
Sejak pernikahan Hyuna dan Vicky di selenggarakan, tetapi rasa sakitny di dalam hati Aksa masih tetap terasa sampai saat ini.
Hari demi hari yang telah di lewati pun terasa hampa, walaupun dia berada di keramaian tetap merasakan kesepian.
Aksa mencoba u tuk menyibukkan diri agar dia bisa sedikit mengalihkan pikiranny, tetapi dia tetap selalu kepikiran dengan Hyuna.
Apa lagi ketika dia pulang ke rumah Laura mencoba selalu mengganggunya, padahal Aksa sudah tidak mau hingga menalak 3 Laura. Bahkan kini Aksa sudah menyewa pengacara untuk mengurus perceraiannya di kantor keagaamaan.
"Mau apa lagi kau ke sini?" tanya Aksa dengan wajah tak suka.
"Ini rumahku, jadi ya aku akan tetap kembali ke sini bersama suamiku. Lagian juga aku kangen sama kamu, Say---"
"Ckk, jangan pernah sentuh aku! Ingat, kita sudah bukan lagi suami-istri yang sah di dalam agama, paham!"
"Sekarang aku minta kau pergi dari rumahku, atau aku akan menyeret paksa sampai kau benar-benar tidak akan pernah menginjakan kaki di rumahku!"
Aksa begitu emosi ketika dia harus kembali berdebat dengan mantan istrinya, yang selalu mencari gara-gara dengannya hampir setiap saat. Seakan-akan Laura tidak ada kapok-kapoknya untuk terus mengganggu kehidupannya.
"Sampai kapanpun aku akan tetap istrimu, Aksa!"
"Mau beribu-ribu kali kamu menalakku, itu tidak akan mempan untuk mengusirku ataupun menjauhkanku darimu. Sebab, bagiku hanya kamu suamiku!"
Laura menegaskan kata-katanya tepat di depan Aksa, dia seperti tidak tahu agamanya yang mana seharusnya bila suami sudah menalak itu artinya hubungan mereka telah selesai.
Dikarenakan semua yang memegang kendali atas runtuhnya pernikahan hanyalah suami, jika bibirnya sudah mengucapkan talak maka disitu pula semuanya benar-benar telah berakhir.
"Ingat Laura, disini yang memegang kendali atas rumah tangga itu aku, suami! Bila aku sudah mengucapkan kata talak, mau tidak mau kau tetap hubungan itu akan berakhir!"
"Berbeda bila kau yang menalakku, maka beribu-ribu kata pun tidak akan mempan sebelum bibirku sendiri yang mengatakannya. Mengerti!"
Laura yang tidak ingin berpisah dengan Aksa selalu saja membantah semua perkataan itu, sampai akhirnya Aksa harus berulang kali mengatakan kalau dia sudah mendaftarkan perceraian mereka ke pengadilan agama, melalui pengacaranya.
Bagi Laura, sekali saja Aksa menjadi suaminya, maka sampai kapanpun dia tetap akan terus menjadi suaminya. Walaupun perceraian sedang di proses, tetapi dia tetap tidak memperdulikan itu semua.
Namun, Aksa yang sudah sangat jengah, lelah dan juga emosi. Tanpa basa-basi lagi, dia langsung saja menyeret Laura untuk membawanya keluar dari rumahnya. Walaupun Laura bersikeras untuk tetap mempertahankan dirinya, tetapi semua itu tetap saja kalah dengan kekuatan Aksa.
Sehingga akhirnya, Aksa berhasil membawa Laura keluar dari rumahnya. Kemudian menguncinya rapat-rapat tanpa memberikan celah agar dia kembali ke rumah itu.
Laura menangis berteriak karena tidak terima di perlakukan bagaikan sampah oleh Aksa, sementara Aksa dia langsung pergi ke kamarnya dan mengacak-ngacak semua isi kamar.
Terlihat jelas bila Aksa sangat-sangat menyesal telah memilih Laura dari pda Hyuna. Rasanya dia benar-benar ingin kembali ke pada masa dimana pernikahannya sama Hyuna baik-baik saja.
Akan tetapi dia sabar bahwa semua itu tidak akan mungkin lagi bisa kembali, semua karena Hyuna sudah menjadi istri Vicky. Yang artinya Aksa tidak bisa lagi merebut Vicky, karena dia tidak mau berurusan dengan pria yang sangat berkuasa atas segalanya.
