu mengurus keluargamu yang sakit-sakitan dan gila itu, kau sama sekali tidak ada waktu untukku!" teriak Laura dengan emosi. Dadanya naik turun karena amarah yang sedang dirasakan.
"Beraninya kau mengatakan itu pada keluargaku?" Aksa mencengkram kedua lengan Laura membuat wanita itu meringis kesakitan. "Selama ini kau tidak mau membantuku dengan alasan kerja, tapi rupanya kau malah bercinta dan menjual tubuhmu dengan laki-laki lain." Dia menghempaskan tubuh Laura dengan kasar sampai wanita itu mundur beberapa langkah ke belakang.
Laura mengusap lengannya yang terasa berdenyut sambil menatap Aksa dengan nanar. "Kau lah laki-laki yang tidak bisa memberi kepuasan pada istrimu sendiri!" Hinanya dengan sarkas membuat Aksa kembali murka.
"Apa kau lupa bahwa semalam kau merintih semalaman di bawah tubuhku, hah?" tanya Aksa dengan tajam, membuat Laura tidak bisa membantah ucapannya.
"Setiap hari aku kerja banting tulang untuk mencari uang, juga mengurus semua keluargaku. Tapi kau terus saja memintaku untuk memuaskanmu setiap malam, dasar wanita tidak normal penggila s*e*ks!" ucap Aksa dengan tajam dan telak mengenai jantung Laura.
__ADS_1
"Sekarang cepat pergi dari rumahku, karena aku tidak mau lagi melihat wanita murahan sepertimu!" Aksa kembali mengusir Laura, tetapi wanita itu langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku tidak akan pergi dari rumah ini apapun yang terjadi. Karna aku adalah istrimu," tolak Laura. Dia memang ingin berpisah dari Aksa, tapi bukan dengan jalan seperti ini.
"Heh, istri kau bilang?" Aksa tersenyum sinis. "Mulai saat ini, kau bukan istriku lagi. Aku menyatakan talak tiga padamu, Laura."
Deg.
Laura tercengang saat mendengar apa yang Aksa ucapkan. "Tidak, kau tidak bisa menalak aku begitu saja."
"Cepat pergi dari rumahku sebelum aku menyeretmu!" usir Aksa dengan tajam tanpa memperdulikan ucapan wanita itu.
Laura tetap menolak untuk pergi dari rumah itu membuat Aksa benar-benar menyeretnya keluar.
"Lepaskan aku. Aku tidak mau pergi!" Laura memberontak, dan berusaha melepaskan cengkraman tangan Aksa di lengannya.
Aksa terus menarik paksa tubuh Laura sampai mereka berada di teras depan. Dengan cepat dia menghempaskan tubuh wanita itu yang langsung tersungkur di lantai.
"Aargh!" Laura mengerrang sakit saat pantatnya mendarat sempurna di atas lantai.
Dengan cepat Aksa kembali masuk ke dalam rumah dan langsung mengunci pintunya, membuat Laura terkesiap dan segera berlari ke arah pintu
"Kau tidak bisa mengusir aku begitu saja, Aksa. Buka pintunya!" teriak Laura sambil menggedor-gedor pintu rumah itu. Dia terus melakukannya agar Aksa membukakan pintu itu kembali, sampai beberapa tetangga yang ada disekitar mereka mulai merasa terganggu.
Aksa menyandarkan tubuhnya di balik dinding. Dia memegangi dadanya yang berdenyut sakit atas apa yang sudah Laura lakukan.
"Padahal aku sudah mengorbankan banyak hal untuknya, termasuk melepaskan Hyuna."
•
•
__ADS_1
•
Tbc.