Runtuhnya Janji Suci Pernikahan

Runtuhnya Janji Suci Pernikahan
Bab. 114. Hadiah Pernikahan.


__ADS_3

Namun, entah mengapa disaat Hyuna melihat jalan. Kemana jalan itu yang seharusnya berbelok menuju rumah kediamaan keluarga Vicky kini malah lurus? Disitu Hyuna bingung dan langsung menanyakan pada Vicky.


Hanya saja, Vicky tidak mau memberitahu karena merupakan sebagaian supraise dari Vicky selaku suaminya kepada Hyuna, istrinya.


Hyuna terkejut ketika melihat ke arah kanan, kiri, depan belakang semuanya kosong dan gelap sekali. Rasa takut mulai menyelimuti hatinya ketika bulu kudungnya langsung merinding.


"Ma-mas, ki-kita dimana ini? Kenapa gelap banget? Ayo pulang, aku takut. Gimana kalau nanti ada begal? Bahaya loh, ayo Pak jalan. Kita kembali ke tempat perempatan tadi terus belok kearah kiri. Cepat, Pak. Cepat!"


Wajah panik Hyuna membuat supir taksi itu kebingungan, sebab Vicky bilang sudah sampai. Akan tetapi Hyuna bilang dia tidak mengenai tempat itu, sampai akhirnya Vicky berusaha membuat Hyuna tetap tenang.


"Kamu tenang aja. Ini tidak seperti yang kamu lihat, tunggu waktunya pasti kamu akan tersenyum melihat semuanya. Sekarang pakailah penutup mata ini, habis itu kita turun." ucap Vicky berusaha lembut.


"Ta-tapi, Mas--"


Vicky menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Mau tidak mau Hyuna pun mengikuti ap yang suaminya inginkan.


Perlahan Hyuna memejamkan kedua matanya bersamaan sebuah kain kecil panjang yang mulai Vicky ikat di belakang kepalanya.


Perlahan Vicky keluar lebih dulu, lalu dia memegangin istrinya sambil berjalan. Akan tetapi, ada seseorang yang sudah siap untuk mengambil semua barang-barang mereka dari taksi dan membawanya kesebuah mobil.


Dari situ mereka berdua berjalan perlahan memutari lahan tersebut, lalu lampu yang awalnya mati langsung menyala sangat terang.


Semua orang sudah berkumpul disana, menunggu ke datangan Hyuna dan Vicky yang memang sudah di persiapkan dari beberapa hari lalu.


"Ma-mas, masih jauhlah? Aku takut ..." keluh Hyuna, perasaan sedikit takut karena jalanan yang naik turun.


"Tenang, ada aku. Ikuti saja apa yang aku ucapkan!" titah Vicky yang terus menjaga langkah kaki istrinya.


Tak butuh waktu lama, mereka sampai di suatu tempat yang sangat indah. Disitu Hyuna berdiri tepat di depan sebuah bangunan yang sangat mewah dan juga tinggi.


"Ma-mas ...."


Beberapa kali Hyuna memanggil suaminya ketika dia tidak lagi merasakan tubuhnya disentuh oleh Vicky. Semakin panik, panik dan panik. Akhirnya Hyuna langsung saja membuka kain yang menutupi matanya, lantaran dia takut bila ditinggal seorang diri di tempat yang sangat gelap.


Duuaarrr!

__ADS_1


Suara ledakan di atas langit membuat Hyuna terkejut saat dia sudah membuka kain tersebut dan segera berbalik menatap ke arah depan.


Serpihan serbuk warna-warna kini terjatuhan tepat di atas kepala Hyuna. Mata Hyuna membelalak saat dia terkejut menatap semua orang, bahkan ada juga wartawan yang langsung meliput semua kejadian di sana.


Taarraaa ...


"Selamat atas Restoran barunya, Nyonya Hyuna." teriak semua karyawan yang emnyambut pemilik Restoran mereka kerja.


Semua pun bersorak ria, terutama Vanes dan Wildan yang melihat Hyuna sudah kembali. Akan tetapi ada yang berbeda dari cara penyambutan mereka. Dimana Hyuna berdiri diatas anakan tangan dan semuanya berada di bawah sambil bertepuk tangan.


"Yeey, selamat Mamah. Selamat atas Restoran barunya, Wildan senang banget. Berarti nanti Wildan bisa makan gratis di sini ya haha ...."


Mendengar perkataan semua orang membuat Hyuna bingung. Sampai akhirnya Vanes berteriak agar Hyuna kembali menghadap ke belakang.


Hanya dengan hitungan detik saja, Hyuna dikejutkan saat dia berbalik. Dia malah melihat sebuat Restoran yang sangat indah, sesuai sama impiannya.


Restoran ini, benar-benar sangat persis seperti apa yang Hyuna inginkan. Bahkan namanya pun sangat cantik, gabungan antara namanya yaitu [Hyunice Resto].


Air mata Hyuna menetes di saat semua orang bersorak penuh kebahagiaan. Bahkan Vicky pun mulai melangkahkan kakinya menaiki 5 anakan tangga untuk bisa mencapai tempat Hyuna.


"Ya, mungkin ini hanya sebagian hadiah kecil yang aku berikan. Akan tetapi, aku berusaha untuk mewujudkan impianmu satu persatu."