Aksa kembali menjalani kehidupannya bagaikan orang sebatangkara yang tidak tahu arah mau ke mana. Yang terpenting bagi Aksa saat ini, dia ingin segera lepas dari Laura dan hidup damai tanpa adanya gangguan dari mantan istrinya tersebut.
__ADS_1
*
*
Jam terus berjalan, sehingga matahari sudah berganti dengan rembulan. Dimana langit yang terang kini sudah menjadi sangat gelap, pertanda bila malam hari telah tiba.
Tepat pukul 8 malam, Laura pergi ke BAR yang boasa dia kunjungi. Disini terlihat bila Laura sudah sangat frustasi, setres dan tidak tahu harus bagaimana lagi cara mengembalikan Aksa ke dalam pelukannya.
Sampai dia yang sudah cukup mabuk berat, tidak sengaja matanya menatap ke sebuah meja yang tak jauh dari meja Laura.
"Di-dia ...."
Laura menyipitkan matanya sebelah layaknya orang yang sedikit linglung akibat efek dari minuman yang mulai membuat tubuhnya nyaman.
Saking tidak percayanya, Laura perlahan bangkit dari kursinya. Kemudian dia berjalan sedikit sempoyongan tetapi, masih bisa di kendalikan. Sebab, ini belum seberapa bagi Laura. Dia bisa lebih gila dari ini jika tadi dia tidak melihat seseorang yang sangat dia kenal.
"Sayang, mau tambah minum lagi?" ucap seorang wanita yang sedang menemani pria yang ada di BAR.
"Aku tidak mau minuman, tetapi aku mau ini!"
Pria itu langsung saja menyerbu bibir dari pegawai BAR yang memang di sediakan untuk melayani pria kekurangan kasih sayang. Tak hanya itu, tangannya pun sudha gencang kemana-mana tanpa rasa malu. Padahal mereka masih berada di tempat terbuka yang sangat bising dengan suara lagu-lagu party.
Melihat adegan hot itu, membuat Laura semakin memuncak. Da*rahnya mendidih sangat cepat, hingga dia menarik tangan wanita itu dan membuatnya terjungkal ke lantai.
Bugh!
Suara wanita itu saat merasakan bokongnya sangat sakit. Bagaimana tidak, mereka sedang asyik melakukan adegan yang mengasyiknya. Akan tetapi Laura malah mengganggunya dan membuat wanita itu terjatuh.
"Jangan coba-coba kau menyentuh milikku! Dasar ja*lang!" ucap Laura dengan tatapan menajam, melihat wanita itu yang berusaha untuk bangkit seorang diri.
"Hei, wanita aneh! Ini tempat orang bersenang-senang, bila kekasihmu tidak mau di sentuh oleh wanita lagi. Maknnya di jaga, buatlah servis yang menantang agar dia selalu meminta yang lebih."
"Pantas saja kekasihnya ke sini, orang sikap ceweknya aja sebrutal ini. Mana ada laki-laki yang mau sama wanita kasar, sepertimu TANTE GILANG. Hahah ...."
Wanita yang bekerja sebagai pemuas itu tertawa dengan sangat cantik, hingga menyisakan luka serta amarah di dalam hati Laura. Satu sis Laura sedang dilanda kekacauan di dalam tumah tangganya, kini dia juga di kacaukan oleh selingkuhannya yang juga ternyata malah menyelingkuhinya.
Karma bukan sih? Oh, jelas! Inilah karma seorang selingkuh, sebab sekecil apapun prilaku yang kita perbuat baik jahat maupun baik semua itu akan ada timbal baliknya seperti saat ini.
Pria yang merupakan selingkuhan Laura pun lngsung turun tangan, ketika dia melihat tangan Laura refleks ingin menyakiti wanita selama ini sudah memuaskannya lebih dari Laura.
"Sekali saja kau menyakiti dia, maka jangan salahkan bila aku akan membongkar semua rahasiamu dan akan menyebar luaskan semua bukti kebe*jatan seorang Laura!"
Degh!
Laura yang tidak mengerti apa yang selingkuhannya katakan itu, semakin dibuat bingung dan juga takut. Sebenarnya bukti apa yang selingkuhannya punya itu? Kenapa dia seperti sangat percaya diri, bila bukti itu akan menghancurkan Laura.
__ADS_1
Akan tetapi, Laura tetap pasa pendiriannya. Dia tidak percaya oleh selingkuhannya itu, sebab bagi Laura itu hanya sebuah gertakan kecil agar Laura tidak menyakiti wanita yang sudah merebut miliknya.