"Ma-maaf bila kamu kurang menyukainya, sebab 80 persen desain ini seperti apa yang kamu mau dan 20 persennya lagi atas saranku. Supaya Restoran ini menjadi Restoran favorite bagi kalangan anak remaja ataupun sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta."


Hyuna yang tidak bisa berkata apa-apa lagi, langsung memeluk suaminya. Kini, pecahlah isak tangis Hyuna yang sangat deras membasahi jas Vicky.


Semua orang pun ikut meneteskan air mata, mereka ikut terharu atas perkataan Vicky yang terdengar simple, tetapi begitu menyentuh.


Sampai akhirnya Wildan berlari lalu berteriak memanggil Hyuna. Terus memeluknya karena dia merasa sangat rindu, begitu juga Hyuna yang menyamakan tinggi anaknya agar bisa memeluknya.


"Mamah jangan nangis lagi ya, anggap aja ini hadiah karena Mamah sudah mau menjadi Mamahku. Wildan janji, Wildan akan menjadi anak baik dan juga Wildan tidak akan mengecewakan Papah sama Mamah. Wildan akan menjadi Pangeran kecil Mamah yang akan selalu menjaga Mamah, kalau Papah tidak ada."


"Dan Papah juga, jangan pernah nyakitin Mamah ya. Kalau sampai itu terjadi, Wildan akan membawa pergi Mamah dari Papah. Biar Mamah, Wildan aja yang bahagiain kalau Papah tidak bisa membuat Mamah selalu tersenyum."


"Pokoknya Wildan mau Mamah sama Papah selalu bahagia, biar kita bisa sama-sama terus. Dan satu doa Wildan. Semoga sebentar lagi Wildan akan mendapatkan adik dari Papah dan Mamah, karena udah 1 Minggu dibuat pasti sebentar lagi akan hadir di perut Mamah. Wildan jadi enggak sabar melihat perut Mamah kaya balon, terus juga bermain sama Adik, biar Wildan enggak sendirian lagi."

__ADS_1


Perkataan yang sangat mendalam bagi bocah sekecil Wildan. Membuat semua orang terkesima, mereka tidak menyangka bila kasih sayang Wildan pada Hyuna melebihi kasih sayang anak kandung pada umumnya. Padahal mereka tahu, Wildan hanya anak sambung.


Namun, kenapa sikapnya malah melebihi anak kandung. Apa lagi banyak anak kandung yang malah seperti anak sambung, tetapi yang ini berbeda. Seakan-akan Wildan lahir dari rahim Hyuna.


Vanes menangis melihat cucunya sudah tumbuh menjadi besar. Rasanya cepat sekali Wildan tumbuh menjadi anak yang lebih mengerti keadaan dari pada Wildan yang selalu cengeng.


Sebagian ada yang sedih, sebagian ada juga yang tertawa saat Wildan membahas soal Adik. Sebab itu berhasil emmbuat wajah kedua orang tuanya menahan malu.


"Aduhh ... Udah malam nih, ayo kita resmikan Restoran ini. Kasian yang lain sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan gratis di Restoran ini."


Vanes langsung berjalan sambil menghapus air matanya mendekati anak, mantu dan cucunya.


Penampilan mereka semua benar-benar terlihat sederhana, tetapi elegan. Tidak terlalu ngejreng atau bergelamor layaknya orang kaya pada umumnya yang menyukai kemewahan.


Vicky membantu Hyuna berdiri, lalu Wildan berdiri di tengah kedua orang tuanya. Sementara Vanes berdiri di sebelah menantunya, mereka melakukan penyambutan terlebih dahulu. Sekalian sesi pemotretan yang sebentar lagi akan louncing Restoran baru milik Hyuna.


Setelah itu seseorang yang menjadi pemandu acara pun langsung menyiapkan semuanya. Pintu Restoran di buka membuat Vick, Hyuna, Wildan dan Vanes berdiri di dekat pintu yang terbuka. Lalu, mereka melakukan serangkaian acara.


Sehabis itu, masuklah ke acara inti yaitu pemutusan tali pita merah yang akan dilakukan oleh Hyuna sendiri selaku pemilik Restoran.


Perlahan tangan Hyuna memegang gunting kecil dan pita. Di serta doa dan juga harapan untuk kedepannya, Hyuna pun memotong pita tersebut bersamaan terdengarnya suara tepukan tangan begitu keras untuk menyambut Restoran yang baru saja loucing.


Ucqpan selamat satu persatu mengerubungi Hyuna, dari mulai suaminya, mertuanya, anaknya dan beberapa orang serta pebisnis lainnya.


Semua acara ini di lakukan secara langsung, sehingga semua pemberitaan televisi mengenai Restoran pertama Hyuna yang baru saja louncing.


Setelah selesai, semua orang berbondong-bondong masuk ke dalam Restoran untuk menyicipi semua menu yang ada disana. Meskipun baru sedikit, tetapi mereka benar-benar merasa puas. Sebab, rasanya sama seperti Restoran bintang 5 bahkan lebih.


Kebahagiaan Hyuna langsung bertambah berkali-kali lipat, dia tidak henti-hentinya meneteskan air mata kebahagiaan. Dia juga bisa mengungkapkan betapa senangnya bisa di berikan jodoh sebaik Vicky dan keluarganya.




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2