"Jangan kau kira aku tidak tahu ya, semua bukti yang kau bicarakan itu hanya sekedar omongan bukan kenyataan!"
"Jadi, jangan pernah kau mengancamku karena semua ini salahmu! Di saat aku sedang setres dengan rumah tanggaku, harusnya kau itu nemenin bukan malah ninggalin dan bermain dengan wanita itu?"
"Beberapa kali aku telpon, tapi apa? Kau malah mematikan matikannya dan mengatakan jika kau sedsng sibuk. Lalu ini apa, hahh? Apa!"
"Sibuk melayani pemuas seperti ja*lang itu? Cihh, servisan dia denganku jauh berbeda. Palingan juga dia sudah turun mesin, karena sering masuk lubang haha ...."
Laura tertawa dengan sangat jahat, membuat wanitayang ada di hadapannya tidak terima. Meski apa yang dikatakn Laura sedikit ada benarnya, tetapi dia tetap menjaga harga diri. Baginya, dia hanya memilih pria dengan kalangan tertentu tidak semuanya bisa keluar masuk miliknya tanpa bayaran yang lebih.
Ketidak terimaan itu menjadi percekcokan diantaran Laura dan wanita itu, sampai akhirnya mereka membuat keributan hingga kegaduhan.
Dimana ada adegan yang cukup mengerikan, seperti layaknya dua kucing betina yang sedang bertengkar untuk memperebutkan sebuah wilayah.
Jenggutan, tamparan, hingga cakaran semua menjadi satu membuat mereka berguling-guling di lantai. Sampai beberapa ada yang memvideokan serta melalukan live yang dilihat orang seluruh orang.
Selingkuhan Laura terus berusaha memisahkan kedua wanita itu, tetapi naas. Dia tidak bisa, sebab kekualan Laura benar-benar full power ketika tubuhnya sudah di kuasai oleh efek dari minuman.
Jalan satu-satunya dia berlari memanggil keamanan agar membantunya menyelamatkan wanita yang saat ini berada di bawah kekuasaan Laura.
Wanita itu yang sudah tidak bisa menyeimbangi, hingga Laura bisa naik keatas tubuhnya dan menamparnya sampai menjengutnya serta menjedotkan kepalanya berulang kali.
Hanya hitungan menit, keamanan datang dan langsung melerainya. Akan tetapi, wanita itu sudah tidak sadarkan diri akibat kepalanya mengalami kebocoran meskipun tidak terlalu parah akibat tangannya mencoba untuk melindungi kepalanya.
Sementara pengunjung lainnya, hanya menjadi penonton tanpa mau menolongnya. Bagi mereka inilah tontonan yang sangat seru dari pada Tom End Jerry.
Laura langsung diamankan oleh security, dan langsung dibawa ke kantor polisi setempat atas suruhan dari pemilik Caffe. Sedangkan, wanita itu langsung di larikan ke rumah sakit agar nyawanya bisa segera di tolong.
Laura yangmerawa puas karena menang melawan wanita itu tertawa cukup puas, sekan-akan bebannya sudah hilang dibawah kuasa alkohol.
Wajah frestasi, pikiran melayang, tubuh sempoyongan adalah hal dimana Laura benar-benar melupakan apa yang dia lakukan tadi. Yang penting dia puas melampiaskan rasa kesalnya pada Aksa ke orang lain yang menjadi wanita selingkuhannya.
Pria itu yang benar-benar kepalang malu akibat wajahnya sudah masuk ke live orang-orang atas pertengkaran itu. Membuat dia menyimpan dendam pda Laura hingga dia menggunakan akun bodong, yang tidak bisa di lacak oleh siapapun termasuk pihak berwajib.
Setelah itu dia menyebar luaskan semua videonya bersama Laura yang sedang enak-enak di atas ranjang. Dengan posisi wajahnya yang dibuat ngeblurs habis agar tidak bisadi kenali oleh siapapun. Hanya akan ada wajah Laura saja yang akan di kenang sepanjang masa, di dalam jaringan media sosial yang jejaknya tidak pernah kehapus sampai kapanpun.
Laura di laporkan karena sudah membuat kegaduhan di tempat usaha orang lain, sampai mengakibatkan 1 korban masuk ke rumah sakit.
Laura yang masih belum sadar akibat minuman itu hanya bisa tertawa, bernyanyi serta mengigau tanpa bisa dikendalikan. Akhirnya dia dibawa oleh polisi wanita untuk diamankan terlebih dahulu agar tidak membuat kegaduhan di dalam kantor polisi.
•
•
__ADS_1
•
Tbc.